Air Mata Keikhlasan

Air Mata Keikhlasan
Bab 68


__ADS_3

Sudah lebih dari satu bulan lamanya, semenjak hari dimana kejadian pemecatan tidak hormat dari bosnya. Clara termenung akan nasib yang akan dihadapinya, berharap akan menjadi karyawan tetap dengan gaji yang cukup lumayan. Dapat menghidupi dirinya sendiri dan juga adik angkatnya yang baru saja masuk kesekolah menengah atas, tapi kini semuanya telah pupus.


" Mbak, kok melamun? " Tanya Michael yang melihatnya termenung menatap piring makanan yang telah kosong dihadapannya.


" Tidak melamun, hanya saja lagi bersemedi buat dapatin kerjaan. Belum ada satupun perusahaan yang membutuhkan karyawan baru, padahal sudah satu bulan ."


" Sabar mbak, siapa tahu kerjaannya masih on the way. Aku berangkat ya, jangan melamun lagi. Nanti jodohnya tambah jauh, bye."


Mendapati sang adik sudah berangkat ke sekolah, Clara masih tetap termenung untuk beberapa saat.


" Ya ampun, kok aku sampai lupa. Klien yang waktu itu berkata, jika aku dipecat. Dia akan menerimaku untuk bekerja padanya, kenapa nggak kepikiran sih." Clara segera mempersiapkan dirinya dan bergegas menuju kantor kliennya tersebut.


Menggunakan motor matic andalannya, tak lupa menggunakan jaket dan alat pelindung lainnya. Di atas motor yang ia kendarai, tanpa hambatan dan lancar. Kini ia telah sampai diperusahaan tersebut.


" Permisi mbak, apa tuan Osmondnya ada?" Tanya Clara pada salah satu karyawan di bagian customer servis.


" Maaf sebelumnya, anda darimana dan ada keperluan apa? "


" Hem, saya Clara dari perusahaan xxx." Clara terpamsa berbohong, bahwa dirinya adalah utusan dari perusahaan milik David.


" Baik mbak, anda bisa langsung menemui tuan Osmond diruangannya. Kebetulan saat ini, tuan belum ada kesibukan. Ruangannya di lantai paling atas, mbak."


" Baiklah, terima kasih ya."

__ADS_1


Clara berlalu dari hadapan karyawaan tersebut, memasuki lift yang membawanya menuju ruangan dari pemilik perusahaan. Ketika pintu lift terbuka, terlihatlah ruangan yang cukup luas dan elegan. Membuat mata siapa pun yang melihatnya akan terpana, begitu pula yang terjadi pada Clara.


Ini ruangan apa rumah mewah sih, beda sekali dengan perusahan yang aku temui selama ini. Clara.


" Permisi, apakah tuan Osmondnya ada?" Tanya Clara pada seorang wanita disana.


" Tuan Osmondnya sedang berada didalam, anda?"


" Oh, saya Clara dari perusahaan xxx."


" Tunggu sebentar, saya akan menanyakan terlebih dahulu." wanita tersebut menelfon seseorang.


Tiba-tiba, sorot mata Clara menangkap kehadiran dari orang kepercayaan sang pemilik gedung besar. Namun ia tidak berani untuk menegurnya.


" Ee... Terima kasih."


Dengan langkah perlahan, Clara menuju pintu besar yang dimaksud oleh wanita sebelumnya. Penuh keraguan dalam dirinya untuk berhadapan dengan orang yang sebelumnya menjadi kliennya, berbohong untuk bisa bisa bertemu dengan tujuan rahasianya.


Tok tok tok...


Pintu terbuka, Clara memasuki ruangan tersebut seperti seseorang yang hendak mencuri. Matanya melirik ke setiap sudut ruangan, hal itu semakin membuat dirinya terpesona.


" Hei!"

__ADS_1


" Astaghfirullah, eh maaf tuan."


Teriakan sambutan itu membuat dirinya menjadi malu, sungguh memalukan bagi dirinya.


" Ada perlu apa? Bukannya, kau wanita yang waktu itu?" Mata Osmond melirik dengan tajam melihat Clara.


" Iya tuan, saya Clara."


" Ada perlu apa kau kemari? Apa lagi yang direncakan oleh bosmu itu?"


" Em, sebenarnya. Saya sudah tidak bekerja lagi pada tuan David, pada hari itu saya langsung dipecat." Terang Clara menjelaskan kronologisnya peristiwa pemecatan dirinya yang terasa tidak sopan.


" Baguslah. Kenapa kau memakai nama perusahaan itu untuk bertemu denganku, aku rasa tidam ada hubungannya." Perkataan Osmond penuh dengan selidik.


Penuh dengan keraguan bagi Clara, untuk mengatakan kejadian yang ia alami. Menghela nafas panjanganya, memberanikan diri untuk menagih janji yang pernah pria itu ucapkan.


" Sebenarnya, saya datang kemari untuk menagih janji anda tuan."


" Apa, janji?"


💐💐💐


Jangan lupa! Tinggalkan jejak kalian ya. Agar bisa menambah semangat Outhor dalam berkarya, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2