
Berita kehamilan Zea telah tersebar dengan sangat cepat, kabar bahagia itu menjadi berita yang paling menghebohkan.
" Ma, kita akan menjadi kakek dan nenek. Zea hamil ma!" Ucap Reza kepada istrinya.
" Apa Pa, yang benar?"
" Iya Ma, Bian menelfon Papa. Lihat!" Reza memperlihatkan Foto yang dikirimkan Sabian kepadanya melalui sebuah aplikasi.
Wajah Vita seketika memerah, air mata tak tertahankan untuk mengalir dengan sendirinya. Tanggis bahagia itu pun pecah seketika, penantian panjang mereka akhirnya bisa terlaksana.
Sedangkan pada mansion Osmond, hal itu menjadi sesuatu yang membuat kehebohan besar.
" Tidak, tidak mungkin Zea hamil. Awas saja pria itu, akan aku beri pelajaran dianya. Seenaknya saja menghamili adikku, memangnya dia siapa!"
Mendengar apa yang di ucapkan oleh Osmond, seketika mengundang gelak tawa dari seluruh penghuni mansion tersebut. Terutama Clara, ia sudah tidak dapat menahan rasa sakit pada perutnya karena tertawa.
__ADS_1
" Mmpphhh hahaha!"
" Sweety, kenapa malah tertawa! Kau sedang menertawakanku ya." Satu alis mata miliknya naik ke atas, Osmond menatap Clara dengan tatapan dingin.
" Hahaha, ya tertawalah bos. Zea hamil juga karena ulah suaminya sendiri, memangnya ulah siapa. Itu sah-sah saja, hubungan mereka sudah halal." Kenzie juga ikut tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh tuannya.
" Benar itu, dasar pria kaku. Masa itu saja tidak mengerti, hahaha." Semakin asik menertawakan, Clara pun semakin tak tahan dengan sakit pada perutnya.
Larut dalam pemikirannya sendiri, membuat Osmond termenung dengan beberapa ucapan penjelasan dari orang terdekatnya.
Namun kebahagian itu tidak berlaku pada dua insan manusia yang ini, Vania dan David. Mereka mengetahui perihal kehamilan dari Zea, itu memicu ketidaksenangannya.
" Sepertinya, kita harus membuat suatu rencana untuk mereka. Tidak akan aku biarkan kebahagian itu datang pada mereka, akan aku buat dia merasakan apa yang aku rasakan." Vania mengerang atas kabar yang ia dengar.
" Kau pikir mudah untuk melawan mereka? Aku tidak ingin menyerahkan nyawa dan hartaku dengan sia-siankepada mereka, kalau mau kau sendiri saja. Jangan membawa namaku dalam berurusan dengan mereka, paham!" David memberikan peringatan kepada Vania.
__ADS_1
" Kenapa sekarang, kamu sangat berbeda? Penakut!" Vania mulai meremehkan David.
" Terserah mulutmu mau bilang apa, yang jelas sudah aku peringatkan untuk tidak mencari masalah dengan mereka. Jangan menyesal jika kau tau akan kebenarannya, pergilah dari sini. Melihatmu, benar-benar membuatku muak."
" Hei! Dimana David yang dulu? Huh, ternyata kau benar-benar mengesalkan!"
" Terserah!"
Meninggalkan Vania yang masih mengamuk akan dirinya, David sungguh tidak ingin terlibat lagi dengan manusia yang bernama Sabian dan Osmond. Mengetahui jika seluruh aset saham yang sangat berpengaruh pada perusahaannya, telah dikendalikan oleh Sabian. Apalagi disaat ia mendapatkan peringatan kembali dari Osmond, ketika dirinya berusaha mengoda Clara. Sisi lain dari pekerjaannya sebagai pengusaha, ternyata pemain dan sekaligus leader dari dunia bawah yang sangat disegani oleh seluruh kelompok. Jika David membantu Vania, itu sama saja menyerahkan nyawanya dengan sukarela untuk dimusnahkan. Mengingat hal itu, membuat dirinya merinding seketika.
Kau dalam masalah besar Vania, jangan coba-coba mengusik mereka. Jika kau mengetahui siapa sebenarnya dibalik pelindung Zea dan Sabian, habislah kau. David.
Sepeninggalan David, Vania mulai menyusun rencana yang sudah ia susun. Ia tidak mendengarkan apa yang sudah diperingatkan oleh David, namun rasa iri dan sakit hatinya lebih besar. Mengalahkan semua akal sehat yang ada, bahkan orang suruhannya tampak berpikir berulang kali untuk melakukam hal tersebut. Vania rela mengeluarkan uang yang begitu banyak, demi menuntaskan dendamnya.
Lihat saja nanti, kalian akan merasakan dan melihat. Siapa Vania yang sebenarnya, terutama kamu! Jika Sabian tidak bisa aku miliki, maka tidak ada siapapun yang bisa memilikinya! Vania.
__ADS_1