
" Hah!" Clara kaget, saat matanya melihat isi dari ruangan yang ia kira adalah sebuah kamar hotel.
" Kenapa?"
" Eee, restoran rupanya."
" Dasar wanita berotak mesum, kau kira aku mau apa hah! Melihatmu saja sudah membuatku kesal, jangan pernah berharap aku akan tergoda denganmu." Osmond langsung duduk tanpa memperdulikan Clara yang masih terdiam.
Merasa tersingung dengan apa yang dikatakan oleh Osmond, Clara mendadak menjadi dingin. Menatap tajam pada pria yang ia anggap aneh, membalikkan tubuhnya dan keluar dari ruangan tersebut dengan cepat.
" Dasar orang kaya, mulut nggak pernah disekolahin. Siapa juga yang mau makan bersamanya, males banget." Umpat Clara yang berjalan sangat cepat.
Menyadari tidak ada tanggapan dari orang yang ia ajak bicara, pada saat itu Osmond fokus melihat daftar menu yang diberikan oleh seorang pelayan.
Kemana wanita itu? Ah, menyusahkan saja. Osmond.
Beranjak dari tempat duduknya, Osmond melempar begitu saja daftar menu yang ia pegang. Dengan sedikit berlari, ia memasuki mobilnya dan menelusuri jalanan untuk mencari Clara. Tak berapa jauh darinya, Osmond melihat keberadaan Clara yang masih berjalan kaki.
Tin tin tin tin...
" Apa?!!" Clara membalikkan tubuhnya menghadap mobil yang memberikannya klakson, Clara merasa yakin jika Osmond akan menyusulnya.
" Hallo cantik, sendirian nih." Suara pria yang baru saja turun dari kendaraan mobilnya.
__ADS_1
Betapa kagetnya Clara saat itu, melihat wajah pria yang ternyata bukanlah yang ia harapkan.
" Ka kamu siapa? Jangan mendekat!" Langkah kaki Clara bergerak mundur.
" Ada apa cantik, memangnya kenapa kalau aku mendekat. Temani kami saja, pasti kau juga akan menikmatinya." Ujar pria tersebut, ternyata ada beberapa pria lainnya yang menyusul keluar dari mobil.
Pikiran Clara sudah mengarah cepat, merasakan bahwa situasinya saat ini adalah bahaya. Ia mulai berbalik dan berlari sekuat tenaga yang ia punya, bahkan sepatu high heels itu ia buang begitu saja.
" Hei, mau kemana. Kamu tidak akan bisa lari!" Pria tersebut mengejar Clara dengan beberapa temannya, langkah kaki wanita tidak akan sama dengan pria. Dengan sangat mudah pria itu menjangkau Clara, mengunci pergerakannya dengan menahan kedua tangannya.
" Dapat!"
" Lepaskan! Lepaskan! Jangan sentuh aku, lepaskan." Clara terus memberontak dari pria yang menahannya.
Dugh!
Kaki Clara menendang barang haram milik pria yang menahannya, membuatnya meringgis dengan rasa sakit yang ia dapatkan.
" Aakh! Wanita sialan, tangkap dia!" Pria itu berteriak kepada temannya, sedangkan Clara ia sudah berlari dengan sangat kencang.
Tuhan! Tolong selamatkan aku, jangan biarkan pria-pria itu menjamaah tubuhku. Clara.
Bugh!
__ADS_1
Tubuh Clara menabrak sesuatu, yang ternyata adalah tubuh salah satu dari pria yang mengejarnya.
" Mau lari kemana kau, hah! Berani-beraninya mempermain kami, kau harus menerima hukumannya!" Pria itu mengerang dengan amarah yang terlihat jelas di wajahnya.
Tidak bisa berbuat apa-apa, tangan dan mulut Clara sudah tidak bisa ia gunakan. Tubuhnya dibawa ke arah semak-semak yang berasa dibahu jalan, ingin rasanya ia berteriak dengan begitu keras. Namun apa daya, semuanya tidak bisa ia lakukan. Pria yang Clara tendang barang haramnya, kini merobek baju yang ia kenakan bahkan mereka mencoba untuk melecehkan Clara.
Srett!!!
Srett!!!
" Mmmpp mmm." Clara berusaha berteriak namun tidak bisa, dengan airmata yang sudah bergelinang membasahi wajahnya.
" Kau tidak akan bisa lari lagi, kita akan menikmatinya bersama nona cantik."
Tidak! Jangan, jangan lakukan itu padaku. Tolong, siapa pun tolong aku! Ku mohon! Clara.
Disaat para pria itu akan memulai aksinya, Clara masig terus berusaha memberontak. Tak henti-hentinya Clara berdoa didalam hatinya, mengharapkan ada seseorang yang akan menolongnya.
" Berani kalian menyentuhnya lagi, jangan harap nyawa kalian akan selamat!"
Suara pria dengan bernadakan sebuah ancaman kepada mereka, membuat para pria tersebut tidak merasa takut.
" Siapa itu? Jika kau ingin menganggu, lebih baik pergi saja dari sini!" Ujar salah satu dari pria tersebut.
__ADS_1
" Bre***ek!"