
Kini, perusahaan milik Sabian telah diakuisi oleh David. Sehingga dengan leluasanya mereka melakukan aksinya yang tidak pantas, David menggunakan kekuasaannya sebagai pemilik dari perusahaan tersebut untuk menggoda setiap karyawaan wanita yang menarik perhatiannya.
Tok tok tok...
" Masuk."
" Maaf tuan, ada berkas yang harus anda tanda tangani." Clara, sekretaris yang baru kerja pada hari itu, membawa berkas yang akan diberikan kepada bosnya.
David menerima berkas tersebut dan membacanya, namun wajah itu seketika tersenyum dengan sangat menggoda. Siapapun yang melihatnya, akan merasa seperti sedang diburu cintanya.
" Nanti saja akan saya tanda tangani, apakah pekerjaanmu dikantor hari ini sangat padat, Clara? " Pertanyaan yang tidak penting, dilontarkan oleh David.
" Sepertinya pekerjaan saya hari ini, tidak terlalu padat tuan. Hanya saja, nanti anda akan ada janji untuk menemui klien kita dari Perves Group." Clara memberika penjelasan untuk kegiatan bosnya hari ini.
__ADS_1
" Oh ya, tolong siapkan berkas-berkas yang diperlukan. Sepertinya, ini adalah klien terbesar kita. "
" Benar tuan, Parves Group merupakan salah satu klien kita yang cukup berpengaruh setelah klien pertama kita. Apa masih ada yang perlu dipersiapkan, tuan?" Clara merasa, pekerjaannya didalam ruangan bosnya itu telah selesai.
" Bisa tolong saya untuk melihat isi dari berkas ini, Clara?" Senyuman licik itu kembali tersungging pada bibir David.
Clara pun berjalan mendekati bosnya, melihat berkas yang ditunjukkan oleh sang empunya. Dengan cermat, Clara sudah bisa menyimpulkan isi dari berkas tersebut.
" Maaf tuan, sepertinya anda harus fokus untuk masalah pekerjaan saja. Saya hanya bisa membantu dalam hal urusana pekerjaan, untuk masalah pribadi anda. Mohon maaf, saya tidak bisa. Permisi."
Sungguh aneh dan nyata, sikap bosnya benar-benar berbanding terbalik disaat mereka sedang berhadapan dengan orang-orang besar. Terlihat berwibawa dan kharismatik, tapi untuk saat ini begitu membuat Clara menjadi jijik.
" Jangan jual mahal, Clara. Kamu tentunya sama saja dengan sekretaris saya sebelumnya bukan. Menyukai diri saya dan juga uang, tidak masalah jika saya menawarkan kamu." David menarik tangan Clara, disaat ia akan hendak melangkah pergi dari ruangannya.
__ADS_1
" Anda bisa memberikan penilaian itu kepada wanita lain, tuan. Tapi tidak untuk saya! Uang? Saya tidak munafik untuk hal itu, makanya saya bekerja dengan anda untuk mendapatkan uang. Tapi tidak untuk menjual diri!"
Menghempaskan tangan tuannya dan beranjak pergi dari ruangan tersebut, hal itu membuatnya merasa berada dineraka. Bosnya sudah memperlihatakan sisi lainnya selama ini, banyak rumor yang beredar jika bosnya adalah seorang Casanova liar.
" Saya kembali ingatkan tuan, setelah jam makan siang nanti. Anda akan bertemu klien kita dari Parves Group." Tanpa menunggu jawaban dari bosnya tersebut, Clara langsung menutup pintu tersebut dengan cukup keras.
Brak!!
Melihat perlakuan dari sekretarisnya tersebut, perasaan murka dari seorang David Maxlian. Biasanya dia akan dengan mudahnya mendapatkan wanita, untuk bisa menemaninya dalam masalah percintaan. Baru kali ini, ia mendapatkan penolakan dari seorang wanita yang biasa-biasa saja.
" Sial! Wanita ini sungguh menyebalkan, berani-beraninya dia menolakku dengan seperti itu. Bahkan wanita lainnya, dengan keingina mereka sendiri memawarkan dirinya padaku. Awas saja kau, Clara. " David menyerigai dengan sangat kesal, baru kali ini dia ditolak wanita untuk bersamanya.
Sedangkan untuk Clara, sepanjang perjalanan kembali keruangannya. Mulutnya tak henti-hentinya mengomel dan mengumpat bosnya tersebut.
__ADS_1
" Dasar laki-laki nggak sadar diri, seenaknya saja mengatakan kalau aku mau menjadi wanitanya karena uang. Untuk apa aku bekerja kalau memang bukan masalah uang. Otaknya sedang konslet apa, sampai bicara seperti itu. Dasar bos casanova aneh." Clara menjadi bergidik merinding dengan sikap bosnya tersebut.