
" Akh! Aku mau Zea, bukan kau!" Sabian mengumpat Osmond yang berada disisinya, menemaninya memasuki ruang pemeriksaan kesehatan.
Cletak!
" Yak! Dasar kakak ipar durhaka, menyiksa adik ipar sendiri."
" Diam! "
Karena permintaan Zea, Osmond mau tidak mau akhirnya harus menemani mereka pergi ke dokter. Kedua pria itu saling beradu tatapan mata yang sama-sama tajam, sedang dua wanita cantik yang berada di luar ruang tunggu. Keduanya saling bertukar cerita dan tertawa, tidak mau ambil pusing dengan keadaan orang yang berada di dalam.
" Zea, idemu benar-benar topcer."
" Ya mau gimana lagi, hanya itu satu-satunya cara yang paling ampuh. Sama kak Kevin saja nggak ada pengaruhnya."
" Kita tunggu saja kabar beritanya, pasti mereka di dalam sedang adu kekuatan. "
" Biarin sajalah, kesehatannya lebih penting. Oh iya, gimana hubungam kalian?"
" Alot, kayak daging nggak masak Zea. Banyakan akunya yang gedek sama dia, nggak bisa lihat situasi dan kondisi."
__ADS_1
" Contohnya?" Rasa penasaran Zea semakin besar, karena yang ia tau jika kakaknya itu terkenal sebagai pria yang dingin dan angkuh.
" Aish, kau ini kepo sekali. Hampir sama dengan kehidupanmu saat ini, dia selalu saja hadir seperti hantu gentayangan. Dimana saja selalu ada, makan siang, makan malam. Selalu mau sama-sama, pulang pergi kerja, mau kemana-mana juga dia harus ikut. Mana nggak modar gue, dasar manusia aneh." Clara meluapkan kekesalan yang ada didalam dirinya.
" Hahaha, akhirnya. Kau juga merasakan apa yang aku rasa, tapi itu hebat loh. Kamu sudah menakhlukkan hati seorang Osmond Owen yang begitu angkuh dan dingin, kalah tu kutub utara. Selamat ya, akhirnya nanti kita jadi saudara." Zea memeluk Clara dengan begitu erat, mereka berdua larut dalam suasana yang ada.
Brak!
Suara kegaduhan terdengar dari dalam ruang pemeriksaan, lalu keluarlah tiga orang pria dengan wajah yang begitu aneh dan juga pakaian serta rambut yang berantakan.
" Ada apa dengan mereka?" Zea tampak kaget dengan melihat kondisi ketiga pria tersebut.
" Zea! Bawa suami gilamu ini periksa ditempat lain, dan juga bawa kakakmu ini! Hancur sudah ruanganku gara-gara mereka!" Ammar yang biasanya selalu sabar dalam menghadapi sikap pasiennya, namun kali ini. Ia dibuat murka!
" Ammar? Kau dokter disini? Memangnya ada apa dengan keduanya? Penampilan kalian bertiga juga seperti orang habis berkelahi." Zea kaget mengetahui sahabat suaminya yang menjadi dokter dirumah sakit tersebut, apalagi dengan keadaan yang betul-betul emosian.
Disaat Ammar menjelaskan duduk perkara tentang apa yang terjadi, Sabian dan Osmond masih saja berseteru. Seperti layaknya emak-emak yang sedang berebut dalam antrean diskon, hal itu semakin membuat amarah Amma meninggi.
" Berhenti kalian! " Teriak Ammar.
__ADS_1
Teriakan itu berhasil menghentikan pertikaian yang terjadi, Clara dan Zea sudah memutar bola matanya dengan sangat malas.
" Bawa pergi mereka dari sini, buat sial saja. Akan aku masukan tagihan seluruh kerusakan yang terjadi disini ke perusahaan kalian berdua dan juga kerugianku dalam menerima pasien gara-gara kalian!"
" Apa kau bilang, hah! " Ucap Sabian dan Osmond bersamaan.
Terjadi lagi berdebatan yang di akibatkan hal kecil, Clara yang sudah tidak tahan melihat tinggah konyol dari Osmond. Ia berjalan mendekatinya, dan tiba-tiba saja.
" Aakkhh! Sweety, kenapa telingaku ditarik? Ini sakit." Rasa perih dari telinga yang ditarik oleh Clara, membuat Osmond meringis.
" Makanya jangan suka pamer otot, pulang."
Dalam keadaan telinga masih ditarik, Clara berpamitan pada Zea untuk pergi dari sana. Kejadian tersebut menjadi tontonan yang cukup menarik bagi mereka yang berada disana, bagaimana tidak. Seorang pengusaha ternama dan terkaya, sekaligus leader dari duniah bawah. Takhluk dengan satu wanita mungil, hal itu menjadi moment langka dalam perjalanan hidup seorang Osmond Owen.
" Bbbpp hahaha, sayang. Coba lihat, dia takut dengan wanita." Sabian tertawa melihat adegan itu.
Tak!
" Jangan asal ketawa saja kau, tuh! Macan lu sudah siap menerkam, kalian ini benar-benar pasangan yang aneh. Zea, bawa dia pergi. Oh ya, sebelumnya. Suamimu ini tidak sakit apa-apa, hanya terkena sindrom simpatik. Ada baiknya kamu kontrol pada dokter kandungan, bye." Jelas Ammar yang sudah berlalu memasuki ruangannya kembali.
__ADS_1
" Dokter kandungan?"