AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
TAHUN PERTAMA


__ADS_3

Perkuliahan sudah dimulai, hari-hari Nayla mulai sibuk dengan perkuliahan yang padat dan tugas-tugas yang di berikan dosen. Tiara, Putra dan Liana teman yang selalu bersama Nayla mengerjakan tugas-tugas kampus.


Kalau tugas mereka banyak biasanya mereka akan berkumpul di kediaman mama Syila. Itu permintaan mama Syila sendiri, mama Syila lebih senang teman-teman Nayla dan Shinta main atau belajar di kediamannya.


Putra dan Liana mereka sepasang kekasih, sementara Tiara dia menjalin hubungan dengan Koko kakak tingkat mereka yang satu kost dengan Putra. Hanya Nayla sendiri yang tidak punya pasangan. (itu menurut teman-temannya)


"Nay, hari ini kita mengerjakan tugas dimana?" tanya Tiara.


"Terserah kalian" jawab Nayla.


"Ditaman belakang aja ya" sahut Liana.


"Soalnya ini hanya sedikit" sambungnya lagi.


"Ok" jawab yang lain bersamaan.


Sambil bersantai di taman belakang mereka berempat mengerjakan tugas. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka menyelesaikannya.


"Nih, minumannya" Koko datang membawa minuman buat mereka.


"Terimakasih Bang Koko yang baik" Sahut Nayla sambil mengambil minuman yang dibawa Koko.


Nayla bersyukur punya banyak teman, Koko dan Putra sudah seperti saudara bagi Nayla. Bukan karena kekasih mereka adalah temannya, melainkan mereka yang sering menjaga Nayla dari para mahasiswa yang mengejar cinta Nayla yang terkadang melakukan hal-hal yang berlebihan.


"Kita jalan-jalan yok" ajak Liana.


"Ayo" jawab Tiara semangat.


"Aku tidak ikut, kalian saja yang pergi, aku masih menunggu teh Shinta" Nayla ingat kalau hari ini dia ada acara bersama Shinta.


Shinta mengajak Nayla untuk ikut di kegiatan kampus, supaya Nayla punya banyak teman bukan hanya dari satu angkatan, dan juga bisa punya pengalaman berorganisasi. Karena itu Nayla cukup dikenal dikampusnya. Dari tingkat bawah sampai atas, termasuk para dosen-dosen yang mengagumi kecerdasan Nayla.


"Ya udah, kita jalan ya Nay" Nayla menjawab dengan melingkarkan kedua jarinya membentuk huruf O.


...******...


Hubungannya dengan Nuno tidak ada yang berubah masih sama dengan biasanya. Setiap malam Nayla akan bercerita apa saja kegiatannya setiap hari. Tidak puas hanya dengan telepon mereka melakukan VC untuk melepas rindu.


Kalau dulu Nuno mengunjungi Nayla per tiga bulan, kini Nuno mengunjungi Nayla setiap bulan. Bila Nuno datang mereka menghabiskan waktu berdua, dengan berbelanja. Nuno akan memanjakan Nayla, dia akan membelikan apapun yang dilihatnya bagus dan pantas untuk Nayla, seperti hari ini.


"Ini bagus Nay" melihat pada sebuah tas branded.


"Kak Uno, Nay sedang tidak butuh tas" Nayla menolak.

__ADS_1


"Hari ini kita nonton aja Kak, ada film bagus" tidak ada kata tidak yang akan keluar dari bibir Nuno, karena apapun yang diinginkan Nayla selalu disetuji Nuno.


Terkadang mereka ke tempat-tempat wisata yang terkenal di Bandung dan sekitarnya sesuai keinginan Nayla yang suka dengan alam.


Nuno mengandeng Nayla ke gedung bioskop, tidak sekalipun dia melepas gengamannya. Memanjakan gadis kecilnya, sesekali dia akan mencium pucuk rambut Nayla yang sudah menjadi candu untuknya dan mengacak-acak rambut gadis itu.


"Kak, rambut Nay jadi jelek" protes Nayla pada kebiasaan Nuno.


Bagi Nuno waktunya bersama Naylah lah yang bisa membuatnya senang dan melepaskan beban pekerjaannya, apalagi masalah rumah tangganya yang tidak didasari cinta.


Mama Syila dan Shinta tidak tahu tentang Nayla dan Nuno, Karena setiap Nuno datang Nayla akan menginap di tempat Mery. Nayla selalu mengatakan pada Mery kalau dia dan Nuno hanya sebagai kakak adik, tapi tidak menurut Mery, dimatanya mereka tetap seperti sepasang kekasih.


Selesai Nonton Nayla diantar Nuno pulang ke tempat kos Mery.


"Sudah sampai, Kakak pulang, Sampai jumpa besok" Nuno mencium kening dan mengacak-acak rambut Nayla.


"Iya Kak, terimakasih untuk hari ini" jawab Nayla sambil tersenyum.


Mery melihat apa yang dilakukan Nayla dan Nuno diluar dari jendela.


"Assalamualaikum Mery, ini Nayla" Nayla mengetuk pintu kamar Mery. Bukannya membuka pintu tapi Mery menjauh.


"Masuk Nay tidak di kunci" jawabnya.


Nayla membuka pintu kamar Mery, dilihatnya Mery sedang menonton televisi. Mery menyuruh Nayla duduk.


Pintu kamar mandi terbuka, Nayla sudah terlihat lebih segar, dia menghampiri Mery.


"Maaf ya Mer, aku kesininya kemalaman"


"Tidak apa-apa, tapi jangan sering-sering" jawab Mery.


"Tidak enak dengan penghuni yang lain" lalu keduanya hanya diam sambil menonton televisi.


"Kamu pergi kemana saja Nay" Mery membuka pembicaraan.


"Hanya berjalan-jalan di Mall dan nonton di bioskop"


"Nay, kupikir apa yang kamu lakukan ini salah" Mery menatap Nayla.


"Kak Nuno itu pria beristri, tidak seharusnya dia berjalan dengan mantan tunangannya"


Nayla hanya terdiam, dia tahu ini tidak benar tapi kehadiran dan perhatian Nuno membuat Nayla merasa kalau dia tidak pernah kehilangan Nuno, bahkan cinta diantara mereka semakin kuat, Nayla merasakan itu. Nayla akan menangis kala dia sadar dia tak akan bisa memiliki Nuno seutuhnya.

__ADS_1


"Nay, maaf kalau kata-kataku membuatmu tidak suka" sambung Mery.


"Tidak apa-apa Mer, kamu benar, ini semua salah. Karena itu aku tidak ingin ada yang tahu tentang Kak Nuno. Hanya kamu Mer" matanya mulai berkaca.


"Aku masih takut kalau dia benar-benar akan pergi jauh dariku selamanya, karena itu aku merasa nyaman dengan hubungan ini" kini air itu sudah lolos dari matanya.


"Buka hatimu untuk yang lain, buat hari-harimu untuk tidak selalu terikat pada kak Nuno" Mery ingin Nayla bahagia, bukan bahagia seperti sekarang, yang hanya sesaat.


"Tunggu aku siap, dan ada yang mau menerimaku tanpa menuntut cinta dariku" Mery menepuk tangan Nayla.


"Aku percaya padamu Nay, belajarlah untuk bahagia"


Berbeda dengan Nuno, dia tetap inginkan Nayla berada disisinya. Dia akan menceraikan Silvia pada waktunya. Dan dia akan menikah dengan Nayla kedepannya. Karena itu tidak ada niatan sedikit pun untuk menjauhi Nayla dan membiarkan sikap dan perlakuannya terhadap Nayla tidak berubah sedikitpun.


...*******...


Kini sudah satu tahun berjalan. Nayla walaupun sibuk dengan kegiatan kampus tapi tidak membuat dia ketinggalan pelajaran. Perhatian dan dukungan dari keluarganya dan Nuno membuat dia selalu bersemangat.


Ujian semester genap sudah selesai tinggal menunggu nilai hasil. Nayla memilih pulang ke Jakarta dan ikut bunda Aisyah mengunjungi kak Adam di Malaysia.


"Akhirnya aku bisa libur dan pulang kampung" Liana melihat kearah putra.


"Sepertinya kamu sangat senang bila tidak bertemu denganku" Tiara tertawa melihat muka putra yang seperti orang binggung.


"Hahaha ada yang dimarahin" ledeknya.


"Aku hanya rindu keluargaku sayang" sambil memegang tangan Liana.


"Hahaha" kini Liana yang tertawa.


"Aku hanya bercanda, tidak mungkin aku melarangmu pulang kerumah" jawab Liana.


"Kamu pulang ke Jakarta Nay" Tanya Tiara.


"Iya, aku akan ke Jakarta setelah itu ikut bunda mengunjungi kak Adam"


"Wahhh, kamu mau ke Malaysia" sahut Putra.


"Jangan lupa bawakan saudaramu yang tampan ini sesuatu yang keren dan tidak ada d Indonesia" sambungnya sambil mengedipkan matanya.


Selama di Jakarta dan Malaysia Nayla tidak bertemu Nuno. Dia juga meminta Nuno untuk tidak sering-sering menghubunginya. Nayla tidak ingin ayah Dimas, bunda Aisyah dan kak Adam tahu apa yang dilakukan Nuno selama ini.


Ada kerinduan yang dirasakan Nayla, lama dia tak bertemu Nuno. Satu bulan Nayla libur hanya beberapa kali mereka VC.

__ADS_1


"Sampai kapan aku seperti ini, aku ingin bahagia tapi aku tidak bisa jauh darimu, aku salah masih mengharap kasih sayang mu kak Nuno" (Nayla)


****************


__ADS_2