
"Hans kenapa kamu akan pergi jauh?" tanya Lala. Mereka sedang duduk di pinggir danau buatan tempat pertama mereka bertemu.
"Kalau Lala ke rumah kakek, Lala tidak bisa bertemu dengan mu lagi" lirih Lala yang sedih karena akan berpisah jauh dengan Hans.
"Aku harus ikut papa. Dan papa kerjanya sekarang harus pindah yang jauh, tapi Lala jangan sedih nanti kita pasti betemu lagi" hibur Hans pada Lala.
"Kau janji?" tanya Lala.
"Pangeran Hans berjanji akan menemukan princess Lala" sambil mengangkat kedua jarinnya.
"Kalau kita bertemu...." Lala belum selesai dengan kata-katanya tapi sudah di jawab Hans.
"Kita akan menikah"
"Menikah? Seperti ayah dan bunda?" tanya Lala polos.
"Iya seperti itu, selalu bersama agar tidak berpisah lagi" jelas Hans pada Lala.
"Maukah princess Lala menjadi pendamping pangeran Hans?" Hans menatap pada Lala yang hanya diam saja.
"Jawab nanti kalau kita sudah bertemu lagi" ucap Hans.
"Mengapa? Lala bisa menjawabnya sekarang"
"Aku ingin mendengarnya saat kita bertemu"
Sandy dan Nayla mengenang kembali saat-saat mereka akan berpisah. Tidak ada air mata dan kesedihan kala itu. Hanya keyakinan akan bertemu kembali.
Sekarang mereka duduk di taman hotel meninggalkan hiruk pikuk pesta di dalam hotel. Mencari udara segar menikmati waktu berdua untuk berbagi cerita.
"A Hans, Kenapa tidak ada yang boleh memanggil Hans lagi?" tanya Nayla. Sandy tersenyum mendengar pertanyaan Nayla.
"Lala kenapa hanya boleh pangeran Hans yang memanggil" sambil memainkan alisnya mengoda Nayla.
"Aa Hans, jawab dulu"
Sandy berdiri kini dia duduk di hadapan Nayla. Menatap gadis kecil berpipi chubby yang dulu sangat lucu dan manja kini sangat cantik, dewasa dan mandiri.
"Apa Princess Lala sudah pandai berenang?" tanya Sandy. Karena saat berpisah dia meminta Nayla terus berlatih.
Sandy akan memeluk Nayla bila mereka bermain di danau. Hal itu selalu dilakukannya saat Nayla belum pandai berenang.
Nayla bertemu Sandy saat liburan di Lembang. Dia sangat suka duduk dan bermain air di danau buatan yang pernah membuatnya hampir tenggelam saat dia terpeleset dan jatuh kedalam danau. Sandy yang sedang berenang saat itu langsung menyelamatkan Nayla.
Sejak saat itu Nayla selalu belajar berenang bersama Sandy kalau sedang berlibur ke tempat kakeknya di Lembang.
Itulah hal yang membuat mereka dekat dan saling menyayangi satu sama lain. Lala memanggil Sandy Pangeran Hans karena sudah menyelamatkan Princess Lala.
"Hemm. Seperti yang di minta Pangeran Hans" jawab Nayla.
Sandy meraih kedua tangan Nayla dan dipegangnya erat.
"Apa kamu yakin akan bertemu denganku lagi?"
__ADS_1
"Sangat yakin, bahkan aku sering berhayal kalau Hans tiba-tiba datang memelukku seperti dulu saat dia menjaga ku agar tidak jatuh kedalam danau"
"Aku juga sangat yakin bisa menemukanmu, karena itu aku hanya ingin Lala yang memanggil nama Hans"
"Sampai sekarang aku sangat suka bermain air dan berada di depan danau" ucap Nayla.
"Karenanya kak Heru membelikan kami rumah yang ada kolam berenang tapi dibuat seperti sebuah danau. Selain untuk Putri belajar berenang, kak Heru sangat tahu kalau aku sangat suka danau"
"Setiap hari aku akan duduk disana bermain air walau hanya sebentar, mengharapkan pangeran yang di tunggu akan datang memeluk Princess"
"Apa lagi saat itu aku baru melepaskan sebuah ikatan" kenang Nayla pada Nuno.
"Kau menungguku?" Tanya Sandy dan Nayla hanya mengangguk.
"Kamu tau La, Sejak pertama kita bertemu di bioskop aku tidak bisa melupakanmu"
"Setiap hari selalu berharap menemukanmu. Seperti aku berharap bisa menemukan Princes Lala" ucap Sandy mengingat kembali setelah bertemu Nayla.
"Aku seakan sudah sangat mengenalmu saat itu"
"Saat di Lembang?" tanya Lala.
"Saat di Lembang aku sangat ingin pergi ke danau. Tapi aku tidak mau meninggalkanmu walau sebentar. Apa lagi kamu masih suka menjaga jarak denganku" keluh Sandy pada sikap Nayla.
"Kalau aku tahu sejak awal kamu adalah Lala, aku pasti akan membawamu kesana"
"Maafkan aku" ucap Nayla Lirih
"Saat itu aku belum yakin dengan perasaanku"
"Kau tau A, setelah aku menabrakmu waktu itu, kau hadir beberapa kali dalam mimpiku sebagai pangeran Hans" ucap Nayla jujur.
"Saat itu aku baru saja benar-benar mengakhiri hubunganku dengan seseorang yang seharusnya sudah ku akhiri sejak lama"
"Kupikir karena aku saat itu tersakiti sehingga memimpikannmu sebagai Pangeran Hans yang akan datang menolongku lagi"
Nayla menarik nafas panjang, ingatannya kini kembali pada kisah yang sudah dia kubur setahun lebih. Tapi dia harus menceritakan pada Sandy. Dia tidak ingin ada kisah orang masa lalu yang akan menjadi masalah di masa depan.
"Saat SMU aku mencintai seseorang yang juga mencintaiku. Hubungan kami berjalan begitu saja. Jarak yang jauh tidak menjadi penghalang"
Nayla menceritakan dari awal dia bertemu dengan Nuno sampai akhirnya dia mengijinkan Nuno menikah.
"Aku mengijinkannya, dia menikah dengan orang lain tapi dia selalu ada untukku, cintanya tidak pernah pergi meninggalkanku"
Sandy terus menyimak apa yang di ucapkan Nayla. Sunguh perjalan cinta Nayla jauh lebih sulit dari apa yang dia rasakan.
"Sampai aku mencoba menjalin hubungan dengan orang yang tidak ku cintai sama sekali untuk membuang rasa cintaku padanya"
"Tapi itu tetap tidak membuatnya pergi jauh, bahkan dia semakin mengikat langkahku"
"Aku menyadari ini suatu kesalahan, aku harus membuat keputusan yang besar untuk melepaskannya"
"Aku mengakhiri hubunganku dengan keduanya di waktu yang hampir bersamaan, ada beban yang hilang di pundakku walau sulit untuk melaluinya"
__ADS_1
"Dan itu adalah saat pertama kita kembali bertemu"
Nayla berdiri bersandar pada pohon yang dihiasi lampu warna warni, menatap jauh kedepan.
"Setahun sudah berlalu, tidak disangka kita kembali bertemu A Hans" ucap Nayla.
Sandy berdiri mendekat pada Nayla.
"Kau menemukan Princess Lala, Pangeran Hans, apa kau akan meminta jawaban dari pertanyaanmu?" tanya Nayla.
"Tidak mesti sekarang kalau kau belum siap" Sandy tidak ingin memaksa Nayla walau dia sangat berharap.
"Sekarang atau nanti tetap harus ku jawab, hanya waktunya saja yang tidak sama"
"Saat dulu aku sudah ingin memberi jawaban, tapi kau yang meminta menundanya sampai selama ini" jawab Nayla.
Nayla mebalik badanya menghadap Sandy, menatap mata itu penuh cinta dan kasih sayang yang tulus. Seperti saat mereka masih kecil Sandy selalu memberikan kenyamanan padanya. Mata Sandy memancarkan harapan menunggu jawaban yang bertahun-tahun di nantikan.
"Aku sudah terlalu siap untuk menjawabnya sekarang. Apa kau masih ingin menundanya lagi?" tanya Nayla pada Sandy. Sandy hanya diam.
"Kalau dulu aku sudah menjawab mungkin kita tidak akan berpisah selama ini"
Lala melangkah mendekat pada Sandy dan membiarkan tubuhnya jatuh dalam pelukan Sandy mencari kehangatan dan kenyamanan dalam pelukan itu. Mencoba merasakan yang pernah dia rasakan dulu.
"Princess Lala bersedia mendampingi pangeran Hans" ucapnya pelan.
Sandy yang mendengar jawaban itu langsung memeluk erat sang pujaan hati, yang sudah bersedia menerimanya untuk kedua kalinya.
Lama mereka berpelukkan seakan melepas rindu yang bertahun-tahun lamanya terpendam. Meresapi rasa tidak ingin terpisahkan. Sandy mengecup kepala Nayla berkali-kali. Cinta masa kecil yang hanya seperti mainan bagi sebagian orang dewasa kini sungguh menjadi cinta yang nyata.
"Terima kasih" ucap Sandy menatap Nayla yang malam ini benar-benar cantik di bawah hiasan pohon yang berwarna warni.
"Terima kasih kau mau berjalan bersamaku melangkah disisiku" kecup Sandy pada kening Nayla.
Udara malam di bandung sudah semakin terasa dingin. Sandy melepaskan jasnya dan dikenakan nya pada Nayla.
Nayla besandar pada bahu Sandy, kini mereka kembali duduk, tidak ada keinginan untuk kembali kedalam pesta. Hanya ingin menghabiskan malam ini sambil berbagi rasa sambil menggenggam erat tangan, keduanya sama-sama merasakan kehangatan.
"Pangeran Hans, jangan pergi lagi" pinta Nayla pada Sandy.
"Aku sudah menemukannmu tidak akan ku lepas lagi untuk kedua kalinya" jawab Sandy terus menggenggam tangan Nayla memberikan kehangatan di udara yang dingin.
"Kau janji?"
"Kau percaya padaku?"
"Aku percaya padamu pangeran ku" ucap Nayla mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Sandy.
Pandangan mereka bertemu, tatapan cinta itu terlihat dari keduanya, meyakinkan rasa yang sama mengaharap tidak akan terpisah lagi untuk melangkah bersama
"Lala, aku mencintai mu, Princess Lalaku"
**************************
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir di karya author