AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
CINTA TAK HARUS MEMILIKI


__ADS_3

Nuno mengajak Nayla ke restoran yang menyuguhkan pemandangan yang indah. Tempat ini sengaja bertemakan alam. Nuno sudah memesan salah satu tempat yang pemandangan paling indah dan sedikit jauh dari pengunjung yang lain. Dia hanya ingin menikmati waktunya bersama Nayla.


"Kak Uno, tempat ini bagus sekali, dari mana kakak tahu ada tempat secantik ini" Nayla tak henti-henti mengaguminya. Nayla memang sangat suka alam terbuka seperti ini, Nuno tahu itu karena itu Nuno sengaja membawanya ke tempat ini.


Nayla berdiri di pagar pembatas pondok yang disewa Nuno. Tempatnya lebih tinggi dari yang lain, sehingga Nayla bisa melihat kebawah yang dipenuhi taman bunga yang indah.


"Kakak tahu dari teman" Nuno menjawab sambil memeluk Nayla dari belakang. Dia menyandarkan kepalanya di leher Nayla membuat pipinya menempel pada Nayla. Nayla sangat gugup, dia belum pernah seintim ini dengan lawan jenis. Nuno yang menyadari kegugupan Nayla semakin memeluknya erat.


"Kakak tidak ingin ini berakhir" Nuno berbisik di telinga Nayla.


"Geli kak" tanganya memegang wajah Nuno tanpa merubah posisinya. Nuno mencium pipinya secepat kilat.


"Apa yang kakak lakukan" Nayla terkejut Nuno biasa hanya mencium keningnya itupun saat mereka akan berpisah.


"Apa kamu sudah siap untuk menikah?" tanya Nuno tanpa melepaskan pelukannya.


"Belum" Nayla menggelengkan kepalanya.


"Sayang..." Nuno semakin erat memeluk Nayla.


Cukup lama mereka berdiri dengan posisi seperti itu, tidak ada keinginan dari keduanya untuk melepaskan. Nayla mengusap-usap tangan Nuno yang memeluknya. Sampai pelayan datang yang menyajikan makanan datang barulah mereka berpindah duduk di kursi.


Waktu makan yang sudah terlewat membuat mereka tidak menunggu lama untuk menghabiskan santapan yang terhidang.


Acara makan sudah selesai, kini mereka duduk berdua diayunan yang di sediakan pengelola restoran yang ada di pondok yang mereka tempati.


"Kak, Nay kenyang sekali, kenapa kakak memesan banyak makanan, kita hanya berdua?" tanyanya.


"Tidak ada apa-apa, kakak hanya senang melihat kamu makan yang banyak" Nuno meraih tangan Nayla dan menyatukan jari-jari mereka.


"Ada apa kak, kenapa kakak menanyakan pernikahan?" Nayla merasa ada sesuatu yang dipikirkan Nuno.


"Bukankah kita sudah pernah membahas ini dan kakak sudah menyetujui untuk menunggu Nay dua tahun lagi" tegasnya.


"Orang tua kakak ingin kakak menikah sekarang" dia menghela nafasnya.


"Ada hal yang tidak bisa kakak tolak dari permintaan mereka" Nayla menatapnya.


"Mami sekarang sakit Nay... Dia akan operasi jantung, kesempatanya untuk sembuh hanya empat puluh persen" kesedih terlihat jelas diwajah Nuno.


Nayla mengeratkan genggamanya seakan memberikan kekuatan kalau semua akan baik-baik saja.


"Mami ingin kakak menikah sebelum dia operasi" Nuno menghela nafas kasar.

__ADS_1


"dan...." Nuno menghentikan bicaranya melihat pada Nayla.


"Dan apa?" tanya Nayla


"Mami ingin memenuhi janji pada sahabatnya sebelum terjadi sesuatu. Mami berjanji akan menikahkan kakak dengan anak sahabatnya"


Deg. Jantung Nayla bedetak lebih cepat. Dia tahu ini menyangkut hubunganya dengan Nuno. Ada keputusan besar yang harus diambilnya hari ini.


"Kakak tetap ingin Nayla yang menjadi pendamping kakak untuk selamanya" Sambil membelai rambut Nayla, mencoba menyalurkan kasih sayangnya kepada gadis itu.


"Karena itu kakak ingin kita menikah. Kakak akan meyakinkan mami untuk menerima keputusan kakak" Nayla menyandarkan kepalanya dibahu Nuno.


"Bagaimana Nay... apa bisa?" Nuno mengecup pucuk kepala Nayla, berharap gadis itu menyetujui keinginannya.


"Nay tidak tahu harus menjawab apa kak. Di hati Nay yang paling dalam hanya ada Kak Uno, tapi Nay tidak ingin egois dengan menyakiti hati mami Kak Uno" Nayla mencoba mengungkapkan apa yang ada di pikirannya saat ini


"Kakak akan meyakinkan mami sampai mami merestui, hanya kakak harus yakin kalau Nay mau menjalaninya bersama"


Nayla terdiam, ini keputusan besar yang harus diambil, ini tentang masa depannya. keputusan yang melibatkan banyak hati.


"Kak, bagaimana dengan calon yang diinginkan mami, apa dia menyetujui perjodohannya dengan kakak?" Nayla ingin tahu.


"Tidak ada penolakan darinya" jawab Nuno.


"Kalian pernah bertemu?" Nuno hanya mengganggukan kepalanya.


"Kemarin" sambil merangkul Nayla dan mengeratkan pelukannya.


"Kakak tetap berharap padamu Nay... jangan memikirkan yang lain, pikirkan saja tentang masa depan kita"


"Kakak sayang mami?" tanya Nayla.


"Tentu, kamu dan mami pemilik hati kakak dengan posisi yang berbeda" Nayla merengangkan rangkulan Nuno.


"Kalau begitu kakak juga harus memikirkan hati mami selain hati Nay. Kami mendapatkan cinta yang sama dari kakak walau dengan posisi yang berbeda" ucap Nayla sambil menangkup wajah Nuno dengan kedua tangannya.


"Nay mencintai kakak, tapi Nay tidak ingin egois, karena ada cinta mami juga untuk kakak sama seperti cinta Nay dengan posisi kami masing-masing"


"Kakak mengerti maksud Nay?" tanya Nayla pada Nuno.


"Tidak" jawab Nuno karena dia tidak ingin Nayla menolak ajakannya menikah.


"Apakah kakak akan tetap memaksa mami untuk merestui kita dengan keadaan mami sekarang?" Nuno terdiam.

__ADS_1


Dia tahu tidak bisa memaksakan keinginanya pada kondisi maminya saat ini. Nayla berdiri berjalan kepagar pembatas.


"Kak, jika mami bahagia apakah kakak akan bahagia?" ucapnya. Nuno mengiyakan pertanyaan Nayla.


"Kalau begitu buat dulu mami bahagia, agar kakak bahagia dengan kakak bahagia itu juga membuat Nay bahagia" Nayla mengucapkan itu untuk meyakinkan Nuno walau sebenarnya perih yang iya rasakan.


Direlung hatinya yang paling dalam dia tidak menginginkannya, tapi dia harus melakukannya. Baginya restu adalah segalanya dalam menjalin hubungan yang lebih jauh. Nuno ikut berdiri mendekat pada Nayla. memeluk dari belakang.


"Kakak tidak bisa sayang ..... kakak tidak ingin cinta yang lain ada disini" Nuno membalik tubuh Nayla agar menghadapnya, dia menunjuk hatinya dengan tangan Nayla.


"Kakak tetap bisa mencintai Nay dan Nay tetap bisa mencintai kakak. Cinta kita tidak akan berubah hanya bentuknya yang berbeda. Cintai Nay sebagai adik dan Nay akan mencintai kakak sebagai kakak" Nayla memeluk Nuno dengan erat.


"Cinta untuk kakak tidak bisa tergantikan, selalu ada dihati Nay" Nayla menangis dalam pelukan Nuno. Benteng kekuatannya runtuh seketika, air mata yang dari tadi ditahan sudah tak terbendung lagi.


Nuno mengeratkan pelukannya, berat untuk melepaskan semua ini. Impiannya dengan Nayla seketika hancur. Dia pun tidak bisa membendung tagisnya.


Tidak ada satupun dari mereka berdua yang ingin melepas pelukan. Menikmati posisi ini sampai tangis mereka terhenti. Akhirnya Nayla merengangkan pelukannya dia tersenyum menatap Nuno


"Cinta tak selalu memiliki" ucapnya. "Bahagiakan mami, agar kita juga bahagia" sambungnya.


Cinta memang tak selamanya bisa indah


Cinta juga bisa berubah menjadi sakit


Begitu yang kurasakan kini


Perih hatiku tinggal kehancuran


Tak pernah terbayangkan


Dan tak pernah terpikirkan


Cintamu dan cintaku akan berpisah


Namun harus kurelakan itu


Untuk hidupmu agar lebih baik


Maafkan aku


Setulus hatimu


Kepergian diriku itu bukan keinginanku

__ADS_1


Terima saja dengan pilihan yang lain dari orang tuamu


***************


__ADS_2