
Reyhan mengecupi pucuk kepala Shinta yang sudah terlelap dalam pelukannya, matanya tak bisa terpejam walau sangat ingin melakukannya. Kini dia beralih menatap langit-langit kamarnya, wajah Cindy kini yang bermain dalam ingatannya. Kenangan saat bersama satu-satu kembali hadir dalam pandangannya, empat tahun bersama bukan waktu yang sebentar, Dia menarik nafas panjang merasakan sesuatu yang sakit didadanya "Pertemuan yang terlambat" gumamnya.
Saat melihat Nayla memeluk Cindy perasaannya bergetar, ingin dirinya yang berada disana memeluk orang yang belum bisa dia lupakan dan melukai hatinya. Reyhan kembali menatap wajah Shinta yang tenang dalam tidurnya, sore tadi dia masih bisa menetupi apa yang membuatnya gelisah pada istrinya, namun dia tidak tahu apa yang akan terjadi besok. "Maafkan aku kalau nanti melukai hatimu, aku mencintaimu saat ini, tapi hatiku goyah saat melihatnya kembali" Reyhan berkata dalam hatinya sambil mengecup bibir tipis istrinya.
Cindy cinta pertama Reyhan dan satu-satunya wanita yang dekat dengannya sejak sekolah sampai akhirnya Cindy menghilang. Dia sempat mencari Cindy di negara kincir angin ini, namun usahanya sia-sia tidak ada petunjuk keberadaannya. Reyhan kembali bergetar saat memegang perut Shinta yang sudah menonjol keras "Papi tidak akan meninggalkanmu" ucapnya.
Ada Shinta disisinya saat ini, wanita yang beberapa bulan ini mendampinginya dan membuat hari-harinya bahagia. Pelan tapi pasti kehadiran Shinta membantunya bisa melupakan perasaan sakit di tinggal Cindy, terlebih lagi ada benih yang dia tanamkan di rahim istrinya.
Reyhan keluar dari kamarnya, mencari udara segar agar bisa memikirkan apa yang harus dia lakukan.
"Kau tidak bisa tidur?" Alex menyapa Reyhan saat melihat sahabatnya itu membuka pintu ingin duduk di teras belakang.
"Kau sendiri sedang apa?"
"Aku sedang membuat kopi, kau mau?" Alek menawari Reyhan yang menjawab dengan anggukkan.
"Lex, tadi sore apa kau melihat dia?" tanya Reyhan.
"Ya, aku melihatnya saat berbicara dengan Sandy dan Nayla"
"Apa yang kamu rasakan" jawab Alex sambil memberikan mug yang berisi kopi pada Reyhan.
"Untuk siapa satu lagi?" tanya Reyhan saat melihat Alex membawa dua mug, dia mengabaikan pertanyaan Alex.
"Untuk bos besar" jawabnya sambil tersenyum.
"Ayo dia ada di teras belakang bersama Nayla dan istriku" ajak Alex.
Reyhan mengikuti Alex berjalan ke teras belakang, dia bisa melihat Sandy, Nayla dan Citra sedang berbincang disana.
"Bang Rey" sapa Nayla melihat Reyhan yang datang bersama Alex.
"Nay... aku melihatmu bersama Cindy, apa kau mengenalnya?" tanya Reyhan.
Nayla menanggapi pertanyaan Reyhan dengan tersenyum. "Tentu aku sangat mengenalnya, Mbak Cindy salah satu saudara yang cukup dekat denganku" jelas Nayla.
__ADS_1
Nayla memberi tahu Reyhan , dia menceritakan kembali kisah Cindy pada Reyhan, Alex dan Citra. Reyhan merasakan sesak didadanya saat tahu Cindy memiliki seorang anak dan karena itu Cindy pergi dan bersembunyi darinya, karena tidak ingin dia tahu.
"Bang Rey... Mbak Cindy dan Teh Shinta mereka tidak ada hubungan darah dan tidak saling kenal, tapi mereka dua-duanya terikat saudara denganku" jelas Nayla.
"Aku harap Bang Rey bisa bijak mengambil keputusan" lanjut Nayla sambil mengajak Sandy untuk kembali ke kamar mereka.
"Pikirkan dengan baik, ada mahluk kecil yang tidak berdosa yang harus kamu jaga" tepuk Sandy bahu Reyhan sambil berlalu.
"Masa lalu telah dilewati, tapi kita tidak tahu bagaimana masa depan" pesan Alex saat akan pergi meninggalkan Reyhan.
"Teh Shinta pernah terluka karena penghianatan, aku harap dia tidak akan terluka untuk kedua kalinya" ucap Citra lalu mengikuti langkah Alex.
Malam berganti pagi menghadirkan kembali sinar matahari yang memberi hangat di udara yang dingin. semua sudah ada di meja makan untuk sarapan setelah kembali dari jalan-jalan keliling komplek kediaman utama Harley.
"Jojo" Zein memanggil anak laki-laki usia tiga tahun yang sedang bermain dihalaman saat akan kembali ke kediaman utama Harley.
"Oom Zein" sapanya yang berlari mendekati Zein dan langsung digendong oleh Zein dan membawa Jojo pulang ke kediaman utama Harley, dia cukup dekat dengan anak laki-laki dari saudaranya ini.
Nayla yang melihatnya menarik nafas panjang, Cindy pasti akan datang untuk mencari Jojo. Sebelumnya Cindy menolak ikut sarapan bersama karena tidak ingin mengganggu.
Reyhan masih berdiri dihalaman depan berbincang dengan pengurus taman yang sedang menata ulang taman di kediaman utama Harley.
"Cindy" panggil Reyhan saat wanita cantik itu berjalan memasuki gerbang.
"Jo" ucap Cindy pelan dan menghentikan langkahnya. Cindy terkejut melihat Reyhan, Dia tidak menyangka bertemu lebih cepat dari yang dia pikirkan.
Reyhan mendekat dan langsung memeluk wanita yang empat tahun ini menghilang darinya. Cindy yang juga merindukan Reyhan membalas pelukan Reyhan, dia memeluk erat laki-laki yang selalu ada dihatinya.
"Menggapa kamu pergi dariku?" tanya Reyhan tanpa melepaskan pelukannya.
"Harusnya kamu menceritakan padaku tentang semua yang terjadi padamu, bukan pergi meninggalkanku, aku pasti akan menerima kehadirannya" ucap Reyhan.
Cindy melepaskan pelukannya dan melangkah mundur, menjaga jarak dengan Reyhan. "Nayla memberitahumu?" tanyanya.
"Aku mencarimu kesini, tapi aku tidak bisa menemukannmu, tidak ada satupun keluargamu yang dapat memberitahuku keberadaanmu" jelas Reyhan usahanya untuk mencari Cindy.
__ADS_1
"Bagaimana semua bisa terjadi?" tanya Reyhan.
Cindy hanya diam, dia tidak ingin kembali menginggat malam yang menghancurkan hidupnya.
"Maafkan aku tidak bisa menjagamu dengan baik" ucap Reyhan.
"Bukan salahmu Jo, maafkan aku" jawab Cindy
"Tidak mudah bagiku untuk menjalaninya, pergi darimu orang yang kucintai bukan keinginanku. Aku sangat takut saat itu, takut kau membenciku saat kau tahu aku hamil dari laki-laki lain"
"Aku tidak ingin melihatmu membenciku dihadapanku, karena itu aku pergi meninggalkanmu dan bersembunyi.
"Jauh darimu itu sangat menyakitkan Jo, bahkan sampai saat ini aku masih bermimpi untuk selalu ada disisimu" Isak tangis Cindy pecah.
"Tapi aku sadar ada Jojo kecilku yang harus aku jaga, ini tidak mudah menjadi orang tua tunggal untuknya"
"Aku sangat ingin menemuimu dan memintamu untuk menerimanya, tapi aku tidak punya keberanian untuk menemuimu"
"Sekarang kamu sudah menemukanku dan mengetahuinya, apa ada kesempatan kedua untukku?" tanya Cindy. Reyhan tidak bisa menjawab, ini yang dia takutkan bila bertemu Cindy.
"Bang Rey..." Shinta memanggil Reyhan yang sejak tadi ditunggunya untuk sarapan menyadarkan lamunan Reyhan.
"Bang babynya lapar, minta ditemenin papi" ucap Shinta dengan manja saat dia sudah berdiri didekat Reyhan.
"Iya baby, papi juga sudah mau masuk, " jawab Reyhan sambil mengusap perut Shinta.
Cindy tersentak melihat Reyhan mengusap perut Shinta, dia merasa malu meminta kesempatan kedua pada Reyhan.
"Cindy... ini istriku" Reyhan menggenalkan Cindy pada Shinta.
"Mbak Cindy ayo masuk, Jojo ada didalam" ajak Shinta yang mengetahui Cindy ibunya Jojo dan datang untuk menjemput Jojo tanpa tahu kebenarannya yang lainnya.
Cindy melihat Reyhan yang masuk sambil merangkul Shinta, dadanya terasa sesak, tidak menyangka Reyhan sudah melangkah lebih jauh, melupakan cinta mereka, sedangkan dia masih terus bermimpi.
...******************...
__ADS_1