AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
70. DRAMA KEHIDUPAN


__ADS_3

"Siapa dia?" tanya Nayla setelah melihat ekpresi wajah Sandy yang memandang tidak suka pada foto yang dikirim Alex.


Sandy membaringkan tubuhnya di sofa berbantalkan pangkuan Nayla, dia menatap wajah istrinya yang juga melihatnya. Tangan Nayla yang mengusap lembut rambutnya membuatnya terus ingin merasakan kedamaian seperti ini, kedamaian jiwa yang tak bisa diungkapkan walau dengan ribuan kata.


"Aku mengenal dia satu tahun sebelum kepulanganku ke Indonesia, saat itu aku menghadiri acara yang biasa diadakan KBRI untuk warga negara Indonesia yang menetap di Inggris agar saling mengenal" Sandy memulai ceritanya.


"Setelah acara malam itu aku tidak pernah lagi bertemu, bahkan sudah tidak mengingatnya"


"Aku bertemu kembali denganya pada malam dimana aku kembali menghadiri acara di KBRI. Itu untuk kali terakhir aku berkumpul dengan warga Indonesia yang ada disana, karena tinggal satu bulan lagi aku kembali ke Indonesia"


"Dia datang menghampiriku yang sedang berpamitan pada beberapa keluarga yang aku kenal baik disana, bahkan mereka seperti keluarga kedua bagiku"


"Dia membawakan aku minuman bersoda"


"Bukankah kau tidak suka minuman seperti itu Hans" sela Nayla cerita Sandy.


"Kau benar sayang, kau sangat tahu itu. Tapi tidak dengan dia" jawab Sandy membenarkan ucapan Nayla.


"Untuk menghormatinya aku terima gelas yang diberikan padaku, lalu pergi meninggalkanya untuk menemui orang-orang perwakikan KBRI yang juga hadir dalam acara itu"


"Mike datang menghampiriku dan meminta gelas yang kupegang karena dia tahu itu minuman bersoda, dengan senang hati kuberikan padanya. Mike meminum air soda itu sampai habis tak bersisa, tapi setengah jam kemudian aku lihat ada yang tidak beres dengan mike"


"Aku mendekati mike dan dia berbisik padaku, dia menayakan siapa yang memberikanku minuman soda itu. Aku mengatakan yang sebenarnya pada mike dan dia langsung mendekati wanita itu dan membawa wanita itu pergi"


Sandy kembali menatap Nayla lalu berbalik menghadap istrinya, dia menciumi perut istrinya "Sayang aku ingin dia segera ada disini" ucap Sandy mengusap perut Nayla.


"Berdoalah minta pada Nya kalau kau ingin dia segera ada" jawab Nayla yang tetap mengelus rambut suaminya.


"Bukan hanya berdoa sayang, tapi juga berusaha" balas Sandy sambil tersenyum mengoda Istrinya.


"Aku suka yang bagian keduanya" lanjut Sandy ucapannya dan mendapat cubitan dari Nayla.


"Lanjutkan ceritamu, apa yang terjadi selanjutnya? mengapa dia datang mencarimu sekarang?" pinta Nayla dengan banyak pertanyaan.


"Satu minggu setelah itu dia datang menemuiku dan memintaku bertanggung jawab karena sudah menodainya"


Sandy tidak terima dengan tuduhan yang diberikan wanita itu padanya, dia mencari mike dan meminta penjelasan padanya.

__ADS_1


"Mike apa yang terjadi malam itu?" tanya Sandy pada Mike.


"Kenapa? Apa kau menyesal tidak mendapatkannya? Bro kau memberiku satapan yang lezat, dia virgin, aku belum pernah mendapatkannya selama tidur dengan banyak wanita" Mike menceritakannya dengan semangat.


"Tidak kusangka dia berani memberi kau minuman itu agar bisa tidur bersamanya" lanjut Mike ucapanya yang membuat Sandy baru tahu kalau minuman itu dicampur obat perangsang.


"Kau yang menikmatinya dan dia meminta pertanggung jawabanya padaku" ucap Sandy tidak suka dengan apa yang dilakukan Mike.


"Kau urus wanita itu Mike, jangan menyusahkanku" lanjut Sandy kata-katanya.


"Aku pulang ke Indonesia dan tidak tahu lagi apa yang terjadi antara dia dan Mike" ucap Sandy mengakhiri ceritanya.


"Kejadian itu sudah sangat lama La, aku tdak tahu apa tujuannya datang mencariku" Sandy memejamkan matanya kembali menghadap Nayla.


Terdengar suara nafas terartur dari Sandy membuat Nayla menarik nafas panjang, melihat Sandy yang sudah terlelap diatas pangkuannya.


Nayla meraih telepon genggamnya yang sedari tadi di pegang Sandy, dia menghubungi seseorang dan berkirim pesan sambil membiarkan Sandy terlelap di pangkuannya.


Sandy membuka matanya, dia terbangun dan melihat Nayla yang juga terpejam memangkunya dan bersandar pada punggung sofa. Melihat itu Sandy menyadari kalau Nayla sungguh menyayanginya, dia bagun dari pangkuan Nayla dan menggendong istrinya untuk dipindahkan ke tempat tidur. Gerakan Sandy membuat Nayla terbangun, dan untuk ketiga kalinya hari ini mereka melakukan penyatuan.


"Kak Alex menunggumu Hans" Nayla menginggatkan Sandy tentang wanita itu setelah olah raga siang mereka selesai.


Sandy mengajak Nayla, dia tidak ingin ada kesalah fahaman tentang dirinya. Apalagi sekarang wanita itu sedang berada di perusahaan, tentu akan banyak karyawan yang mengetahuinya.


Nayla menyetujui permintaan Sandy, kini mereka sudah berada di perusahaan. Bergandengan tangan berjalan memasuki loby, mendekati Alex dan Citra yang sudah nenunggu mereka.


"Dia di dalam" ucap Alex menunjuk ruang tunggu yang ada di loby.


Sandy mengajak Nayla masuk kedalam ruangan tunggu, di ikuti Alex dan Citra.


Krek.


Pintu terbuka, wanita itu berdiri dan berlari menggampiri Sandy. dengan cepat Nayla dan Citra berdiri di depan Sandy dan Alex.


"Minggir" ucap wanita itu mendorong Nayla dan Citra.


"Silakan duduk nona" ucap Citra yang sudah bisa menahan emosinya, tanpa bergeser sedikitpun walau didorong dengan kuat oleh wanita itu.

__ADS_1


"Kekasihku sudah datang dan aku akan memeluknya, minggir kalian" wanita itu terus mendorong Citra dan Nayla.


"Duduklah kalau kau ingin bicara denganku" Sandy berkata dengan tegas dengan memasang wajah yang dingin.


Wanita itu menurut begitu mendengar Sandy yang bicara, dan semua yang ada di ruangan ikut duduk. Mereka duduk berhadapan, empat lawan satu. Dari segi jumlah tentu wanita itu sudah kalah, tapi tidak membuat dia gentar.


"Ada keperluan apa kamu mencari saya?" tanya Sandy dengan tatapan dingin.


"Aku meminta pertanggung jawabanmu yang menghancurkan hidupku" jawab wanita itu, membuat Citra dan Alex menatapa Sandy. Mereka menatap penuh tanya, kesalahan apa yang Sandy lakukan?


Nayla yang sudah paham persoalanya hanya tersenyum, dia tetap duduk manis menikmati drama kehidupan.


"Pangung sandiwara akan berakhir" ucap Nayla saat dia melihat Bob masuk kedalam ruangan.


"Maaf... saya terlambat, apa sudah dimulai?" Bob masuk dan bertanya dengan santai.


"Masuklah B, kau datang tepat waktu" Nayla yang menjawab pertanyaan Bob.


"Baguslah kalau begitu" Bob tersenyum senang mendengarnya.


Bob memberikan sebuah surat pada Sandy, dan saat itu juga dua laki-laki bertubuh besar mengamankan wanita berambut pirang itu.


"Apa yang kalian lakukan? Sandy... lakukan sesuatu, mereka menyakitiku sayang" teriak wanita itu sambil meronta mencoba melepaskan tangannya.


Semua yang ada diruangan hanya diam, tidak ada satupun yang berniat membantu wanita itu. Sandy baru selesai membaca surat yang diberikan Bob, dia melihat Nayla yang menganggukan kepalanya. Tidak disangka kalau wanita itu terlibat kejahatan bersama jaringan mafia internasional.


"Terima kasih sudah membantu saya bebas dari wanita itu" ucap Sandy saat dia berhadapan langsung dengan Bob.


"Saya yang berterima kasih, sudah hampir dua tahun kehilangan jejaknya" jawab Bob lalu menatap Nayla yang mendekati mereka.


"Terima kasih atas bantuanmu Nay, ternyata menceritakan beberapa hal dengamu cukup membantu"


"Jangan sungkan B, aku akan tetap jadi temanmu berbagi cerita" jawab Nayla yang membuat Sandy cemburu, dia langsung merangkul istrinya.


Bob pamit pada Sandy dan Nayla, belum sempat Bob melangkahkan kakinya seseorang masuk dan berteriak.


"Jangan bawa dia"

__ADS_1


*****************************


__ADS_2