
Hari ini sekolah Nayla mengadakan acara perpisahan. Nuno yang akan mengantar Nayla ke gedung tempat acara dilaksanakan. Semalam dia sudah ada di Jakarta dan langsung memberi kabar pada Nayla.
Pagi-pagi sekali Nayla sudah bersiap, dia memakai gaun hasil rancangan bunda Aisyah, karena bunda Aisyah seorang desainer dan punya butik sendiri. Menatap kecermin menyanggul rambutnya yang panjang dan memoles wajahnya dengan tampilan yang natural.
"Sempurna" gumamnya sambil tersenyum.
Nayla turun untuk sarapan, senyum lebar dan rasa bahagia terpancar dari wajahnya begitu melihat sang pujaan hati yang sudah lama tidak bertemu ternyata sudah duduk manis bersama ayah dan adiknya di meja makan.
Nuno memang sudah akrab dengan keluarga Nayla bahkan sebelum dia melamar sang pujaan hati.
"Kakak kapan datang? kenapa tidak memberi tahu Nay" tanyanya. Nuno hanya tersenyum.
"Sini duduk, ayah sudah lapar'' Ayah menyuruh Nayla untuk duduk.
Nayla duduk di dekat ayahnya, itu memang kursi yang biasa dia tempati bila sedang makan bersama keluarganya. Sedangkan bunda duduk di hadapan Nayla dan disebelah bunda ada Eza adiknya. Nuno duduk disamping Nayla berhadapan dengan Eza.
Mereka sarapan bersama. tidak ada yang bersuara. ayah Dimas tidak suka ada suara saat makan. Satu-satu mereka menyelesaikan sarapan mereka.
"Mbak Nay hari ini perpisahan?" tanya ayah
"Iya yah, Kak Nuno yang mengantar Nay" jawabnya.
"Baiklah, ayah berangkat dulu" ayah berdiri dari duduknya, dia melihat kearah Nuno.
"Nuno titip Nayla, tolong dijaga, acara perpisahannya pasti ramai, jangan sampai dia kelelahan" Nuno menganggukan kepalanya.
"Iya pak jangan khawatir" jawabnya.
Nuno dan Nayla pamit pada bunda Aisyah yang mengantar mereka sampai kedepan teras.
"Nay berangkat Bun" seperti biasa dia akan memeluk dan mencium pipi bundanya.
"Nuno pamit Bunda" sambil mencium tangan bunda Aisyah.
Mobil yang dikendarai Nuno berjalan ke gedung perpisahan. Tempatnya tidak terlalu jauh dari sekolah Nayla. Hanya tiga puluh menit mereka sudah sampai dan masuk ke tempat parkir gedung. Di belakang mobil mereka ada mobil Reno yang bersamaan masuk tempat parkir.
Nayla turun terlebih dahulu. "Kakak Uno tunggu disini ya, Nay mau menemui guru sebentar" Nuno menganggukan kepalanya. Nayla sudah hilang masuk kedalam gedung.
Rino memperhatikannya dari jauh. Dia ingin tahu siapa yang mengantar Nayla dan menunggunya di mobil. Dia hendak berjalan mendekati mobil yang dinaiki Nayla tapi langkahnya terhenti karena dari jauh terlihat Nayla berjalan kearah mobil yang tadi dia Naiki.
"Ayo Kak, masuk ke gedung, kita duduk didalam" Nuno turun dari mobilnya berjalan beriringan dengan Nayla yang mengandeng lengannya.
Rino mengikuti mereka dari jauh. Tiba di depan pintu masuk siswi-siswi berteriak histeris melihat kehadiran Nuno. Ketampanan Nuno yang membuat mereka begitu. Semetara yang diteriaki acuh memasang muka datar. Mereka mendekati Nayla dan Nuno, menghentikan langkah keduanya untuk masuk kedalam gedung. Mereka berebut ingin berkenalan dengan Nuno.
"Nayla kenapa kamu tidak pernah cerita kalau punya kakak setampan ini" ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Iya Nay, tahu begini aku akan sering main kerumahmu"
Teman-teman Nayla mengira kalau Nuno adalah kakaknya, karena tidak ada yang tahu Nayla punya kekasih kecuali ketiga sahabatnya. Nayla hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah teman-temannya dan menarik Nuno untuk duduk didalam.
"Kak Uno jangan tebar pesona ya" ucap Nayla.
"Kenapa, kamu cemburu?" Nuno malah meledeknya.
"Bukan cemburu tapi Nay tidak suka" Nuno ketawa, gadis kecilnya sekarang posesif.
"Sini jangan kemana-mana kalau tidak mau kakak diambil teman-temanmu"
Citra, Bela dan Mery menghampiri mereka. "Hai Nay, Kak Nuno apa kabar?" sapa mereka.
"Baik" jawab Nuno.
"Mery ma...'"ucapan Nayla di sela oleh Mery
"Jangan tanya soal dia"
"Hey, ada apa, bukannya kemarin baik-baik saja" tanya Nayla penasaran melihat Mery tidak bersama pacarnya.
Bella dan Citra hanya tertawa. Nayla melihat keduanya meminta penjelasan.
"Ending yang sedih" jawab Bella.
Acara akan segera dimulai. Suara MC sudah terdengar untuk memulai acara. mereka semua diam dan menyimak.
Satu persatu pengisi acara bergantian menaiki panggung. Tarian, musik nyanyian dan yang lain meramaikan acara. Kini Rino yang diberi kempatan untuk naik keatas panggung. Dia diminta bernyanyi solo.
"Terima kasih teman-teman untuk waktu yang diberikan kepada saya, semoga kalian menikamatinya. Lagu ini saya persembahkan untuk kalian semua dan seseorang yang mengisi hati saya"
Citra terkejut dengan apa yang diucapkan Rino. Dia menatap Nayla meminta jawaban, karena dari kemarin Nayla belum menceritakan apa yang terjadi dengan Nayla dan Rino setelah pertemuan mereka. Nuno memperhatikan Citra yang menatap Nayla, Nuno juga menatap Nayla yang tak pernah lepas menggengam tangannya.
Reno mulai memetik gitarnya. "Untuk kalian yang sudah memiliki pasangan, pegang tangan pasangan kalian semua"
Disuatu hari tanpa sengaja kita bertemu
Aku yang pernah terluka, kembali mengenal cinta
Hati ini kembali temukan senyum yang hilang
Itu semua karena dia
Oh Tuhan ku cinta dia
__ADS_1
kusayang dia, rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya, untuk dia
Pandangan mata Rino tidak pernah lepas menatap kearah Nayla. Nuno memperhatikan itu, dia melirik Nayla yang tidak mau menatap ke panggung. Nayla tahu Nuno meliriknya, dia menatap Nuno dalam dan tersenyum, tangannya kuat menggengam tangan Nuno seakan mengatakan aku hanya milikmu.
Jauh waktu berjalan kita lalui bersama
Betapa di setiap hari, kujatuh cinta padanya
Dicintai oleh dia kumerasa sempurna
Semua itu karena dia
Oh Tuhan kucinta dia
Kusayang dia, rindu dia, inginkan
"Dia" yang lain ikut bernyanyi.
Acara sudah selesai, satu-satu mereka meninggalkan gedung. Nayla dan sahabatnya saling berpelukan saling menguatkan untuk bisa mencapai cita-cita mereka kelak.
Nayla dan Nuno akan masuk ke dalam mobil tapi belum mereka masuk sesorang memanggil Nayla
"Nayla..." Nayla melihat kearah suara yang memanggilnya. Rino berdiri dihadapannya.
"Bisa kita bicara sebentar saja?" tanya nya.
"Kamu ingn bicara apa? Disini saja" jawab Nayla. Rino melihat kearah Nuno.
"Kak, kenalkan ini Rino teman satu kelas Nay" sela Nayla.
"Rino, ini Kak Nuno tunangan aku" sambungnya. Rino terdiam.
"Kamu ingin bicara apa?" tanya Nayla karena Rino hanya diam saja.
"Bukan apa-apa, besok pagi aku sudah harus terbang jadi mungkin tidak ada waktu lagi untukku berterimakasih padamu" jawab Rino.
"Baiklah Rino, saya juga mengucapkan terima kasih, selamat jalan semoga suksea disana, jaga dirimu baik-baik dan sampai jumpa" balas Nayla.
Sekarang Nayla dan Nuno meneruskan acara mereka sendiri. Nuno menjalankan mobilnya membawa nayla menuju ke suatu tempat.
****************
__ADS_1
'Kita semua memiliki jalan tersendiri untuk mengarungi hidup ini' (Nayla).
'Mungkin, Tuhan mempertemukan kita hanya sebatas untuk saling mengenal bukan untuk saling memiliki' (Rino).