AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
CEMBURU


__ADS_3

Nayla membuka pintu begitu mendengar Sandy memanggilnya dan mengetuk pintu dengan keras.


"Ada apa, Hans?" tanya Nayla setelah membukakan pintu.


Sandy memeluk dan mengecup pucuk kepala Nayla seperti biasa. Matanya mencari tahu siapa laki-laki yang duduk bersama Citra.


"Siapa?" tanya Sandy menunjuk kearah Citra dengan matanya.


"Itu kak Vito, kakanya Citra" jawab Nayla sambil mengajak Sandy masuk dan menggenalkannya dengan Vito.


Alex ikut masuk berjalan di belakang Sandy dan Nayla. Nayla mengenalkan Sandy pada Vito.


"Kak Vito, kenalkan ini Kak Sandy calon..."


"Calon suamimu kan" Vito memotong ucapan Nayla dan menyalami Sandy.


Saat Nayla ingin mengenalkan Alex, Vito terlebih dahulu memanggil Alex dan mendekatinya.


"Alex" panggil Vito yang mengenali Alex.


Vito mengulurkan tangannya dan langsung memeluk Alex. Sudah lama mereka tidak bertemu. Terakhir bertemu saat Vito mengantar istrinya mengunjungi saudara istrinya dan kebetulan Alex juga sedang berada disana.


"Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu" Sapa Vito setelah melepaskan pelukannya.


"Alhamdulillah baik, bagaimana kabarmu Mas?" Alex balik bertanya pada Vito.


Sementara itu Citra, Nayla dan Sandy hanya diam memperhatikan keduanya. Vito dan Alex sudah saling kenal membuat Citra cukup terkejut.


"Bagaimana mereka bisa saling kenal?" batin Citra.


"Kakak kenal kak Alex?" akhirnya Citra menanyakan pada kakaknya karena ingin tahu.


"Dia papinya Dea, dek" Jawab Vito yang menegaskan kalau Alex adalah papi dari keponakan istrinya.


"Deanara?" tanya Citra pelan tidak percaya Alex adalah papi anak yang selama ini menganggap dirinya ibu.


Citra menyandarkan kepalanya ke sofa lalu memejamkan matanya. Terbayang wajah mengemaskan gadis kecil yang biasa memanggilnya bunda.


Alek terkejut saat Citra menyebut nama Deanara putrinya. Dia tidak tahu kalau Citra mengenal putrinya. Mengapa semua kejadian hari ini seakan meminta dia mengungkapkan rahasianya?


"Kamu kenal Dea, Ra?" tanya Alex dan mendapat anggukan dari Citra.

__ADS_1


Sandy yang tidak mengerti maksud jawaban Vito langsung bertanya pada Alex.


"Siapa Deanara Lex" tanya Sandy penasaran, lalu dia mengingat nama Ra yang di panggil Alex semalam saat bermimpi.


"Apa Ra yang kau sebut semalam Citra?" tanya Sandy lagi setelah tahu Alex memanggil Citra dengan panggilan Ra.


Alex hanya diam, dia tidak tahu harus memulai ceritanya dari mana. Melihat Alex hanya diam akhirnya Vito yang menjelaskan pada Sandy kalau Deanara adalah putri Alex dan Nara.


"Alex, apa yang kau sembunyikan?"


Sandy yang terkejut meminta Alex menjelaskan, wajahnya tampak menahan kesal dengan sahabat yang juga asistenya itu yang tidak pernah memberi tahu dia kalau sudah menikah.


Nayla menyuruh Sandy duduk dan tenang. Nayla mendekati Citra untuk ikut dan duduk di tempat tidur bersamanya dan membiarkan para lelaki yang duduk di sofa.


Alex menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Dia mencoba menenangkan dirinya sebelum memulai menjelaskan pada Sandy.


Alex memulai ceritanya saat pertama kali bertemu Nara di kampus, mereka sering bertemu dan akhirnya sering jalan bersama lalu sama-sama saling jatuh cinta.


Hubungan Alex tidak direstui kedua orang tua Alex karena Nara berasal dari kampung dan anak orang biasa. Namun Alex tidak memperdulikan larangan orang tuanya dia tetap menjalin hubungan dengan Nara, sampai mereka berdua menyelesaikan pendidikan mereka.


Alex memutuskan untuk menikahi Nara walau tanpa restu orang tuanya. Dia meninggalkan rumah dan memilih tinggal di apartemen bersama Nara. Alex juga menolak keinginan ayahnya untuk memimpin perusahaan keluarga mereka, dia memilih bekerja di Perusahaan Wijaya milik keluarga Sandy.


Hanya kebahagiaan yang Alex rasakan saat itu. Walau dia harus menyembunyikan pernikahannya dari keluarga, sahabat dan teman-temannya.


Satu bulan mendapatkan perawatan di rumah sakit kondisi Nara membaik. Namun itu tidak bertahan lama, Nara menghembuskan nafas terakhirnya saat Alex di minta Nara kembali ke apartemen untuk istirahat.


Alex meneteskan air matanya, mengingat kembali apa yang terjadi hari itu membuat luka yang pernah dia rasakan kembali lagi.


Vito menenangkan Alex dengan menepuk-nepuk punggungnya. Nayla mengambil minum dan memberikannya pada Alex.


"Terimakasih Nay" ucap Alex menerima minuman yang diberikan Nayla.


Citra ikut meneteskan air matanya. Dia sudah tahu cerita tentang perjuangan Nara melawan sakit dari kakak iparnya. Demi anak dan suaminya Nara melakukan pengobatan apapun untuk sembuh.


Mendengar cerita kakak iparnya Citra sangat ingin bertemu Dea. Dia merasa kasihan dengan bayi yang ditinggalkan maminya itu untuk selamanya. Bahkan dia jatuh cinta pada gadis kecil putri sepupu iparnya itu saat pertama kali bertemu.


Citra menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan, dia tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya. Kini dia pun jatuh cinta pada ayah gadis kecil yang dia anggap seperti anaknya sendiri.


Sandy hanya diam, dia tidak menyangka sahabatnya menyembunyikan luka yang sangat pedih. Ada rasa kecewa yang dia rasakan karena tidak bisa bersama Alex disaat sahabatnya membutuhkannya.


"Maafkan aku Lex" ucap Sandy karena tidak bisa berada disisi Alex saat sahabatnya itu terpuruk.

__ADS_1


"Maafkan aku Ndy, merahasiakannya darimu dan Reyhan"


Alex merasa bersalah menyembunyikan ini semua dari kedua sahabatnya. Dia melakukannya karena tidak ingin sahabatnya merasa kasihan padanya dan tidak ingin kedua sahabatnya ikut menerima kemarahan kedua orang tuanya.


Suara pangilan masuk terdengar dari telepon genggam yang ada diatas tempat tidur, suaranya memecah kesunyian kamar hotel karena semua yang ada disana sedang berdiam diri berbicara dengan pikiran mereka masing-masing.


Citra melihat siapa yang melakukan pangilan dari telepon genggamnya. Citra menatap Nayla dan meminta pendapat sahabatnya itu saat tertera nama Dea yang melakukan panggilan video. Nayla meminta Citra menerima pangilan video dari Dea.


"Hallo sayang bunda" jawab Citra setelah menggeser tombol hijau.


"Bunda... bunda dimana? Lagi apa?" ucap Dea berteriak senang bisa bicara dan melihat bundanya.


"Bunda lagi di kamar sama tante Nay" Citra menggeser layar kameranya ke arah Nayla.


"Hallo Dea sayang, kamu lagi apa? masih ingat sama tante kan?" Nayla melambaikan tangannya pada Dea dan mendapat sambutan yang ceria dari gadis kecil itu.


"Dea inggat tante, tante Nay teman bunda yang cantik" jawabnya dari seberang sana.


Citra mengarahkan kembali kamera ke wajahnya. Wajah gadis kecil itu seketika berubah.


"Ada apa anak bunda mukanya ditekuk begitu?" tanya Citra.


"Bunda, Dea sedih kangen papi, tapi papi gak pulang" suara dan wajahnya menunjukkan kesedihan.


Anak ini sudah biasa kalau rindu papinya akan menghubungi Citra dan mengungkapkan kesedihannya.


Alex yang mendengar Dea berkata seperti itu langsung mendekat pada Citra.


"Dea" panggil Alex pada putrinya itu. Citra mengalihkan kameranya pada Alex.


"Papi, papi lagi sama bunda yaa" suara gadis kecil itu kembali ceria setelah mendengar dan melihat papinya.


Alex dan Citra meneruskan obrolan mereka dengan Dea. Sementara Sandy, Nayla dan Vito hanya jadi penonton.


"Sayang kalau kita punya anak pasti bisa seru seperti mereka" bisik Sandy pada Nayla yang iri melihat Alex bicara dengan putrinya.


Nayla hanya menggelengkan kepalanya melihat Sandy yang cemburu pada kebahagiaan Alex saat ini.


"Sayang kita nikahnya besok aja, biar cepat punya anak" bisik Sandy lagi yang membuat Nayla mencubit tangan Sandy yang melingkar di pinggangnya. Bukan merasa sakit dicubit Nayla, Sandy malah mengeratkan pelukannya.


************************

__ADS_1


Saya mengucapkan terima kasih untuk pembaca yang sudah memberikan vote, hadiah, koment dan like. Apapun itu sudah jadi semangat buat saya tetap menulis.


__ADS_2