
Begitu banyaknya tamu yang di undang keluarga Harley dan Wijaya membuat pesta pernikahan Sandy dan Nayla malam ini terbagi dua sesi. Sesi pertama di khususkan untuk para tamu yang merupakan petinggi di Perusahaan Harley dan Wijaya, pejabat negara, kolega dan rekan-rekan bisnis kedua keluarga.
Suasana terasa lebih formal, sama seperti pesta pernikahan pada umumnya. Sandy dan Nayla sibuk dengan sesi foto bersama tamu undangan VIP yang daftar namanya sudah diserahkan pihak keluarga pada panitia untuk diatur bersama pihak wedding organizer, setelah itu dilanjutkan dengan mengucapkan selamat pada keduanya.
"Hans, aku tidak suka suasana seperti ini" bisik Nayla yang merasa jenuh. Dia lebih suka dengan suasana santai dan kekeluargaan.
"Sabar sebentar lagi sayang" hibur Sandy pada Nayla yang sudah gelisah sambil menggenggam erat tangan wanita cantik yang sudah menjadi istrinya.
Tidak ada waktu bagi Nayla dan Sandy untuk duduk di kursi pelaminan walau hanya sebentar, antrian panjang para tamu yang akan memberikan selamat masih terlihat memenuhi panggung berbaris sampai ke ujung pintu masuk.
Tidak jauh dari panggung, Nayla bisa melihat Nuno yang didampingi Silvia berada dibarisan antrian para tamu yang berjalan mendekat. Dia meremas jari Sandy lalu memeluk lengan suaminya itu dengan erat, ada perasaan yang tidak nyaman bertemu Nuno di acara seperti ini.
"Ada apa?" bisik Sandy disela pergantian tamu yang mengucapkan selamat dengan mereka saat tahu Nayla meremas jarinya dan memeluk lengannya.
"Kak Nuno" jawab Nayla pelan sambil berbisik.
Sandy melepaskan tangan Nayla yang memeluk lengannya, lalu memeluk pinggang istrinya dengan hangat, seakan mengatakan kalau aku akan menjagamu.
"Selamat berbahagia" ucap Nuno setelah dia berdiri di depan Sandy dan Nayla di dampingi Silvia.
Nuno menggulurkan tangannya pada Nayla, dia mengelus tangan halus itu dengan kedua tangannya saat Nayla membalas uluran tangannya. Sandy hanya bisa diam menyaksikan apa yang dilakukan Nuno, ada perasaan tidak suka namun tidak diperlihatkannya, dia dapat melihat dengan jelas, masih ada cinta untuk Nayla dari tatapan laki-laki itu.
Silvia yang ada disamping Nuno dapat melihat perubahan wajah Sandy langsung menyapa Nayla untuk melepaskan peganggan tangan suaminya.
"Nay selamat menempuh hidup baru, berbahagialah" ucap Silvia menyalami Nayla dan dibalas Nayla dengan langsung memeluk Silvia dan mengucapkan terima kasih untuk mebalas ucapan selamat dari Silvia.
Dari jauh, Citra, Mery dan Bella menyaksikan peristiwa itu dari tempat berbeda, ketiganya diam terpaku menunggu apa yang akan terjadi.
Nuno menjabat tangan Sandy setelah melepaskan tangannya dari Nayla, dia tersenyum yang sedikit dipaksakan.
"Titip Nayla, jaga dengan baik" ucapnya sedikit bergetar.
"Tentu aku akan menjaganya dengan baik, karena sekarang dia ISTRIKU" jawab Sandy menekankan pada kata istriku yang menggartikan kalau Nayla adalah miliknya.
"Terima kasih telah menjaga Nayla selama ini" lanjut Sandy ucapannya lalu memeluk Nuno.
Pelukkan Sandy membuat Nuno merasa tidak nyaman, karena Sandy sudah tahu siapa dirinya bagi Nayla dimasa lalu.
Ketiga sahabat Nayla menarik nafas lega setelah melihat Sandy dan Nuno berjabat tangan dan saling berpelukan.
Sesi pertama berakhir, Sandy dan Nayla kembali kekamar ganti ruang khusus untuk mempelai dan keluarga. Kesempatan ini tidak di sia-siakan Nayla untuk istirahat.
Sandy langsung memeluk Nayla saat mereka hanya berdua di ruang ganti dan mencium lembut bibir istrinya.
"Ada apa Hans" tanya Nayla sambil melihat Sandy yang ingin mengatakan sesuatu.
"Terima kasih telah memilih dan mencintaiku" ucap Sandy yang kembali mencium istrinya.
"Terlalu banyak pria diluar sana yang suka dan mencintaimu La" Sandy memeluk erat Nayla sambil menatap lembut istrinya.
"Hans kau yang terbaik untukku, aku mencintaimu" ucap Nayla yang mengerti kalau suaminya cemburu dengan Nuno.
Pesta berlanjut ke sesi kedua, Sandy dan Nayla sudah tampak di tengah-tengah tamu undangan. Sandy dan Nayla terlihat lebih santai setelah berganti pakaian, kali ini mereka tidak duduk di pelaminan, tapi berkeliling menemui teman dan sahabat yang mereka undang. Suasana tampak lebih akrab, sesuai yang diinginkan Nayla.
Sandy mengajak Nayla menemui teman-temannya saat sekolah dan beberapa teman kuliahnya saat di Inggris. Tidak ada yang tidak memuji kecantikan Nayla, membuat Sandy merasa bangga bisa mempersunting wanita cantik yang selalu memenuhi ruang hatinya.
__ADS_1
"Selamat berbahagia Nay" suara yang sangat dikenal Nayla menyapanya membuat Nayla menatap pria yang dulu dekat dengan Shinta.
"Aa Dewa, Devi" sapa Nayla pada keduanya.
"Terima kasih sudah menyempatkan hadir" lanjut Nayla.
Ada Putra bersama Liana dan Koko bersama Tiara menyapa Nayla, mereka sudah lama tidak bertemu Nayla.
Sandy menyapa Bob yang hadir bersama Fenita, saat dia dan Nayla akan menemui tamu yang lain. Berbeda saat bertemu dengan Nuno, Sandy tampak lebih hangat saat berbicara dengan Bob.
Di tempat yang sama Alex dan Citra ikut bergabung dengan teman-teman Sekolah Alex, suatu kebahagiaan bagi Alex memperkenalkan Citra sebagai calon istrinya.
"Citra" Seseorang memanggil Citra membuat Citra melihat kearah suara yang memanggilnya.
Deg
Pria yang menjadi cinta pertamanya namun bertepuk sebelah tangan datang mendekat menyapanya.
"Kamu cantik sekali malam ini" ucap pria itu memuji Citra.
Mendengar seorang pria memuji calon istrinya membuat Alex berbalik menatap pria itu, dia langsung memeluk pinggang Citra menunjukkan pada pria itu kalau Citra miliknya.
"Senang bisa bertemu lagi denganmu" ucap pria itu lalu meninggalkan Citra dan Alex saat melihat tatapan tidak suka dari Alex.
"Siapa?" tanya Alex, namun tidak di jawab Citra karena mendengar suara yang dikenalnya bernyanyi.
Memenangkan hatiku bukanlah
Satu hal yang mudah
'Ku tak bisa hidup tanpamu
Menjaga cinta itu bukanlah
Satu hal yang mudah
Namun sedetikpun tak pernah kau
Berpaling dariku
Suara Sandy yang menyanyikan lagu bukti milik Vigoun membuat tamu menatap panggung. Nayla yang berdiri di hadapan suaminya di peluk mesrah oleh Sandy, banyak mata memandang kagum pada kemesraan pengantin baru ini.
Beruntungnya aku
Di miliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmony saat kubernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Sandy menatap lembut wajah Nayla yang tersenyum, wajah yang memancarkan cinta untuknya.
__ADS_1
Zein dan Mery yang sedang menikmati hidangan mendekati panggung, mereka ikut bernyanyi sambil berpelukan mesrah
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Sandy mencium pipi Nayla, membuat wajah wanita itu merona merah. Dia terus menatap wajah cantik istrinya yang menatapnya lembut.
Reyhan mengikuti Zein mengajak Shinta berdiri di dekat panggung ikut memeluk mesrah istrinya. Dewa yang melihatnya ikut tersenyum bahagia, wanita yang pernah bersamanya mendapatkan banyak cinta dari seorang Reyhan yang memang pantas untuknya. Terbawa suasana romantis banyak pasangan yang hadir ikut saling berpelukan, tidak ketinggalan Alex yang memeluk Citra dari belakang ikut bernyanyi berbisik di telingga bunda dari putrinya.
Meruntuhkan egoku bukanlah
Satu hal yang mudah
Dengan kasih lembut kau pecahkan
Kerasnya hatiku
Beruntungnya aku
Memiliki kamu
Semua yang memiliki pasangan ikut bernyanyi dengan pasangan mereka, suasana terasa hangat penuh cinta.
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi
Tentang terang gelapnya hidup ini.
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Sandy mengecup lembut bibir istrinya setelah mengakhiri lagu yang dinyanyikannya.
"I love you" ucapnya yang dapat di dengar semua yang hadir.
Seketika membuat tamu yang menyaksikan adegan mesrah itu bersorak ramai. Ballroom hotel Harley tempat acara diselenggarakan penuh suara tepuk tangan tamu yang terpukau.
"Gila, baru kali ini menghadiri pesta pernikahan yang luar biasa" ucap Ine yang hadir bersama Sofi menatap takjub menggelengkan kepala, melihat bosnya yang terkenal dingin berani menunjukkan kemesraannya.
__ADS_1
*****************************