
Kini Sandy dan Lola dalam perjalan pulang. Di dalam mobil Sandy senyum-senyum sendiri menginggat Nayla yang bersandar di dadanya. Ingatanya terus mengulang kejadian sore tadi.
Lola yang terus memperhatikan sedari tadi jadi ikut tersenyum dengan tingkah om nya. Sudah lama Om Sandynya tidak seceria ini. Biasanya dia dingin dengan siapapun, apa lagi pada wanita-wanita yang sengaja memakai pakaian minim mencoba menggodanya. Terkecuali keluarga terdekatnya, sikapnya jauh lebih hangat pada keluarga.
Banyak yang takut padanya walau hanya untuk bertegur sapa. Bahkan para karyawanpun selalu memilih untuk menghindar.
"Om.. Om.. Om" yang dipanggil hanya diam saja.
"Ooommmmm Saaandyyyy" kini suaranya sedikit lebih keras.
"Hai, kenapa kamu berteriak Lola"
"Habisnya Om dari tadi dipanggil diem aja, sibuk senyam senyum sendiri"
"Om suka yaa sama tante Nay" sambil menggoda Sandy dengan menaik turunkan alisnya.
"Husss, anak kecil tau apa kamu"
"Lola memang masih kecil Om, tapi Lola bisa lihat kalo Om Sandy suka sama tante Nay" kini dia memainkan matanya pada Sandy.
"Iya kan" lanjutnya lagi.
"Baiklahhhhh, tidak apa-apa kalau Om tidak mengakuinya" kesal Lola karena Sandy tidak mau mengakui.
"Lola akan bilang sama mami dan oma, kalau Om Sandy jatuh cinta sama tante Nay"
"Jangan, jangan bilang mami sama oma ya. Tolong ini rahasia kita" pinta Sandy.
"Jadi benerkan Om suka sama tante Nay" tanyanya lagi.
"Iya, iya bawel"
"Sejak kapan Om?"
"Rahasia"
"Ishhhh" belum selesai Lola bicara sudah di potong Sandy.
"Sudah sampai, turun. Om mau pulang" usir Sandy pada Lola.
"Om, besok jemput Lola yaa sebelum ke rumah tante Nay"
"Apa ada acara lagi?"
"Lola mau ikut om Eza jalan-jalan sama Putri pake mobil Om Sandy" jawab Lola sambil melangkah meninggalkan mobil Sandy.
Sandy menepuk keningnya, dia hampir lupa kalau besok Eza meminjam mobilnya. Untung Lola mengingatkannya. Kini dia kembali tersenyum.
"Kita bertemu besok" gumamnya.
Sementara itu tiga sahabat kini sibuk berbincang serius. Mereka membahas tentang Citra.
Tadi sore setelah selesai berfoto Citra pergi ke toilet. Sepulangnya dari sana Citra sedikit berbeda tidak seperti biasanya. Dia lebih memilih banyak diam, tidak ada canda yang keluar dari bibirnya. Bella yang melihat itu sangat yakin kalau Citra melihat kekasihnya berdua dengan wanita lain.
__ADS_1
Diantara empat sahabat itu hanya Bella yang kenal dengan kekasih Citra, karena mereka yang satu kota dan satu kampus.
Bella ingin bertanya, tapi dia tahu Citra tidak akan suka orang lain memulai terlebih dulu bertanya masalahnya sebelum dia sendiri yang mengatakannya. Sebagai sahabat Nayla, Mery dan Bella sangat faham akan itu.
Kini Nayla, Mery dan Bella sudah ada di kamar Nayla. Sementara Citra memilih menemani Putri di kamarnya.
"Bel, apa kau melihat perubahan Citra?" tanya Mery.
"Hemmm" ucap Bella.
"Iya, kenapa Citra dari tadi hanya diam saja" Nayla ikut menambahkan.
"Sepertinya dia melihat kekasihnya bersama perempuan lain" jawab Bella.
"What" teriak Mery dan Nayla bersamaan.
"Iya, tadi aku sempat melihat" sambung Bella.
"Aku berharap Citra tidak melihatnya" Bella menghela nafasnya.
"Tapi sepertinya ..... " Bella belum selesai bicara sudah di potong Mery.
"Kenapa kamu diam saja Bel"
"Seharusnya kamu memberi tahu kami" Nayla menambahkan.
"Apa kalian lupa haa, Mer, kamu sibuk dengan Zein, sedangkan kamu Nay, kamu sibuk dengan kak Sandy" ucap Bella kesal.
"Tapikan kamu bisa memberi tahu kami sebelum kita pulang Bel" jawab Nayla.
"Sudah-sudah, kalian seperti lupa seperti apa Citra" ucap Bella.
Semua terdiam, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Sekarang satu-satunya cara menunggu Citra menceritakan masalahnya.
"Bel, kamu bilang saja pada Citra kalau kamu bertemu si buaya itu, biar dia mulai bercerita" ucap Mery.
"Iya Bel, kita tidak bisa menunggu dia memulainya kalau tidak di pancing" tambah Nayla.
"Baiklah besok akan ku coba" jawab Bella.
Kini ketiga sahabat itu sudah pergi kealam mimpi mereka masing-masing. Sementara itu di kamar lain Citra belum bisa memejamkan matanya.
Flash back on
"Bel, aku ke toilet sebentar" pamit Citra pada Bella. Dia berjalan menyusuri jalan taman yang asri. Dari jauh dia melihat sosok yang sangat di kenalnya.
"Apa itu yang akan bertunangan dengannya" gumam Citra. Kekasihnya beberapa hari yang lalu mengatakan kalau dia akan bertunangan dengan anak rekan bisnis keluarganya.
Citra yang tidak percaya menganggap kalau itu hanya alasan kekasihnya untuk berpisah.
Dia belum berani menceritakan pada sahabat-sahabatnya. Tapi kini dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau kekasihnya sedang mengandeng mesrah seorang gadis.
Citra sengaja mendekat pada kekasihnya dan menabrak mereka yang sedang berjalan.
__ADS_1
"Maaf saya tidak sengaja" ucapnya sambil menatap tajam pada kekasihnya.
"Tidak apa-apa Mbak" jawab gadis yang bersama kekasihnya.
Sementara kekasihnya hanya diam saja membuat Citra meninggalkan mereka berjalan dengan kekesalannya. Dia benci kekasihnya benar-benar berperan seolah tidak mengenalnya.
Dia kembali bersama yang lain berharap Bella tidak melihat kalau ada kekasihnya disini. Citra ingin bersikap biasa tapi hatinya tidak bisa di bohongi kalau dia sedang terluka.
flash back off
Citra yang lelah dengan pikiran dan perasaannya kini tertidur lelap saat di periksa Nayla yang terbangun karena haus.
Pagi hari di dapur sudah ada bunda Aisyah, kak Azizah dan bi Ratna yang di minta bunda Aisyah untuk menginap. Mereka sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk semua.
"Pagi semua" sapa Putri pada semua yang ada di dapur.
"Wah, cucu oma sudah cantik pagi-pagi mau kemana?"
"Mau ikut Om Eza oma, kan Om Eza hari ini ngajakin Putri dan Lola jalan-jalan pake mobil Om Sandy"
Bunda Aisyah hanya menggelengkan kepala, kelakuan Eza berbeda dengan Adam dan Nayla. Anak bungsunya ini tidak bisa mengikuti kedua kakaknya yang biasa-biasa saja walaupun mereka mampu.
Nayla, Mery dan Bella datang akan ikut membantu bunda dan kak Azizah.
"Citra mana?" tanya bunda.
"Tante Citra tadi habis subuh tidur lagi" Putri yang menjawab.
"Mbak Nay coba kamu lihat. Apa dia sakit?" perintah Bunda Aisyah pada Nayla.
"Biar Bella aja Bun" sahut Bella.
Di kamar Putri, Bella melihat Citra masih berada di dalam selimutnya.
"Cit, Citra" panggil Bella sambil menoel pipi Citra.
"Cit kamu sakit?" periksa Bella pada kening Citra.
"Tubuhmu tidak panas, tapi aku tahu hatimu yang panas" ungkap Bella.
Citra keluar dari selimut, dia menatap lekat pada Bella.
"I see him" ucap Bella. Citra langsung memeluk Bella dan menangis.
"Bel, hik...hik..."
"Menangis lah" peluk Bella sambil mengusap-usap punggung Citra.
Kini Citra sudah lebih tenang, tangisan dan pelukan Bella sudah bisa membuatnya melepaskan sedikit bebannya.
"Besiap-siaplah, hari ini kita akan ke cafe Zein" ucap Bella.
"Kamu juga di tanyain bunda, tadi bunda takut kamu sakit. Ayo cepatlah semua menunggu di meja makan untuk sarapan" ajak Bella.
__ADS_1
*********************
Mohon like dan koment nya 🙏🙏🙏🙏🙏