
Pagi ini Sandy dan Alex akan melakukan pertemuan dengan Mediatama terkait kerjasama mereka. Sandy membelokkan kendaraannya di hotel milik Reyhan.
"Kenapa kita kesini Hans?" tanya Nayla yang tidak mengerti tujuan Sandy.
"Aku ada pertemuan untuk membahas kerjasama dengan teman papa pagi ini" jawab Sandy sambil memarkirkan kendaraannya.
Sandy mengajak Nayla turun dan masuk ke restoran yang ada di hotel. Alex sudah menunggu mereka di depan pintu masuk, dia sedang bebincang dengan Reyhan yang juga datang pagi ini untuk memeriksa hotel miliknya.
"Bang Rey, apa kabar?" sapa Nayla saat tahu yang berbincang dengan Alex adalah Reyhan.
"Baik, apalagi tetehmu selalu memberikan service yang memuaskan" jawabnya sambil terkekeh. Alex menepuk bahu Reyhan.
"Hati-hati kalau bicara, disini masih ada anak perawan" ucap Alex yang tidak habis pikir Reyhan bisa bicara seperti itu pada Nayla.
"Aku lupa kalau kalian belum menikah" ucap Reyhan saat menyadari apa yang dikatakan Alex.
"Jangan sombong, kamu masih kalah sama Alex" ucap Sandy yang membuat Reyhan mengerutkan keningnya.
"Hei apa yang tidak aku ketahui" teriak Reyhan saat menyadari kalau dia sudah di tinggal oleh kedua sahabatnya dan Nayla.
Mereka duduk di restoran memilih ruang VIP tempat yang nyaman untuk bicara. Reyhan meminta pelayan menghidangkan sarapan yang menjadi hidangan favorite di hotelnya.
"Apa yang kalian sembunyikan padaku?" tanya Reyhan memasang wajah serius menatap kedua sahabatnya.
"Aku tidak menyembunyikan apapun" jawab Sandy setelah melihat Alex hanya diam.
"Tanyakan pada Alex yang sudah menyembunyikan pernikahan dan putrinya" lanjut Sandy yang membuat Reyhan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Jangan memaksa Kak Alex untuk bercerita bang Rey" Nayla membuka suaranya saat melihat Alex yang hanya diam saja.
"Baiklah, lanjutkan sarapan kalian" Ucap Reyhan dan berdiri akan meninggalkan kedua sahabatnya dan Nayla.
"Duduk" Alex meminta Reyhan kembali duduk.
Di lihatnya masih ada waktu 30 menit untuk bercerita sebelum pihak Mediatama datang.
Alex kembali menceritakan kisahnya namun sudah tidak ada air mata seperti saat pertama bercerita. Dia memberitahu Reyhan kalau dia sudah pernah menikah dan memiliki seorang putri. Dia juga memberitahu Reyhan kalau dia resmi menjalin hubungan dengan Citra saat ini setelah mengetahui kalau Citra sudah cukup dekat dengan putrinya. Selama ini dia menutup hatinya takut wanita yang akan jadi istrinya tidak bisa menerima kehadiran Dea putrinya.
__ADS_1
"Jadi selama ini kamu duren alias duda keren dong" ucap Reyhan setelah Alex menyelesaikan ceritanya. Nayla dan Sandy ikut terkekeh mendengar ucapan Reyhan.
"Semoga kedepannya jauh lebih baik bro" lanjut Reyhan ucapannya.
"Jangan di tunda lama-lama, segeralah menikah" sambung Reyhan lagi kata-katanya sambil berlalu pergi.
Pihak Mediatama sudah hadir dan di wakilkan langsung oleh pemimpin mereka Tuan Tama. Sandy berdiri menjabat tangan tuan Tama diikuti Alex saat bapak paruh baya itu menghampiri mereka.
"Apa kabar Om Tama" sapa Sandy dengan santai karena tuan Tama adalah teman Papa Wijaya.
"Baik, sangat baik" ucapnya sambil melihat ke arah Nayla.
"Wahh ini pasti nona Nayla Harley" sapanya pada Nayla.
"Salam kenal om" jawab Nayla menunduk hormat.
"Ternyata kamu tidak hanya cantik, tapi juga ramah" ucap tuan Tama memuji Nayla.
"Saya juga ingin memperkenalkan putra saya yang akan menggantikan saya beberapa bulan kedepan, dia baru pulang dari pendidikannya di Inggris" tuan Tama melanjutkan ucapannya setelah melihat putranya yang sedang di pintu masuk VIP berjalan mendekati mereka.
"Rino" gumam Nayla melihat Rino yang mendekat dan dapat di dengar semuanya.
"Ternyata Nona Nayla sudah mengenal putra saya" ucap tuan Tama setelah mendengar Nayla menyebut nama putranya.
"Mereka teman satu sekolah dan pernah satu kelas" Sandy yang menjawab saat Rino sudah berada diantara mereka.
"Bukan begitu saudara Rino?" tanyanya. Sedangkan yang di tanya hanya diam.
"Kalian sudah kenal jadi tidak perlu saya kenalkan kalau begitu" sambung tuan Tama ucapannya.
Kini mereka sedang membahas kerja sama kedua perusahaan. Tidak banyak yang di bicarakan karena hanya membahas perpanjangan kontrak kerja.
Rino yang terus menatap Nayla membuat Sandy kesal dan sesekali menatap tajam Rino. Sementara Nayla hanya memperhatikan Sandy tanpa mau menatap ke arah Rino walau sebentar. Terkadang Nayla menyembunyikan wajahnya di punggung Sandy. Dia sedikit tidak nyaman dengan kehadiran Rino.
Nayla meremas tangan Sandy membuat laki-laki itu menatapnya.
"Sebentar lagi sayang" ucapnya sambil mencium pucuk kepala Nayla.
__ADS_1
Tuan Tama yang menyaksikan itu tersenyum, ternyata pasangan yang ada di depanya ini tidak sungkan nenunjukkan kemesraan mereka. Sementara Rino merasakan sesak, tujuannya membuat Sandy membenci Nayla tidak berhasil. Bahkan mereka lebih terlihat mesrah.
"Maaf, calon istri saya kurang nyaman berada disini" ucap Sandy saat melihat tuan Tama tersenyum melihat mereka.
"Apa om melakukan kesalahan?" tanya tuan Tama.
"Bukan seperti itu om" jawab Sandy.
"Om, sebelum kita menandatangani kerja sama perusahaan saya ingin bicara masalah pribadi" ucap Sandy.
"Perusahaan kita sudah lama menjalin kerjasama. Hubungan pertemanan antara om dan papa saya juga sudah cukup lama. Saya tidak ingin merusak hubungan baik ini dengan suatu masalah pribadi" lanjut Sandy ucapannya.
Nayla dan Alex yang mengerti maksud dan tujuan Sandy hanya diam menyimak setiap kata yang akan dibicarakan Sandy.
"Begini om saya akan menandatangani kerjasama ini, jika pihak Mediatama mau menandatangani surat perjanjian kalau tidak akan mengusik kehidupan pribadi saya dan calon istri saya" ucap Sandy sambil merangkul Nayla.
"Saya tidak mengerti maksud Nak Sandy" ucap tuan Tama.
Alex mengeluarkan berkas dan bukti kalau Mediatama online telah membuat berita tentang Nayla dari sumber yang tidak dapat di percaya.
Tuan Tama membaca artikel tetang Nayla yang dibuat oleh perusahaannya. Dia menatap tajam Rino yang dipercaya olehnya untuk memimpin mediatama online saat ini.
"Calon istri saya saat itu menghormati anak om sebagai temannya, sehingga dia mau menerima permintaan saudara Rino untuk bicara dengannya" ucap Sandy.
"Maaf atas ketidak nyamanan nona Nayla, saya akan tandatangani surat perjanjiannya dan memastikan putra saya tidak akan melakukannya lagi"
Tuan Tama menandatangani surat perjanjian dan surat kerjasama kedua perusahaan. Sandy juga melakukan hal yang sama. Kesepakatan sudah diambil tidak ada yang perlu di bicarakan lagi. Tuan Tama mengajak Rino pamit dan kembali meminta maaf pada Nayla.
"Hans apa ini tidak keterlaluan, melibatkan urusan perusahaan dengan pribadi"
Saat tuan Tama dan Rino sudah keluar dari ruang VIP yang diantar oleh Alex. Nayla takut Sandy menggunakan kekuasaannya untuk mengancam seseorang.
"Tidak sayang, kita hanya sedikit memberi pelajaran pada anak itu. Dia masih baru di dunia bisnis harus tahu cara menghadapi kawan dan lawan, bukan dengan mudah menulis berita sesuka hatinya" jawab Sandy sambil merangkul kekasihnya itu dan mengecupi pucuk kepala Nayla yang sudah menjadi candunya.
"Aku menyelesaikan pekerjaanku dengan baik hari ini, apa tidak ada hadiah untukku" tunjuk Sandy pipinya agar di cium Nayla.
Cup....
__ADS_1
*********************************
Terima kasih sudah mampir di karya author. Terima kasih juga untuk pembaca yang sudah memberikan vote, hadiah, koment dan like, apapun itu sudah jadi semangat buat saya tetap menulis. 😊😊