AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
BANTU AKU


__ADS_3

Issabel sudah diamankan pihak yang berwajib dengan kasus pembunuhan berencana pada Nayla. Keluarga Nayla menujuk pengacara keluarga mereka untuk menangani kasus ini.


Sedangkan wanita yang menabrak Nayla dibebaskan atas permintaan Nayla. Atas permintaan Nayla juga Zein mempekerjakan wanita itu di Cafe Zein.


Sama halnya dengan Issabel, Pak Gunawan juga sudah di amankan oleh pihak berwajib dengan kasus memanipulasi surat-surat perusahaan yang direbutnya. Para korban di ajak Sandy untuk menuntut dan melaporkannya ke pihak yang berwajib berdasarkan berkas-berkas yang di berikan Zein.


Kehancuran pak Gunawan juga kehancuran bagi Devi. Rumah dan harta yang dimilik Pak Gunawan disita oleh pihak berwajib, sedangkan mamanya menghembuskan nafas terakhirnya setelah disiksa Pak Gunawan karena Devi tidak mau membantunya dan kabur dari rumah.


"Ayo pulang" Ajak Dewa pada Devi yang terus menangis di pusara mamanya.


Sudah dari pagi Dewa mengantar Devi ke mahkam mamanya. Sudah dua jam dia disana tapi Devi tidak menunjukkan tanda-tanda untuk meninggalkan tempat itu. Devi juga masih tinggal di kediaman Dewa atas keinginan Dewa yang kasihan padanya.


"Dev, aku ada kerjaan yang harus aku selesaikan ayolah" Ucap Dewa yang sudah lelah karena cuaca yang cukup panas.


"Pergilah Wa, aku masih ingin disini" ucap Devi yang masih terus menangis.


Dewa memeluk Devi dan mengangkatnya untuk berdiri. Devi yang menolak membuat Dewa merasa berat mengakat tubuh yang sedari tadi menangis itu. Dengan susah payah akhirnya Dewa berhasil membawa Devi masuk ke dalam kendaraannya.


"Mama kamu pasti akan sedih melihatmu seperti ini. Jangan sia-siakan pengorbanan yang dia lakukan untukmu Dev" ucap Dewa memberi nasehat pada Devi.


"Aku sudah tidak punya siapa-siapa Wa, untuk apa aku hidup?" jawab Devi.


"Untuk dirimu sendiri dan buat mama kamu bangga pada mu" jawab Dewa tegas.


"Dan juga untukku" Dewa berbicara dalam hatinya.


Sejak Dewa berhubungan intim dengan Devi, Dia tidak pernah melakukan kegiatan *** nya lagi. Tadinya dia berpikir karena rasa salahnya pada Shinta membuat dia tidak bergairah walau di goda banyak wanita saat dia menghabiskan malam di pub bersama teman-temannya. Sudah tidak ada nafsu dan keinginannya untuk bercinta.


Tapi saat kemarin dia bertemu Devi, hasrat kelelakiannya kembali bergairah. Hanya saja Dewa menahannya karena kondisi Devi yang sedang tidak baik. Semakin dia sering bersama Devi semakin ingin dia melakukannya, bahkan dia harus berdiam diri di kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya.


"Ayo kita pulang" ajak Dewa setelah melihat Devi yang sudah terlihat tenang.


Devi hanya diam, memandang pada jalanan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Sekarang hidupnya bergantung pada Dewa. Dewa penolong yang memberikannya tumpangan tempat tinggal.


"Wa, terima kasih" ucap Devi memecah kebisuan antara dia dan Dewa.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak memberikan ku tempat tinggal mungkin aku akan menjadi gelandangan seperti mereka" tunjuk Devi pada gelandangan pinggir jalan.


"Tidak perlu berterima kasih, setidaknya aku tidak kesepian dirumah sebesar itu" jawab Dewa.


Dewa memberhentikan kendaraanya yang sudah masuk ke halaman rumah. Dia menyuruh Devi untuk beristirahat dan meminta Devi untuk optimis dalam menghadapi hidup kedepannya.


Mereka berdua turun dan masuk kekamar masing-masing. Devi yang sedari tadi sudah sangat lelah ditambah energinya yang terkuras saat menaggis membaringkan tubuhnya di tempat tidur, tidak perlu menunggu waktu yang lama dia sudah terbawa ke alam mimpi.


"Dev... Devi..." Suara Dewa terdengar jelas memanggil namanya. Devi membuka matanya, benar saja Dewa sudah berada tepat di hadapannya.


"Bangun, sudah terlalu lama kamu tidur" ucap Dewa.


"Jam berapa ini wa?" tanya Devi.


"Ini sudah sore, bersihkan dirimu aku tunggu diluar" jawab Dewa.


Dewa keluar meninggalkan Devi yang masih mengumpulkan setengah nyawanya. Di ambilnya handphone miliknya yang berada tidak jauh dari tempat tidur.


"Haa..., pantas saja Dewa kesal, aku tertidur sangat lama bahkan aku melewatkan makan siang" ucap Devi yang langsung masuk ke kamar mandi membersihkan diri.


"Apa rencana mu selanjutnya?" tanya Dewa pada Devi.


Devi hanya menggelengkan kepalanya. Dia belum tahu apa yang harus dia lakukan. Sampai saat ini dia belum bisa memikirkan apa-apa untuk hidup kedepannya.


Dewa menghela nafasnya dan berlalu dari meja makan ke ruang keluarga. Devi hanya melihat Dewa yang sepertinya kecewa dengannya. Devi membersihkan meja makan seperti biasa di bantu pelayan yang ada di kediaman Dewa lalu ikut duduk mendekati Dewa yang sedang menonton televisi.


"Apa kau bisa memberikan masukan untukku?" tanya Devi pada Dewa.


Dewa memandangi Devi yang hanya menunduk. Devi tidak berani memandang Dewa, dia tidak ingin Dewa tahu kalau dia menyukai Dewa. Karena dari semua laki-laki yang pernah tidur dengannya hanya Dewa lah yang memperlakukannya dengan baik. Itulah yang membuat Devi benar-benar merasakan bercinta dari hatinya. Perasaan itu membuat Devi menyukai Dewa.


Dewa mendekati Devi lalu mencium bibir merah muda milik Devi walau tidak memakai lipstik yang sudah beberapa hari ini menggodanya. Devi menikmati ciuman itu, dia membalas setiap gerakan dari Dewa sampai mereka kehabisan nafas.


"Dev, menikahlah denganku" ucap Dewa setelah melepas ciumannya.


"Aku tidak pantas Wa, aku kotor" jawab Devi yang kaget karena Dewa tiba-tiba mengajaknya menikah.

__ADS_1


"Aku sama kotornya denganmu" ucap Dewa yang kembali mencium Devi.


Ciuman itu kini sudah menuntun ke hal yang lebih, Dewa menggendong Devi masuk ke kamar yang biasa di tempati Devi tanpa melepas ciumannya. Kali ini dia sudah tidak bisa menahan keinginanya untuk bercinta.


Sementara itu di tempat lain Bob sedang makan malam bersama Fenita di sebuah restoran yang cukup terkenal di kota Bandung.


"Mau sampai kapan kamu seperti ini Bob?" tanya Fenita yang tidak nyaman dengan sikap Bob setelah bertemu Nayla.


"Apa maksudmu Fe? tanya Bob.


"Apa maksudmu?" Fenita menggulangi pertanyaan Bob.


"Kamu memang tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti?" tanya Fenita lagi pada Bob dan hanya mendapat sikap Bob yang diam.


Pelayan datang membawakan pesanan. Suasana dingin terlihat dari keduanya. Tidak ada lagi yang berbicara sampai mereka menghabiskan makan mereka.


"Maaf kan aku Bob, seharusnya aku tidak masuk dalam kehidupan kalian" ucap Devi memecah kebisuan diantara keduanya.


"Harusnya aku menolakmu sejak awal sebelum jauh seperti ini" lanjut Fenita kata-katanya.


"Saat ini aku hanya memiliki ragamu tapi tidak hatimu" Fenita menghela nafasnya.


Apapun yang di lakukan Fenita selama satu tahun ini tidak bisa merubah hati Bob, walau terkadang sikap Bob juga memberikan rasa nyaman dan perhatian untuk Fenita.


"Bob, kita akhiri saja hubungan kita untuk saat ini, dan kembalilah saat kau benar-benar yakin dengan hatimu" Fenita mengatakan dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Kau mencintainya, kembali padanya kalau kau menginginkan itu" lanjut Fenita kata-katanya.


Fenita berdiri dari tempat duduknya ingin melangkah pergi meninggalkan Bob. Tapi langkahnya terhenti saat Bob menahanya dengan memegang tangannya.


"Jangan pergi, bantu aku untuk melupakannya" ucap Bob meminta pada Fenita.


******************************


Terima kasih sudah mampir di karya author tinggalkan jejak kalian dengan like dan komen. 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2