
Nayla tampak sibuk meyiapakan sudut cafe Zein dengan hiasan-hiasan bunga segar dan pajangan-pajangan yang bertema cinta, dia juga menghias meja yang akan jadi tempat special untuk acara special. Semuanya benar-benar terlihat sangat romantis.
Berada disudut Cafe dengan view yang cantik, membuat sudut sisi kanan cafe ini lebih privasi, Nayla juga memberi batasan agar tempat itu tidak dilewati pengunjung cafe yang lain.
"Perfect" kata yang keluar untuk hasil kerjanya sore ini.
"Kamu menyiapkannya dengan sangat baik" Mery yang baru datang memberi apresiasi hasil karya Nayla.
"Bisa-bisa buka usaha untuk party organizer nih" ledeknya yang mengagumi usaha Nayla membuat sudut tempat ini secantik mungkin.
"Aku hanya ingin membantunya Mer, semoga berjalan lancar" jawab Nayla.
"Bob sangat beruntung memiliki mantan kekasih yang mau membantunya untuk melamar seorang wanita" ucap Mery sambil merangkul sahabatnya itu.
"Dia berhak untuk bahagia, aku selalu mendukungnya" jawab Nayla yang merasa saat inilah dia bisa membalas ketulusan Bob selama ini padanya.
Hubungan Nayla dengan Bob saat ini jauh lebih baik dari saat mereka masih jadi sepasang kekasih, Nayla merasa hubunganya dengan Bob lebih dekat saat jadi teman seperti ini karena mereka lebih bisa saling tebuka. Hampir setiap hari mereka berkirim pesan walau hanya sekedar bertanya kabar. Sandy juga tidak merasa keberatan dengan pertemanan yang dia jalin dengan Bob, bahkan Sandy cukup mendukungnya.
Bob menghubungi Nayla, dia mengatakan kalau dia sudah siap melamar Fenita. Nayla ikut senang dengan keputusan Bob, dia membantu Bob mencarikan cincin yang akan diberikan pada Fenita saat pria itu mengatakan tidak ada waktu untuk menyiapkannya dan hari ini dia sendiri yang menyiapkan tempat romantis agar acara mantan kekasihnya itu terlihat sempurna.
"Bagaimana kabar Citra?" tanya Mery yang sudah lama tidak bertemu sahabatnya itu. Waktu yang mereka miliki untuk bertemu adalah week end seperti sekarang, tapi minggu yang lalu Citra pulang ke Jakarta bersama Alex dan Dea
"Dia sedang sibuk dengan mamanya Kak Alex" bisik Nayla.
Dua minggu lagi Citra akan melangsungkan pernikahannya dengan Alex, dia inginkan pesta yang sederhana saja. Namun berbeda dengan keinginan Mama Alex yang baru kali ini mengadakan pesta, dia ingin mengadakan pesta yang besar dan mengundang semua koleganya. Sebagai calon menantu yang baik, dengan terpaksa Citra akhirnya menuruti keinginan calon mertuanya. Kini dia yang harus ikut sibuk mengikuti keinginan mama Alex, belum lagi menghadapi Dea yang jauh lebih manja sejak tinggal bersama keluarga Alex.
"Nayla" panggil seseorang yang mengenal Nayla.
__ADS_1
"Pak Leo" sapa Nayla saat dia melihat orang yang memanggilnya.
Laki-laki itu tersenyum menampakkan lesung pipit yang bisa membuat kaum hawa jatuh cinta, dia jadi salah satu dosen yang jadi idola mahasiswi di kampus Nayla.
"Sudah lama tidak bertemu" sapa Leo dan mendapat senyuman dari Nayla.
Mery meninggalkan Nayla dan Leo yang asik berbincang mengenai project yang pernah mereka tangani bersama dan membuat mereka sering bertemu.
Ada kekaguman tersendiri bagi Leo pada kepribadian Nayla saat menjadi mahasiswinya, Nayla hadir seperti sosok sahabat yang pernah di cintainya namun telah pergi untuk selamanya. Banyak mahasiswi yang mencoba mencari perhatian Leo, Nayla justru bersikap menjaga jarak dengannya dan menjadi tantangan tersendiri bagi Leo untuk bisa mendekati Nayla.
Nayla yang dia ketahui sudah tidak menjalin hubungan lagi dengan Bob, membuat Leo mencari kesempatan untuk masuk ke hati mahasiswi yang mencuri hatinya. Mengajak Nayla ikut dalam project kerjanya adalah salah satu cara bagi Leo bisa dekat dengan Nayla, dia selalu mencari kesempatan untuk bisa berdua walau hanya membahas masalah pekerjaan. Satu tahun berlalu namun tidak ada kesempatan sedikitpun bagi Leo untuk bisa mengisi hati Nayla yang kosong. Sampai Nayla menyelesaikan studynya, dan sulit baginya untuk mencari alasan agar bisa bertemu.
Suatu hari dia melihat Nayla dan Sandy bersama, terbersit rasa benci dihati Leo. Bukan karena Nayla yang tidak dapat menerima cintanyanya tapi kebodohannya yang salah menilai Nayla.
Satu kebenaran yang Leo ketahui saat Nayla diumumkan sebagai putri keluarga Harley, membuat dia menyadari apa yang dipikirkannya selama ini tentang Nayla salah. Leo menganggap Nayla seperti wanita yang lain mencoba mendekati Sandy untuk menaikan statusnya yang Leo ketahui selama ini Nayla sebagai gadis biasa.
"Apa itu hasil kerja mu?" tanya Leo menunjuk meja yang ada disudut tidak jauh dari tempat mereka duduk.
"Iya pak, saya hanya membantu menghiasnya. Ini untuk Bob" jawab Nayla.
"Dia akan melamar seseorang malam ini" lanjut Nayla ucapannya membuat Leo sedikit terkejut.
Nayla dan Bob berakhir tanpa kejelasan, itu yang dia tahu dan sekarang Nayla membantu Bob untuk acara specialnya. Nayla mengerti apa yang dipikirkan Leo.
"Saya dan Bob berteman baik pak, tidak ada salahnya kalau saya membantu" Nayla mencoba menjelaskan. Leo hanya mengangguk mengerti.
"Apa suami tidak cemburu?" tanyanya. Nayla tertawa mendengar pertanyaan Leo
__ADS_1
"Cemburu pasti ada lah pak, namanya juga sayang. Tapi itu dulu, saat suami saya belum menggenal Bob. Saat mereka sudah saling mengenal tidak ada masalah baginya kalau saya masih menjalin perteman dengan Bob" jawab Nayla menjelaskan.
"Nayla" panggil Leo yang merasa saat ini mungkin waktu yang tepat baginya untuk mengatakan kebenaran pada Nayla.
"Saya ingin minta maaf secara langsung. Ada yang ingin saya jelaskan padamu" ucap Leo yang membuat Nayla tersenyum.
Nayla sudah tahu apa yang ingin di katakan Leo, satu minggu setelah pernikahannya, pengawal kepercayaan keluarganya sudah memberi laporan terkait mobil yang terparkir di depan gerbang kediaman Ayah Dimas yang ternyata milik Leo. Nayla tidak mempermasalahkannya.
"Mungkin Leo ingin bertemu dengannya" pikirnya saat menerima laporan, karena Nayla tahu kalau Leo selalu berusaha mendekatinya selama ini.
"Suami saya sudah datang, sebentar ya pak" jawab Nayla saat melihat Sandy masuk dalam cafe dan menanyakan keberadaannya.
Nayla melihat Sandy berjalan kearahnya, dia langsung berdiri saat Sandy sudah mendekat. Meraih tangan suaminya dan menciumnya, hal pertama yang dia lakukan untuk menyambut kedatangan orang yang menjadi imamnya. Sandy membalas dengan memeluk pinggang istrinya dan mencium kening Nayla, hal kecil yang mereka wajib lakukan walau tanpa peraturan tertulis, sementara Leo hanya bisa melihat interaksi keduanya dalam diam.
"Hans, kenalkan ini dosen Lala di kampus" Nayla mengenalkan Sandy pada Leo.
"Leo" sapa Sandy yang sudah mengenal Leo. Sandy tidak menyangka Leo berani menemui Nayla sendiri, dia merasa kejadian beberapa tahun yang lalu akan terulang.
"Apa kabar?" sapa Sandy mencoba bersikap biasa.
"Kalian sudah saling kenal?" tanya Nayla yang tidak mengetahuinya dan mendapat jawaban "Iya" dari keduanya.
"Saya permisi dulu" ucap Leo yang membuat Nayla heran. Leo tiba-tiba pamit saat bertemu Sandy padahal mereka saling kenal.
Mereka berdua membiarkan Leo yang berjalan keluar cafe dan menghilang di balik pintu.
"Kalian kenal dimana?" tanya Nayla yang ingin tahu tapi Sandy tidak menjawab, dia malah mengajak Nayla pulang.
__ADS_1
****************************