AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
SIAPA dan MENGAPA


__ADS_3

Hari senin bukan hari yang disenangi bagi sebagian karyawan, karena mereka harus kembali kerutinitas kerja mereka yang terkadang menghabiskan lebih banyak waktu.


Tapi itu tidak berlaku untuk tim kerja Ine. Tidak seperti biasanya, hari ini mereka akan mengadakan rapat lebih awal karena hasilnya harus di sampaikan langsung ke Ceo hari ini juga.


"Bagaimana laporan kalian, apa sudah di siapkan semua?" Ine menanyakan pada semua yang hadir pagi ini.


"Punya saya sudah siap Teh" Nayla menjawab cepat dan menyerahkan pada Ine. Karena hari minggu kemarin dia sengaja menyelesaikan dan menyiapkannya, walau sisa-sisa lelah sehabis pesta masih terasa.


"Good job Nay" Ine memuji hasil kerjanya.


"Yang lain bagaimana?" tanya Ine lagi pada yang lain.


"Tidak ada masalah, karena laporanku tidak jauh berbeda dengan Nayla" ucap Fian yang satu minggu ini menyelesaikan apa yang di gambar Nayla.


"David?" Ine melihat David seperti masih memeriksa berkas-berkasnya.


"Sebentar aku rapikan dulu" ucap David.


"Kamu ngapain aja sih kemaren-kemaren?" Ine seperti tidak suka kalau masih ada yang belum siap.


"Aku mengamankan pesta pernikahan temanmu dari gangguan orang yang tidak diinginkan datang" ucap David.


Nayla merasa bersalah dengan David, Karena dia yang meminta David untuk menjaga Dewa.


"Maafkan Nayla, Kang" ucap Nayla.


"Tidak masalah Nay. Ini tinggal sedikit lagi, aku hanya kurang tidur kemarin jadi semalam aku tidak sempat membereskannya" ucap David.


"Sini, Nay bantu kang" Nayla mendekat pada David. Tentu dengan senang hati David menerima tawaran itu.


"Kalian ada waktu satu jam lagi" ucap Ine.


Nayla sudah mulai membantu David.


"Bagaimana keadaan Dewa?" tanya Nayla pada David di sela-sela pekerjaan mereka.


"Untuk sekarang sudah lebih baik, karenanya sudah bisa aku tinggal" jawab David.


Hampir semua pekerjaan David diselesaikan Nayla. Belum sampai satu jam laporan David sudah siap.


"Nay, Terima kasih" ucap David tulus.


"Ohh yaa, bagaimana kemarin di pesta bisa ada Pak Sandy dan Pak Alex?" tanya David.


"Ohh itu, ternyata bang Rey suami teh Shinta bersahabat dengan mereka" jelas Nayla.


"Benarkah, lalu bagaimana sikapnya setelah tahu kamu adik istri sahabatnya?" tanya Sofi penasaran.


Ting. Suara notifikasi dari hp Nayla berbunyi, dilihatnya ternyata Sandy yang mengirim pesan.


"Hans" gumamnnya tapi masih bisa di dengar semua yang ada disana.


Sandy [Sayang kangen, Hari ini kita makan siang berdua]


Nayla hanya tersenyum menerima pesan dari Sandy. Kemarin dia melarang Sandy untuk mengunjunginya karena dia harus konsentrasi dengan laporannya.


"Yang dapet pesan dari pacar senyum-senyum terus" ucap Sofi menggoda.


"Jadi nama pacarmu Hans?" tanya Sofi lagi. Nayla hanya tersenyum dia tidak ingin terlalu menanggapi apa yang ditanyakan Sofi.

__ADS_1


"Aku terlambat" ucap David.


"Terlambat apa?" tanya Ine.


"Terlambat bertemu Nayla" ucapnya sambil terkekeh dan langsung mendapat teriakan dari Ine dan Sofi.


"Kalau aku belum terlambat kan?" ucap Fian.


"Kamu bukan terlambat bro, tapi tertambat" David meledek Fian yang selalu di tolak Sofi.


"Ok semua kalau sudah siap kita keatas" ajak Ine pada semua timnya.


Kini mereka sudah di ruang pertemuan yang biasa digunakan untuk rapat bersama Ceo dan bagian keuangan untuk membahas proyek mereka dan menyesuaikan anggaran.


Sandy masuk kedalam ruang pertemuan di ikuti Alex sebagai asisten yang selalu mendampinginya. Sedikit berbeda hari ini terlihat ada senyum diwajah Sandy saat masuk kedalam ruangan pertemuan. Tentu saja menjadi anugerah dan juga keheranan bagi Ine dan Sofi melihat senyum bosnya yang hampir tidak pernah terlihat.


Berbeda dengan Nayla, dia membalas senyum Sandy dengan senyum senang. Sandy menepati janjinya untuk mulai bersedekah senyum pada karyawan.


Alex mulai membuka rapat hari ini dan meminta Ine sebagai ketua tim untuk menyampaikan presentasi. Ine menyampaikan presentasi secara garis besar dan dilanjutkan anggotanya menjelaskan satu persatu proyek yang mereka kerjakan.


Rapat selesai setelah pihak keuangan memberikan perhitungan angggaran dan keuntungan yang di dapatkan. Masih ada beberapa yang harus di perbaiki lagi untuk menyempurnakan hasil yang didapat.


Sandy meninggalkan ruang pertemuan tersebut di ikuti nafas lega dari semua yang hadir.


"Nay, kok kamu bisa setenang tadi menyapaikan presentasi mu?" Sofi merasa kagum karena ini kali pertama Nayla mengikutinya.


"Hanya yakin saja sama apa yang dilaporkan" jawab Nayla.


"Hampir sama seperti kita presentasi ujian sidang" lanjut nya.


Ting


Sandy [La, kangen]


"Nay, ayo turun, kita makan" ajak Sofi.


"Teteh berdua duluan aja, aku mau makan diluar sama Hans" jawab Nayla.


Selepas kepergian Ine dan Sofi Nayla berjalan keruangan Sandy.


Tok tok tok


Terlihat Alex yang membukakan pintu untuk Nayla.


"Kak Alex" sapa Nayla.


"Masuk lah Nay, obati dulu bos kita biar bisa konsentrasi memeriksa berkas" ucapnya berbisik sambil pergi meninggalkan ruangan.


Nayla hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Alex lalu masuk menemui Sandy dan duduk di samping Sandy yang sudah menunggunya.


"A kita mau makan dimana?" tanya Nayla pada Sandy.


"Apa kamu sudah lapar sayang?" Sandy malah balik bertanya.


Nayla mengeleng dia memang belum merasa lapar, hanya ingin tahu kemana Sandy mengajaknya makan. Dia tidak mau kalau pergi terlalu jauh.


"La, kemarin ayah memintaku segera melamarmu?" ucap Sandy pada Nayla.


"Lalu?" Nayla menayakan keputusan Sandy.

__ADS_1


"Aku siap kapanpun, bahkan hari ini pun aku siap" jawab Sandy.


"Aku ingin meminta pendapatmu" lanjutnya lagi sambil merapikan rambut Nayla.


"Bagaimana?" tanya Sandy lagi saat melihat Nayla hanya diam.


"Kita adakan setelah pernikahan Mery dan Zein" Nayla memberikan jawabannya.


"Aku akan menunggumu dan siap kapanpun kau memintanya" balas Sandy sambil mengecup kening Nayla.


Sandy dan Nayla memutuskan untuk mencari restoran yang tidak terlalu jauh dari kantor mereka.


Nayla turun terlebih dahulu dan akan menunggu Sandy di parkiran. Mereka kali ini akan menggunakan kendaraan milik Nayla.


Ting


Pintu lift terbuka, Nayla keluar dari lift dan berjalan ke meja resepsionis. Sudah menjadi kebiasaanya menyapa Rina yang ada disana.


"Teh Rina apa kabar?" tegurnya pada Rina yang sedang bersiap akan istirahat makan.


"Hai Nay baik, ayo makan" ajak Rina pada Nayla.


"Lain kaliya teh, aku ada janji sama teman makan diluar" tolak Nayla ajakan Rina.


Rina mengiyakan jawaban Nayla lalu dia pergi ke kantin kantor yang cukup nyaman. Nayla melanjutkan langkahnya menuju pintu utama. Dia juga sudah melihat Sandy dan Alex keluar dari lift.


Bruk......


Suara keras itu mengagetkan banyak orang. Sandy dan Alex mempercepat langkah mereka. Di lihatnya Nayla sudah tergeletak di dekat tangga loby. Mobil yang menabraknya melaju kencang terlihat baru saja meninggalkan parkiran.


"Lala" ucap Sandy saat melihat Nayla sudah tidak sadarkan diri, tampak luka di kaki dan tangannya.


Tanpa berlama-lama Sandy langsung mengendong Nayla dan membawanya masuk kedalam mobil.


"La, bangun sayang" ucap Sandy lirih.


Dia memangku sambil memeluk Nayla di jok belakang mengusap-usap wajah kekasihnya itu agar segera bangun. Sedangkan Alex yang mengendarai mobil Sandy. Saat melihat Nayla yang tertabrak Alex segera mengendarai kendaraan Sandy dan mengajak Sandy membawa Nayla ke rumah sakit.


Alex secepat mungkin mengendarai kendaraan tersebut agar segera sampai di rumah sakit. Untung saja jarak kantor ke rumah sakit tidak terlalu jauh. Alex membawa kendaraanya sampai di depan pintu masuk rumah sakit.


Mery saat itu sedang bertugas, dia melihat Sandy menggendong seseorang seperti Nayla, lalu ia berlari mendekati Sandy. Mery terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Nayla" ucapnya.


"Kak, apa yang terjadi?" tanya nya pada Sandy.


"Mer, tolong selamatkan Nayla" ucap Sandy.


Mery meminta Sandy tenang dan menunggu diluar lalu Mery ikut masuk bersama perawat kedalam ruang pemeriksaan.


Alex menghampiri Sandy setelah memakirkan mobilnya.


"Lex kembalilah kekantor, selidiki mobil yang menabrak Nayla, aku yakin ini kesengajaan" ucap Sandy.


Alex mengikuti perintah Sandy dan meninggalkannya sendiri.


"Siapa yang menabraknya dan mengapa?" gumam Sandy.


**************************

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir di karya author tinggalkan jejak kalian dengan like dan komen. 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2