AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
PUTRI PERTAMA HARLEY SANJAYA


__ADS_3

Nayla baru saja sampai dirumah bersama Zein dan Mery yang menjemputnya. Dokter senior yang memeriksa menyatakan kalau tidak ada luka yang serius, hanya perlu sabar menunggu lukanya mengering.


"Naylaaa" Panggil Bella dan Citra bersamaan sambil berlari dari teras ketika melihat Nayla keluar dari mobil.


Citra dan Bella baru saja sampai di Bandung. Begitu menerima kabar dari Mery tadi malam, Citra dan Bella segera memutuskan untuk langsung ke Bandung setelah subuh yang diantar oleh Roy.


"Kalian kapan datang?" tanya Nayla dengan senang melihat kedua sahabatnya itu ada di kediamannya.


"Baru saja kami sampai" jawab Bella yang berdiri disamping Roy.


"Roy apa kabarmu?" tanya Nayla.


"Senang bisa melihatmu disini" lanjutnya lagi, karena ini kali pertama Roy berkunjung di kediamannya.


"Baik Nay, aku turut sedih dengan musibah yang menimpa mu" jawab Roy menunjukkan simpatinya pada Nayla.


Roy langsung menyetujui saat Bella memintanya mengantarkan Bella dan Citra ke Bandung setelah mendengar Nayla kecelakaan.


"Terima kasih Roy, tapi aku bersyukur, aku baik-baik saja." jawab Nayla senang walau dia harus menahan sakit di kaki dan tangannya yang terluka.


"Ayo masuk, kita ngobrolnya di dalam" ajak Mery dan disetujui oleh semuanya.


"Siaaap bu dokter" jawab Citra dengan mengangkat tangannya memberi hormat membuat yang lain tersenyum melihatnya. Citra selalu saja jadi orang yang bisa membuat suasana ceria.


Mereka berenam sudah duduk di sofa ruang keluarga, berbagi cerita selama tidak bertemu sampai akhirnya Bella menanyakan kecelakaan yang terjadi pada Nayla.


"Mery bilang yang menabrakmu Devi, dia yang kita permalukan waktu di cafe bukan?" tanya Bella.


"Bukan dia yang melakukannya" jawab Nayla.


"Bukankah sudah jelas kalau itu mobil dia Nay?" tanya Mery yang heran menggapa Nayla menjawab bukan Devi.


"Hanya mobilnya yang dipakai, bukan dia yang melakukannya" jawab Nayla.


Nayla menceritakan pada Mery dan yang lain kalau saat kejadian Devi sedang bersama Bob, meminta bantuan Bob dengan menceritakan rencana pak Gunawan dan sepupunya.


"Bob?" ucap Citra.


"Iya, kenapa dengan Bob?" tanya Nayla.


"Dia mengunjungiku kemarin sore dan pergi keluar bersama kak Sandy" jelas Nayla.


"Lalu apa yang terjadi?" tanya Bella penasaran. karena sudah lama Nayla tidak bertemu Bob.

__ADS_1


"Tidak ada yang terjadi" ucap Nayla yang tidak mungkin menceritakan kalau Sandy cemburu pada Bob.


"Zein, apa kau sudah melakukan yang aku pinta?" tanya Nayla pada Zein untuk mengalihkan pembicaraan.


Sementara Citra dan Bella mendenggus kesal tidak mendapat jawaban yang di inginkan mereka, kelakuan keduanya mendapat kekehan dari Nayla dan Mery.


"Sudah Nay, orang-orang kita sudah mengamankan orang yang melakukannya. Menurut informasi mereka, dia melakukannya dalam tekanan"


"Dia sudah ada di tempat yang aman. Setelah ini aku akan menemuinya" jawab Zein menjelaskan hasil kerjanya yang diminta Nayla.


"Untuk informasi yang lainnya juga sudah diamankan" lanjut zein.


"Lakukan yang terbaik. Berikan informasi ini pada Kak Sandy dan Kak Alex. Seperti biasa jangan katakan apapun tentang aku" ucap Nayla.


Zain yang menggerti maksud Nayla hanya mengangguk setuju. Nayla selalu tidak ingin diketahui orang bila dia ikut turun tangan dalam satu masalah.


Kemarin sore di rumah sakit saat Zein membawa pakaian ganti Nayla, Zein diminta Nayla menghubungi orang kepercayaan keluarga mereka untuk menyelidiki kasus yang menimpanya dan Sandy, sebelumnya dia meminta ijin pada ayah Dimas dan kak Heru yang dia kabari tentang apa yang terjadi dengannya.


Di perusahaan Wijaya, Sandy dan Alex memasuki ruang pertemuan dimana dia biasa melakukan meeting dengan karyawan dan kilen perusahaannya.


Sudah ada Reyhan yang diminta Sandy datang untuk membantunya dan juga ada Dewa dan Devi yang sebelumnya menghubungi Alex kalau mereka akan memberikan informasi yang penting serta Zein yang datang sebagai perwakilan dari Nayla setelah dia menemui orang yang menabrak Nayla.


Alex memulai pembicaraan tanpa panjang lebar dia mempersilakan Dewa dan Devi berbicara terlebih dahulu.


Dewa yang memawakili Devi berbicara menceritakan kebenaran yang diketahui oleh Devi. Dia mengatakan kalau Issabel yang menabrak Nayla, memberikan penjelasan tujuan dan motif mengapa issabel melakulannya. Serta meberitahu Sandy dan yang lain kalau kematian teman dekatnya Sandy yang dulu karena perbuatan Issabel. Issabel melakulan pembunuhan berencana terhadap teman dekat Sandy yang dulu dan membuatnya seolah-olah kecelakaan.


Sandy dan yang lain terkejut mendengar penjelasan Dewa, mereka tidak menyangka kalau kecelakaan itu adalah pembunuhan berencana. Tidak ada petunjuk dan jejak sama sekali tentang kecelakaan itu kalau sudah di rencanakan.


Sandy terdiam, matanya berkaca-kaca. Apa yang disampaikan Dewa membuatnya kembali mengingat luka yang ingin dikuburnya bersama Nayla. Tapi rasa bersalah yang dulu pernah dirasakan seketika hadir kembali.


Alex yang tahu itu menepuk bahu Sandy untuk menguatkan hati sahabatnya itu agar jangan terlarut dalam masa lalu karena dia harus mengambil keputusan saat ini apa yang harus dilakukannya.


Keputusan besar ada di tangan Sandy karena setelah dia mebicarakannya dengan kedua orang tuanya, papa Wijaya dan mama Rita menyerahkan sepenuhnya ke tangan Sandy.


"Ada yang ingin ku sampaikan" ucap Zein.


"Silakan Zein" Alex mempersilakan Zein untuk bicara.


Zein menceritakan kalau yang merencanakan untuk melukai Nayla memang benar Issabel, tapi dia tidak turun langsung melakukannya.


"Maaf sebelumnya kalau kami juga menyelidiki kasus ini. Karena ini menyangkut putri pertama yang ada di keluarga Harley Sanjaya" ucap zein.


Nayla adalah keturunan pertama perempuan di keluarga Harley Sanjaya walau dia generaai keempat keluarga itu, karena generasi sebelumnya tidak memiliki keterunan perempuan. Karena itu juga dia menjadi kesayangan semua keluarga.

__ADS_1


Zein juga mengatakan kalau keluarga mereka mengerahkan orang-orang kepercayaan keluarga Harley Sanjaya manangani kasus ini.


Sandy yang mendengar kata-kata Zein langsung menyadari kalau Nayla memang bukan dari keluarga biasa, tentu saja keluarganya akan mengusut masalah ini.


Sementara Devi yang tidak tahu siapa Nayla sebenarnya sangat terkejut.


"Harley Sanjaya" gumamnya, yang terdengar oleh Dewa.


Dia tahu keluarga Harley Sanjaya adalah keluarga pengusaha hebat yang memiliki bayak bidang usaha dan cabang di hampir seluruh kota di negeri ini dan Nayla putri pertama di keluarga itu, sugguh tidak seperti yang dibayangkannya.


Kehidupan sederhana Nayla tidak menunjukkan kalau dia putri mahkota dari keluarga hebat. Sikapnya yang selalu ramah dan bisa berteman dengan siapapun, bahkan dia sering terlihat duduk dan makan bersama anak-anak jalanan sekitar kampus membuat orang tidak akan mengira siapa dia sebenarnya.


"Kami sudah mengamankan orang yang melakukannya dan juga sudah mengamankan bukti-bukti yang terkait rencana pembunuhan pada Nayla" ucapan Zein menyadarkan lamunan Devi.


"Pembunuhan?" tanya Sandy yang terkejut.


Ucapan Zein tentu saja membuat yang lain sangat terkejut tanpa terkecuali Devi. Dia juga tidak tahu kalau ini rencana pembunuhan.


"Iya, rencana mereka adalah mengakhiri hidup Nayla. Pernyataan itu diperkuat oleh saksi yang menabrak Nayla" jelas Zein.


Zein menjelaskan karena saksi masih amatir dan bekerja dibawah tekanan bukan atas kemauannya membuat dia tidak tega melakukan pembunuhan. Karena itu dia hanya menyerempet Nayla dari samping.


Semua yang ada diruangan terdiam, penjelasan Zein membuat mereka benar-benar mengutuk Issabel, terutama Sandy. Dia sudah merasakan kehilangan orang yang disayanginya karena perbuatan Issabel dan sekarang dia akan melakukannya kembali dengan Nayla.


Zein juga menambahkan kalau kasus pembunuhan yang dilakukan Issabel sebelumnya juga sudah mereka amankan, berupa barang bukti dan orang-orang yang terlibat didalamnya.


"Tinggal pihak yang bersangkutan untuk melaporkan pada yang berwajib" ucap Zein menatap Sandy. Sandy yang mengerti maksud Zein menganggukkan kepala.


Zein juga mengatakan untuk kasus perusahaan Wijaya milik keluarga Sandy yang akan direbut Pak Gunawan belum bisa dilaporkan karena belum terbukti.


"Untuk Pak Gunawan belum bisa di proses. Tapi kalau Kak Sandy mau bisa menghubungi para korban sebelumnya untuk menuntut, karena kami juga sudah mengamankan bukti-buktinya" ucap Zein sambil menyerahkan berkas-berkas kejahatan Pak Gunawan untuk di pelajari Sandy.


"Untuk kasus Nayla biar kami pihak keluarga yang akan menyelesaikannya" ucap Zein meminta pengertian Sandy.


"Apa Nayla tahu Zein?" tanya Sandy.


"Tidak. Nayla tidak tahu, dia tidak pernah mau ikut campur masalah seperti ini" ucap Zein berbohong.


Sandy mengusap kasar mukanya. Walau masalah Nayla dan perusahaannya bisa selesai dengan bantuan keluarga Nayla tapi tetap saja dia merasa menyesali tidak dapat melindungi orang-orang yang di sayanginnya.


****************************


Terima kasih sudah mampir di karya author tinggalkan jejak kalian dengan like dan komen. 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2