AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
I LOVE YOU


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Sandy sudah berada di kediaman Nayla. Sesuai janji Nayla kalau dia bersedia berangkat ke perusahaan berdua Sandy dan tidak ada yang harus disembunyikan lagi.


"Hans kau datang terlalu pagi" ucap Nayla yang terkejut dengan kehadiran Sandy sepagi ini, bahkan dia belum selesai masak untuk sarapan.


"Apa tidak boleh?" jawab Sandy mendekati Nayla dan ingin memeluk kekasihnya itu.


"Jangan peluk, nanti pakaianmu bau dan kotor" Nayla menghalangi langkah Sandy dengan tangannya dan berjalan kembali kedapur.


Nayla menggelengkan kepalanya menginggat kelakuan Sandy dari kemarin laki-laki itu tidak membiarkan dia jauh sedikitpun.


Jadwal pulang ke Bandung terpaksa mundur karena cerita Alex tentang Dea putrinya dan Nara istrinya. Serta terbongkarnya rahasia Citra yang akan melamar kerja di Perusahaan Wijaya.


Pukul 20.00 Nayla baru sampai di kediamannya. Sandy yang mengantarnya tidak ikut turun dia lebih memilih langsung pulang bersama Alex. Nayla sedikit lega, karena dia bisa langsung istirahat dan tidur.


Baru saja Nayla membaringkan tubuhnya di kasur empuk yang ada di kamar miliknya. Sandy melakukan panggilan Video. Dengan setengah hati dia mengangkat panggilan itu.


"Hans aku ngantuk" matanya yang sudah mengantuk tidak perduli lagi dengan apa yang dikatakan Sandy.


Dan pagi ini jam masih menunjukkan pukul 5.30 Sandy sudah datang di kediamannya.


Sandy mengikuti Nayla dan duduk di meja makan memperhatikan calon istrinya yang sibuk mengolah makanan. Terlihat senyum bahagia di wajahnya, rasa syukur menyelimuti hatinya karena diberikan calon pendamping seperti Nayla. Biar terlahir dari keluarga berada tapi tetap melakukan apapun dengan tangannya sendiri.


Nayla masuk kekamarnya setelah menyajikan nasi goreng special buatannya, beberapa lembar roti yang sudah dioles toping juga terhidang menemani teh hangat yang disajikannya untuk Sandy.


Sandy menunggu Nayla sambil menatap layar handphone, membaca kabar terkini dari media online. Ada judul berita yang sedikit mengusiknya.


"Baca apa Om?" Putri mengagetkan Sandy yang sedang serius membaca berita tentang Nayla.


"Tidak ada hanya lihat-lihat berita" jawab Sandy sambil menyimpan kembali handphonenya.


Nayla keluar dari kamarnya, dia sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Penampilannya sedikit berbeda, dia tidak mengikat rambuntnya dan hanya memakai jepit kecil agar rambut depannya tidak jatuh menutupi wajah.


Sandy menatap wajah cantik itu dan berjalan mendekatinya.


"Sekarang sudah boleh peluk" ucap Sandy yang langsung memeluk pinggang ramping Nayla dan mengecup pucuk kepala yang biasa dia lakukan.


Nayla melepaskan pelukan Sandy dan mengajaknya sarapan. Tidak ada suara saat mereka menikmati sarapan, hanya suara sendok yang beradu dengan piring yang terdengar.

__ADS_1


"Tante Nay, Om Sandy, Putri berangakat sekarang" Putri pamit, dia harus berangkat pagi karena harus mengikuti upacara Bendera.


"Ayo" ajak Sandy langsung berdiri yang ingin mengantar Putri.


"Putri diantar Ujang anaknya bi Ratna" ucap Nayla.


Sudah tiga minggu ini Nayla memperkerjakan Ujang sebagai sopir untuk mengantar jemput Putri. Nayla memberi tahu Sandy dan menyuruhnya duduk kembali.


"Jadi besok kalau jemput gak usah pagi-pagi" lanjut Nayla ucapannya.


Sandy dan Nayla sekarang sudah dalam perjalan ke kantor. Dari kemarin Nayla mencari waktu untuk bicara berdua namun belum ada kesempatan.


"Hans, ada yang ingin kukatakan pada mu" ucap Nayla.


"Katakan saja" Sandy menjawab dengan pandangannya tetap fokus pada jalanan.


Nayla masih saja diam, dia binggung harus memulai dari mana.


"Hans, aku ingin bicara tentang Kak Nuno." Nayla kembali diam, dia menunggu reaksi Sandy.


Sandy hanya diam, dia sudah menduganya kalau ada hubungan antara Nayla dan Nuno.


"Apa ada masalah?" tanyanya.


"Tidak ada, aku hanya tidak ingin menyembunyikan apapun" jawab Nayla jujur.


"Hal yang aku takutkan adalah mengulangi kesalahanku, masih mencintai orang yang sudah menikah. Aku sangat tidak ingin bertemu dengannya lagi, aku takut langkah ku untuk berjalan bersamamu akan goyah" Nayla mencoba mengungkapkan perasannya.


Sandy meraih tangan Nayla, menggengam erat tangan halus itu.


"Apa kau goyah setelah bertemu dengannya lagi?" tanya Sandy.


"Tidak" jawab Nayla cepat. Sandy tersenyum mendengar jawaban Nayla.


"Kau tahu Hans pertama dia menegurku ada perasaan takut dalam diriku, takut kau ada disana dan melihatnya. Aku takut kau marah dan meninggalkanku"


Sandy tetap diam, dia mengeratkan genggamannya dijemari Nayla sebagai reaksi kalau dia mendengar apa yang Nayla bicarakan.

__ADS_1


"Tapi semakin lama kami bicara semakin aku menyadari kalau rasa yang dulu kurasakan untuknya sudah pergi"


Nayla terdiam saat Sandy sudah masuk ke halaman depan perusahaan Wijaya.


Sandy memarkirkan kendaranya, mereka sudah masuk ke area parkir khusus petinggi di perusahaan Wijaya. Belum ada kendaraan satu pun yang ada disana. Bahkan Alex yang biasa menunggu Sandy juga belum terlihat. Dia melepaskan sabuk pengaman miliknya dan milik Nayla.


Nayla menatapnya dalam diam saat Sandy berada dekat dihadapannya. Lama mereka saling menatap, Nayla merasakan jantungnya berdebar tak berirama. Kata-kata yang ingin diungkapkanya tertahan di tengorokkanya.


"Hans I Love You" Nayla akhirnya bisa mengatakan kata yang dari kemarin ingin di ucapkannya saat menyadari cintanya untuk orang yang selama ini sudah menyayanginya tulus.


Seketika Sandy menyentuh bibir tipis itu dengan bibirnya. Nayla membalas sentuhan itu dengan kesadaran penuh. Sama-sama menikmati setiap gerakan yang mereka lakukan. Ciuman itu semakin masuk kedalam rongga dada membuat getaran dan degup jantung yang tidak berarturan.


Sandy melepaskan ciuman itu saat menyadari dia melanggar janjinya pada Nayla.


"Hans" panggil Nayla dengan nafas terengahnya saat Sandy sudah melepaskan ciuman mereka.


"Terima kasih sayang, terima kasih untuk cintamu, untuk semua yang kau berikan pada ku dan untuk segalanya. I love you my princess" Sandy memeluk Nayla dan mengecup pucuk kepala Nayla.


"Maafkan aku melanggar janji" ucap Sandy karena dia tidak bisa menahan rasa begitu bahagianya dia.


Kata yang diungkapkan Nayla adalah kata yang sudah di tunggunya sejak lama.


"Aku memaafkanmu" Nayla mengecup bibir Sandy dengan cepat.


"Jangan nakal sayang, aku takut tidak bisa menahannya lagi" Sambil merengangkan pelukannya dan mengajak Nayla turun.


Sandy mengandeng tangan Nayla berjalan masuk kedalam loby. Sudah tampak beberapa karyawan yang datang pagi ini. Mereka melihat sepasang kekasih itu masuk, tampak ada yang berbeda dari wajah pimpinan mereka hari ini. Wajahnya terlihat lebih hangat, tidak dingin dan kaku seperti biasanya. Terlihat ada senyum di wajahnya walau tidak begitu jelas.


Alex sudah menunggu mereka di depan pintu lift. Sama seperti Sandy, ada yang berubah dari Alex. Walau dia tidak sedingin Sandy namun Alex sangat ditakuti. Wajahnya terlihat lebih cerah, aura kebahagiaan terpancar dari wajahnya.


Nayla menemui timya di ruangan desain dan interior sedangkan Sandy ke ruangnnya bersama Alex.


"Lex tolong urus berita ini jagan sampai menyebar kemana-mana" tunjuk Sandy layar Hand phonenya.


"Cari tahu orang dan media yang sudah berani membuat berita bohong tentang Nayla" lanjut Sandy memberi perintah pada Alex.


*********************************

__ADS_1


__ADS_2