AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
AKU PERCAYA


__ADS_3

Alek melihat berita yang ditunjukkan Sandy padanya, dia membaca isi berita yang membuat Sandy terusik. Alex mengerutkan dahinya mencoba menelaah tujuan dari si pembuat berita tersebut.


"Berita ini tujuanya untuk membuatmu marah dan benci pada Nayla, Ndy" ucap Alex setelah mencoba memahami maksud dan tujuan dari berita yang memojokkan Nayla.


"Aku tahu, karena itu aku tidak mau Nayla sampai tahu berita ini" ucap Sandy yang khawatir pada Nayla.


"Segera hapus berita dan foto-foto itu, Lex" ucap Sandy memberi perintah pada Alex dan langsung di iyakan Alex.


"Aku percaya dengan Lala, dia sudah menceritakan semuanya padaku, tapi aku tidak tahu kalau dia pernah dekat dengan teman sekolahnya itu. Nayla hanya mengatakan kalau dia teman satu kelas" lanjut Sandy lagi sambil memperhatikan Alex yang sibuk dengan laptopnya.


"Orang yang membuat berita itu telah salah menilai siapa aku dan Lala, kami tidak akan berpisah hanya karena hal seperti ini" sambung Sandy ucapannya.


Sandy berjalan ke jendela yang ada di ruangannya, menatap jauh kedepan. Ini tempat pavorite Nayla bila berada di ruangannya. Ingatannya kembali saat tadi dia mencium Nayla, dia tersenyum senang.


"Kalau tadi kau tidak mengatakannya mungkin aku akan ragu" batin Sandy.


Cerita kini jadi berbeda karena Nayla sudah mengatakan cintanya. Sandy berbalik melihat kearah Alex yang masih sibuk mencari sumber berita dan mencoba memberhentikan berita itu.


"Tidak ada yang bisa memisahkan aku dan Lala" ucap Sandy dengan penuh keyakinan. Alex ikut tersenyum senang dengan ucapan Sandy.


"Rino Mediatama" ucap Alex setelah menerima laporan dari orang kepercayaannya.


"Aku sudah menghapus beritanya, tidak sia-sia aku belajar darimu, Ndy" lanjut Alex merasa senang dengan keberhasilannya.


"Aku ingin bertemu pimpinanya" jawab Sandy tegas.


"Tidak perlu membuat janji, mereka akan melakukan kerjasama dengan kita besok pagi" jawab Alex menginggat jadwal pertemuan yang sudah dia siapkan untuk besok.


Sandy kembali duduk dikursi kebesarannya. Memejamkan matanya mencoba mengingat apa saja yang sudah diceritakan Nayla, tapi dia tidak pernah mendengar Nayla meceritakan tentang Rino.


"Kenapa Lala tidak menceritakan apaun tentang anak itu" batin Sandy.


Sementara itu Nayla yang ada diruangannya terkejut saat dimeja kerjanya ada sebuah buket bunga yang masih segar.


"Tidak ada nama pengirimnya" gumam Nayla.


"Dari siapa ini?" tanyanya sambil terus mencari petunjuk yang mungkin saja catatan nama si pengirim terjatuh. Namun tetap tidak menemukannya.


"Kau menyukainya?" suara David mengagetkan Nayla.


"Kang David, bikin Nay kaget. Ini dari Kang David?" tanya Nayla sambil melihat David.


"Ada apa David memberinya bunga?" batin Nayla.


"Terima kasih Kang" ucap Nayla setelah melihat David menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Nayla meletakkan bunga itu di vas bunga yang ada di meja tempat mereka meeting.


"Mengapa di letakkan disana?" tanya david yang binggung melihat Nayla yang tidak menyimpan bunga pemberiannya di meja Nayla.


"Biar semua bisa menikmati keindahan dan kesegarannya kang" jawab Nayla santai.


"Sebentar lagi kita akan meeting, bunga ini bisa menyejukkan mata kita jadi tidak hanya melihat gambar dan berkas hehehe" lanjut Nayla sambil tertawa kecil, lalu duduk di kursi yang biasa di dududukinya.


David mendekati Nayla dan duduk di kursi samping Nayla.


"Nayla, aku ingin mengajakmu makan malam" ucapnya.


Sejak hari sabtu David sudah menyusun recanaya untuk mengajak Nayla makan malam.


"Maaf Kang, aku tidak bisa. Aku tidak biasa keluar malam, aku juga tidak bisa meninggalkan keponakanku sendirian di rumah" jawab Nayla.


"Aku yang datang ke tempatmu, kita makan malam di tempat kostmu" sahut David yang tidak ingin rencananya gagal.


"Maaf Kang, aku tidak biasa menerima tamu laki-laki yang tidak dikenal keluargaku" jawab Nayla yang tidak mengerti mengapa David seperti sangat memaksa.


Ine dan Fian datang bersamaan, mereka mendengar kata yang diucapkan Nayla. Ine tidak percaya David masih berusaha mendekati Nayla.


"Apa dia tidak tahu siapa yang dihadapinya" batin Ine.


"Kamu mau berhenti Nay?" tanya David yang terkejut dengan pertanyaan Ine.


"Tidak, aku masih senang bisa bekerja sama dengan kalian" jawab Nayla.


"Apa kalian tidak menginginkan aku ada disini?" lanjutnya lagi.


"Tentu Teteh sangat senang, tapi apa Pak Sandy tidak melarangmu?" tanya Ine mengingat Sandy sangat menjaga Nayla setelah dia tahu hubungan keduanya. Nayla hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Ine.


Ine mengatakan pada Nayla kalau dia dan Sofi sudah tahu hubungan Nayla dan Sandy saat Nayla di rumah sakit karena ditabrak tempo hari. Tapi tidak menyangka kalau Nayla adalah putri dari keluarga Harley. Ine mengagumi Nayla dengan kecantikan dan kesederhanaannya.


"Aku menyaksikan tayangan saat kau di perkenalkan kemarin malam, kamu sangat cantik Nay dan Pak Sandy sangat tampan wajahnya tersenyum bahagia. Tidak pernah aku melihat dia tersenyum seperti itu" ucap Ine.


"Kalian seperti putri dan pangeran, saat wajah kalian berdua terpampang dengan senyum bahagia, kalian adalah pasangan yang sempurna. Aku yakin banyak wanita dan pria diluar sana yag patah hati melihatnya. Kalian benar-benar seperti mimpi banyak orang" lanjut Ine.


"Dan gaun mu... akhhh aku sangat mengaguminya Nay. Itu gaun yang sangat keren" Ine tersenyum senang membayangkan dia akan terlihat cantik dengan gaun itu.


"Apa maksudmu Ne?" tanya David yang tidak mengerti tentang Nayla dan Sandy.


"Hei apa kau tidak mengikuti perkembangan berita saat ini?" tanya Fian yang mengerti maksud ucapan Ine.


"Nay apa benar kau akan menikah dengan Pak Sandy?" tanya David pada Nayla ingin meyakinkan.

__ADS_1


"Semua orang tahu kalau mereka akan menikah bulan depan" sahut Dewa yang tiba-tiba sudah berada diruangan.


"Kenapa kau masih bertanya?" lanjut Dewa yang tidak mengerti kalau David belum tahu berita Sandy dan Nayla.


"Kau juga tahu beritanya Wa?" tanya David.


"Tentu aku tahu, bukankah aku pernah mengatakan pada kalian, kalian akan terkejut bila tahu siapa Nayla sebenarnya" jawab Dewa mengingat dia pernah hampir memberitahu siapa Nayla sebenarnya.


"Nay memangnya kamu siapa sebenarnya?" tanya David.


"David" ucap Ine, Dewa dan Fian bersaman melihat kebodohan David.


Sedangkan Nayla hanya tersenyum menginggat David yang belum tahu siapa dia.


"Banyak orang yang tidak tahu diriku akan semakin baik" batin Nayla.


Setelah kesal dengan David akhirnya Dewa memberi tahu maksud kedatanganya ke ruang kerja Ine dan tim. Dewa mengeluarkan beberapa lembar undangan dari tasnya, lalu membagikan undangan pernikahannya dengan Devi pada Ine, Fian dan Nayla.


"Selamat A Dewa" ucap Nayla yang ikut bahagia dengan pernikahan Dewa dan Devi.


Nayla menitip salam buat Devi dan meminta maaf pada Dewa kalau dia tidak dapat menghadiri acara pernikahan Dewa dan Devi, karena hari itu bertepatan dengan acara lamaran keluarga Sandy padanya.


"Semoga acara kalian berdua berjalan lancar" ucap Ine mendoakan Nayla dan Dewa yang akan berbahagia dengan pasangan mereka masing-masing.


"Aamiin, terima kasih Teh Ine, Semoga Teteh juga cepat mendapatkan jodoh" balas Nayla mendoakan Ine.


"Bagaimana dengan ku?" tanya David.


"Kau itu manusia bodoh yang suka bermimpi" jawab Dewa.


"Aku pernah mengingatkanmu David" lanjut Dewa.


"Aku terlambat..... aku terlambat.... maaf" Sofi datang sambil berteriak.


"Kalian sudah mulai yaa meetingnya" tanya Sofi pada semua.


Melihat Sofi yang merasa bersalah, muncul ide di pikiran Ine untuk menjahili Sofi.


"Bukan sudah mulai Sof, tapi kami sudah selesai" goda Ine.


"Haa.... benarkah?"


******************************


Terima kasih sudah mampir di karya author. Terima kasih juga untuk pembaca yang sudah memberikan vote, hadiah, koment dan like, apapun itu sudah jadi semangat buat saya tetap menulis.

__ADS_1


__ADS_2