AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
69. DIA


__ADS_3

Nayla dan Sandy pamit pulang ke Bandung setelah sarapan bersama Ayah Dimas dan Bunda Aisyah, tujuan mereka adalah kediaman Papa Wijaya. Sengaja mengatur waktu tiga hari di kediaman Ayah Dimas dan tiga hari di kediaman Papa wijaya.


"Biar adil" ucap Nayla.


Selanjutnya mereka akan menetap di kediaman Nayla. Sandy mengalah menuruti keinginan Nayla untuk tinggal di kediamannya, karena dia masih punya tanggung jawab untuk menjaga Putri.


"Sampai Putri lulus sekolah Hans" itu permintaan Nayla saat mereka menentukan akan menetap dimana.


Sandy sesekali melirik Nayla yang masih kesal padanya sambil terus fokus ke jalan karena sudah masuk tol Jakarta - Bandung, dia tersenyum mengingat ulahnya untuk mendapatkan mood booster mengawali perjalanan hari ini. Semalam setelah memindahkan Nayla dari ruang kerja Ayah Dimas, dia hanya bisa memeluk istrinya yang tertidur dengan lelap tanpa bisa melakukan apa-apa.


"Mau kemana?" tanya Sandy saat Nayla sudah bangun dan akan turun dari tempat tidur.


"Sebentar lagi subuh, aku mau mandi Hans" Nayla menjawab sambil melepaskan tangan Sandy yang kembali memeluknya.


"Sayang satu kali aja, boleh ya" Tanpa menunggu jawaban Nayla dia langsung melancarkan aksinya dan mendapatkan apa yang di tunggunya dari tadi malam.


Tidak berhenti di situ, setelah subuh dia kembali melakukan serangan yang membuat Nayla kesal harus mandi untuk yang kedua kalinya.


Mereka sudah sampai di kediaman Papa Wijaya, Mama Rita sudah menunggu mereka sejak tadi.


"Sayang" sambut Mama Rita memeluk Nayla dan mengajaknya masuk kedalam begitu Nayla menghampiri Mama Rita dan mencium tangan mertuanya.


"Ma.., kenapa hanya Lala yang disambut?" protes Sandy pada mamanya yang berlalu begitu saja tanpa menyapa dan memeluknya.


Mama Rita tidak menghiraukan ucapan Sandy, dia masuk keruang keluarga dan duduk bersama Nayla disana.


"Ma, Lala biar istirahat dulu" ucap Sandy sambil duduk disamping Nayla dan merangkul istrinya itu.


"Disini juga bisa istirahat, iya kan sayang" jawab Mama Rita sambil meminta persetujuan Nayla.


"Iya ma, Nay juga masih mau sama mama" Nayla menyetujui pernyataan Mama Rita.


"Udah kamu sana bawa dan simpan koper mu ke kamar" Mama Rita mengusir Sandy.


Mama Rita mengajak Nayla masuk ke kamarnya dan meminta Nayla duduk di sofa.


"Ada apa ma?" tanya Nayla yang tidak mengerti maksud Mama Rita.


"Ada sesuatu yang ingin mama tunjukkan" Mama Rita membuka sebuah laci, mengambil sebuah kotak didalamnya dan memberikannya pada Nayla.

__ADS_1


Nayla membuka kotak yang diberikan Mama Rita, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Banyak kenangan antara dia dan Sandy di dalam kotak ini.


"Mama menyimpan semua ini?" tanya Nayla tidak percaya.


"Sandy yang menyimpannya dan saat dia akan kembali ke Inggris dia menitipkanya pada Mama" jawab Mama Rita.


"Sekarang kamu yang menyimpanya, itu kenangan kalian berdua" ucap Mama Rita sambil membelai rambut Nayla.


"Terima kasih sudah mau menjadi istri Sandy" Mama Rita memeluk Nayla.


"Ma" Nayla memanggil Mama Rita dan melonggarkan pelukannya.


"Ada apa?" tanya Nayla saat melihat Mama Rita meteskan air matanya.


"Mama dulu sangat takut kalau Sandy tidak bisa bahagia setelah kepergian teman wanitanya" jawab Mama Rita kembali menceritakan tentang Sandy.


"Dia berubah menjadi orang yang dingin diluar sana, dan hanya bersikap hangat di rumah"


"Hans pasti sangat kehilangan saat itu ma" Nayla mencoba menarik kesimpulan dari semua yang dia dengar tentang Mitha dan Sandy.


Mama Rita hanya diam, dia membenarkan apa yang dikatakan Nayla melihat sosok Sandy saat itu.


Mama Rita mengajak Nayla keluar dari kamarnya untuk makan siang, dia sudah masak banyak tadi.


"Hans kamu sudah lapar?" tanya Nayla saat melihat suaminya sudah ada di meja makan.


Nayla segera mengisi piring kosong yang ada di hadapan Sandy setelah suaminya itu menjawab dengan anggukan. Mama Rita tersenyum melihat apa yang dilakukan Nayla pada Sandy.


"Satu piring saja La" ucap Sandy saat Nayla akan mengisi piring kosong di depannya.


Nayla menolak keinginan Sandy, merasa tidak enak dengan mama mertuanya. Bukan Sandy namanya kalau tidak bisa memaksakan keinginannya pada Nayla.


Mama Rita membiarkan Sandy menyuapi Nayla, melihat putranya bisa bahagia seperti ini membuat Mama Rita bersyukur.


Sementara itu di perusahaan Wijaya, Alex dan Citra baru saja sampai setelah makan siang diluar. Mereka melihat Rina yang sedang bicara dengan nada kesal, dia menghadapi seorang tamu wanita yang memaksa untuk bertemu Sandy.


"Ada apa?" tanya Alex dengan suara yang cukup keras, membuat wanita berambut pirang itu mengalihkan wajahnya menatap Alex.


"Pak, nona ini memaksa bertemu Pak Sandy, sudah saya katakan kalau Pak Sandy belum datang ke kantor setelah pernikahannya" lapor Rina pada Alex.

__ADS_1


"Maaf nona, keterangan karyawan saya sudah sangat jelas. Anda bisa meninggalkan tempat ini" Alex meminta dengan sopan.


"Kalian berani mengusir saya, ingat akan saya pecat kalian semua saat saya sudah jadi nyonya Sandy" ucap wanita itu dengan lantang.


Citra yang merasa sahabatnya dalam bahaya ular berbisa dengan segera mendekati wanita itu.


"Hei nona apa kamu tuli, tidak bisa menyimak penjelasan teman saya kalau Pak Sandy sudah menikah, ha" bentak Citra


"Itu hanya cerita karangan kalian saja, Sandy itu tidak punya pacar kecuali saya" wanita itu membantah ucapan Citra sambil tertawa.


"Saya yang akan menjadi nyonya Sandy, bukan wanita murahan yang kalian sebut sebagai istri Sandy"


Plak


Citra menampar wanita itu yang sudah menghina Nayla sebagai wanita murahan. Alex dan karyawan yang lain terkejut dengan apa yang dilakukan Citra.


"Jangan pernah menyebut saudara saya wanita murahan" ucap Citra dengan amarah yang sudah tidak bisa ditahannya dia mengepalkan tangannya.


Bagi Citra, siapa pun yang menghina Nayla, Mery, dan Bella, itu sama seperti menghina dirinya.


"Karena wanita sepertimulah yang murahan" teriak Citra, suaranya memenuhi setiap penjuru loby.


Alex mendekati Citra dan meminta bunda Dea itu untuk menahan amarahnya, dia menarik Citra untuk menjauh dari ular berbisa.


"Ra, jangan emosi" ucap Alex sambil mengelus punggung Citra.


"Dia berani menghina Nayla wanita murahan, itu sama saja dia menghinaku" jawab Citra.


Seorang OB wanita mendekati Alex dan Citra, dia memberikan air mineral agar Citra bisa menenangkan dirinya. Melihat Citra yang sudah tenang, Alex meminta security mengamankan wanita itu untuk membawanya keluar dari perusahaan. Namun usahanya sia-sia, wanita itu malah berteriak di jalanan dan menjadi perhatian pengguna jalan lainnya.


Tidak ingin membuat keributan di jalan, Alex meminta security membawa wanita itu masuk ke ruang tunggu yang ada di loby.


Alex terpaksa menghubungi Nayla setelah tidak bisa menghubungi Sandy. Nayla mengusap layar handphonenya saat ada notif yang masuk. Video kiriman Ine, dia membuka dan menyaksikan Citra yang ribut dengan seorang wanita. Masuk pesan dari Alex mengirim foto wanita dan meminta untuk di tunjukkan pada Sandy.


"Kamu lihat apa La?" tanya Sandy yang baru masuk ke kamar.


Nayla menunjukkan video dari ine, lalu menunjukkan foto dari Alex yang menampilkan jelas wanita yang ribut dengan Citra.


"Dia"

__ADS_1


***************************


__ADS_2