AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
64. HARI BAHAGIA


__ADS_3

Dua minggu tidak bertemu secara langsung dapat dilewati Sandy dan Nayla walau ada drama protes dari Sandy, tapi mereka mampu meredamnya untuk hari bahagia.


Acara pengucapan ijab dan kabul berjalan lancar, Sandy dengan satu tarikan nafas mengucapkannya dengan baik dan lantang mendapati sahutan SAH dari semua yang hadir.


Ayah Dimas meneteskan air mata bahagia, dia sudah sampai di titik menghantarkan dan menyerahkan putri kesayangannya pada laki-laki yang kini menjabat tangannya. Laki-laki yang dia percaya untuk melindungi dan membimbing putrinya.


Senyum merekah terlihat dibibir Sandy, wanita yang kini menjadi istrinya di hadirkan berdiri di hadapanya. Wanita cantik yang memenuhi relung hatinya itu terlihat sangat sempurna, rasa rindu yang memenuhi jiwanya hilang sudah saat dia di ijinkan untuk mengecup kening sang pujaan hati untuk pertama kali sebagai seorang suami.


Nayla yang mencium tangannya sebagai penghormatan seorang istri pada suami menambah kebahagiaan yang Sandy rasakan. Walau kini tanggung jawabnya bertambah karena telah menjadi seorang suami, namun semua itu membuatnya merasa sempurna.


Mendapat pendamping hidup seperti Nayla membuatnya yakin untuk melangkah membina kebahagian bersama-sama. Semua itu dapat terlihat dari senyum kebahagiaan yang terpancar dari wajah tampanya.


Prosesi sungkeman pada kedua orang tua mereka untuk meminta doa dan restu terasa haru, Nayla yang mengucapkan kata-kata dengan isakan menggetarkan hati yang mendengarkan saat berada di hadapan Ayah Dimas dan Bunda Aisyah. Ayah Dimas dan Bunda Aisyah hanya bisa memberikan nasehat pada keduanya untuk selalu terus saling menyayangi, menghormati dan menghargai tanpa batasan waktu.


Kini mereka berpindah menghadap Papa Wijaya dan Mama Rita, Sandy yang biasa tegas berbicara kini mengucapkan kata-katanya dengan suara yang bergetar saat menyentuh kaki Mama Rita dan Papa Wijaya. Kedua orang tua itu meminta Sandy menjadi pemimpin keluarga yang mampu melindungi, menjaga dan membimbing Nayla dan anak-anak mereka kelak.


Nayla dan Sandy melanjutkan meminta doa dan restu kepada Kak Heru yang tidak henti menciumi adiknya itu, perasaan lega sebagai kakak tertua yang mampu menyerahkan adik perempuan satu-satunya kepada laki-laki baik seperti Sandy.


"Berbahagialah kalian berdua" ucapnya dengan airmata bahagia yang ditahan dipelupuk matanya.


Beralih menghadap Kak Adam bersama istrinya Azizah, Adam memeluk Nayla dengan tangis kebahagiaan saat adiknya itu menyentuh kakinya. Adik kecilnya yang sangat suka tidur di pangkuannya kini memasuki kehidupan baru.


"Aku serahkan tanggung jawabku sebagai kakak untuk menjaga adik kesayanganku" ucap Adam pada Sandy dengan kristal bening yang jatuh dari matanya sambil memeluk Sandy adik iparnya.


Kini mereka di hadapan Teh Nia dan suaminya. Nia memeluk dan mencium Nayla, wanita cantik yang sudah sangat dekat denganya seperti adiknya sendiri.


"Selamat datang di keluarga kami, kamu bukan ipar tapi adik bagiku" ucap Nia yang membelai wajah adik iparnya.


"Jangan takut mengatakan apapun sama teteh kalau dia menyakitimu, teteh yang akan maju menghadapi dan menghukumnya" lanjut Nia dan mendapat anggukan dari Nayla.


"Aku tidak akan melakukan itu Teh" bantah Sandy ucapan Tetehnya saat dia memeluk wanita yang selalu mengajarinya untuk menghormati wanita.

__ADS_1


Sekarang mereka berkeliling meminta doa dan retu kepada saudara yang lain dan para sahabat, suasana bertambah haru saat Nayla memeluk ke tiga sahabatnya yang selalu ada dalam suka dan duka bersamanya selama ini.


"Aku bahagia" ucap Citra yang tidak henti menangis karena terharu.


"Aku juga bahagia, karena kamu sebentar lagi akan menyusulku" jawab Nayla membuat Citra kembali memeluknya.


Sandy dan Alex hanya bisa membiarkan kedua wanita yang ada dihadapan mereka berbagi kebahagian.


Doa dan restu sudah didapatkan, kini Sandy dan Nayla duduk bersama keluarga menikmati hidangan. Acara akad nikah yang hanya dihadiri saudara, kerabat dan sahabat membuat suasana menjadi lebih kekeluargaan.


Pesta pernikahan akan diadakan nanti malam di hotel milik keluarga Harley, tidak sedikit undangan yang disebar pihak keluarga Nayla dan Sandy.


"Kalian berdua istirahatlah, butuh tenaga untuk pesta nanti malam" ucap Bunda Aisyah pada Nayla dan Sandy. Keduanya mengangguk menyetujui ucapan Bunda Aisyah.


Setelah mengantar keluarga dari Sandy yang akan kembali ke hotel, Nayla masuk kekamarnya. Dia meninggalkan Sandy yang masih berbincang dengan keluarganya dan beberapa sahabat Ayah Dimas.


Nayla sudah membersihkan diri dan berganti pakaian rumah, rambutnya yang disanggul sudah di urainya. Sandy masuk saat Nayla menyisir rambutnya, dia mendekati istrinya yang sudah terlihat segar. Berdiri di belakang Nayla sambil memegang kedua pundak istrinya, Sandy menatap wajah cantik Nayla yang ada di cermin, dia tersenyum bahagia saat Nayla juga menatapnya dari cermin.


"Terima kasih" ucap Sandy sambil membungkukkan tubuhnya dan mencium pipi Nayla.


"Aku akan membersihkan diri dan kamu bersiap-siaplah" bisik Sandy yang membuat wajah Nayla merona merah dan bulu kuduknya berdiri mendengar ucapan Sandy.


Sandy meninggalkan Nayla dan masuk kekamar mandi dengan senyum bahagia, dia sudah menggoda Nayla dan membuat wajah cantik itu merona merah.


Dengan rambut yang masih basah dan hanya memakai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya, Sandy keluar dari kamar mandi lalu menghampiri istrinya.


"Hans" teriak Nayla memejamkan matanya saat melihat Sandy keluar dari kamar mandi dan mendekat padanya.


"Buka matamu La" pinta Sandy yang sudah memeluk Nayla.


"Kamu sudah pernah melihatku seperti ini, mengapa masih menutup mata" ucap Sandy saat Nayla membuka mata.

__ADS_1


"Aku belum terbiasa" jawab Nayla dengan debar jantung yang berdetak kencang.


"Mulai sekarang kamu harus membiasakannya" pinta Sandy sambil mengecup lembut bibir Nayla.


"Hans, kita diminta istirahat, bukan untuk melakukannya sekarang" Nayla mengatakannya dengan pelan, takut Sandy tersinggung dengan penolakkannya.


"Istirahatlah" jawab Sandy melepaskan pelukannya dan berjalan mengambil pakaian yang sudah disiapkan Nayla.


Nayla memberikan handuk kecil agar Sandy mengeringkan rambutnya, lalu membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.


Tangan kekar Sandy memeluk Nayla dari belakang setelah dia mengeringkan rambutnya. Sandy menciumi punggung istrinya membuat Nayla merasa geli, dia meminta Nayla membalikan badan agar menghadapnya, kini wajah cantik itu menatapnya lembut.


"Aku merindukanmu" ucap Sandy lalu ******* bibir tipis yang ada di hadapannya, membuat Nayla memejamkan matanya, menikamati sentuhan bibir Sandy yang menuntunya untuk mengikuti setiap gerakan yang Sandy lakukan.


"Hans" panggil Nayla dengan Nafas terengah karena perbuatan suaminya.


"Aku menyayangimu" Sandy kembali mengecup bibir Nayla yang memerah karena ulahnya.


"Tidurlah, kita bisa meneruskannya nanti" ucap Sandy sambil menarik wajah Nayla masuk kedalam dadanya.


Nayla memejamkan matanya, berada dalam pelukan Sandy dalam posisi seperti ini memberikan rasa ternyaman dalam hidupnya. Tangan Sandy yang terus membelai rambutnya membuat Nayla terlelap dan pergi ke alam mimpi.


"Terima kasih La, aku akan selalu menyayangi dan mencintaimu" ucap Sandy tulus lalu ikut memejamkan matanya setelah melihat Nayla yang tertidur dalam dekapannya.


Rasa bahagia keduanya terpancar dari wajah mereka yang terlelap.


*****************************


Terima kasih sudah mampir di karya Author, tinggalkan jejak dengan like dan koment 🙏🙏🙏


Sekedar info, sudah terbit karya Author yang kedua, berjudul LENTERA CINTA

__ADS_1


__ADS_2