AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
SAHABAT SELAMANYA


__ADS_3

Satu minggu berlalu setelah Nayla dan Nuno memutuskan untuk tetap mencintai dalam bentuk yang berbeda. Nayla dan Nuno juga menceritakan kepada bunda Aisyah setelah mereka kembali dari restoran.


Bunda Aisyah menghargai keputusan mereka berdua. Mungkin ini yang terbaik untuk mereka. Nayla walaupun masih belia tapi dia dewasa, tidak memikirkan kesenangannya sendiri, bahkan rela berkorban demi kebahagiaan orang lain. Terselip kebanggan bunda Aisyah untuk putrinya tersebut yang tidak egois.


Bunda menganggap Nuno sebagai anaknya sendiri. Bunda Aisyah tidak ingin hubungan baik keluarganya dengan Nuno terputus hanya karena Nayla tidak bisa bersama Nuno.


Nuno tidak ingin Nayla mengembalikan cincin pertunangan mereka. Nuno ingin Nayla tetap memakainya sebagai ikatan peraaudaraan, begitupun Nuno tetap membiarkan cincin yang dipasangkan oleh Nayla tetap menghiasi jarinya.


Nayla menguatkan hati dengan keputusannya. Menangis itu pasti, setiap malam air mata itu akan keluar dengan sendirinya bila dia mengenang kebersamaannya bersama Nuno.


Nuno membuktikan kata-katanya kalau tidak ada yang akan berubah dengan apa yang sering dia lakukan selama ini. Dia akan menyempatkan menelpon atau VC dengan Nayla setiap malam seperti biasa.


...*****...


Kini saatnya Nayla memulai langkah baru meraih mimpi. Pagi ini Nayla dan bunda Aisyah akan pergi ke Bandung ditemani Adam, kakaknya Nayla yang tinggal di negeri jiran Malaysia. Adam sudah menikah dengan Azizah wanita keturunan Indonesia - Malaysia. Adam tinggal di Malaysia karena dia mengembangkan usahanya yang ada di negara itu.


Saat ini Adam sedang pulang ke Indonesia mengunjungi keluarganya yang biasa dia lakukan setiap empat bulan sekali. Adam sudah tau tentang hubungan Nayla dan Nuno yang tidak bisa dilanjutkan kejenjang pernikahan. Adam memberikan semangat pada Nayla kalau adiknya itu akan baik-baik saja dan akan menemui seseorang yang akan mencintai Nayla dengan tulus seperti Nuno.


Kediaman mama Syila


Sekarang mereka sudah sampai di kediaman mama Syila. Mereka langsung disambut oleh mama Syila, dia sangat senang Nayla mau tinggal di kediaman miliknya.


"Nayla, kamu mau kamar sendiri atau berdua dengan Shinta?" tanya mama Syila.


"Bagaimana teh Shinta saja Ma" jawab Nayla.


"Shinta mau kok sekamar berdua kalau Nayla mau" sahut mama Syila.


"Ok kalau begitu, Nay akan satu kamar dengan teh Shinta" balasnya.


Mama Syila mengantarkan Nayla kekamar yang akan di tempatinya bersama Shinta, diikuti oleh bunda Aisyah.


Mama Syila, bunda, Nayla dan Adam berbincang-bincang di ruang keluarga. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Mama Syila mengajak mereka makan siang bersama.


Setelah makan bunda Aisyah dan Adam pamit pulang ke Jakarta biar tidak kemalaman. Nayla memeluk Bunda Aisyah, dia menagis.


"Jangan sedih kamu bisa pulang kapanpun dan bunda juga bisa datang kesini kapanpun Nayla butuh" bunda mengusap airmata putrinya.


"Belajarlah dengan rajin jangan terus-terusan bersedih, semua akan berlalu" ucap Bunda. Nayla mengangguk. Kini pelukannya berpindah ke sang kakak.


"Adik kakak akan sukses, menjadi wanita dewasa yang mandiri, jangan berlarut-larut menangisi yang sudah lalu, hadapi semua dengan senyuman, raih mimpimu" nasehat sang kakak sambil mengecup pucuk kepala adiknya.


"Saya, titip Nayla" ucap bunda Aisyah pada Mama Syila saat bunda berpamitan.


"Jangan khawatir, nanti dia akan banyak teman disini" jawab Mama Syila.

__ADS_1


...******...


Di kamar


Nayla merapikan pakaiannya di lemari. Dia melihat kearah pintu setelah mendengar suara pintu yang terbuka.


"Nayla..." Shinta memanggi Bsyla dan langsung memeluknya.


"Akhirnya kamu datang juga. Kita berbagi kamar, kamu tidak keberatan" ucapnya.


"Tidak apa-apa Teh, Nay senang" Jawab Nayla.


"Teteh baru pulang dari kampus?" tanya Nayla.


"Iya, hari ini persiapan untuk penerimaan mahasiswa mahasiswi yang baru, termasuk adik teteh satu ini" tunjuknya pada Nayla.


"Jangan khawatir nanti ospek, Teteh sudah bilang ke teman-teman kalau ada adik Teteh yang keterima disini, jadi mereka nggak boleh galak-galak sama Nayla" sambungnya.


"Terimakasih Tetehku yang cantik" Nayla memeluk Shinta.


"Kamu bisa ikut Teteh ke kampus mulai besok" ucap Shibya. Nayla hanya menganguk-anggukkan kepalanya.


Ospek akan dimulai dua minggu lagi, tapi setiap hari Nayla diajak Shinta ke kampus. Tidak sedikit teman-teman Shinta yang laki-laki menaruh hati pada Nayla. Siapa yang tidak tertarik dengan gadis cantik seperti Nayla.Tapi Shinta selalu saja menjaga adiknya itu, sehingga tidak ada yang bisa mendekati Nayla secara pribadi.


"Nay" Citra langsung memeluknya.


"Aku kangen" ucapnya.


"Ishhh lebay" sindir Bella. Nayla bergantian memeluk Bella dan Mery.


"Nay, jadi menginap di tempatku?" tanya Mery.


"Iya, Mer" jawab Nayla.


"Aku senang kalau begini" sahut Citra. Yang lain hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah lelah berkeliling mall, keempat sahabat itu memutuskan pulang ke tempat kost Mery dengan taxi online.


Di kamar Mery mereka sudah siap-siap akan tidur. Tiba-tiba Hp Nayla berbunyi.


"Siapa?" tanya Bella.


"Ahh, pasti nano-nano" sambar Citra. Merekapun tertawa bersama.


Nayla : "Iya kak"

__ADS_1


Nuno : ".............."


Nayla : "Bagaimana pernikahannya?"


Nuno : "................"


Nayla : "Semoga Bahagia, salam untuknya"


Ketiga sahabat Nayla memandangnya dengan tatapan tajam.


"Kami butuh penjelasan" ucap Bella. Nayla menarik nafasnya dan membuangnya dengan keras. Belum sempat bercerita dia sudah menangis. Ketiganya langsung memeluk Nayla.


"Menangislah, tidak apa-apa kalau tidak ingin cerita sekarang" Nayla merenggangkan pelukan ketiga temannya. Dia sudah bisa menenangkan dirinya.


"Maaf, aku belum sempat menceritakannya dengan kalian, tapi sekarang aku siap berbagi kepada kalian, sahabat-sahabat terbaikku" ucap Nayla sambil memberikan seyum yang dipaksakan.


Nayla menceritakan semua kepada ketiganya. Mereka kembali berpelukan memberi kekuatan kepada Nayla, semua akan baik-baik saja.


Nayla tersadar kalau Mery belum bercerita tentang hubungannya dengan sang pacar yang kandas. Dia melepaskan pelukan ketiga sahabatnya.


"Mer, kamu juga hutang cerita padaku" Mery tersenyum. Akhirnya Mery juga menceritakan kisahnya dengan sahabat-sahabatnya.


"Berbahagialah aku yang tidak memiliki kekasih" Ungkap Citra.


"CITRA......"


"CITRA......"


"CITRA....."


Ucap Nayla, Mery dan Bella bersahutan. Lalu keempatnya tertawa. Bahagia bila sedang bersama sahabat-sahabatnya. Itulah yang Nayla rasakan.


"Baiklah, sekarang waktunya kita meraih mimpi, lupakan soal hati" Ucap Mery dan mendapat jempol dari ketiganya.


"Jangan ada cerita sedih lagi" tambah Bella.


"Iya, kita harus maju kedepan, karena kalau mundur itu kebelakang namanya" ucap Citra, membuat yang lainnya tertawa. Citra selalu saja bisa membuat ke tiga sahabatnya tertawa bahagia dengan ungkapan-ungkapan kocaknya.


"Kita sahabat selamanya" ucap Nayla sambil memajukan tangannya


"Sahabat" Bela ikut memajukan tangannya dan dikuti oleh mery dan Citra.


"SAHABAT SELAMANYA" ucap mereka bersamaan.


*************

__ADS_1


__ADS_2