
Selesai makan malam di Kediaman Ayah Dimas semua berkumpul di depan televisi seperti biasa, berbincang dan berbagi cerita. Raka menggambar dan mewarnai buku yang dibelikan Bella, sesekali dia menunjukkan hasil karyanya pada Opa Dimas dan Oma Aisyah.
"Apa Putri benar-benar akan tinggal di Belanda bersama Adam?" tanya Ayah Dimas pada Nayla.
"Iya itu keinginan Putri, dia ingin belajar lebih mandiri, tapi Kak Heru belum memutuskan mengijinkanya atau tidak" jawab Nayla.
"Apa ada sesuatu yang terjadi?" Bunda Aisyah bertanya karena Putri tidak begitu dekat dengan Adam tapi dia ingin tinggal bersama Adam dan jauh dari Nayla yang selama ini seperti ibu baginya.
"Sepertinya tidak ada bun" jawab Sandy. "Tapi nanti akan ku tanyakan lagi pada Putri" sambung Sandy ucapannya.
Nayla hanya diam, dia sudah tahu alasan Putri memilih tinggal dengan Kak Adam di Belanda. Nayla sudah bicara dari hati kehati dengan Putri, semua itu karena dia ingin melupakan seseorang yang disukainya. Belanda cukup baik buat Putri tinggal, bukan hanya Kak Adam yang sekarang menetap disana tapi ada keluarga yang lain yang bisa menjaga Putri. "Dia sudah tumbuh jadi seorang gadis dan mulai menyukai lawan jenis" batin Nayla sambil menarik nafas panjang dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Putri menyukai pria yang sama dengan Lola, dia tidak ingin menyakiti Lola yang sudah seperti saudara baginya. Putri mengalah membiarkan Lola yang mendapatkan pria itu sehingga dia memutuskan untuk pergi menjauh. Tidak ada yang tahu hal ini kecuali Nayla, dia meminta Nayla untuk berjanji tidak membicarakannya dengan yang lain, bahkan pada Sandy sekalipun.
"Mommy" suara Raka yang memanggil menyadarkan Nayla dari lamunannya. Raka menunjukkan hasil coretan tangannya. "Good job" ucap Nayla sambil mengelus rambut putranya.
"Ayah... Eza kapan kembali ke Indonesia?" tanya Nayla, seketika dia ingat adiknya saat menggusap rambut Raka.
"Besok lusa" Bunda Aisyah yang menjawab.
"Mommy merindukan uncle Eza?" tanya Sandy.
"Uncle" ucap Raka sambil menunjuk foto keluarga yang ada didinding.
"Iya... Uncle Eza" Sandy membenarkan apa yang ditunjuk Raka.
"Kita bisa kembali ke Bandung setelah Eza datang" lanjut Sandy.
"Mau.... mau..." teriak Raka senang.
"Kalau begitu kita rapikan ini sekarang terus bobo" ajak Nayla, Raka mengangguk setuju.
Nayla mengantar Raka ke kamarnya untuk tidur lebih awal. Sementara Sandy masih berbincang bersama Ayah Dimas dan Bunda Aisyah.
"Mommy itu moeder yang belikan" tunjuk Raka pada sebuah robot mainan. Nayla mengambil robot mainan yang dibelikan Mery lalu menyerahkannya pada Raka. "Malam ini mommy ijinkan Raka tidur dengan robot" ucapnya. Wajah Raka terlihat sangat senang dengan kebaikan mommynya kali ini.
"I love you mommy" kecup Raka pipi Nayla.
__ADS_1
I love you too" balas Nayla menciumi pipi gembul milik Raka. "Hi..hi.. geli mommy" Raka tertawa kegelian.
Nayla menghentikan ciumannya di pipi Raka "Ayo baca doanya sebelum tidur" Nayla menginggatkan putranya. Raka menurut apa yang di pinta Nayla, dia membaca doa lalu berbaring memejamkan mata. "Mommy dongeng" pinta Raka. Nayla menceritakan sebuah dongeng pada Raka, dia baru meninggalkan kamar Raka saat putranya sudah benar-benar nyenyak.
Saat Nayla masuk kamar Sandy baru saja keluar dari kamar mandi. "Raka sudah tidur?" tanyanya. Nayla hanya menganggukan kepala. "Aku akan memeriksanya lagi" ucap Sandy, dia keluar kamar dan memeriksa Raka.
Nayla mengeluarkan sebuah amplop kecil dan meletakkannya di atas tempat tidur lalu dia pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Raka benar-benar sudah terlelap dan pergi kealam mimpi, wajahnya sesekali tersenyum dan tangannya memeluk erat robot mainan pemberian Mery. Sandy tersenyum memandang wajah gembul Raka, dia mengecup kening putranya "Daddy sayang Raka" bisiknya lalu keluar dari kamar putranya.
Sandy menemukan sebuah amplop saat kembali kekamar, amplop itu diletakkan Nayla di tempat tidur Sandy. "Apa ini untukku?" pikirnya. Dengan penuh tanda tanya Sandy membuka amplop itu, matanya berkaca-kaca saat melihat garis dua yang ada dihadapannya.
"Lala... apa ini benar?" tunjuk Sandy test pack yang diberikan Nayla saat melihat istrinya keluar dari kamar mandi.
Nayla tersenyum menandakan iya "Besok kita kerumah sakit untuk memastikan lagi" jawabnya.
Dalam perjalanan pulang Sandy tidak henti-hentinya mengecup tangan Nayla, kebahagiannya benar-benar bertambah setelah mendengar pernyataan dokter yang mengatakan Nayla sedang mengandung buah hati mereka.
Nayla membiarkan sikap berlebihan suaminya, dalam hatinya dia sangat bersyukur diberi pendamping yang sangat menyayanginya. Kini hidupnya benar-benar sangat bahagia, dia dikelilingi orang-orang yang menyayangi dan mencintainya dengan tulus.
Semua sahabat berkumpul di kediaman Ayah Dimas, mereka datang setelah Sandy mengirimkan foto hasil pemeriksaan Nayla ke group best friend forever. Satu persatu mengucapkan selamat atas kehamilan kedua Nayla dan ikut bahagia.
Kelimanya berjalan mendekati Nayla, "Mommy mama bilang ada adik bayi disini" ucap Ilham sambil memegang perut Nayla, kelima anak mengusap perut Nayla dengan tangan kecil mereka.
"Mama bilang karena Raka jadi anak baik teeus dapat hadia adik bayi" jelas Ilham menggulang ucapan Mamanya.
"Aku mau jadi anak baik" ucap Awan.
"Aku juga mau jadi anak baik" ucap Zola
"Aku juga mom" ucap Revan.
"Mommy.... Raka sudah baik"
"Kalian semua anak-anak mommy yang baik" jawab Nayla menghibur kelima anak itu sambil mencubit pipi gembul mereka.
"Siapa yang mau ice cream?" Zein menawarkan sesuatu yang mengalihkan perhatian mereka dari Nayla. Semua langsung mengangkat tangan menginginkan apa yang ditawarkan Zein.
__ADS_1
"Sama ayah" tunjuk zein pada Roy yang sedang membawa cup ice cream.
"Ayah... aku mau" teriak Awan sambil berjalan kearah Roy.
"Aku juga ayah" Raka ikut mendekati Roy.
"Ayah... mau" Zola meminta.
"Ayah... ice cream" pinta Revan.
"Ice cream... yummy" ucap Ilham.
Nayla tersenyum bahagia melihat anak-anak yang selalu memberikan keceriaan. Tidak terasa air matanya berlahan jatuh melihat anak-anak dan melihat kehangatan semua keluarganya.
"Lala... kamu menanggis?" tanya Sandy yang langsung duduk di samping Nayla, dia mengusap air mata istrinya sambil terus menatap wajah cantik yang selalu hadir membawa kebahagiaan untuknya.
Nayla menyandarkan kepalanya di bahu Sandy "Aku menanggis bahagia Hans" jawabnya.
Sandy menyatukan jari-jarinya dengan jari-jari milik Nayla, dia meremas tangan halus yang sudah hampir lima tahun ini di genggamnya.
"Bahagiamu adalah bahagia ku" jawab Sandy sambil meremas tangan istrinya.
"Terima kasih Hans. Terima kasih untuk cinta dan kasih sayangmu"
"Aku bisa merasakan kebahagiaan ini karenamu"
Sandy mengecup pucuk kepala Nayla. "Sayang... akulah yang harus berterima kasih padamu, kau hadir dalam hidupku, memberikan segalanya untuk ku"
"Sayang dan cintaku hanya untukmu dan anak-anak kita, kalianlah duniaku"
"Tetaplah disisiku, menemani hari-hariku, bahagia bersamaku"
"Aku mencintaimu, dulu, sekarang dan selamanya" Sandy mengecup bibir Nayla sekilas setelah mengnyelesaikan ucapannya.
"I love you too Hans, now and forever" ucap Nayla. "Akhir cintaku penuh kebahagian" Nayla bicara dalam hati. Dia tersenyum sambil memejamkan matanya masuk kedalam dekapan Sandy yang selalu memberikan kehangatan.
...******************...
__ADS_1
Novel AKHIR CINTA NAYLA author akhiri sampai disini. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan dalam penulisan. Next akan ada cerita lanjutan dari tokoh-tokoh yang ada di novel ini setelah author menyelesaikan Lentera Cinta.
Terima kasih sudah mampir di karya author. Terima kasih juga untuk pembaca yang sudah memberikan vote, hadiah, koment dan like. Apapun itu sudah jadi semangat buat author tetap menulis.