AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
77. KEJUTAN


__ADS_3

Sandy


"Hans" Lala memanggil dan meremas jemariku yang menggengam tangannya sambil melangkah masuk.


"Kamu mewujudkannya untukku" Lala langsung memeluk dan memcium pipiku berkali-kali saat kami sudah berada didalam, tanpa peduli ada mang Ucup yang mengekor dibelakang kami dan hanya bisa tersenyum melihat apa yang Lala lakukan. "Kamu suka sayang?" tanyaku saat melihat wajah bahagianya.


"Aku suka" jawabnya sambil menangkup wajahku, Akhh benar-benar tawaran yang harus aku lewatkan. Kalau saja tidak ada Mang Ucup pasti sudah kulahap habis bibir yang selalu menggodaku.


Aku mengajaknya untuk melihat yang lain, di lihatnya satu persatu hasil desainya yang tanpa dia ketahui maksudku saat meminta dia membuat desain interior rumah impianya.


Sekarang ku wujdkan semua yang dia tuangkan dalam coretannya, dibantu tim Ine yang selama ini bekerjasama dengan Lala membuat mempermudah semuanya. Mereka benar-benar membantu ku dalam menyelesaikan proyek ini, bekerjasama langsung dengan tim Ine mebuat aku mengetahui banyak hal tentang Lala dari mereka.


Lala berhenti di foto pernikahan kami yang kupajang, "Terlalu besar" protesnya.


Memang itu terlihat terlalu panjang kebawah hampir menyentuh lantai setelah kuperhatikan, seharusnya saat diletakkan dinaikan sehingga posinya ditengah-tengah. Foto itu kudapat sebagai hadiah dari WO bukan sengaja dibuat, karenanya ukurannya terlalu besar "Nanti ku minta orang untuk memasangnya dengan benar atau kita pilih foto lain yang sesuai" jawabku karena aku tidak mengawasi langsung saat foto itu dipasang dan baru melihatnya sekarang.


"Tidak perlu Hans" Lala menjawab sambil meminta bantuanku dan mang Ucup untuk memindahkan beberapa tananaman hias yang ada di pojok ruangan dan menggeser sedikit arah furniture yang lain yang semua hasil desain tangannya untuk menutupi bagian bawah foto. Benar saja ratu pemilik tempat ini bisa membuatnya lebih terlihat indah dan nyaman. "Keren" gumamku


"Jadi lebih bagus neng" Mang Ucup juga ikut mengaguminya.


Lala terus memeluk lenganku dan mengajakku berkeliling memasuki setiap ruangan meninggalkan mang Ucup yang membersihkan sisa-sisa kotoran setelah sang ratu menata ulang. Tanpa ada lagi protes darinya, itu berarti aku dan tim berhasil merealisasikan apa yang di inginkan Lala. Sekarang kami berdiri dibalkon kamar utama, dari sini kami bisa melihat danau yang jadi tempat bersejarah dalam hidup ku dan Lala.


"Sayang terima kasih" ucapnya sambil menatapku dan tersenyum. Sekarang Lala sudah berani memanggilku sayang, satu hal yang membuatku bahagia. Aku tidak tahan untuk tidak menciumnya, ciuman yang benar-benar dipenuhi perasaan cinta bukan ***** yang membuatku selalu ingin merasakannya.


"Aku mencintaimu La" ucapku setelah aku melepaskan ciuman panjang kami dan memeluk erat tubuhnya, menatap wajah yang selalu memberikanku kedamaian.


"Aku juga mencintaimu Hans" Lala menyandarkan kepalanya didadaku, ku kecup pucuk kepalanya berkali-kali.

__ADS_1


Perasaan damai yang kurasakan saat seperti ini, menikmati waktu berdua berbagi perasaan cinta. Tidak pernah terbayangkan apa yang ada dalam mimpi-mimpiku selama ini menjadi kenyataan.


"Lala... aku berjanji untuk selalu berjalan bersamamu sampai usia yang memisahkan" sambil ku kecup keningnya yang lama menyalurkan apa yang aku rasakan saat ini.


"Aku percaya padamu Hans"


Aku hanya bisa menjawab dengan memeluknya erat, berterima kasih telah mempercayaiku.


Mami.... papi..." akhh suara duo penganggu memanggil di tambah Dea yang juga ikut memanggil mami dan papi, aku hanya bisa menarik nafas panjang melihat kehadiran mereka sedangkan Lala hanya tertawa kecil melihat ku yang merasa terganggu.


Ini pasti Alex tokoh utama yang menyebabkan para pengganggu ada disini, menyesal juga menggirim kabar padanya.


Kami turun kelantai bawah menemui anak-anak yang sebenarnya membuat aku dan Lala semakin lengkap untuk belajar jadi orang tua, ternyata benar bukan hanya anak-anak yang menyusul tapi semua ikut berkunjung sore ini.


Mereka semua langsung tur berkeliling sedangkan aku dan Lala duduk di halaman belakang, menikmati minuman hangat dan singkong goreng yang sudah disiapkan Bi Asih istri Mang Ucup sambil berbincang-bincang dengan mereka. Mereka berdua yang ku minta untuk merawat dan membersihkan tempat ini, karena aku dan Lala akan mengunjunginya hanya setiap weekend.


Setelah puas berkeliling akhirnya semua ikut duduk di taman belakang dekat kolam berenang sambil menikmati singkong goreng buatan Bi Asih yang terpaksa membuatnya lagi setelah pasukan penganggu datang.


"Nay punya rumah baru kok gak cerita-cerita sih" Mery seperti yang kesal.


"Aku juga baru tahu" jawab Lala jujur membuat Citra dan Mery menatapku minta penjelasan.


"Iya...ini kejutan untuk Lala" sambilku rangkul bahunya. "Tadinya mau memberi tahu kalian nanti, saat mengadakan syukuran" jawabku yang memang ingin mengundang tetangga sekitar, keluarga, sahabat dan tim Ine yang sudah banyak membantu untuk berkumpul dan makan bersama.


"Pi... kamarku yang menghadap halaman depan ya..." Lola mencoba merayu.


"Gak bisa itu Putri duluan yang pilih bukan Lola, jadi buat Putri"

__ADS_1


"Dea juga mau pilih kamar ya om" si kecil ini selalu membeo apa yang dilakukan kedua tetehnya.


Aku hanya bisa menepuk keningku, benar saja belum ditempati juga sudah ribut. Lebih baik memilih diam dan meninggalkan mereka dari pada mendengar perdebatan mereka.


Aku mengajak mereka untuk kembali ke kediaman kakek Lala, Ayah Dimas dan Bunda pasti sudah menunggu. Benar saja mereka langsung menyambut saat kami sampai, "Bagaimana? Lala suka" tanya bunda yang memang sudah aku beritahu sebelum membuatnya dan meminta bunda untuk merahasiakannya.


Seperti biasa, setelah makan malam kami berkumpul bersama sambil berbincang-bincang di ruang keluarga. Ayah Dimas yang lebih banyak bicara memberikan nasihat pada kami pasangan yang masih baru belajar menjalani kehidupan berumah tangga.


"Kalau sudah berumah tangga tidak bisa berpikir dari satu sisi milik kita saja, tapi harus berpikir dari sisi pasangan kita juga" ucap Ayah dan meminta kami untuk memahami ucapannya.


"Hidup ini tidak selalu senang tapi pasti ada masalah yang harus di hadapi, bukan begitu Zein?" pertanyaan ayah kali ini ditujukan pada Zein.


"Iya yah, Zein udah ikut susah sekarang" jawabnya yang malah mengeluarkan keluhannya menghadapi Mery saat ini yang sejak hamil terlihat pecemburu yang sering menyebabkan timbulnya masalah dalam rumah tangga mereka.


"Kalian berdua juga" ucap ayah menunjuku dan Alex yang hanya bisa mengangguk mengiyakan ucapan ayah.


"Setiap ada masalah harus langsung dibicarakan berdua, jangan ditunda-tunda, tidak baik, iya kan Hans" kali ini ayah menunjukku, dia mengingatkanku kejadian saat Lala pergi menghilang malam itu.


Ayah mengakhiri ceramahnya saat melihat Lola dan Putri yang sudah mengantuk, dia pergi masuk kekamar terlebih dahulu diikuti bunda.


Aku lihat Alex sudah sibuk melancarkan aksinya mengajak Citra masuk kekamar setelah melihat Dea ikut kekamar Lola dan Putri.


"Tidak semudah itu bro untuk menikmati surga dunia" batinku sambil berjalan menyusul Lala ke kamar dan menunggu waktu, satu... dua.... tiga.... berhasil


"Bunda... ikut" aku menahan senyun melihat muka Alex yang kesal saat Dea ikut masuk kekamar mereka, Putri dan Lola berhasil menjalankan misi yang aku berikan.


"Jangan suka mengganggu kalau tidak ingin di ganggu"

__ADS_1


...*******************...


__ADS_2