AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
83. HANYA SATU KALI


__ADS_3

Dua minggu berlalu, hari ini Alex resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai asisten Sandy dan akan menjadi direktur di perusahaan keluarganya. Dua minggu ini dia menyelesaikan semua pekerjaannya, dibantu Bagas yang akan jadi asisten baru Sandy. Setelah ini dia akan pergi bulan madu bersama yang lain menikmati hadiah pernikahan dari Ayah Dimas, dia menunggu waktu yang tepat agar bisa menikmati honeymoonnya.


Siang ini Alex mengadakan perpisahan dengan semua karyawan di Perusahaan Wijaya dan mengundang mereka makan bersama di aula kantor.


Nayla dan Citra tidak ingin ketinggalan, mereka ikut menghadiri acara perpisahan Alex. Nayla dan Citra menemui Ine dan timnya terlebih dahulu setelah sampai di perusahaan dan nanti akan hadir di aula bersama suami mereka, keduanya menganggap Ine dan yang lain bukan hanya teman satu tim tapi saudara mereka walau mereka hanya sebentar bergabung disana.


"Kalian terlambat" sapa Sandy pada kedua anak sepupu dari Papa Wijaya bersamaan saat Ine memanggil Bagas setelah enam tahun mereka tidak bertemu.


"Papa dan mama sudah menunggumu diatas" ucap Sandy sambil menepuk bahu saudaranya itu. Bagas menundukkan kepalanya, pamit untuk menemui Papa Wijaya dan Mama Rita pada Sandy


Ine kembali teringat pertemuannya dengan Bagas dan percakapan Sandy dengan laki-laki yang sudah sangat lama tidak dia ketahui keberadaanya, dia memikirkan ada hubungan apa antara Bagas dengan Sandy yang terlihat sangat dekat.


Ine tidak sempat menyapa Bagas saat kemarin bertemu, begitupun Bagas yang pergi begitu saja tanpa melihatnya.


"Teh Ine" sapa Nayla yang mengejutkan Ine dari lamunannya. Nayla sengaja mengagetkan mantan ketua timnya ini saat dilihatnya Ine duduk sendiri di meja kerjanya sementara yang lain berkumpul di meja meeting, dia terlihat seperti memikirkan sesuatu.


"Apa yang teteh pikirkan?" tanya Nayla tidak seperti biasanya Ine duduk sendiri seperti ini.


"Tidak ada, hanya penasaran siapa yang menggantikan pak Alex jadi asisten Pak Sandy" jawab Ine asal, karena itu yang tiba-tiba terlintas di pikirannya.


Nayla tersenyum karena ketidaktahuan Ine kalau Bagas laki-laki yang pernah ditolaknya yang akan menggantikan Alex, dia sudah mendengar cerita tentang Bagas dan Ine dari Kalina saat para wanita bergosip di kediamannya setelah acara kumpul bersama teman dan sahabat selesai.


Nayla menyandarkan kepalanya di sofa di temani Bella setelah sahabat dan temannya pamit pulang meninggalkan kediamannya dan Sandy, dia mulai merasakan lelah dan mengantuk.

__ADS_1


Mery datang ikut duduk di samping Bella sambil menanyakan keberadaan Citra "Citra mana ya?" tanyanya.


"Sepertinya menemani Dea tidur" jawab Bella yang tadi melihat Citra masuk kekamarnya bersama Dea.


Shinta ikut duduk bersama ketiga sahabat itu "Teh Shinta, mana Bang Rey?" tanya Nayla setelah tetehnya duduk dihadapannya, karena biasanya sejak hamil Shinta tidak mau jauh dari suaminya.


Shinta menunjuk ke luar, terlihat Reyhan sedang duduk bersama Sandy, Alex dan Bagas. "Mereka sedang bicara serius, makanya teteh menjauh" jelas Shinta apa yang dilakukan keempat pria tampan itu.


Kalina berjalan melewati Nayla dan yang lain. "Lina..." panggil Nayla agar ikut duduk bersamanya. Nayla mengenalkan Kalina adalah saudara Sandy dari Papa Wijaya pada semua dan memberitahu kalau Kalina bekerja di Perusahaan Wijaya mengantikan Citra.


"Siapa dia Nay?" tunjuk Mery pada Bagas.


"Itu Mas Bagas... Masnya Kalina, dia yang akan mengantikan Kak Alex jadi asisten Hans" jelas Nayla pada Mery.


"Sebenarnya karena Mas Bagas yang malas datang mbak" jawab Kalina jujur "Dia belum siap bertemu dengan Teh Ine lagi" jelas Kalina membuat Nayla dan Shinta menyerukan nama Ine. "Kenapa?" tanya Nayla dan lainya bersamaan. Akhirnya Kalina menceritakan tentang Bagas dan Ine untuk menjawab rasa penasaran mereka. Kalina memberitahu kalau Bagas sejak sekolah sudah ikut tinggal bersama Papa Wijaya di Bandung dan satu sekolah dengan Ine. Bagas sudah lama menyukai Ine dan saat kelulusan Bagas mengatakan cintanya tapi sayangnya dia di tolak tanpa tahu alasannya, Bagas akhirnya pulang ke Jogja karena dia di terima di perguruantinggi negeri disana dan baru bertemu Ine lagi di kediaman Sandy dan Nayla.


"Kenapa kamu tersenyum bu bos?" tanya Ine heran melihat Nayla seperti merahasiakan sesuatu.


"Teteh pasti tidak akan menyangka siapa yang akan jadi Asisten suamiku" jawab Nayla sambil mengajak Ine duduk bersama yang lain. "Teteh kenal orangnya" bisik Nayla saat mereka berjalan. Ine menatap Nayla "sudah, nanti juga tahu" jawab Nayla membalas tatapan Ine.


Belum sempat mereka berbincang dengan yang lain, terdengar suara dari ruang informasi kalau karyawan diminta segera berada di Aula. Nayla dan Citra pamit untuk naik terlebih dahulu menemui Sandy dan Alex.


Acara makan-makan perpisahan Alex dan menyambut Bagas sebagai penggantinya berjalan lancar, semua menikmati hidangan sambil bersenda gurau. Tidak sedikit karyawan wanita yang mencoba menyapa Bagas, wajahnya yang tidak kalah tampan dari Sandy dan Alex membuatnya jadi primadona baru bagi kaum hawa di Perusahaan Wijaya.

__ADS_1


Terjawab sudah apa yang dipikirkan Ine tentang hubungan Bagas dan Sandy, dia juga mengerti apa yang dimaksud Nayla saat tadi bicara dengannya dan berharap Nayla tidak tahu masa lalunya dengan Bagas. Ine hanya diam sambil menikmati makanannya melihat karyawan yang lain sibuk mendekati Bagas, ada perasaan marah dan cemburu karena Bagas seakan tidak mengenal dirinya.


"Sayang... apa menurutmu berhasil" tanya Sandy yang sedang tidur di pangkuan Nayla menghadap perut istrinya yang sudah terlihat sedikit menonjol.


Sandy dan Nayla sudah berada di ruang kerja Sandy, meninggalkan Ine dan Bagas yang mereka paksa duduk bersama. Terlihat kaku dan canggung karena waktu yang cukup lama memisahkan mereka. Sejak kemarin Nayla sudah berencana ingin Ine dan Bagas dekat kembali, dia menceritakan pada Sandy apa yang dia ketahui dari Kalina dan mengajak suaminya untuk membantu menjalankan misinya.


"Semoga saja, setidaknya mereka sudah saling menyapa" jawab Nayla dengan tangannya yang mengelus rambut Sandy.


"Sore ini kita kedokter dulu, sebelum besok kita pergi honeymoon mom" ajak Sandy sambil mengusap perut istrinya dan mendapat anggukan dari Nayla.


"Sayangnya daddy yang pintar di dalam perut mommy" Sandy mencoba mengajak anaknya berbicara, "Daddy janji akan sering mengunjungimu saat nanti kita liburan" lanjut Sandy obrolannya lalu mengecup perut Nayla.


Nayla memukul lengan Sandy mendengar ucapan suaminya "Mery bilang tidak boleh sering-sering Hans"


Sandy bangun dari pangkuan Nayla "Sini" dia menarik Nayla bersandar di dadanya. "Tidak sering sayang, hanya satu kali" ucapnya mengecupi pucuk kepala Nayla. "Satu kali di pagi hari...... satu kali disiang hari...... dan satu kali di malam hari" lanjut Sandy membuat Nayla menarik kepalanya dari dada Sandy dan membulatkan matanya.


Sandy terkekeh dia sangat senang menggoda Nayla dan melihat istrinya seperti ini, tidak ada yang bisa membuatnya bahagia selain menikmati waktu berdua seperti ini.


Sandy mengecup berkali-kali bibir istrinya. "Hans" panggil Nayla untuk menghentikan apa yang dilakukan Sandy.


"Kamu akan meminta lebih setelah ini" seru Nayla yang sudah paham kelakuan Sandy. "Kamu sangat tahu apa yang kumau" goda Sandy. "Ayo kita pulang" ajaknya agar Nayla bisa cepat istirahat dan tidur dalam pelukannya.


...*****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir di karya author jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like dan komen. 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2