AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
66. SANDY DAN NAYLA


__ADS_3

Nayla membuka matanya, tatapanya tertuju pada wajah tampan suaminya yang selalu menunjukkan rasa cinta untuknya kapanpun dan dimanapun, seperti tadi saat pesta pernikahan mereka. Sandy dengan tanpa malu menciumnya dengan lembut penuh kasih sayang di depan tamu undangan.


Kini memory Nayla kembali saat pesta berlangsung. Teman-teman Sandy yang pernah melihat kalau Nayla bisa bernyanyi dan memiliki suara yang bagus, meminta Nayla menyanyikan sebuah lagu setelah suaminya melepaskan ciuman di bibirnya.


Untuk menghormati teman-teman suaminya dan tamu undangan yang lain, Nayla menyetujui keinginan mereka.


"Baiklah, sebagai ucapan terima kasih pada semua yang telah bersedia hadir malam ini, saya akan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Tegar milik Rosa" ucap Nayla mengawalinya menyanyi.


Tergoda aku tuk berpikir


Dia yang tecinta


Mengapa telah lama tak tampak


Dirimu disini


Sandy yang mendampingi Nayla tidak pernah melepaskan tangannya walau sedetikpun dari pinggang istrinya yang dipeluknya mesrah.


Jangankan ingin ku tersenyum


Tak ada gairah


Ku ingin selalu bersamamu


Kini 'ku resah


Diriku lemah tanpamu


Ho-o-o-o...


"Semua ikut bernyanyi" pinta Nayla pada semua tamu yang hadir.


Gapai semua jemariku


Rangkul aku dalam bahagiamu


Ku ingin bersama berdua selamanya


Sandy menyatukan jemarinya dengan Nayla, menciumi tangan istrinya sambil terus menatap dengan lembut penuh cinta.


Jika ku buka mata ini


Kuingin selalu ada dirimu


Dalam kelemahan hati ini


Bersamamu aku tegar


Kini 'ku resah


Diriku lemah tanpamu


Ho-o-o-o...


Gapai semua jemariku


Rangkul aku dalam bahagiamu

__ADS_1


Ku ingin bersama berdua selamanya


Semua tamu wanita yang hadir terdengar ikut bernyanyi sambil digenggam pasangan mereka.


Jika ku buka mata ini


Kuingin selalu ada dirimu


Dalam kelemahan hati ini


Bersamamu aku tegar


Ho-o-o-o...


'Ku Tegar


Tepuk tangan kembali memenuhi ballroom hotel saat Nayla mengakhiri lagu yang dinyanyikannya.


Cup. Sandy mengecup cepat bibir istrinya.


"Apa yang kamu pikirkan hemm?" tanyanya.


"Kau juga bangun Hans" ucap Nayla yang terkejut dengan kecupan Sandy.


"Sudah dari tadi dan melihat istriku melamun" jawabnya sambil membelai rambut istrinya yang menutupi muka.


"Kau benar-benar membuatku malu Hans" Nayla menutup mukanya dengan tangan.


Sandy tertawa melihat istrinya yang masih teringat ciuman darinya diatas panggung.


"Berarti istriku tidak akan malu lagi kalau aku melakukannya lagi sekarang" ucap Sandy sambil menarik tangan Nayla yang menutupi wajahnya. Dia langsung melahap bibir Nayla tanpa menunggu jawaban dari istrinya.


"Hans" teriak Nayla yang replek saat menyentuh milik Sandy yang sudah membesar.


Sandy terkekeh, istrinya masih takut memegang miliknya, padahal sebelum tidur dia sudah mengenalkan miliknya pada Nayla.


Sehabis membersihkan diri setelah pesta, Sandy melihat Nayla sudah berbaring di tempat tidur menatap kearahnya yang baru keluar dari kamar mandi hotel.


Sandy ikut berbaring, memeluk dan menatap wajah cantik Nayla. Sandy mencium lembut bibir istrinya yang sekarang bisa dia lakukan kapanpun dia menginginkannya, bibir yang selama ini selalu menggodanya. Tangannya membelai rambut Nayla, perlahan turun mengusap punggung istrinya. Nayla hanya bisa memejamkan matanya, membalas ciuman Sandy dan menikmati setiap sentuhan suaminya.


Sandy melepas ciumannya, mengangkat kepalanya dan mengalihkan pandangannya ke paha istrinya. Tangannya sudah berhasil menyingkap pakaian tidur Nayla yang hanya selutut, terlihat jelas sesuatu yang selalu dia ingat. Wajahnya tersenyum puas tanda lahir Nayla yang pernah dilihatnya saat kecil kini bisa dilihatnya lagi. Nayla menurunkan pakainnya kembali menutupi pahanya.


"Apa yang kau lihat Hans" tanyanya melihat suaminya tersenyum.


"Aku melihat tanda lahirmu yang dulu pernah ku lihat" jawab Sandy yang kembali mencium cepat bibir dan seluruh wajah istrinya.


"Lala sayang" ucap Sandy sambil meraih tangan Nayla dan membawanya untuk menyentuh miliknya.


"Hans" Nayla terkejut dengan apa yang disentuhnya.


"Kau harus mengenalnya terlebih dahulu sebelum kita melakukannya" ucap Sandy yang kembali menarik tangan Nayla dan meminta Istrinya untuk kembali menyentuh miliknya.


Sandy memasukkan tanganya kedalam pakaian tidur Nayla dan menyentuh gunung kembar didada istrinya.


"Kamu sudah membukanya La? tanya Sandy.


"Aku tidak pernah memakainya kalau tidur" jawab Nayla membuat Sandy tersenyum. Ini tentu membuatnya lebih mudah untuk bermain di dada istrinya.

__ADS_1


Sandy menghentikan aksinya saat melihat wajah Nayla yang terlihat lelah dan pucat. Dia tidak ingin egois dan menikmatinya sendiri, dia ingin Nayla juga merasakan hal yang sama yang dia rasakan.


"Tidurlah kita bisa melanjutkannya nanti" ucap Sandy lalu mencium dan memeluk Nayla.


Sandy tidak mengira saat dia membuka matanya, Nayla sudah terbangun dan terlihat melamun sampai tidak menyadari kalau dia menatap wajah cantik istrinya.


"Sayang aku menginginkannya"


Sandy mengatakannya sambil masuk kedalam selimut yang menutupi tubuh Nayla. Dia menyingkap dan melepaskan pakaian yang dikenakan Nayla, lalu menciumi seluruh tubuh polos istrinya.


"Lala, apa boleh sayang?" tanya Sandy saat dia akan melakukan penyatuan setelah dia merasa cukup melakukan pemanasan dan tubuh Nayla siap menerima kehadiran miliknya yang sudah siap tempur.


Nayla hanya mengangguk tanda menyetujui permintaan Sandy, merasa mendapat ijin Sandy berlahan menyentuhkan miliknya memasuki intisari tubuh istrinya.


"Hans... " Sandy menatap Nayla yang memanggil namanya.


"Sakit" ucap Nayla pelan.


"Aku akan melakukannya pelan-pelan" jawabnya lalu kembali mencium bibir istrinya, membantu Nayla agar bisa menikmatinya dan mengurangi rasa sakit saat dia akan memasukan miliknya.


"Lala... akhh"


"Hans..."


Terdengar suara Sandy yang terus menyebut nama Nayla dan Nayla yang selalu memanggil nama suaminya sepanjang aktifitas yang mereka lakukan.


"Lala aku mencintaimu sayang" ucap Sandy saat dia dan Nayla mencapai puncak penyatuan mereka.


Sandy memeluk erat tubuh polos Nayla dan terus menciumi wajah istrinya, mensyukuri diberikan pasangan hidup yang saling mencintai.


"Sayang terima kasih, telah menjaga dan memberikannya untukku" ucap Sandy.


Setelah dia melihat bercak darah saat mengambil selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan Nayla yang sudah terjatuh di lantai karena aktifitas panas mereka.


Nayla memejamkan matanya saat merasakan kehangatan pelukan Sandy, pelukan yang akan selalu dia dapatkan.


"Apa masih sakit" tanya Sandy saat dia membantu mengeringkan rambut Nayla.


"Sedikit" jawab Nayla sambil mengambil alih pengering rambut dari tangan Sandy.


"Lala sayang" ucap Sandy memeluk Nayla yang sudah selesai mengeringkan rambutnya.


"Maafkan aku" ucap Sandy sambil menciumi rambut Nayla.


"Jangan mengulanginya lagi" jawab Nayla mengingat Sandy yang tidak bisa berhenti melakukan penyatuan.


Saat dia akan terlelap, Sandy kembali menciuminya dan melakukan penyatuan untuk kedua kalinya. Tidak hanya berhenti sampai di situ saja, Sandy kembali mengulanginya saat mereka dikamar mandi.


"Aku tidak bisa berjanji untuk itu sayang, karena aku selalu menginginkannya" jawab Sandy dan kembali mencium bibir Nayla.


"Hans... cukup" ucap Nayla setelah melepaskan ciuman Sandy yang terkekeh. Dia selalu menginginkan kedekatan seperti ini dengan istrinya.


"Love You"


*****************************


Terima kasih sudah mampir di karya Author.

__ADS_1


Terima kasih juga untuk pembaca yang sudah memberikan vote, hadiah, koment dan like, apapun itu sudah jadi semangat buat saya tetap menulis. 😊😊


__ADS_2