AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
BAHAGIA BERSAMA KALIAN


__ADS_3

Dirumah Nayla hari ini sangat ramai. ayah Dimas, bunda Aisyah, kak Adam bersama Azizah dan baby Dafa dan juga Eza sedang berkumpul di kediaman Nayla. Tidak ketinggalan ketiga sahabatnyapun hadir disana.


Bukan tanpa alasan mereka berkumpul hari ini. Semua berkumpul karena hari ini Nayla melakukan prosesi wisuda.Tadi pagi ayah Dimas dan bunda Aisyah yang menghadiri wisuda Nayla. Sementara yang lain menunggu di rumah.


Kini mereka semua sudah berkumpul bersama, suasana bertambah ramai dengan Putri yang selalu berdebat dengan Om Ezanya. Semua berkumpul di ruang keluarga. Mereka baru saja menyelesaikan makan siang bersama. Kini mereka berbincang-bincang disana. Sementara di dapur terlihat bi Ratna sibuk menyiapkan cemilan.


"Jadi apa rencana mu selanjutnya Mbak?" tanya Adam pada Nayla.


"Nayla mau kerja dulu disini Kak, karena masih harus menjaga Putri" Nayla menjawab sambil bermain dengan baby Dafa.


"Apa sudah ada perusahaan yang dituju?" kini ayah Dimas yang bertanya.


"Sudah yah, ada teman yang menawarkan pekerjaan di perusahhan tempat dia bekerja. Katanya perusahaan sedang mencari desain interior"


"Jadi, kamu tidak akan kembali ke Jakarta dulu" tanya bunda Aisyah.


"Nay maunya pulang ke Jakarta Bun, tapi lihat cucu Bunda itu" Nayla menunjuk pada Putri yang sibuk main game dengan Eza.


"Nanti kalau Putri ada libur yang agak lama di akhir pekan kami akan pulang"


"Iya kamu benar Mbak, urus dulu anak asuhmu itu" ucap bunda.


"Sekarang apa kamu tidak ingin memikirkan pendamping" lanjut bunda.


Nayla hanya diam dan mengguncangkan bahunya. Dia masih senang hidup seperti sekarang. Setahun terakhir dia merasa langkahnya lebih ringan tanpa beban perasaan apapun.


"Biar Nay mencari pengalaman kerja dulu Bun" jawabnya.


"Iya, tidak masalah bagi Bunda, kamu masih muda, nikmati saja. Nanti juga akan datang pada waktunya" ucap bunda memberi semangat pada Nayla. Bunda Aisyah mengerti kalau Nayla masih ingin menata hatinya kembali.


Bella mendekat pada Nayla dan bunda Aisyah di ikuti Citra dan Mery.


"Nay, aku iri kamu lulus lebih cepat dari kami semua" ucap Bella.


"Jangan bersedih, tapi berusahalah biar cepat selesai" Bunda yang menjawab


"Benar kata Bunda Bel, berusahalah cepat selesai biar cepat di lamar Roy" canda Nayla pada Bella sambil tertawa. Citra dan Mery yang mendengar juga ikut tertawa.


"Citra, kamu juga dong. Jangan bisa menertawakan Bella" ucap Nayla. Kini Bella yang menertawakan Citra. Lalu mereka semua tertawa.


Suasana seperti ini sangat dirindukan Nayla. Baginya bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya membuat dia bahagia.


"Bahagia bersama kalian" batin Nayla.


"Seru amat sih ketawanya" Zein yang baru datang langsung ikut bergabung.


"Sayang, udah selesai urusan cafenya?" tanya Mery. Zein mengangguk.


"Sudah" jawab Zein.


"Zein apa kabar?" tegur ayah Dimas.


"Baik Yah" Zein berjalan meninggalkan empat sahabat itu menghampiri ayah Dimas dan kak Adam.

__ADS_1


"Kamu sudah lama bertunangan, jadi kapan di halalkan?" tanya ayah Dimas pada Zein.


"Jangan lama-lama tidak baik" sambung ayah.


"Iya Yah, nanti kalau Mery sudah selesai koas"


"Om Zein" teriak putri. Si anak manja mulai bikin ulah batin Zein.


"Om, batuin sini. Kalahin Om Eza, dia curang terus sama Putri" teriaknya.


"Udah berhenti mainnya, kita jalan keluar aja" jawab Zein.


"Beneran Om, akhh Om Zein ganteng deh hari ini" puji Putri.


"Nggak jadi deh klo gantengnya cuma hari ini" ledek Zein.


"Om Zein ganteng terus kok, beneran. Iya kan tante Mer? Om Zein ganteng." mendengar itu yang lain pun menertawakan Putri.


"Kalian yang muda-muda bersenang-senanglah. Nikmati waktu kebersamaan kalian. Ayah dan bunda mau istirahat" ucap ayah Dimas pada semuanya.


"Kalian pergilah, kakak akan pergi bersama kak Azizah dan baby Dafa" sahut Kak Adam.


Mereka sudah bersiap-siap untuk jalan-jalan.


"Tunggu!" ucap Putri.


Sementara itu di tempat lain Sandy baru saja selesai menemui klienya. Tempatnya tidak jauh dari kediaman kakaknya jadi dia memutuskan untuk mampir.


Dia melihat Lola sudah rapi dan bersiap-siap akan pergi.


"Kebetulan Om Sandy datang, tolong antarkan Lola ya" ucap Nia mami Lola


"Mau kemana gadis cantik?"


"Hari ini guru private Lola wisuda Om, jadi Lola ingin mengucapkan selamat dan merayakannya bersama di rumahnya"


"Sandy, tolong ya. Teteh harus menjaga baby Al"


"Baiklah" walaupun berat dia tidak bisa menolak.


"Gurunya cantik dan masih muda" bisik Teh Nia pada Sandy sambil mengedipkan matanya.


Sandy menggelengkan kepalanya. Pikirnya sekarang dia sudah menemukan seseorang yang dirindukannya dan sebentar lagi akan di dapatkannya, jadi dia tidak tertarik dengan tawaran Teh Nia.


"Ayo Om. Lola udah di tungguin sama mereka" panggil Lola membuat Sandy tersadar dari lamunannya.


Sedangkan di rumah Nayla Eza dan Putri kembali telibat keributan.


"Lama bener sih temen mu itu Put" kesal Eza. Karena dia sudah tidak sabar untuk pergi.


"Sabar sedikit sih Om, bentar lagi" bujuk Putri.


"Bentar, bentar dari tadi" kesal Eza

__ADS_1


"Sabar Za" Nayla mencoba menenangkan Eza.


Dari jauh terlihat mobil berjalan mendekat.


"Itu deh kayaknya" kata Putri. Eza yang melihat mobil sport keluaran terbaru langsung melotot. Dia sedang membujuk ayah Dimas dan kak Adam untuk membelikannya. Yang pasti mendapat penolakan.


"Putri, Om Eza ikut mobil temen mu yaa"


"Tadi ribut nggak mau nunggu, sekarang lihat mobilnya mau ikut" ucap Putri kesal.


"Anggap aja ini upah Om yang udah nunggu lama" sahut Eza.


Mobil Sandy berhenti tepat di gerbang rumah Nayla. Di lihatnya banyak orang yang sudah bersiap-siap akan pergi. Ini perumahan milik perusahaanya, dan dia sangat kenal siapa yang membeli rumah ini.


Bukan hanya itu yang membuat Sandy terkejut, tapi sosok Nayla yang berdiri di depan teras rumah yang membuatnya semakin tidak menyangka akan bertemu disini.


Lola berlari keluar meninggalkan Sandy yang masih terpaku begitu saja. Dia menutup pintu dengan keras membuat Sandy tesadar dari lamunannya.


"Anak itu" gumam Sandy sambil ikut keluar mobil menyusul Lola.


Sementara Lola langsung berlari kearah Nayla dan memeluknya. "Selamat yaa tante Nay" ucapnya.


Sandy melihat keakraban Lola dengan Cantik nama panggilan Sandy pada Nayla. Karena sampai sekarang dia belum tahu nama Nayla. Sandy mendekati mereka, dan kini Nayla yang terkejut.


"Kak Sandy" ucapnya


"Tante Nay kenal sama Om Sandy?" tanya Lola binggung.


"Iya, kami pernah bertemu beberapa kali" jelas Nayla pada Lola.


"Selamat atas wisudanya" ucap Sandy sambil menjulurkan tangannya.


"Terima kasih Kak" Nayla membalas uluran tangan Sandy.


"Ayo kita berangkat" ajak Zein


"Maaf Kak, kami ada acara diluar, kami akan mengajak Lola kalau di ijinkan" Ucap Nayla pada Sandy. Lola membisikan sesuatu pada Nayla.


"Kalau Kakak tidak keberatan boleh bergabung" ucap Nay lagi


"Tentu kalau di ijinkan saya ikut bergabung" jawab Sandy.


Kini mereka sudah berjalan kearah mobil mereka masing-masing. Nayla berjalan kearah mobil Zein dia akan bergabung bersama sahabat-sahabatnya. Tapi dia malah mendapat penolakan.


"Nay, kamu ikut mobil calon mu aja" ucap Citra


"Apaan sihhh kalian ini, Calon apaan? Ketemu aja baru dua kali" sungutnya.


"Sana temenin Eza dan Putri" Kini Zein yang mengusirnya.


Lola yang sudah lama ingin menjodohkan Nayla dan Sandy mengajak Nayla ikut besamanya.


Dan sekarang disinilah Nayla berada di dalam mobil Sandy, dia duduk di bangku penumpang yang ada dibelakang bersama Putri dan Lola, sedangkan Eza berada di depan samping Sandy.

__ADS_1


******************


Author mohon bantuan like dan koment nya 🙏🙏🙏


__ADS_2