AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
HADAPI BERSAMA


__ADS_3

Acara akad nikah Mery dan Zein berjalan lancar. Dengan lantang Zein menyebutkan kabulnya tanpa ada kesalahan.


"SAH"


"SAH"


Semua yang hadir mengucapkan kata sah saling bersahutan. Rasa lega terlihat diwajah Zein yang dari kemarin terus memikirkan hari ini. Satu minggu tidak bertemu Mery dan tidak boleh saling memberi kabar membuat Zein semakin gelisah. Bahkan tadi malam dia hampir tidak bisa tidur kalau tidak dia paksakan untuk istirahat.


Mery yang mendengar dari ruang yang terpisah dari tempat acara meneteskan air matanya. Kini dia sudah sah menjadi nyonya seorang Zein Adiguna Harley. Kembali mengingat petama kali dia jatuh cinta pada Zein dan kecewa karena Zein tidak pernah melihatnya sampai akhirnya Tuhan mempertemukan mereka dan menyatukan hati mereka.


"Jangan menanggis, nanti riasannya jadi rusak" ucap sepupu Mery yang merangkap sebagai perias pengantin sambil memberi tissue dan kembali merapikan makeup Mery.


"Aku hanya terharu Mbak" jawab Mery.


Citra datang meminta Mery bersiap untuk keluar dan duduk disamping Zein. Mery berjalan keluar di dampingi mama dan tantenya.


Mery yang terlihat berbeda hari ini membuat Zein tidak berkedip melihatnya. Rasa rindu ingin bertemu kekasih hatinya itu membuat dia tidak berpaling sedikitpun menatap pada Mery. Istrinya itu sangat anggun dengan hijab yang menutupi kepalanya. Mery memutuskan untuk mulai berhijab dihari bahagianya ini dan mendapat dukungan penuh dari Zein.


"Cantik" bisik Zein saat Mery sudah duduk disampingnya. Membuat wajah Mery merona.


Penandatanganan surat nikah dan nasehat dari penghulu sudah selesai. Mereka sudah benar-benar sah menjadi sepasang suami istri.


Nayla, Bella dan Citra langsung mendekati Mery. Setelah Mery dan Zein selesai berkeliling menyalami semua yang hadir menjadi saksi pernikahan mereka.


"Selamat Mer, sekarang kita udah jadi saudara" ucap Nayla memeluk sahabatnya itu di ikuti Bella dan Citra. Tidak lupa mereka berempat mengabadikan moment berharga ini.


Sandy ikut mendekat memberi selamat pada Mery dan Zein lalu berdiri disamping Nayla.


"Dimana kak Alex, Hans" tanya Nayla pada Sandy.


"Kenapa?" Sandy balik bertanya.


Nayla membisikkan sesuatu pada Sandy membuat keduanya terkekeh.


"Ada apa kalian tertawa berdua?" tanya Citra curiga.


"Tidak ada. Ayo ikut aku dan Hans" Nayla langsung menarik Citra untuk mengikutinya.


"Bukannya dari tadi kamu menanyakan seseorang" ucap Nayla menggoda Citra.


"Nay... Jangan buat aku malu" Citra takut sahabatnya ini akan melakukan yang bisa mebuatnya malu.

__ADS_1


Citra pernah mengatakan pada Nayla kalau dia menyukai Alex setelah beberapa kali mereka bertemu di Bandung. Sekarang Citra merasa kalau Nayla akan melakukan sesuatu.


"Hans dimana dia" tanya Nayla pada Sandy saat mereka sudah berdiri di tangga.


Sandy menunjukkan jarinya mengarah pada Alex yang sedang berbicara dengan Kak Adam.


"Good" ucap Nayla dan kembali menarik Citra mendekati Alex dan Adam.


"Kak Adam, Nay nyariin Kakak dari tadi" ucap Nayla sambil melepas tangan Citra dan beralih menarik tangan Adam untuk menjauh.


Sandy yang mengerti maksud Nayla ikut meninggalkan Alex dan Citra.


"Sory bro, ada yang harus dibicarakan dengan Kak Adam" ucapnya pada Alex Sambil berjalan kearah Nayla dan Adam.


Adam yang tidak mengerti apa-apa menghentikan langkahnya.


"Ada apa mencari Kakak?" tanyanya pada Nayla.


"Tidak ada apa-apa Kak, Nay hanya ingin membuat Alex dan Citra bersama" dia tersenyum senang telah berhasil menjalankan misi.


Kak Adam yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya sambil meninggalkan sepasang kekasih itu.


"Ada-ada saja" pikir Adam pada kalakuan adik dan calon adik iparnya itu.


"Tadi pagi aku melihatmu bersama ayah, paman dan kakak-kakaku di kamar kerja ayah" ucap Nayla setelah menelan suapan terakhir yang ada di mulutnya.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Nayla yang sejak pagi penasaran.


"Membicarkanmu" jawab Sandy sambil memberikan gelas minum kepada Nayla.


"Minumlah" Sandy menyuruh Nayla minum.


Nayla menggambil gelas yang diberikan Sandy dan meminumnya lalu menyerahkan kembali gelas itu pada Sandy. Sandy menempelkan bibirnya digelas tepat dibekas bibir Nayla dan menghabiskan air yang tersisa.


"Hans" ucap Nayla melihat Sandy melakukan itu.


"Kau tidak mengijinkanku mencium bibirmu lagi, jadi aku melakukannya melalui gelas" ucapnya sambil terkekeh.


Nayla memang melarang Sandy untuk mencium bibirnya lagi. Malam itu dia merasa kecolongan dan menegaskan pada Sandy untuk tidak melakukannya lagi sebelum mereka menikah.


"Kau bisa melakukannya lagi kalau kita sudah menikah" jawab Nayla dan dibalas dengan senyuman dari Sandy.

__ADS_1


Sandy memandangi wajah kekasihnya itu. Tadi pagi dia di sidang keluarga Nayla. Diminta untuk menjaga putri kesayangan mereka dan menanyakan kesiapannya melindungi Nayla dengan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi bila Nayla sudah diketahui oleh masyarakat umum tentang siapa dirinya.


"Ada apa Hans?" tanya Nayla melihat Sandy yang menatapnya dalam diam.


"Apa ayah, paman dan kakak-kakakku menyusahkanmu?" tanyanya lagi pada Sandy.


"Lala, kamu percaya padaku?" tanya Sandy sambil meraih kedua tangan kekasihnya itu.


"Aku selalu percaya padamu Hans" jawab Nayla jujur.


Sandy tersenyum senang dengan jawaban Nayla. Kepercayaan Nayla membuat Sandy semakin yakin untuk melangkah bersama Nayla. Akan berusaha menjaga dan melindungi kekasih hatinya ini.


"Dan kau juga harus percaya padaku Hans" ucap Nayla.


"Aku percaya padamu" jawab Sandy dengan tegas sambil menciumi tangan Nayla


"Kak Heru nanti malam akan mengenalkan kita pada publik" ucap Sandy.


"Kamu siap?" tanyanya pada Nayla.


Nayla hanya diam, dia belum siap dikenalkan sebagai putri keluarga Harley. Masih ingin menikmati kebebasan yang selama ini dia jalani. Berdiri sendiri sebagai Nayla.


Tapi sudah menjadi keputusan keluarga bila dia sudah siap menikah maka dia juga harus siap di kenalkan pada publik. Seperti yang sudah dilakukan Zein. Sebulan yang lalu Zein sudah dikenalkan sebagai keluarga Harley.


Setiap keturunan keluarga Harley Sanjaya di bebaskan dari menggunakan nama Harley di nama belakang mereka saat mereka belum menikah. Peraturan jadi berbeda setelah mereka siap untuk menikah. Mereka wajib menggunakan nama Harley dibelakang nama mereka. Entah sejak kapan aturan itu dibuat. Yang jelas sebelum dia lahir peraturan keluarganya itu sudah ada walaupun tidak tertulis.


Selama ini keluarga Harley yang di kenalkan semuanya keturunan laki-laki, sudah menjadi hal biasa bagi keluarga Harley. Tapi berbeda dengan Nayla, dia akan dikenalkan sebagai putri pertama dari keluarga Harley yang banyak ditunggu oleh kolega-kolega Harley Sanjaya.


Sudah banyak kolega dan para sahabat keluarga Harley yang datang pada Heru maupun ayah Dimas untuk melamar Nayla walaupun mereka belum pernah melihat dan bertemu dengan Nayla. Mereka melakukannya semata-mata karena bisnis dan kekuasaan.


Sandy mengeratkan genggaman tangannya memberikan kekuatan pada Nayla. Dia tahu Nayla tidak menyukai ini.


"Kita hadapi bersama apapun yang terjadi. Aku sudah mengatakan pada ayah, paman dan kakak-kakakmu kalau aku akan menjagamu tapi aku tidak akan melarangmu melakukan apapun yang biasa kau lakukan" Sandy memberitahu Nayla apa yang sudah dia sampaikan pada keluarga Nayla.


"Terima kasih Hans" ucap Nayla lalu menyandarkan kepalanya di bahu Sandy. Belum sampai kepala Nayla di bahu Sandy tiba-tiba mereka di kejutkan oleh suara wanita yang memaggil Sandy.


"Sandy apa kabar?" ucap wanita itu.


******************************


Terima kasih sudah mampir di karya author, tinggalkan jejak dengan like dan koment 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih juga untuk pembaca yang sudah memberikan vote, hadiah, koment dan like, apapun itu sudah jadi semangat buat author tetap menulis.


__ADS_2