
Setelah kepergian Devi, Nayla segera menganti pakaiannya. Kini dia akan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
"Kak Sandy" gumamnya saat keluar dari ruang ganti. Dia melihat Sandy sudah duduk bersama Mery dan Bella. Dia pun mendekat pada mereka.
"Hai Nay" sapa Sandy
"Kak, kok bisa ada disini, sejak kapan Kak Sandy datang?"
"Kak Sandy datang saat nenek lampir menjambak rambutku" jawab Bella sambil merapikan rambutnya yang kusut.
"Jadi kakak melihat kejadian tadi"
Sandy tertawa membuat Nayla malu karena Sandy melihat keributan yang dibuatnya.
"Kak Sandy menertawakan kami ya"
flash back
Sandy lupa kalau hari ini dia harus bertemu klien pagi-pagi sekali dan rapat dengan karyawan. Dia langsung kekantor tanpa sempat mampir ke kediaman Nayla.
Mengingat janjinya dengan Eza, Sandy pun menghubungi Lola untuk meberi kabar kalau dia tidak bisa menjemput Lola dan Eza.
Akhirnya Eza dan Putri ikut Nayla dan ketiga sahabatnya ke cafe Zain. Eza meminjam mobil Nayla setelah sampai di cafe untuk menjemput Lola dan akan kembali ke cafe menunggu Sandy.
Selesai rapat Sandy melajukan mobilnya ke cafe Zain. Dia sudah beberapa kali lewat di depan cafe Zain tapi belum pernah masuk. Sandy tidak menyangka kalau itu adalah cafe milik saudara Nayla, dimana Nayla selalu ada disana.
Pernah satu kali dia akan mampir tapi tiba-tiba mendapat panggilan kalau dia harus meninjau ke lokasi proyek. Kalau saja dari kemarin-kemarin tentu sudah lama dia akan menemukan Nayla.
"Waktu saat itu belum berpihak padaku" gumamnya.
Sandy sudah sampai di cafe Zein. Suara keributan terdengar dari pintu masuk cafe. Mata Sandy mengelilingi keseluruh ruangan cafe dan akhirnya dia melihat Nayla yang sedang mencoba melepaskan tangan seseorang dari rambut Bella yang dibantu Mery.
Langkahnya terhenti melihat kejadian itu mencoba mencari tahu apa yang terjadi sampai akhirnya drama itu selesai dengan perginya wanita yang tadi menarik rambut Bella.
Kini dia hanya tertawa, sungguh cara yang tidak biasa untuk menyelesaikan masalah.
"Bukan menertawakan kalian, tapi cara kalian luar biasa" kekehnya lagi.
"Saya kagum kalian benar-benar bisa bekerja sama dalam hal apapun" lanjutnya.
"Itulah kami Kak" ucap Bella bangga.
Masalah sudah selesai kini mereka harus kembali menyelesaikan pekerjaan yang tertunda.
"Mau coba minuman yang paling enak disini Kak?" Nayla menawarkan pada Sandy.
"Iya, tentu. Tapi pelayannya kamu yaa" goda Sandy sambil tersenyum.
"Kak Sandy mahh nyebelin" Nayla tahu Sandy masih meledeknya tentang kejadian tanpa skenario.
Nayla meneruskan pekerjaanya setelah memesankan minuman Sandy pada pelayan. Sandy sibuk mengecek email yang dikirimkan asistenya.
__ADS_1
"Nay kamu bisa mengirimkan lamaranmu langsung kesini" Sandy menunjukkan alamat elektronik perusahaanya.
"Saya kirim sekarang Kak" ucap Nayla semangat.
"Kamu serius?" Sandy masih merasa heran dengan Nayla.
"Tentu, cari kerja itu susah apalagi yang sesuai bidang kita" jawab Nayla jujur.
"Saya sudah menyiapkan lamarannya dari kemarin" sambungnya.
"Sepertinya bukan hanya karena cari kerja susah, pasti ada hal lain"
"Kak Sandy seperti paranormal" Nayla mengatakan itu, karena sudah dua kali Sandy tahu apa yang ada dalam pikirannya.
Sandy hanya tersenyum. "Begitukah" jawabnya.
Sebenarnya banyak tawaran bekerja dari perusahaan lain, tapi semua diluar Bandung. Nayla merasa dia masih punya tanggung jawab menjaga Putri, karenanya dia memilih tetap di Bandung.
Citra datang mendekat pada mereka, sepertinya pembahasan dengan mantanya sudah selesai. Dia tampak biasa saja. Dilihatnya Mery, Nayla dan Bella sudah mulai sibuk menyelesaikan tugas mereka.
"Sudah selesai Ci?" tanya Bella. Citra hanya menganggukan kepalanya.
"Lalu?" tanya Nayla.
"Biarkan berlalu" jawab Citra.
"Are you ok?" kini Mery yang bertanya sambil merangkul Citra.
"Teletubbies" ucapan Putri membuat mereka berempat melepaskan pelukan. Eza, Putri dan Lola baru saja sampai dan di suguhi pemandangan terharu empat sahabat yang sedang berpelukan.
"Ada apa Tante?" tanya putri.
"Tidak ada apa-apa, kamu benar Put, kami sedang memerankan teletubbies" ucap Citra sambil tertawa. Pelukan ketiga sahabatnya membuatnya kuat kembali.
"Kalian mau pakai mobil Kak Sandy kemana?" Nayla mengalihkan pembicaraan.
"Jalan-jalan dong Mbak, masak di Bandung hanya di rumah aja"
"Kan nggak perlu pake mobil Kak Sandy kalau hanya jalan-jalan, bikin orang repot aja"
"Tidak apa-apa Nay, biar saja" Sandy menengahi perdebatan antara dua saudara itu.
"Kak Sandy aja ngijinin, Mbak Nay nya aja yang berlebihan" Nayla menghembuskan nafas kasar, Eza kalau ada yang ngebela jadi tambah seenaknya, kadang-kadang membuat Nayla kepancing emosi.
"Sudah sana jangan sampai malam, ingat besok kita ke Lembang.
"Lola jadi boleh ikut kan Tante?" tanya Lola.
"Sudah bilang mama?" Nayla balik bertanya.
"Boleh sama mama, kalo perginya sama Tante Nay dan Putri"
__ADS_1
"Kalo gitu jangan sampai kecapean hari ini. Putri juga"
"Iya Tante Nay" jawab keduanya bersamaan.
Sandy sudah memberikan kunci mobilnya pada Eza, pekerjaannya juga sudah selesai hari ini jadi dia sedikit santai. Karenanya tidak masalah kalau mobilnya di pakai Eza.
Eza, Putri dan Lola akan pamit pada Sandy, Nayla Bella dan Mery.
"Tunggu" ucap Mery.
"Za anter mbak Mer ke rumah sakit dulu ya" Eza menganggukan kepalanya tanda setuju.
Zein datang menghampiri semua.
"Maaf aku baru datang sekarang"
"Tidak apa-apa" jawab Bella.
"Aku sudah memeriksa laporannya, sekarang aku tugas dulu" pamit Mery pada Zein.
"Aku antar"
"Aku ikut Eza, kamu bantu mereka saja" jawab Mery sambil berjalan menyusul Eza, Putri dan Lola.
Nayla melanjutkan gambarnya, sedangkan Citra dan Bella memeriksa yang sudah mengajukan lamaran. Sementara Zein berbincang dengan Sandy.
"Sudah selesai" gumam Nayla.
"Kami juga sudah selesai" ucap Citra dan Bella bersamaan.
"Zein coba lihat apa yang masih perlu di perbaiki" Nayla menyodorkan layar laptopnya pada Zein.
"Kereeennnn Nay, kamu benar-benar tau yang aku mau" Zein benar-benar kagum dengan hasil rancangan desain Nayla.
Sandy yang penasaranpun mengambil alih layar laptop yang ada di depan Zein. Benar- benar desain yang luar biasa. Tidak semua desain interior terpikikan untuk membuat sesuatu yang benar-benar unik. Sandy mengagumi hasil karya Nayla.
"Baiklah, bosqu ijinkan para karyawan dadakan ini untuk shopping sekarang" ucap Bella pada Zein dan di senggol oleh Citra sambil mengarahkan mukanya pada Sandy.
"Maaf Kak, kami mau minta antar Nayla buat belanja, karena besok sudah tidak ada waktu lagi" Citra merasa tidak enak, dia tahu Sandy pasti masih ingin bersama Nayla.
"Tidak apa-apa, mungkin hari ini saya bisa jadi supir kalian" tawar Sandy pada ketiganya.
"Ide bagus itu, Kak" Bella yang bersemangat karena dia senang kalau Nayla bisa dekat dengan Sandy. Bella melihat kalau Sandy laki-laki yang baik, dan sudah waktunya Nayla punya pasangan lagi.
"Apa Kak Sandy tidak kembali ke kantor?" tanya Nayla, karena dia tidak mau merepotkan Sandy setelah Eza bikin susah Sandy.
"Pekerjaan saya sudah selesai, jadi tidak ada masalah" Sandy mencoba meyakinkan Nayla.
"Ayo" ajak Sandy sambil mengambil kunci mobil Nayla yang tadi di letakkan Eza di meja dan menarik tangan Nayla mengandengnya keluar.
************************
__ADS_1
Author mohon jangan lupa like dan komentnya 🙏🙏🙏🙏🙏