
"Nay, kamu disini" Mery menyapa Nayla. Hari ini dia sudah mulai sibuk dengan perkuliahan.
"Ya, sudah dari tadi Mer" jawab Nayla.
"Tadi aku lihat Bob baru keluar, kalian tidak pulang bersama?" Nayla hanya diam.
"Akhh aku lupa kalau kamu sudah pindah" Mery menjawab pertanyaannya sendiri.
"Bob, sudah mengakhiri hubungan kami"
"Benarkah?" Mery tidak percaya begitu saja.
"Apa dia sungguh melakukannya?" Mery tidak begitu yakin. Sepertinya terlalu cepat Bob mengambil keputusan.
"Dia mengatakanya" tidak ada kebohongan yang Mery lihat dimata Nayla. "
Tadi dia yang meminta, walau kulihat ada sedikit penyesalan dia mengatakan itu" sambung Nayla.
"Bukankah kamu sudah tahu kalau ini akan terjadi Nay" Nayla mengangguk membenarkan.
"Dan aku yakin kau pasti langsung menyetujui permintaanya" yakin Mery pada Nayla.
"Kau sangat yakin sepertinya" canda Nayla. Kini dia sudah bisa sedikit tersenyum.
"Tentu, karena ini yang kau inginkan" Nayla kembali mengangguk sambil tersenyum.
"Lihatlah, kau baru saja putus tapi bisa tersenyum" ledek Mery.
"Ini membuatku sedikit lega, seakan hilang satu beban di pundak ku" satu sudah berakhir Nayla. Batinnya.
"Lalu kenapa kau seperti tidak bersemangat haa" sentuh Mery pada bahu Nayla.
"Walaupun aku tidak mencintainya tetap saja akan ada yang hilang Mer. Hari-hariku sudah terbiasa dengan kehadirannya" Nayla mendesah.
"Semua akan baik-baik saja, ini yang kau inginkan bukan, kurasa ini lah yang terbaik" Mery meyakinkan Nayla kalau keputusannya untuk melepas Bob sudah benar. Ini untuk kebaikan mereka berdua.
"Kau benar, setidaknya aku tidak perlu memikirkn bagaimana harus menghadapi Bob lagi"
"Aku jadi ingin kenal dengan yang namanya Fenita" Ucap Mery.
"Kenapa?" Nayla tidak mengerti maksud Mery.
"Dia bisa dengan cepatnya membuat Bob yakin mengakhiri hubungannya dengan mu, Nay" Nayla terkekeh mendengar jawaban Mery.
"Bob yang sudah lelah denganku Mer" Nayla berdiri dari tempat duduknya.
"Aku sudah lama disini, aku pulang dulu Mer. Sekarang aku seorang baby sister" ucap Nayla.
"Pengasuh bayi besar" jawab Mery sambil tertawa.
Nayla melangkah keluar dari cafe langsung menuju mobilnya yang terpakir di parkir khusus owner.
"Untung saja aku parkir disini" gumam Nayla melihat ke arah mobil Bob.
...*****...
Sudah satu bulan sejak hari itu Nayla tidak bertemu Bob. Entah kemana laki-laki itu pergi. Seperti angin menghilang begitu saja.
Nayla tidak memberi tahu satupun teman-temannya apa yang terjadi antara dia dengan Bob. Tidak ada satu orangpun di kampus yang tahu kabarnya. Banyak yang bertanya padanya tapi selalu mendapat jawaban yang sama dari Nayla "Tidak tahu"
Nayla sedang duduk di kantin bersana Liana dan Tiara.
__ADS_1
"Apa kamu benar-benar nggak tahu kemana Bob?" tanya Tiara. Nay hanya menggeleng.
"Kamu itu pacarnya Nay, masak nggak tau, apa dia tidak menghubungimu sama sekali?" Tiara kembali bertanya.
"Nay" suara yang sangat dikenalnya memanggil namanya.
"B, kau disini?" tanya Nayla begitu melihat Bob. Mantan kekasihnya itu tersenyum lalu duduk di samping Nayla.
"Bagaimana kabar mu?" tanya Bob sambil merapikan rambut Nayla.
"Seperti yang kau lihat B. Bagaimana dengan mu?" Nayla ingin tahu banyak apa yang dilakukan Bob selama satu bulan ini tapi dia tidak punya hak lagi untuk itu.
"Merindukan orang yang kucintai" jawab Bob. Suaranya terdengar tenang walau sejujurnya Bob gugup bertemu Nayla kembali.
"So Sweet" Ucap Tiara dan Liana bersamaan.
"Bob, kenapa kamu disini? Aku mencarimu. Ayo pulang, urusanku sudah selesai" Devi yang berbicara.
"Hei kamu" tangannya menunjuk pada Nayla.
"kamu jangan coba-coba mengoda Bob lagi. Ingat dia bukan siapa-siapa kamu, tapi tunangan ku sekarang"
"Ohh iya, Bob akan keluar negeri jadi buang-buang jauh keinginanmu untuk kembali padanya, karena orang sepertimu mana mungkin bisa mengejarnya keluar negeri" lanjut Devi ucapnya dengan wajah angkuh.
"Hei, nenek sihir kau pikir Nayla itu orang tidak punya, sombong sekali" balas Liana dengan kesal. Dia tidak terima temannya di hina seperti ini.
"Nay, aku tinggal dulu" ucap Bob. Mengecup pucuk kepala Nayla lalu menarik tangan Devi.
"Bawa jauh-jauh tunanganmu yang sok cantik itu" seru Tiara pada Bob.
Liana dan Tiara binggung apa yang sebenarnya terjadi. Bob sudah lama hilang tiba-tiba datang menyapa Nayla tapi dia bertunangan dengan Devi.
"Nay, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Liana ingin tahu.
"What" ucap Liana dan Tiara bersamaan.
"Kau jahat Nay, Kenapa kau tidak bilang pada kami kalau kau sudah tidak bersama Bob"
"Maafkan aku Li, aku hanya tidak ingin membuat kalian bersedih karena aku" jawab Nayla.
"Sudahlah ayo pulang, aku ingin istirahat" ajak Nayla pada keduanya.
Nayla berjalan kearah parkiran. Dia sudah membuka pintu dan akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba tanganya di tarik seseorang dan memeluknya.
"Sayang, aku merindukanmu"
"B, apa yang kamu lakukan?" protes Nayla sambil berusaha melepaskan pelukan dengan mendorong Bob.
"Aku mohon Nay, biarkan aku memelukmu" pinta Bob.
"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud mengakhiri hubungan kita" Bob mengeratkan pelukannya.
"Lepaskan Bob, kita bisa bicara baik-baik. Ini kampus akan banyak orang yang melihat" Bob menurut dan melepaskan pelukannya pada Nayla.
"Kita Duduk disana" tunjuk Nayla pada sebuah bangku panjang sambil berjalan. Bob mengikuti Nayla, mereka berjalan beriringan.
"Nay.."
"Duduk B"
"Apa yang terjadi selama satu bulan ini?" akhirnya dia menanyakan pertanyaan yang dari tadi ingin dia tanyakan.
__ADS_1
"Aku menyesali yang ku ucapkan pada mu Nay"
"Sepertinya yang kulihat tidak B. Lihatlah sekarang kamu bertunangan dengan Devi?"
"Aku hanya ingin mempermainkannya, karena selama ini dia selalu menghina mu, dia sangat yakin akan mengalahkan mu untuk mendapatkan ku"
"Dan sekarang dia mendapatkan mu"
"Aku hanya ingin membuatnya terbang sebentar, lalu aku akan menghempaskannya" jelas Bob.
"Kenapa kau jahat seperti ini B?"
"Semua kulakukan untukmu Nay"
"Terimakasih tapi aku tidak menginginkannya, aku tidak butuh ini. Aku hanya ingin melihat mu bahagia B"
"Aku ingin kau mendapatkan perhatian dari orang yang mencintaimu, dan itu kulihat ada pada Fenita"
"B, kamu yang memulai hubunganmu dengannya, kamu juga yang harus memperbaiki semua. Jangan biarkan dia pergi"
"Berjalanlah bersama Fenita, jangan sakiti dia"
"Dia akan memberikan apa yang tidak bisa aku berikan padamu B. Percayalah" Nayla meyakinkan Bob
"Kemarin aku tidak sengaja bertemu dengannya di cafe"
Flash back on
"Fenita" sapa Nayla pada seseorang yang sedang duduk di cafe Zein.
"Hai Nayla, kau disini?"
"Iya, aku bekerja disini" jawab Nayla tanpa malu mengenalkan dirinya sebagai pelayan.
"Dimana Bob, kenapa kau hanya sendiri" tanya Nayla.
"Bob? Bukankah dia bersamamu?"
Nayla menarik kursi yang ada dihadapan Fenita dan dia duduk disana.
"Aku sudah tidak besamanya lagi dan sudah hampir satu bulan aku tidak bertemu dengannya" Nayla menjelaskan.
"Kupikir dia bersamamu" lanjutnya.
"Maaf kan aku Nay, tidak seharusnya aku bersamanya waktu itu, sampai kau harus mengakhirinya" ucap Fenita penuh penyesalan.
"Feni, ada tidak adanya kamu diantara kami, kami pasti akan berpisah, sampai sekarang aku tidak bisa mencintainya. Karena itu aku membiarkan kamu dan dia bersama, kulihat ada cinta dimatamu untuknya"
"Kejarlah cintamu Fenita. Maaf aku tidak bisa lama menemanimu, aku harus kembali bekerja, sampai jumpa"
flash back off
"Nay, apa kau akan tetap bersamanya?" tanya Bob.
"Tidak, aku tidak bersamamu dan juga tidak bersamanya"
"Aku menyayangimu Bob dan aku mencintainya, kalian sama-sama berarti bagiku, tapi aku tidak bisa bersama kalian"
"Aku ingin kalian bahagia. Ini sudah menjadi pilihanku"
"Apa kau tidak bisa merubahnya lagi Nay"
__ADS_1
"Tidak B. Ini sudah menjadi keputusanku"
*******************