AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
SEMUSIM TLAH BERLALU


__ADS_3

Bob memberikan buket bunga yang dibawanya kepada Nayla.


"Terima kasih B" ucap Nayla setelah menerima bunga dari Bob.


"Sudah lama tidak bertemu Nay" ucap Bob dan dibalas dengan senyuman oleh Nayla sambil menanyakan kabar Bob.


"Aku baik tapi menjadi tidak baik setelah mendengar kabarmu" jawab Bob.


"Bagaimana kau tahu aku disini?" tanya Nayla.


"Seseorang memberitahu ku?"


"Seseorang? Siapa?" tanya Nayla.


Sementara Sandy hanya diam saja melihat interaksi kedua orang yang ada didepanya tanpa melepaskan genggamanya pada Nayla, seakan menunjukkan siapa dia bagi Nayla kepada Bob.


"Aku datang untuk bicara dengan atasanmu Nay, apa boleh?" Bob tidak menjawab pertanyaan Nayla dia memandang Sandy begitupun Nayla mengalihkan wajahnya menghadap Sandy yang hanya diam lalu kembali mengalihkan pandangannya pada Bob.


"Devi" ucap Nayla. Menjawab sendiri pertanyaanya yang tidak di jawab Bob dan hanya mendapat senyuman dari Bob.


"Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda Pak Sandy, mohon waktunya" ucap Bob mengatakan maksud dan tujuannya selain mengunjungi Nayla.


Sandy menatap Nayla dan mendapat anggukan mengijinkan Sandy berbicara dengan Bob.


"Bicaralah" ucap Nayla pada Sandy.


"Kita bicara diluar" jawab Sandy lalu berdiri dan mengecup kening Nayla.


Bob yang melihat itu memalingkan wajahnya, sampai saat ini perasaan cintanya terhadap Nayla tidak pernah hilang walau dia menerima keputusan Nayla yang hanya ingin berteman.


"Aku pergi sebentar La" ucap Sandy sambil melepaskan gengamannya pada Nayla. Nayla mengangguk dan tersenyum dengan keduanya, dua orang yang sama-sama mencintainya.


Sandy dan Bob kini berada di cafe yang tidak jauh dari rumah sakit. Sebelumnya Sandy menghubungi Mery untuk menemani Nayla di kamar rawat inapnya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Sandy pada Bob.


"Mengenai orang yang menabrak Nayla" jawab Bob yang tidak ingin berbasa basi dengan Sandy.


"Bukan Devi yang menabrak Nayla" lanjut Bob.


"Bagaimana kamu yakin kalau bukan dia?" tanya Sandy ingin tahu.


"Karena dia sedang bersamaku saat itu" jelas Bob.


flash back


"Bob" Devi menangis menemui Bob.


"Ada apa lagi Dev?" tanya Bob pada Devi.


"Ini tentang Nayla Bob. Papa ingin aku mendekati kekasih Nayla"


"Aku tidak bisa, aku sudah berjanji tidak akan mengusiknya lagi" Devi terus menagis di hadapan Bob.


"Aku mengatakan pada papa kalau aku tidak mau melakukannya" sambung Devi yang terus menagis.


"Lalu?" tanya Bob agar Devi meneruskan ceritanya.


"Papa menyuruh sepupuku untuk mencelakai Nayla Bob" Devi melanjutkan kata-katanya yang membuat amarah Bob memuncak

__ADS_1


"Brengsek laki-laki tua itu" ucapnya.


kalau bukan menyangkut Nayla tentu dia tidak akan peduli. Tapi ini Nayla orang yang di cintainya tentu dia sangat marah apalagi mendengar Nayla akan dicelakai.


Ting


Suara notifikasi di HP Devi berbunyi menandakan ada pesan masuk. Devi membukanya, setelah membaca Devi membanting HP nya begitu saja.


Bob mengambil HP Devi yang tepat berada didepannya. Dibacanya pesan yang masuk dari Pak Gunawan yang mengabarkan kalau sepupunya sudah menabrak Nayla dan menyuruh Devi bersiap-siap untuk bertanggung jawab.


Bob merapatkan giginya dan mengepalkan tanganya menahan amarah mendengar Nayla telah berhasil di celakai mereka.


"Bob mereka menggunakan mobil yang biasa aku pakai untuk aksi mereka agar aku yang menjadi tersangka Bob" ucap Devi lirih.


Devi merasa takut, dia tidak tahu harus meminta tolong pada siapa, karena itu dia meminta bantuan pada Bob karena dia yakin Bob akan membantunya karena ini berhubungan dengan Nayla.


"Bob, setelah aku di penjara pihak Sandy akan lengah, menganggap ini sudah selesai" ucap Devi melanjutkan ceritanya.


"Sedangkan papa akan mengirim sepupuku yang akan mengantikanku tanpa di sadari mereka"


"Bob, apa yang harus aku lakukan?"


Bob menyerahkan rekaman CCTV saat dia berada di cafe bersama Devi sebagai bukti Devi tidak bersalah dan memberikan isi pesan yang dikirim pak Gunawan untuk Devi pada Sandy.


"Aku sudah melakukan apa yang harus ku lakukan" ucap Bob.


"Untuk apa kau membantuku?" tanya Sandy merasa heran Nayla dan Bob sama-sama membela Devi.


"Untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, agar kau tidak salah membuat keputusan dan untuk kebahagian Nayla" jawab Bob sambil berdiri.


"Terima kasih sudah menjaga dan membuat Nayla bahagia" lanjutnya dan pergi meninggalkan Sandy.


Sementara itu Dewa mengendarai kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata. Wajahnya menampakkan amarah. Dia melajukan kendaraannya ke tempat dimana Devi biasa menghabiskan waktunya.


"Jelaskan kenapa kamu sampai tega melaukan ini pada Nayla" bentak Dewa pada Devi.


"Bukan aku Wa yang melakukannya, aku bersumpah, papa menjebakku seakan-akan aku yang melakukanya" jelas Devi pada Dewa.


"Kamu pasti bekerja sama dengan papa mu" ucap Dewa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Devi.


"Kau bisa bertanya pada Bob kalau aku benar-benar tidak melakukanya, karena saat kejadian itu aku sedang bersama Bob"


"Aku bisa memberikan buktinya"


"Kau masih berhubungan dengan Bob?" tanya Dewa.


Devi tidak menjawab apa yang ditanyakan Dewa. Dia mengeluarkan HP nya dan menunjukkan pesan yang dikirim Pak Gunawan.


Dewa membaca isi pesan itu lalu melepaskan cengkramannya pada Devi.


"Laki-laki tua itu selalu saja menyusahkan banyak orang" gumanya.


Setelah meninggalkan Sandy, Bob kembali keparkiran rumah sakit dan masuk ke dalam kendaraanya. Melirik ke bangku penumpang yang kosong lalu menghembuskan nafas kasar.


Bayangan Nayla duduk disisi penumpang seakan nyata. Setelah bertemu Nayla kembali membuat Bob mengingat masa-masa dia bersama Nayla. Bob menyalakan mesin kendaraanya menginjak pelan gas dan perlahan menjauh dari rumah sakit.


Bob menyalakan radio yang ada di kendaraanya untuk menemani sepinya dan ingatannya tentang Nayla.


Terdengar suara penyiar yang membacakan request lagu dari pengemar sedikit meramaikan suasana didalam kendaraanya.

__ADS_1


Intro musik terdengar sangat harmoni. Bob menikmati setiap nada yang ada. Perlahan suara sang penyanyi mulai terdengar


Semua tlah terjadi


Cintaku telah pergi


Dan kini, ku sendiri


Tanpa dirimu lagi


Tak mudah menangis


Cerita indah....


Suara Marcell yang menyanyikan lagu semusim dirasakan Bob mengambarkan apa yang dia rasakan. Tanpa disadari dia ikut menyayikannya.


Semusim tlah ku lalui


Tlah ku lewati


Tanpa dirimu


Tetapi.... bayang wajahmu


Masih tersimpan dihati


Tak pernah kubayangkan


Kau putuskan cintaku


Ku coba tuk lupakan


Semua tentang dirimu


Tak mudah... bagiku....


Melupakanmu....


Bob menepikan kendaraanya, lagu semusim yang dibawakan Marcell sangat menyayat hatinya. Kini dia kembali menangis seperti saat dia berpisah dengan Nayla. Satu tahun yang berlalu tidak dapat mengobati lukanya. Bob kembali mengutuki kebodohannya.


Tok... tok...


Seseorang mengetuk kaca mobilnya. Bob melihat ke sekitar, tanpa disadarinya dia sudah sampai di depan kantor Fenita.


"Masuklah" ucapnya setelah membuka kaca mobilnya.


Fenita yang melihat mata Bob yang merah tampak habis menangis merasa heran. Sudah lama Bob tidak seperti ini.


"Ada apa Bob?" tanya Fenita.


"Tidak ada" jawab Bob singkat.


"Apa ada masalah dengan Nayla?" tanya Fenita yang langsung menebak apa yang terjadi dengan Bob.


"Mengapa kau bertanya seperti itu?" sanggah Bob pertanyaan Fenita.


"Aku sangat tahu apa yang bisa membuatmu seperti ini" ucap Fenita lirih.


Bob tidak memperdulikan apa yang di ucapkan Fenita. Satu tahun dia bersama Fenita hanya untuk mengikuti apa yang diinginkan Nayla.

__ADS_1


****************************


Terima kasih sudah mampir di karya author tinggalkan jejak kalian dengan like dan komen. 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2