
Sambil menikmati minuman hangat dan makanan ringan mereka bercanda ria dan tertawa bahagia. Tentu saja Putri dan Lola yang jadi bahan candaan dan tertawaan mereka.
Zein dan Mery berdiri meninggalkan tempat duduk menyusul Citra dan Bella yang asik bersua foto. Sementara Putri, Lola dan Eza sudah pergi terlebih dahulu entah kemana.
Kini tinggal Nayla dan Sandy yang tersisa di bangku tempat duduk mereka. Nayla merasa tidak nyaman kalau hanya berdua seperti ini. Jujur dia sangat gugup, sudah lama dia tidak duduk berdua sedekat ini dengan lawan jenis.
"Kak, kita susul mereka" ajak Nayla pada Sandy yang langsung berdiri dan berjalan untuk menghilangkan kegugupannya.
Sandy yang melihat Nayla sudah berjalan terpaksa mengikutinya. Dia melangkah cepat untuk mengejar Nayla agar bisa berjalan beriringan.
Dari jauh Nayla melihat Zein dan Mery sedang berfoto mesrah dan yang bertidak sebagai photographer mereka adalah Citra dan Bella.
"Hei, apa kalian sedang foto prewed" teriak Nayla dari kejauhan.
"Ayo Nay kita foto bersama" panggil Bella. Nayla langsung mengangguk menyetujuinya.
"Ayo Kak kita kesana" ucapnya pada Sandy dan tanpa dia sadari kalau dia menarik tangan Sandy.
Sandy yang tidak menyangka apa yang dilakukan Nayla tentu langsung membalas dan menggengam tangan itu dengan erat.
Deg.
Itu membuat Nayla tersadar kalau tangannya bergenggaman dengan Sandy. Spontan dia melepaskan genggaman itu.
"Maaf Kak, saya tidak sengaja" ucapnya sambil berlari mendekat pada Citra dan Bella, tentu saja untuk menghindari kegugupannya.
Tanpa Nayla sadari kalau wajahnya sudah berubah merah karena malu. Tentu saja Citra yang selalu berperan menggoda tidak bisa diam melihat kejadian itu.
"Cie, cie, ada yang mukanya merah kebakar api asmara" godanya pada Nayla.
"Citra, apaan si kamu, kedengeran orang nya nggak enak tau"
"Kalau iya kenapa si Nay" timpal Bella.
"Baru dipegang tangannya aja udah kayak kepiting rebus, gimana kalau...." Nayla membungkam mulut Citra dengan tangannya.
"Udah akhh ayo foto" ajaknya agar kedua sahabatnya itu berhenti menggodanya.
Kini mereka berselfie bertiga. Cekrek, cekrek. Tanpa disadari dari jauh Sandy juga mengabadikan foto mereka.
"Tunggu" teriak Mery.
"Kok aku di tinggal sihhh, nggak setia kawan" kesalnya.
"Udah nggak usah marah, ayo sini" panggil Bella.
"Zein, tolong fotoin" Mery meminta pada Zein.
Mereka sibuk berpose ala model. Zein yang sibuk mengikuti kemauan mereka dan Sandy yang ikut mengabadikan momen kebersamaan itu.
Dari jauh Putri dan Lola yang melihat mereka mendekat dan ikut berfose.
__ADS_1
"Om Sandy, fotoin" ucap Lola yang sudah berada diantara Putri dan Nayla. Mendengar namanya di panggil Sandy mendekat dan melakukan apa yg di pinta Lola.
Sudah puas foto bertiga dengan berbagai gaya kini Lola meminta Sandy yang berfoto berdua Nayla. Tentu saja Nayla yang tahu itu menolak.
"Om gantian, sini hp nya, sekarang Om foto sama Tante Nay" ucap Lola.
"Lola, Tante Nay nggak mau" tolak Nayla.
"Nggak apa-apa Tante, buat kenang-kenagan" jawab Lola.
Kini dia sudah berdiri berdua Sandy berfose mengikuti keinginan sang photographer Lola dan Putri.
"Tante Nay, Om Sandy jangan jauhan fotonya" Lola menghampiri mereka membuat kedua pasangan itu berfose semesrah mungkin.
Cekrak, cekrek. Lola yang mengatur gaya dan Putri yang mengabadikan.
Nayla semakin gugup saat Lola meminta Sandy merangkul bahunya. Dug... dug... dug. Jantung Nayla berdetak kencang. Di tengah kegugupannya tiba-tiba Nayla akan terjatuh dan kepalanya bersandar pada dada Sandy. Putri yang melihat itu tidak lupa mengabadikannya.
"Sempurna" ucapnya.
Kini Sandy sedang memeriksa hasil foto yang ada di telepon selularnya. Dia tersenyum sendiri melihat hasil fotonya yang bersama Nayla.
"Kak kenapa?" tanya Nayla
"Jelek ya?" tanyanya.
"Bagus kok" tanpa mengalihkan pandangannya dari telepon selularnya.
"Kak Fotonya dihapus saja" ucapnya. karena dia mencoba menghapus sendiri tapi tidak bisa. Karena harus menggunakan kata sandi untuk melakukan itu.
"Kenapa?" tanya Sandy.
"ini bagus" sambungnya.
"Hapus saja kak, nanti kalau pacar kakak yang buka dan melihatnya akan salah faham" jawab Nayla.
"Tidak akan salah faham" ucap Sandy.
Nayla meninggalkan Sandy begitu saja. Entah kenapa ucapan Sandy membuatnya tidak nyaman dan kecewa.
"Sudah punya pacar, kenapa juga mau foto berdua" gumam Nayla yang masih bisa didengar Sandy.
"Siapa yang punya pacar?" tanya Sandy. Nayla terkejut ternyata Sandy mengikutinya.
"Bukan siapa-siapa" ucap Nayla sambil membuang muka karena malu.
Acara berfoto dan berselfi sudah selesai. Kini mereka sedang menuju arah pulang karena sebentar lagi langit mulai gelap.
Benar saja Sandy menepati janjinya pada Eza. Kini Eza yang mengendarai mobil sport itu sampai di kediaman Nayla.
"Kak Sandy, Lola masuk dulu. Ini sudah magrib tidak baik di jalan" ajak Nayla pada Sandy dan Lola.
__ADS_1
Semua sudah selesai sholat dan duduk di ruang keluarga. Sandy dan Lola akan pamit tapi diminta bunda Aisyah untuk makan malam bersama.
"Jangan menolak permintaan bunda Aisyah" ucap ayah Dimas pada Sandy. Sandy hanya mengganggukan kepalanya, dia tidak bisa menolak.
Sandy melihat kedekatan keluarga Nayla. Bahkan sahabat-sahabat Nayla pun sangat dekat dengan keluarganya.
Nayla sedang mengendong baby Dafa, karena kak Asizah membantu bunda Aisyah menyiapkan makanan bersama Citra Bella dan Mery. Sandy melihat sungguh Nayla sangat pintar mengasuh baby Dafa. Bayi itu mulai terpejam dengan ayunan gendongan Nayla yang sambil bersholawat.
Sandy tersenyum melihat Nayla. Tentu saja dia jadi perhatian kak Adam yang sedang duduk bersamanya.
Kini mereka sudah duduk rapi di meja makan. Bunda menyuruh Nayla mengambilkan makanan buat Sandy.
"Mbak Nay, nak Sandy diambilkan nasi dan lauknya" ucap bunda Aisyah.
Nayla yang dari tadi sudah Dag, Dik, Duk karena Sandy duduk di sampingnya semakin gugup. Sandy yang tahu itu merasa tidak enak.
"Biar saya ambil sendiri saja Tante" jawabnya.
Nayla sedikit lega, kini acara makan sudah selesai tapi mereka masih mengobrol di meja makan. Hanya ayah Dimas yang meninggalkan tempat duduknya diikuti oleh bunda.
Nayla akan berdiri tapi tiba-tiba tangannya di genggam Sandy. Dia melihat kearah Sandy.
"Saya pamit" Ucap Sandy sambil tersenyum. Nayla hanya mengangguk dan melepaskan tangannya dari genggamam Sandy.
"Lola ini sudah malam, ayo pulang" ajak Sandy pada Lola. Lola mengangguk tanda setuju. Sandy pamit pada semuanya begitu juga Lola.
"Lola salam buat mami Nia sama Oma Rita yaa" ucap Nayla sambil memeluk Lola.
Deg
Sandy mendengar apa yang diucapkan Nayla. Bahkan mami pun sudah kenal dengan Nayla batinnya.
"Iya Tante Nay, nanti Lola sampaikan" jawab Lola setelah Nayla melepaskan pelukannya pada Lola.
"Kak Sandy, besok boleh pinjam mobilnya" tanya Eza tiba-tiba. Langsung membuat Nayla dan bunda Aisyah berteriak.
"EZA" ucap mereka bersamaan.
"Tidak apa-apa kok tante, saya memang sudah janji" jawab Sandy.
"Jangan diikuti maunya Eza nak Sandy" kata bunda.
"Dan jangan panggil Tante semua memanggil Bunda" lanjut bunda Aisyah kata-katanya.
"Iya bunda, saya pamit" pamit Sandy pada bunda Aisyah.
"Nay" lanjutnya. Nayla hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Mari semuanya" pamit Sandy pada yang lain.
******************
__ADS_1
Mohon like dan koment nya 🙏🙏🙏🙏🙏