
Nayla baru saja memarkirkan kendaraanya. Hari ini dia ijin pada Ine kalau dia akan sedikit terlambat datang ke kantor, karena dia harus menemui guru Putri terlebih dahulu di sekolah.
Nayla sudah menceritakan pada Ine dan yang lain kalau dia tinggal berdua dengan keponakkannya yang jadi tanggung jawabnya.
Nayla berjalan menuju pintu loby kantor. Dia membalikan badan saat seseorang memanggilnya. Orang yang sangat dia kenal dan sangat membuatnya marah kini ada di hadapannya.
"Aa Dewa" ucapnya.
"Apa kabar Nay?" tanya Dewa.
"Baik" jawab Nayla tanpa banyak basa-basi.
Dewa berjalan beriringan dengan Nayla masuk ke dalam loby. Di saat bersamaan Sandy dan Alex baru saja keluar dari lift. Sandy dengan muka dinginnya melihat Nayla yang berjalan bersama seorang pria bertanya-tanya dalam hati.
"Aa Dewa saya duluan ya, sudah terlambat" ijin Nayla pada Dewa karena melihat Sandy dan Alex yang berjalan keluar lift.
"Kamu kerja disini" tanya Dewa sambil berteriak.
Nayla hanya mengangguk sambil berjalan menuju lift berpapasan dengan Sandy dan Alex. Nayla menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat. Sedangkan Sandy tetap dengan muka dinginnya.
Dalam hati Sandy ingin memeluk kekasihnya itu, tapi keadaan tidak mengijinkan. Mukanya yang dingin semakin kesal tidak bisa melihat senyum manis Nayla.
Alex yang melihat Sandy sangat mengerti apa yang dirasakan bos yang juga sahabatnya itu hanya menahan senyum. "Salah sendiri bersandiwara" batinya.
Sedangkan Nayla hanya bisa senyum-senyum sendiri saat di dalam lift. Dia sangat tahu Sandy pasti sangat kesal kalau sudah berakting seolah-olah mereka tidak kenal seperti tadi.
"Maaf terlambat" ucap Nayla pada semua yang sudah berada di meja rapat. Nayla meletakkan tasnya dan menggambil berkas yang akan di bahas hari ini.
"Selamat pagi menjelang siang"
Semua yang sudah berada di meja rapat memalingkan wajah pada pemilik suara.
"Hai bro" ucap David yang langsung adu tos.
Nayla melihat yang datang ternyata Dewa langsung pura-pura tidak melihat. Sedangkan Ine langsung memalingkan wajahnya, dia tidak suka dengan kehadiran Dewa.
Melihat tempat kosong di samping Nayla Dewa langsung duduk di dekat nya yang mendapat sorotan tajam dari Ine.
"Kamu kerja di sini Nay" tanya Dewa yang langsung mendapat tatapan heran dari semua yang hadir disana.
"Aa Dewa ada apa disini" tanya Nayla yang penasaran, karena dia melihat sepertinya semua sudah kenal Dewa.
"Kerja dong, mau apa lagi" ucapnya. David dan Ine yang melihat kedekatan Dewa dan Nayla terkejut.
__ADS_1
"Kalian sudah kenal?" tanya David dan di tanggapi Dewa dengan senyum.
"Jangan lo apa-apain dia, kalo nggak berurusan sama gue" bisik David pada Dewa, yang curiga dengan Dewa. Karena dia tahu temannya ini laki-laki seperti apa.
"Gimana tidak kenal kang, kan calon kakak ipar yang nggak jadi" Nayla berkata sambil menyindir Dewa yang sudah menyakiti Shinta. Sementara Dewa yang tahu kalau disindir Nayla hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu adiknya Shinta, Nay?" tanya David.
"Adik sepupu" jawab Nayla dan mendapat jawaban ohh dari David dan yang lain.
"Akhhh pantasan aja kayak yang pernah lihat kamu" ucap David yang menginggat pernah bertemu Nayla saat bersama Shinta dan Dewa.
"Minggu depan Shinta akan menikah, kemarin aku udah terima undangannya" ucap Ine. Dewa yang mendengar hanya menunjukkan muka kecewa. Dia juga sudah dengar kabar itu dari teman-temannya yang dulu satu kampus.
"Teh Ine juga kenal teteh Shinta?" tanya Nayla pada Ine.
Ine mengiyakan pertanyaan Nayla. Dia memang tidak satu kampus dengan Shinta tapi sering bertemu di acara perlombaan antar kampus yang menjadikan mereka cukup dekat karena sering kerja bareng.
"Aa Dewa keterlaluan" ucap Nayla kesal.
Dia ingat Shinta yang benar-benar hancur saat memutuskan hubungannya dengan Dewa.
"Kenapa Aa Dewa tega seperti itu, bukan kah Aa Dewa tahu teh Shinta itu seperti apa. Dia memang mudah mengagumi pria, tapi hanya mengagumi sesaat. Hatinya tetap milik Aa Dewa" jelas Nayla pada dewa.
"Selama ini Aa Dewa yang sering jalan bersama banyak wanita tanpa sepengetahuan teh Shinta, itu yang namanya selingkuh"
Yang lain hanya diam mendengarkan seakan mengerti, membiarkan Nayla mengeluarkan kekesalannya pada Dewa.
"Saya tahu seperti apa Aa Dewa, tapi saya tidak pernah memberi tahu teh Shinta, karena saya pikir hanya sebatas jalan atau makan bersama"
"Sungguh tidak menyangka kalau Aa Dewa ternyata sampai tidur dengan mereka, bagi wanita ini kesalahan yang tidak bisa di maafkan "
Nayla sudah lama ingin bicara dengan Dewa, ingin mengeluarkan ke kecewaannya. Sekarang kesempatan itu ada walau di depan orang banyak.
"Teh Shinta hampir bunuh diri melihat Aa Dewa seperti itu di depan matanya" Nayla berhenti bicara, matanya mulai berkaca ingatanya kembali saat kejadian Shinta akan mengakhiri hidupnya.
"Untung saja ada Putra dan Bang Koko saat itu yang menyelamatkan teteh" kini air mata nayla sudah mulai menetes. Ine yang melihat Nayla menangis menenangkannya.
"Sudah tidak usah diteruskan" ucap Ine.
Ine mengerti apa yang dirasakan Nayla. Dia tahu bagaimana hancurnya Shinta setelah tahu kalau Dewa suka tidur dengan banyak wanita yang di kencaninya. Sebagai teman Ine jadi ikut membenci Dewa apalagi Nayla sebagai saudara pasti benar-benar kecewa dan marah.
"Sekarang dia menyesal" ucap David memojokkan Dewa.
__ADS_1
"Penyesalan tidak ada gunanya" balas Ine.
"Tapi saya bersyukur sekarang teteh Shinta mendapatkan calon suami yang benar-benar bisa menjaga dan mencintainya" Nayla meneruskan kata-katanya.
"Laki-laki tuh begitu, sama saja. Nafsu yang di utamain" ucap Sofi yang dari tadi hanya menyimak.
Tidak semua laki-laki....
Bersalah pada mu
Contohnya aku
Mau Mencintaimu
Tapi mengapa... engkau masih ragu
Fian mejawab ucapan Sofi sambil bernyanyi, membuat yang lain jadi tertawa, karena meraka tahu sudah lama Fian menyukai Sofi tapi tidak pernah ditanggapi oleh Sofi.
"Udah sekarang kita kerja" perintah Ine.
David meminta Dewa datang ke kantornya karena Dewa minta di buatkan denah dan desain untuk tempat usahanya yang baru. David minta Dewa menjelaskan sendiri apa yang di inginkan Dewa kepada tim kerjanya.
Ine yang sudah tahu tujuan Dewa datang langsung meminta Dewa mengatakan bangunan dan interior seperti apa yang diinginkannya.
Nayla walaupun sangat kesal dengan Dewa tapi dia harus profesional membedakan masalah pribadi dengan pekerjaan.
Sementara itu di tempat lain, Sandy dan Alex bertemu rekan bisnis mereka Reyhan yang juga sahabat mereka. Reyhan memberikan undangan pernikahannya yang akan dilaksanakan minggu depan pada kedua sahabatnya itu
"Selamat ya bro, nggak nyangka ternyata kamu duluan diantara kita yang akan ke pelaminan" ucap Alex.
"Terima kasih, semua berjalan begitu saja. Walau kami di jodohkan tapi kami merasa cocok" Ucap Reyhan yang memang pernikahannya karena dijodohkan mamanya dengan keponakan teman mamanya.
"Jadi kapan kalian akan menyusul" tanya Reyhan pada kedua sahabatnya itu.
"Secepatnya" Sandy yang menjawab.
Rayhan mendengar jawaban Sandy tersenyum senang karena dia tahu sahabatnya ini sudah lama menutup hatinya. Dia pikir Alex yang duluan menyusulnya tapi ternyata Sandy yang sudah punya pasangan.
"Jadi penasaran sama calon istri kamu ndy, tu cewek pasti hebat banget bisa mencairkan es yang ada dihati kamu" ungkap Reyhan.
"Nanti ku ajak di pesta pernikahannmu" jawab Sandy, dan mendapat persetujuan dari Reyhan.
***********************
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir di karya Author