AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
NAYLA ANGRAINI WIRAGUNA HARLEY


__ADS_3

Semua keluarga kedua mempelai sudah bersiap di hotel Harley dimana Pesta pernikahan Zein dan Mery diadakan. Khusus keluarga dan sahabat mengenakan pakaian yang senada yang disiapkan oleh bunda Aisyah.


Sedikit berbeda dengan keluarga dan sahabatnya, bunda Aisyah menyiapkan rancangan yang special untuk Nayla dan Sandy walau warna yang digunakan senada dengan saudara dan sahabatnya.


Pakaian yang dikenakan Nayla seperti pakaian seorang princess kerajaan. Wajahnya terlihat sangat cantik dengan hiasan mahkota kecil dikepalanya.


"Cantik" ucap MUA yang menghias Nayla, walaupun makeupnya sangat sederhana seperti keinginan Nayla.


"Terima kasih Mbak" ucap Nayla setelah melihat hasil makeup diwajahnya seperti yang dia inginkan yaitu natural.


Tamu-tamu satu persatu berdatangan. Tidak sedikit tamu yang di undang kedua pihak keluarga. Zein dan Mery sendiri mengundang semua teman mereka saat SMU kecuali mantan Zein dan mantan Mery. Mereka berdua tidak ingin merusak hari bahagia mereka.


Seperti sebuah reuni, teman-teman Mery dan Zein saling bertegur sapa karena sudah lama tidak bertemu. Salah satu dari mereka mencari Nayla, dia yakin Nayla akan hadir di pesta ini karena Mery adalah sahabatnya.


Sedangkan yang dicari belum ingin menampakkan diri. Nayla bersama Citra dan Bella masih menemani Mery yang masih di pasangkan akseoris di kepalanya.


"Mer, kamu cantik sekali malam ini" ucap Citra setelah Mery selesai dirias. sedangkan yang di puji hanya tersenyum.


"Kamu juga cantik Ci" ucap Bella.


"Soalnya udah ada ayang bebeb" jawab Nayla menggoda Citra.


"NAYLA" Citra meninggikan suaranya menatap tajam Nayla.


Citra malah ditertawakan oleh ketiga sahabatnya. Belum puas ketiga sahabat itu menggoda Citra mereka sudah diminta untuk bersiap, karena pengantin akan segera memasuki tempat pesta.


"Ayo bersiap untuk keluar, tamu sudah banyak yang hadir" ucap WO yang menggurus pesta malam ini.


Citra dan Bella ditemani Alex dan Roy berbaur dengan tamu yang lain. Sementara Nayla tidak bisa bersama kedua sahabatnya itu. Dia duduk bersama Sandy dan keluarganya ditempat khusus yang sudah disiapkan panitia sesuai petunjuk pimpinan hotel yang diperitahkan Kak Heru untuk mengurus segalanya.


Mery dan Zein berjalan beriringan masuk kedalam ruangan dimana pesta pernikahan mereka diadakan. Diikuti kedua orang tua mereka dan saudara kandung dari keduanya. Senyum merekah dari keduannya. Mery benar-benar terlihat sangat cantik dengan mahkota di kepalanya dan gaun penganti rancangan bunda Aisyah menambah kesempurnaan penampilannya malam ini.


Tidak sedikit teman yang bertanya dimana Nayla berada pada Citra dan Bella. Karena dimana ada kedua sahabatnya itu pasti akan ada Nayla.


Citra berbisik pada Bella saat dia melihat seseorang yang sangat dia kenal berada di pintu masuk. Bella ikut melihat kearah yang dibisikan Citra.


"Kak Nuno" ucap Bella.


"Bagaimana Bel?" tanya Citra yang takut Nayla bertemu Nuno.

__ADS_1


"Nayla di tempat khusus, ada Kak Sandy juga, tidak perlu khawatir" jawab Bella menenangkan Citra.


Sementara di panggung Kak Heru sudah diminta untuk memberikan kata sambutan sebagai Ceo Harley Sanjaya.


"Kamu siap La?" tanya Sandy pada Nayla setelah Heru berdiri dan berjalan ke panggung.


Nayla hanya mengangguk. Dia harus siap, dia tidak ingin kejadian tadi siang terulang lagi. Sandy dipermalukan kliennya karena menjalin hubungan dengannya yang hanya seorang karyawan.


"Sandy apa kabar?" seorang wanita menyapa Sandy.


Wanita itu mendekati Sandy dan Nayla. Melihat tangan Sandy yang menggengam tangan Nayla, dia tersenyum mengejek.


"Hei, bukankah kamu yang mendesain interior rumahku?" ucap wanita yang ternyata mengenal Nayla sebagai karyawan Sandy.


Nayla dan Sandy hanya diam tidak menanggapi ucapan wanita itu.


"Aku tidak mengira seorang ceo sekelas Sandy yang terkenal dingin dengan wanita hanya memilih karyawannya sebagai kekasih" ucap wanita itu mengejek Nayla.


Sandy ingin marah dengan wanita itu, namun ditahan Nayla. Akhirnya dia hanya mengajak Nayla pergi menjauhi wanita itu dengan kesal.


Nayla yang merasa bersalah pada Sandy meyakinkan dirinya kalau dia memang harus mengungkapkan jati dirinya agar dilihat pantas bersanding dengan Sandy.


"Nayla Angraini Wiraguna Harley" sebagai putri pertama dari keluarga Harley.


Layar lebar yang ada di dekat panggung hiburan dan di beberapa sudut ruangan menampilkan foto-foto Nayla, mulai dari bayi hingga foto saat ini.


Para tamu menatap pada layar besar yang ada di hadapan mereka. Bagi yang mengenal Nayla menatap tidak percaya. Ada yang kagum dan ada juga yang malu karena kelakuan mereka sendiri.


Kini di layar sudah menampilkan Nayla dan Sandy bersama keluarga ayah Dimas yang duduk di ruangan khusus. Mereka memang tidak dijinkan bergabung dengan yang lain untuk kelangsungan acara ini.


Heru dari panggung memperkenalkan Sandy Hans Wijaya Ceo dari perusahaan Wijaya sebagai calon suami Nayla.


Teman-teman sekolah Nayla yang hadir baru menyadari kalau mereka berteman dengan seseorang yang hebat. Penampilan Nayla yang sederhana benar-benar telah menipu mereka.


Rino yang sejak datang mencari Nayla hanya bisa terdiam menatap wajah Nayla yang tersenyum bahagia bersama Sandy.


Sedangkan Nuno tampak menghela nafas panjang. Selama ini pun Nayla tidak pernah memberitahunya kalau dia putri dari keluarga Harley. Tapi dia bahagia, Sandy memang pantas untuk Nayla.


Silvia yang juga tidak menyangka kalau Nayla adalah putri keluarga Harley melirik suaminya. Dia ingin tahu ekspresi wajah suaminya itu.

__ADS_1


"Apa mas Nuno sudah tahu semua ini" batinya saat melihat Nuno tersenyum bahagia.


Acara kembali ke pesta pernikahan Zein dan Mery setelah Heru memperkenalkan Nayla dan menutup kata sambutannya.


Acara memperkenalkan Nayla sebagai putri keluarga Harley yang diliput media langsung tersebar. Alex sebagai asisten Sandy langsung mengecek media yang menyampaikan berita terbaru ini.


Nayla yang masih di dalam ruangan tidak ingin keluar walau dia sudah di ijinkan ayah Dimas dan Adam untuk menyapa teman-temannya.


Ayah Dimas di temani bunda Aisyah menyapa kolega-koleganya. Begitu juga Adam dan istrinya menyapa teman dan koleganya. Putri yang tadi bersama mereka juga sudah berbaur dengan para tamu sambil mengandeng adiknya. Tinggalah Nayla yang di temani Sandy masih belum siap menyapa teman-temannya.


"Hans kalau kau ingin keluar, keluar lah" Ucap Nayla.


Sandy hanya tersenyum menanggapi permintaan Nayla. Bagaimana mungkin dia keluar sendiri meninggalkan Nayla.


"Aku ingin menemui mama dan papa" ucap Nayla.


"Tapi aku belum berani kalau banyak pertanyaan dari media" lanjutnya lagi.


"Kamu harus membiasakanya, ayo ada aku" ajak Sandy sambil mengecup pucuk kepala Nayla.


Nayla akhirnya mau mengikuti ajakan Sandy, setelah memikirkan kalau tidak sekarang besokpun akan menghadapi hal yang sama.


Benar saja seperti yang di perkirakan Nayla, begitu pintu dibuka para pecari berita telah menunggu mereka. Para penjaga yang disiapkan Heru menghalau mereka, tapi tidak membuat mereka berhenti bertanya.


"Teman-teman semua, nanti akan ada waktu untuk tanya jawab, sekarang biarkan kami menemui para tamu" ucap Sandy sambil mengajak Nayla berjalan menjauh dari para pencari berita.


Mereka berdua berjalan bergandengan tangan saling menggenggam erat. Tersenyum dan menundukkan kepala saat ada yang menyapa. Kehadiran mereka menarik perhatian para tamu yang berpapasan dengan mereka.


"Nayla" seseorang memanggilnya. Nayla merasa pernah mengenal suara yang memanggilnya itu.


"Mbak Silvia" ucapnya saat melihat siapa yang memanggilnya dan melihat pada perut Silvia yang sudah terlihat membesar.


**************************


Terima kasih sudah mampir di karya author, tinggalkan jejak dengan like dan koment 🙏🙏🙏🙏🙏


Terima kasih juga untuk pembaca yang sudah memberikan vote, hadiah, koment dan like, apapun itu sudah jadi semangat buat author tetap menulis.


Selamat Idul Adha 1442 H. 10 Dzulhijjah 1442H / 20 Juli 2021 M

__ADS_1


__ADS_2