AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
63. DENGAN TANGAN TERBUKA


__ADS_3

Citra masih sibuk dengan kertas-kertas yang berserakan di mejanya, dia ingin ijin untuk pulang lebih awal namun tidak enak dengan yang lain. Ine dan timnya hari ini tidak ada yang pergi ke proyek, semua menyelesaikan pekerjaan mereka di ruangan.


Alex hari ini berencana mengajak Citra untuk menemui orang tuanya, meminta restu untuk menikah. Citra dan Alex sudah memantapkan hati mereka untuk menikah bulan depan. Keluarga Citra menerima Alex dengan sangat baik, walaupun dia sudah berstatus duda.


"Bunda" Suara Dea terdengar dari depan pintu dan membuat yang ada di ruangan saling memandang.


"Anak siapa itu" ucap David spontan.


Citra yang menyadari kalau itu suara Dea langsung berdiri dan membukakan pintu. Dea yang melihat Citra langsung memeluk bundanya.


"Kami ada keperluan dengan Om Sandy, jadi Dea kami ajak sekalian tante" Putri yang berdiri di pintu bersama Lola menjelaskan mengapa Dea datang keperusahaan Wijaya.


"Ayo masuk" Citra mengajak ketiganya masuk dan duduk di kursi yang biasa mereka lakukan untuk meeting. Citra mengenalkan Dea sebagai putrinya, sementara Putri dan Lola sudah sangat dikenal mereka semua yang ada disana saat mereka bertemu di rumah sakit.


Semua yang berada di ruangan dibuat terkejut, tidak menyangka kalau Citra sudah mempunyai seorang putri. Seketika Sofi tersenyum, selama ini dia salah menduga.


"Makanya jangan cemburu buta" bisik Ine yang melihat Sofi merasa lega.


"Ayo Putri, kita ke ruangan Om Sandy" Lola mengajak putri ke ruangan Sandy yang berada di lantai paling atas.


"Dea ikut nggak?" Lola mengajak Dea untuk ikut bersama mereka.


"Dea sama bunda atau ikut Teh Lola dan Mbak Putri ke tempat Om Sandy?" tanya Citra menawarkan Putrinya pilihan.


"Da Bunda" ucap Dea saat dia memutuskan untuk ikut Putri dan Lola.


"Cantik bunda jangan nakal ditempat Om Sandy ya" pesan Citra saat Dea menciumnya.


"Mengapa banyak sekali kejutan akhir-akhir ini" ucap David.


"Untung saja aku belum jatuh cinta padamu" lanjut David menunjuk Citra.


Citra hanya tersenyum menanggapi ucapan David. Dia sudah tahu seperti apa David dari Nayla.


Citra menyelesaikan pekerjaanya lalu membereskan kertas yang berserakan di mejanya dan merapikan semua. Dia sudah bersiap untuk pulang dan berpamitan pada Ine.

__ADS_1


"Ra" Alex memanggil Citra di depan pintu ruangan yang tidak tertutup sambil menggendong Dea. Semua mata menatap Alex yang datang bersama Dea. Sofi yang tadi sudah bisa bernafas lega menatap sendu pada Alex, melihat pria itu menciumi putrinya.


"Bunda ayo pulang" ajak Dea yang membuat Citra mendekati Alex dan Dea. Alex mengulurkan tanganya menyambut Citra dan langsung menggenggamnya saat Citra membalas uluran tangannya.


Sofi terduduk lemas menyaksikan kemesraan pasangan itu, selama ini dia sudah jatuh cinta dengan pria yang sudah berkeluarga.


Ine yang mengerti perasaan Sofi langsung medekat dan menenangkan Sofi.


"Benar-benar kejutan" David kembali menyuarakan isi kepalanya.


Semua karyawan yang ada di loby menatap Alex yang menggendong Dea dan menggenggam erat tangan Citra. Sungguh ini pemandangan baru bagi mereka yang tidak pernah tahu kehidupan pribadi seorang Alex.


"Kamu siap Ra" tanya Alex saat mereka sudah dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Alex. Citra hanya menganggukkan kepalanya.


Citra melihat Dea yang duduk di baris belakang, anak itu sedang menikmati perjalanannya memandang ke arah jendela.


"Kak" Citra memanggil Alex.


"Aku hanya bisa berharap yang terbaik" ucap Alex sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar, mengerti apa yang dimaksud Citra.


"Kita dimana bunda?" Dea bertanya karena ini tempat yang asing baginya.


"Ini rumah opa dan oma" Alex yang menjawab.


Dea yang takut mengeratkan peganggan tangannya pada sang bunda yang juga merasakan debar jantung yang lebih cepat dari biasanya.


"Ternyata cucu oma sudah sampai" suara Mama Rita mengejutkan Citra, seketika dia merasa lega saat melihat keberadaan Mama Rita.


"Mama disini" sapa Citra langsung meraih tangan Mama Rita dan meminta Dea melakukan hal yang sama yang di lakukannya.


Mama Alex yang sedang berbicara dengan Mama Rita berdiri menatap Citra dari atas sampai ke bawah, lalu menatap Dea dengan lembut.


"Apa kamu tidak ingin mengenalkan mereka dengan mama Al?" ucap mama Alex.


Alex mengenalkan Citra sebagai calon istrinya dan Dea putrinya dengan Nara wanita yang tidak direstui mamanya. Citra meraih tangan mama Alex dan menciumnya lalu meminta Dea juga melakukan hal yang sama dengannya.

__ADS_1


"Terimakasih mau mencintai putraku dengan menerima dia dan masa lalunya" ucap mama Alex lalu memeluk Citra.


Suasana yang menakutkan yang ada dalam bayangan Citra berbalik 360°, kehadirannya dan Dea disambut dengan tangan terbuka oleh mama Alex.


Mama Rita pamit akan kembali ke kediamannya, dia memeluk mama Alex dan juga Citra.


"Berterima kasihlah pada Nayla" bisik Mama Rita pada Citra.


Nayla yang tahu Citra hari ini akan dikenalkan Alex dengan orang tuanya merasa khawatir, takut sahabatnya itu akan mendapatkan kesulitan saat menghadapi orang tua Alex.


Bukan hanya karena Citra saja, tapi Nayla juga menghawatirkan Dea. Nayla menghubungi Mama Rita, dia menceritakan semuanya pada mama kekasihnya itu. Dia meminta bantuan Mama Rita untuk menceritakan terlebih dahulu tentang Alex, Citra dan Dea pada orang tua Alex.


Dengan senang hati Mama Rita menyetujui keinginan calon menantunya. Tadinya dia akan pergi bersama Sandy, dengan segera dia membatalkan rencananya. Mama Rita meminta Lola dan Putri mengantarkan Dea ke perusahaan, tidak lupa dia menggabari Sandy dan menceritakan rencananya dan Nayla.


Sandy mendukung apa yang akan dilakukan mamanya, itu akan lebih baik untuk Alex, Citra dan Dea.


Citra dan Alex dalam perjalanan ke kediaman Nayla, mereka hanya berdua. Dea diminta mama Alex untuk tinggal bersamanya, dia ingin mengenal dan bermain dengan cucunya itu.


Sepanjang jalan Alex terus menggenggam tangan Citra, satu masalah sudah terlewati. Meminta restu mamanya kali ini jauh lebih mudah dari saat dia meminta restu bersama Nara.


Sesekali Alex mencium tangan kekasihnya itu, menyalurkan perasaan bahagianya. Dia yang sempat ragu untuk memulai kehidupan baru bersama Citra kini berubah menjadi semangat untuk menjalaninya bersama.


"Terima kasih" ucap Alex saat mereka sampai di kediaman Nayla.


Citra hanya mengangguk dan tersenyum pada Alex, dia tidak tahu harus berkata apa. Saat ini yang ada hanya kebahagiaan bisa bersama orang yang di cintainya, dan jalan untuk bersama sudah terbuka dengan restu yang diberikan keluarga Alex.


Alex mencium bibir Citra dengan lembut, mengungkapkan perasaan yang kini ia rasakan. Wajah Citra berubah merona merah, walau mereka pernah berciuman tetap saja membuat Citra merasa berdebar.


"Terima kasih mau menerima segala kekuranganku" Alex menarik Citra kedalam pelukannya.


Tut... tut... tut...


panggilan suara dari Sandy membuat Alex melepaskan pelukannya.


"Turun sekarang" suara Sandy memberi perintah dari seberang dan langsung mematikan panggilannya.

__ADS_1


********************************


__ADS_2