
Sandy, Nayla, Citra dan Bella sudah ada di pusat belanja oleh-oleh, setelah sebelumnya terjadi perdebatan di dalam mobil antara Citra dan Bella menentukan kemana tujuan pertama mereka.
"Kamu tidak belanja Nay?" tanya Sandy yang melihat Nayla hanya berdiri tidak memilih apa pun.
"Tidak Kak, kemarin bunda dan mbak Azizah sudah beli oleh-oleh"
"Kak" panggil Nayla pada Sandy.
"Ada apa?
"Kak Sandy benar tidak ada pekerjaan lagi di kantor?" Nayla masih merasa tidak enak.
"Kalau tidak belanja kita menunggu mereka duduk disini saja" ajak Sandy dan menunjuk bangku untuk mereka duduk. Nayla ikut duduk setelah Sandy menepuk bangku yang ada di sampingnya.
"Kak" panggil Nayla lagi.
"Tidak ada pekerjaan, tadi sudah saya selesaikan semua, tidak usah khawatir seperti itu"
Nayla hanya diam setelah mendengar jawaban dari Sandy. Dia merasa tidak enak duduk berdua seperti ini. Nayla merasa dejavu. Bayangan Nuno tiba-tiba saja melintas di matanya, dia merasa Sandy memperlakukanya seperti apa yang pernah Nuno lakukan.
"Apa yang kamu pikirkan?" pertanyaan Sandy menyadarkan Nayla dari lamunanya.
"Tidak ada, nanti tolong sampaikan pada mama Rita dan teh Nia kalau besok siang Lola akan ikut ke Lembang" Nayla tidak tahu harus bicara apa dengan Sandy.
"Ada acara apa?"
"Tidak ada, sudah biasa keluarga kami ke Lembang sejak saya masih kecil. Ada rumah dan kebun kakek disana. Pemandangannya sangat indah, karena itu saya sangat suka dengan keindahan alam. Biasanya ayah megajak kami melihat kebun"
"Pasti menyenangkan yaa"
"Sangat menyenangkan, apa lagi besok semua ikut dan kebetulan kak Adam sedang ada di Indonesia"
"Apa saya bisa ikut?" Sandy menawarkan diri, karena mengharap Nayla yang mengajak sepertinya tidak mungkin.
"Apa Kak Sandy tidak ada acara dengan pasangan Kakak?" Nayla balik bertanya, dia hanya ingin memastikan dengan bertanya langsung pada Sandy.
Sebenarnya dia ingin menawarkan Sandy untuk ikut. Tapi dia takut dengan perasan yang dia rasakan akan menjadi luka lagi.
"Pasangan?" Sandy malah balik bertanya.
"Iya, pacar atau tunangan Kak Sandy" jelas Nayla.
"Belum ada yang mau pacaran atau tunangan sama saya" goda Sandy.
"Impossible" Nayla menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin orang seperti Sandy tidak ada yang mau.
Bella dan Citra sudah selesai membeli oleh-oleh, mereka berjalan mendekati Sandy dan Nayla.
__ADS_1
"Kak Sandy, kita makan dulu ya" pinta BeΔΊla.
Sandy menyetujui ajakan Bella. Dia langsung menggengam tangan Nayla, dan mengajaknya berjalan. Seperti sudah menjadi kebiasaanya kalau mengajak Nayla dengan mengenggam tangannya langsung.
Nayla yang di genggam tanganya hanya diam mengikuti langkah Sandy sampai ke mobil yang langsung membukakan pintu mobil untuknya.
Mery dan Citra yang melihat itu tersenyum. Sepertinya Nayla akan segera membuka hatinya lagi. Setahun terakhir ini dia selalu menjaga jarak dengan lawan jenis. Jangankan di genggam seperti itu, di dekati saja dia sudah pergi. Sementara Nayla sendiri masih merasa tidak yakin dengan perhatian yang diberikan Sandy.
Sandy mengajak mereka memasuki tempat makan yang di dalamnya penuh pondok-pondok yang di kelilingi kolam ikan dan taman yang cantik.
Tentu saja ini menjadi perhatian Nayla. Kecintaanya pada tempat yang asri membuat dia nyaman.
"Kak Sandy sepertinya sudah tahu kesukaan Nayla" ledek Citra.
Sandy hanya tersenyum menatap Nayla yang sepertinya tidak peduli yang terus memandang ke arah kolam ikan.
Bukan karena tidak peduli tapi perhatiannya terarah pada seseorang yang sangat dia kenal.
"Ayo duduk" ajak Sandy sambil melepaskan tangannya yang mengenggam tangan Nayla sejak dari pintu masuk. Suara Sandy memecah perhatiannya. Sudah ada pelayan yang membawakan menu.
"Kak Sandy pesan apa?" tanya Citra yang sedang melihat buku menu.
"Kamu makan apa Nay?" bukan menjawab pertanyaan Citra tapi dia balik bertanya pada Nayla.
"Apa saja Kak, saya bukan pemilih makanan"
"Coba ini" Sandy menyodorkan sendoknya pada Nayla.
"Aaa" Sandy meminta Nayla membuka mulutnya.
"Aku makan sendiri saja Kak" Nayla masih belum bisa menerima perhatian dari Sandy. Bayang-bayang Nuno saat menyuapinya kini kembali di ingatannya yang dia kubur selama satu tahun ini.
Sandy tidak ingin memaksa Nayla, dia cukup mengerti kalau Nayla masih ingin menjaga jarak dengannya. Tidak semudah yang dia bayangkan untuk bisa dekat dengan Nayla. Dia meletakkan sendoknya di piring Nayla membiarkan Nayla memakannya sendiri.
"Bagaimana rasanya?" Sandy ingin tahu penilaian Nayla.
"Enak kak, beneran. Rasa, asam, manis dan asinnya terpadu sempurna" jawab Nayla.
"Nano-nano dong" Citra keceplosan yang langsung menutup mulutnya dan di senggol oleh Bella. Nayla yang sedang menelan makannnya langsung tersedak mendengar Citra menyebut kata-kata itu yang biasa ditujukan untuk Nuno.
Dengan cepat Sandy memberikan minum pada Nayla.
"Terima kasih Kak" ucap Nayla setelah batuknya berhenti. Citra yang merasa berasalah memadang Nayla mengungkapkan permintaan maafnya dalam diam.
Nayla yang mengerti hanya diam, sedikit menyungingkan bibirnya seakan memberi jawaban kalau dia baik-baik saja.
"Selesai makan kita kemana?" tanya Sandy pada semua untuk mencairkan suasana yang tiba-tiba hening
__ADS_1
"Ke supermarket ya Kak, mau cari jajanan buat besok" jawab Bella.
"Baiklah, selesaikan makan kalian, saya ke mushola dulu" Sandy berdiri pergi meninggalkan ketiga sahabat itu.
"Nay, maaf" akhirnya citra bisa mengatakannya setelah melihat Sandy yang sudah berjalan jauh.
"Tidak usah di bahas" Kini Naylapun ikut berdiri dan pergi.
Nayla berdiri di depan toilet setelah menyegarkan mukanya dengan air. Menatap dirinya sendiri. Setelah dua hari ini dekat dengan Sandy, Nayla merasakan seperti ke hadiran Nuno disisinya. Satu tahun dia berusaha menata hatinya kini bayang-bayang Nuno bersamanya seakan berputar ulang.
Nayla melangkahkan kakinya keluar dari toilet menyusuri jalan untuk kembali ke pondok tempat tadi dia makan bersama yang lain. Dia merasakan tanganya di genggam seseorang, dengan cepat dia memalingkan wajahnya
"Kak Sandy" Sandy tersenyum,
"Apa kamu berharap ada yang lain yang mengenggam tanganmu?"
Nayla hanya diam, tidak bisa menjawab pertanyaan Sandy. Jujur saja Nayla merasa tangan itu seperti Nuno yang menggenggamnya. Apa lagi dia tadi melihat jelas ada Nuno.
Dari jauh seseorang memperhatikan kedekatan Nayla dan Sandy. Senyumnya menandakan kalau dia bahagia melihat itu semua.
Mereka kini sudah berada d supermarket yang ada di mall yang tidak jauh dari kediaman Nayla. Sandy hanya mengikuti kemana ketiga sahabat itu berjalan. Tempat makanan ringan yang mereka tuju, satu persatu jajanan memenuhi keranjang belanja mereka.
Nayla berdiri di depan bahan-bahan kue bersama Sandy yang terus berada di sisinya. Sedangkan Bella dan Citra entah berpetualang kemana setelah memenuhi keranjang dengan jajanan. Nayla mengambil bahan-bahan yang dia perlukan.
"Apa kamu sering membuat kue sendiri?" tanya Sandy melihat Nayla yang dengan cepat memasukkan belanjaannya.
"Tidak terlalu sering, kalau sedang ingin saja" Entah kenapa tiba-tiba Nayla ingin membuat cake kesukaan Nuno.
"Saya suka membuat roti sendiri" ucap Sandy sambil mengambil bahan roti yang dia perlukan.
"Besok-besok kalau ada waktu kita buat bersama" sambungnya. Nayla hanya mengangguk dan tersenyum. Dalam hatinya bertanya-tanya apa mungkin seorang Sandy melakukan itu.
Mereka sudah selesai belanja dan mengakhiri perjalanan sore ini pulang kerumah Nayla.
Mobil Sandy sudah terparkir di depan rumah menandakan kalau Eza dan kedua anak asuh Nayla sudah di rumah.
karena sudah sore Sandy langsung pamit pada bunda Aisyah yang sedang berada di ruang tamu setelah menerima kunci mobilnya dari Eza diikuti Lola.
"Bunda saya pamit pulang" ucapnya sambil mencium punggung tangan Bunda Aisyah.
"Nak Sandy, besok kalau tidak banyak pekerjaan ikut ya, kita mau ke Lembang. Sudah lama tidak menenggok rumah kakeknya Nayla" ajak bunda Aisyah pada Sandy.
"InsyaAllah saya bisa ikut bunda" jawabnya dengan senang. Sekarang dia pamit pada Nayla yang mengantar sampai teras.
"Terima kasih untuk kebersamaan kita hari ini" ucapnya sambil berbisik mendekat pada Nayla. Tentu saja membuat muka Nayla memerah dan merasakan debaran di dadanya.
***************************
__ADS_1
Author mohon jangan lupa like dan koment nya πππππ