AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
82. LOVE HOUSE


__ADS_3

Hari ini Sandy dan Nayla mengadakan Syukuran di kediaman mereka yang di Lembang, acara utama sudah selesai yaitu doa bersama yang dihadiri keluarga keduanya, sahabat dan tetangga sekitar mereka. Teman dan sahabat yang hadir hari ini hampir semuanya memiliki pasangan, semua sedang berkumpul saling sapa dan berbagi cerita duduk dihalaman belakang yang menghadirkan keindahan danau berlatar perbukitan.


Ine memperhatikan mereka dari kejauhan, suasana hatinya sedang tidak sebaik biasanya. "Semua bahagia bersama pasangannya" Ine bicara sendiri dalam hatinya, terlitas dalam pikirannya mungkin salah memilih jalan untuk selalu sendiri. Sebenarnya dia juga ingin merasakan kebahagian apa yang dirasakan mereka yang sedang berbincang sambil diiringi alunan gitar yang dimainkan Zein.


"Kenapa tidak ikut bergabung dengan yang lain?" suara David mengejutkan Ine yang tidak menyadari kehadirannya, Ine memilih duduk didalam namun tetap bisa memperhatikan mereka yang berkumpul dari kejauhan.


Suatu hari


Dikala kita duduk ditepi pantai


Dan memandang


Ombak dilautan yang kian menepi


Suara Zein menyayikan lagu kemesraan milik Iwan Fals ikut terdengar oleh David dan Ine.


"Mereka semua memiliki pasangan" jawab Ine yang merasa tidak pantas duduk disana dan ikut berbincang dengan semua.


"Ada apa sebenarnya dengan kamu?" David tanpa basa basi langsung menayakan yang selama ini jadi perhatiannya pada Ine.


"Maksud kamu apa?" Ine balik bertanya, dia tidak mengerti maksud David.


Burung Camar


Terbang bermain diderunya air


Suara alam ini


Hangatkan jiwa kita


"Mengapa kamu tidak ingin memiliki pasangan?" David menatap Ine yang hanya diam mendengar pertanyaan David.


"Kita satu tim hampir empat tahun Ne, tapi aku tidak pernah melihatmu pergi bersama laki-laki kecuali denganku dan Fian" jelas David pertanyaanya.


Sementara


Sinar surya berlahan mulai tenggelam


Suara gitarmu


Mengalunkan Melodi tentang cinta

__ADS_1


"Itu bukan urusanmu" jawab Ine sambil menghabiskan minumannya.


"Kamu benar, ini bukan urusanku tapi sebagai teman aku hanya ingin mengingatkanmu, jangan menyamakan semua sifat dan sikap laki-laki itu seperti papamu" ucap David yang tidak sengaja mendengar dari seseorang mengapa Ine tidak ingin memiliki pasangan hidup.


Ada hati


Membara erat bersatu


Getar suluruh jiwa


Tercurah saat itu


"Kamu bisa lihat mereka" tunjuk David pada mereka yang sedang berkumpul bernyanyi bersama mengikuti iringan gitar yang dimainkan Zein.


"Semua bahagia, bahkan Shinta yang pernah tersakiti oleh Dewa pun bisa tertawa bahagia dalam pelukan suaminya.


Kamu lihat" David kembali menunjukkan jarinya, kali ini dia menunjuk tepat kearah Sandy yang sedang mengayunkan sendok ditanganya kemulut Nayla "Pak Sandy yang kita kenal dingin dan keras bisa berubah hangat saat bersama Nayla, bahkan tidak malu dia menunjukkan rasa sayangnya untuk Nayla pada kita semua"


Kemesraan ini


Janganlah cepat berlalu


Kemesraan ini


"Harusnya kamu tunjukkan pada papamu kalau kamu bisa sangat bahagia, bukan harus menderita karenanya" tepuk David tangan Ine dan meninggalkannya kembali sendiri.


Ine menarik nafas panjang, sejak tahu mengapa dia hidup dan tumbuh tanpa kehadiran seorang ayah, dia menutup hatinya dan memilih hidup sendiri selamanya. Hatinya sedikit tergoyahkan saat melihat teman-temannya yang bisa bahagia bersama pasangan mereka. Dia kembali berpikir ulang menimbang tentang keputusannya, terlebih lagi David yang akhir-akhir ini sering menyindirnya. "Bagaimana David tahu?" gumamnya, tidak ada yang tahu tentang niatnya untuk selalu sendiri hanya mamanya dan Shinta, itupun dia tidak sengaja mengatakannya pada Shinta.


Hatiku damai


Jiwaku tentram disampingmu


Hatiku damai


Jiwaku tentram bersamamu


Zein mengakhiri petikan gitarnya bersamaan dengan Ine yang berjalan keluar ingin menemui Shinta, dia ingin menanyakan pada Shinta tentang David. Tapi Ine kalah cepat, sudah ada Dewa yang terlebih dahulu menyapa Shinta.


"Shinta..." sapa Dewa saat Shinta mengambil makanan ringan di meja hidangan yang di sediakan tuan rumah.


Shinta hanya diam, tidak ada niatan untuk melihat siapa yang memanggilnya, dia sangat hapal kalau itu adalah suara Dewa.

__ADS_1


"Apa kabar?" Dewa kembali menyapa Shinta.


"Shinta aku minta maaf, aku tidak pernah jujur padamu. Kesalahanku memang tidak mudah untuk dimaafkan, aku juga tidak memaksamu untuk memaafkanku" Dewa diam sejenak, dia melihat Shinta. Walau tidak menjawab tapi Shinta sudah mau mendengarkan ucapannya, Dewa cukup merasa senang dengan perubahan sikap Shinta padanya yang sejak berpisah selalu menghindar dan memusuhinya.


"Apapun jawaban darimu aķu terima, aku mohon maafkan aku dan ku harap kita bisa kembali berteman" lanjut Dewa ucapannya yang tetap mendapatkan aksi diam dari Shinta.


"Aku ingin kita seperti Nayla dan Bob, walau tidak bersama tapi mereka tetap saling menyayangi lewat persahabatan dan saling mendukung untuk bahagia" ucap Dewa yang saat ini melihat Nayla dan Bob berbincang ditemani pasangan mereka.


Shinta membalikan tubuhnya menghadap Dewa, ditatapnya laki-laki yang dulu dicintainya dan melukainya "Aku sudah memaafkanmu dan terimakasih karenamu aku mendapatkan laki-laki baik yang sangat mencintaiku. Tapi maaf, aku tidak bisa seperti Nayla dan Bob" jawab Shinta berlalu meninggalkan Dewa. Sementara itu dari kejauhan Reyhan memperhatikan istrinya, dia membiarkan istrinya menyelesaikan masalah di masa lalunya.


Ine bisa mendengar percakapan Dewa dan Shinta "Jangan meminta lebih darinya" ucap Ine setelah mendekati Dewa.


"Bagaimana denganmu" jawab Dewa saat Ine hendak meninggalkannya membuat Ine berbalik kembali menghadap Dewa, dia menatap tidak mengerti maksud ucapan Dewa.


"Bagaimana kamu bisa terus hidup tanpa pasangan?" tanya Dewa sambil tersenyum meninggalkan Ine.


"Dewa.... wa..." Ine mengejar Dewa yang tidak mau berhenti berjalan. "Apa maksud kamu" Ine menarik Dewa untuk berhenti.


"Renungkan dan cari tahu sendiri" jawab Dewa meninggalkan Ine yang terdiam.


Reyhan menyambut Shinta dengan senyuman saat istrinya itu kembali mendekat "Kamu baik-baik saja sayang?" tanyanya dan mendapat anggukan dari Shinta.


"Aku sudah mengatakan padanya kalau aku memaafkanya" jawab Shinta yang masuk dalam pelukan Reyhan, dia mengikuti apa yang disarankan suaminya untuk memaafkan Dewa dan menjalani hidup tanpa dendam.


Reyhan mengeratkan pelukannya, mengusap punggung istrinya. Mengatakan kalau semuanya akan lebih baik.


Dari jauh Dewa dapat melihat kebahagiaan Shinta, dia tersenyum dan meraih tangan Devi yang ada disisinya. Menatap wajah cantik Istrinya yang mau menerima dirinya apa adanya.


"Hei... kalian sedang apa?" sapa David pada Fian dan Sofi yang sudah bisa duduk berdua, "Ingat, nikah dulu baru kawin" goda David yang kembali mengingatkan apa yang pernah mereka bahas sambil tertawa kecil.


Ine mendekati timnya, duduk di hadapan David "Kediaman ini dibangun sebagai bukti cinta Pak Sandy pada Nayla, membuat yang berkunjung juga bisa merasakan cinta dihati mereka masing-masing" ucap David, membuat Ine melihatnya, menatap heran apa maksud ucapan David.


"David, apa Shinta yang memberitahumu tentang ku?" tanya Ine setelah ingat tujuannya duduk di hadapan David karena dia tidak bisa bertanya pada Shinta. David menggelegkan kepalanyaa sambil tersenyum pada seseorang yang berdiri di belakang Ine.


"Sayang kamu terlambat" sapa David pada Kalina karyawan yang baru bergabung dengan tim mereka.


"Sayang?" ucap Ine sambil membalikkan badannya dan melihat siapa yang disapa David dengan panggilan sayang. Pandangan Ine terkunci pada seorang laki-laki yang datang bersamaan dengan Kalina, laki-laki itu juga menatap dan tersenyum pada nya. Ine merasakan detak jantungnya berirama lebih cepat.


"Bagas" seru Ine laki-laki yang pernah mengatakan cinta padanya.


"Sepertinya memang pantas kediaman Pak Sandy dan Nayla mereka beri nama Love House" ucap David yang melihat ada cinta dimata Ine untuk Bagas.

__ADS_1


...********************...


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like dan koment.


__ADS_2