AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
HANYA AKU YANG TAHU


__ADS_3

Nuno POv


Aku pergi meninggalkan Nayla dan kekasihnya dengan perasaan yang hanya aku yang tahu. Ini kali kedua aku melihat mereka bersama, setelah sebelumnya aku melihat mereka berdua di Bandung saat akan makan siang di sebuah restoran. Saat itu aku hanya bisa tersenyum dalam perih.


Tidak kusangka kunjunganku sore ini di danau bisa bertemu denganya lagi. Hampir setiap sore sejak aku pindah ke Jakarta, aku mengunjungi danau ini sebelum pulang ke rumah, walau hanya duduk dan melepaskan penatku sambil mengingat kebersamaanku dengannya.


Seperti mimpi saat aku melihat Nayla duduk disana memandang danau seperti dulu. Kenangan masa lalu semua satu persatu kembali hadir dalam ingatanku. Saat dia menerima pinanganku tampak jelas bermain dimataku. Air mata bahagia saat itu kini berubah menjadi air mata kesedihan.


Ada perasaan bahagia dan perasaan sedih aku bisa bertemu dia lagi. Bahagia, aku bahagia bisa duduk disampingnya lagi berbagi cerita, walau tidak semua cerita bisa ku bagi padanya. Perhatiannya pada kesehatannku masih sama seperti dulu. Sedih, aku tidak bisa memeluknya seperti dulu, mencurahkan kasih sayangku untuknya. Sekarang sudah ada jarak antara aku dan dia.


Aku mencoba tersenyum walau sesungguhnya aku cemburu melihat wanita yang selama ini mengisi sisi hatiku yang paling dalam berada di pelukan laki-laki lain. Karena sampai saat ini tak ada yang bisa mengantikan Nayla di hatiku.


Nayla sepertinya sangat nyaman berada di pelukan Sandy. Melihat mereka saling berpelukan erat aku ikut bahagia. Nayla sudah menemukan kebahagiaanya, Sandy pasangan yang pantas untuknya. Laki-laki itu sangat beruntung bisa memilikinya


Aku mengusap wajahku, aku harus menepati janjiku, janji yang kuucapkan sendiri. Aku harus ikhlas melepasnya untuk kebahagiaanya, karena dia juga sudah belajar mengikhlaskanku untuk kebahagiaanku.


"Kebahagiaanku?" kata-kata yang mudah di ucapkan tapi sulit untuk ku rasakan saat ini. Kebahagiaan seperti apa yang kucari? Aku sendiri tidak bisa menjawabnya setelah mimpi-mimpiku untuk bisa hidup bersama Nayla terkubur.


Saat ini orang akan menilaiku seorang yang sangat beruntung. Bisa memiliki perusahaan sendiri walaupun baru berkembang, sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki anak. Anak yang hadir antara aku dan Silvia karena sebuah kesalahan yang aku lakukan.


Flaah back


Satu bulan sejak Nayla meminta Nuno untuk tidak menemuinya lagi, Nuno memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan membuka perusahaan baru.


Pengalamanya sebagai wakil Ceo perusahaan asing cukup membuat dia percaya diri akan keberhasilannya dalam usahanya.


Malam itu ada pertemuan dengan beberapa kolega bisnisnya. Pertemuan tersebut diadakan disebuah pub. Selain membicarakan bisnis, koleganya juga merayakan keberhasilnnya dengan mengundang rekan-rekan bisnisnya. Hal yang tidak disukainya terpaksa dilakukan untuk menghormati koleganya tersebut.


Suara berisik musik di pub malam itu cukup mengganggunya. Banyak wanita-wanita seksi yang melayani para tamu menuangkan minuman yang sudah lama tidak pernah disentuhnya lagi, bercumbu dan berciuman.


Salah satu koleganya menawarkan wanita penghibur untuk menemaninya tapi Nuno menolak dia bukan pria yang suka *** bebas dan berbagi kemesraan dengan banyak wanita. Dia ikut minum untuk menghormati rekan-rekannya yang sudah biasa dengan dunia seperti ini. Nuno hanya minum sedikit, namun karena dia sudah lama tidak menyentuh minuman keras dia merasakan pusing dan mual dan mulai berbicara yang tidak jelas.

__ADS_1


Melihat Nuno sudah tidak terkontrol sang asisten yang menemaninya mengantarnya pulang malam itu dalam keadaan mabuk. Silvia yang membukakan pintu terkejut dengan keadaan suaminya yang pulang seperti ini.


"Tidak biasanya dia mabuk seperti ini" ucap Silvia pada asisten Nuno dan meminta asisten Nuno untuk membawa Nuno ke kamarnya.


Silvia mengikuti dari belakang. Dia berhenti di depan pintu, dia ragu untuk masuk ke kamar Nuno, tapi dia juga tidak bisa membiarkan Nuno tidur dengan pakaian yang kotor seperti itu.


Akhirnya dia menyusul asisten Nuno masuk kedalam kamar suaminya. Untuk pertama kalinya Silvia masuk ke dalam kamar Nuno. Walaupun mereka tinggal satu rumah tapi Nuno tetap tidak menginginkan satu kamar dengan Silvia dan tidak mengijinkan Silvia untuk masuk ke kamarnya.


Silvia melihat begitu banyak foto Nayla yang terpajang di setiap dinding di kamar Nuno. Berbagai gaya dari sudut wajah yang berbeda-beda. Foto-foto itu seperti nyata, Nayla seakan-akan hidup dalam kamar ini.


"Pantas saja dia sangat betah dikamar" gumam Silvia.


Sebagai seorang istri tentu saja itu sangat menyakitkan untuknya. Walau dia tahu Nayla gadis yang baik, yang merelakan Nuno bersamanya. Namun tetap saja rasa cemburu memenuhi sesak di dadanya. Kembali menyadari kalau dia bukan siapa-siapa bagi suaminya dan tidak ada sedikitpun cinta didalam hati suaminya itu untuk dirinya.


Asisten Nuno pamit pulang setelah membaringkan Nuno di tempat tidur. Dia bisa melihat kesedihan di wajah istri bosnya itu, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Asistenya sangat tahu kalau cinta bosnya hanya untuk Nayla.


Melihat suaminya yang tak berdaya Silvia mencoba membantu melepasakan sepatu dan pakaian Nuno. Pemandangan yang tidak pernah dilihatnya walau sudah dua tahun hidup bersama Nuno saat dia membuka pakaian suaminya itu. Tubuh polos Nuno membuat Silvia mendekati suaminya itu, menatap wajah Nuno yang tertidur namun tetap tampan.


"Mengapa kau tidak pernah menganggap aku ada Mas" ucapnya lirih.


Tercium bau alkohol dari nafas Nuno membuat Silvia menjauh. Namun saat dia akan berbalik tangannya ditarik Nuno


"Jangan pergi" Nuno memintanya untuk tetap disini. Silvia tersenyum senang kali ini Nuno ingin ditemani olehnya.


"Nayla sayang" Nuno bergumam memanggil Nayla. Hati Silvia kembali sakit, ternyata Nuno menganggap dirinya Nayla.


Nuno membuka matanya, melihat Silvia yang ada didekatnya.


"Nay, kau datang sayang" ucap Nuno sambil menarik tangan Silvia dan memeluknya.


Nuno memeluk erat Silvia, menciumi seluruh wajah Silvia.

__ADS_1


"Jangan pergi lagi" Nuno berbisik di telinga Silvia.


Nuno kembali memciumi silvia menciumi seluruh wajahnya dan mencium bibirnya. Silvia yang sudah lama sangat menginginkan kedekatannya dengan Nuno seperti ini membiarkan Nuno melakukannya dan membalas ciuman dari Nuno.


Dia sangat menikmati apa yang dilakukan Nuno padanya. Nuno yang masih dalam pengaruh alkohol terus mencium bibir Silvia dan tangannya menyentuh titik-titik sensitif tubuh istrinya itu. Silvia merasakan tubuhnya menjadi panas dan menginginkan sesuatu yang lebih. Tangan Nuno mulai membuka semua pakaian yang dikenakan Silvia sampai tak ada yang tersisa. Menciumi setiap inci tubuh polos Silvia yang tidak menolak Nuno melakukannya.


Silvia benar-benar menikmati setiap gerakan dan sentuhan suaminya dan sampai akhirnya penyatuan yang dilakulan Nuno mencapai puncak kepuasan dari keduanya.


Nuno memeluk erat Silvia dan memejamkan matanya.


"Terima kasih gadis kecilku" gumamnya.


Silvia yang mendengar itu seketika meneteskan air matanya dia tahu gadis kecil yang dimaksud Nuno adalah Nayla. Silvia yang kelelahan akhirnya ikut terlelap dalam pelukan Nuno.


Saat pagi Nuno yang terbangun terkejut saat melihat Silvia dalam pelukannya dan tubuh mereka sama-sama polos tanpa pakaian. Dia menjauh dari Silvia dan ditatapnya wajah istrinya itu. Mencoba menginggat-ingat kembali apa yang telah terjadi tadi malam.


Nuno menghela nafasnya dengan kasar. Dia ingat kalau dia memeluk Nayla yang datang dan menyalurkan semua hasratnya.


"Maafkan aku" ucapnya pada Silvia yang masih tertidur. Saat Nuno sadar kalau bukan Nayla yang di sentuhnya.


Nuno turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Cukup lama dia didalam sana sambil berfikir apa yang akan dia lakukan pada Silvia setelah ini semua terjadi.


Saat dia keluar dari kamar mandi dia sudah tidak melihat Silvia di tempat tidurnya. Nuno berjalan kesamping tempat tidurnya ingin mengambil sesuatu. Di lihatnya ada noda darah di tempat tidur itu membuat Nuno memijat kepalanya. Dia harus bertanggung jawab pada Silvia dengan apa yang telah dia lakukan.


"Aku berjanji akan melepaskanmu bila kau telah bahagia Nayla" ucapnya.


****************************


Terima kasih sudah mampir di karya author, tinggalkan jejak dengan like dan koment 🙏🙏🙏🙏🙏


Terima kasih juga untuk pembaca yang sudah koment dan like, apapun itu sudah jadi semangat buat author tetap menulis.

__ADS_1


__ADS_2