AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
DINGIN


__ADS_3

Sandy PoV


Dia sangat gugup saat ku tangkup wajahnya, bibir munggilnya sedikit terbuka membuatku tergoda untuk menikmatinya. Untung saja Alex masuk dan menyelamatkan ku, kalau tidak aku pasti sudah melakukan hal yang tidak patut aku lakukan diawal hubungan ini.


Sepanjang perjalan ke cafe dia hanya diam, aku sesekali meliriknya tapi tidak sedikitpun dia mengalihkan pandangannya dari jalan. Aku terkadang tidak megerti dengan sikapnya. Sesekali dia seperti memberi kesempatan untukku bisa dekat dengannya tapi juga terkadang dia memberi jarak.


Tidak mudah memang untuk mengetahui isi hatinya. Dia bukan wanita yang mudah terbuka pada setiap orang. Aku sudah mencoba memanggilnya dengan ucapan sayang tapi reaksinya biasa-biasa saja.


Ketika sampai di cafe Zein dia masuk hanya untuk menggambil kunci mobilnya, itu yang dikatakannya mengucapkan terima kasih karena telah mengantarkannya dan menyuruhku segera pulang.


Sebenarnya aku masih ingin bersamanya, tapi melihat dia sepertinya tidak nyaman denganku setelah apa yang hampir aku lakukan padanya, atau mungkin dia masih kecewa tentang kenyataan kalau dia bekerja di perusahaanku membuatku menggurungkan niat ku.


Pagi-pagi sekali aku sudah berada di rumahnya. Ku lihat dia keluar kamar dan langkahnya terhenti setelah melihat ku yang sudah duduk di meja makan bersama Mery dan Putri.


"Selamat pagi Nay" sapa ku yang melihat dia hanya berdiri.


Aku membuat alasan ikut sarapan di tempatnya karena mama sedang pergi keluar kota. Sepertinya dia percaya dan membiarkanku ikut sarapan bersama mereka.


Sama seperti kemarin dia hanya diam. selama kami sarapan hanya Putri yang berbicara memberi laporan kegiatannya hari ini.


"Ayo tante Nay kita berangkat" ucap putri padanya. Dia hanya mengangguk menyetujui ucapan Putri.


"Kak kami berangkat duluan" ucapnya dan meminta ku meneruskan sarapan.


"Kita berangkat bersama" ucapku, tapi dia menolak.


"Aku akan bawa mobil sendiri sampai ke kantor" ucapnya.


"Dan tolong jangan sampai ada karyawan yang tahu kalau aku mengenal Kakak" pintanya padaku. Aku hanya bisa menyetujui permintaanya dan meminta maaf padanya.


"Maaf tentang kemarin" ucapku. Dia hanya diam dan pergi. Sungguh sikapnya membuatku tidak nyaman.


Mobilnya meninggalkan gerbang sudah jauh dan tidak terlihat. Aku tidak tahu bagaimana sekarang aku harus bersikap padanya. Suara Mery menyadarkan lamunanku.


"Kak beri Nayla waktu, Kak Sandy jangan menyerah " ucapnya.


"Nayla masih takut menjalin hubungan karena masa lalunya Kak"


"Kalau Kakak mencintainya berusahalah dia sedang menyembuhkan lukanya"


"Bantu dia Kak. Kakak pasti bisa karena Nayla tidak menolak kehadiran kakak seperti yang selama ini dia lakukan setiap ada yang datang"

__ADS_1


Kata-kata Mery membuatku mengerti keadaanya dan juga memberi semangat padaku kalau ada rasa yang sama yang dia rasakan seperti yang aku rasakan.


"Terima kasih" ucapku pada Mery saat aku pamit ke kantor.


...***...


Nayla baru saja sampai di ruangannya. Pagi ini jalan ke sekolah Putri lebih ramai dari biasanya membuat perjalananya sedikit lebih lama.


"Untung saja masih sepi jadi tidak ada yang tahu kalau aku bawa kendaraan sendiri" gumamnya.


Diruangannya belum ada satupun yang datang. Sambil menunggu yang lain dia ke pantry yang ada di ruangan itu. Dia ingin membuat kopi yang dia bawa dari rumah di gelas kesayangannya. Diambilnya teko untuk memasak air. Sepertinya selera timnya sama menyeduh kopi dengan air mendidih agar aroma dan rasanya lebih enak dinikmati dari pada menggunakan air dari dispenser.


Tadi pagi dia sudah membuat kopi untuknya. tapi tidak bisa meminumnya karena sudah di suguhkan Mery untuk Sandy.


Nayla teringat permintaan maaf Sandy, dia menghela nafasnya. Bukan salah Sandy, hanya saja dia yang selalu di bayang-bayangi ke hadiran Nuno saat bersama Sandy. Kenyamanan yang Sandy berikan sama seperti kenyamanan saat bersama Nuno.


"Hayo, neng geulis pagi-pagi tos ngalamun" suara David menggejutkan Nayla.


"Kang David" sapanya pada David


"Aduhhhh hati akang meleleh di panggil kang sama eneng" goda David sambil memegang dadanya. Nayla hanya tersenyum melihat tingkah kocak David.


"Nggak usah modus David" tegur Ine.


"Akhhh ibu bos mah ngaganggu we"


Satu persatu timya hadir di ruangan. Sekarang waktunya rapat. Nayla menyerahkan hasil desainnya pada Ine


"Kereeen, benar-benar simple dan aman untuk anak-anak" Ine puas dengan hasil desain Nayla.


"Sekarang tugas Fian mendesain furniturenya secara detail" ucap Ine sambil memberikan berkas dari Nayla ke Fian.


"Bisa" jawab Fian singkat setelah melihat hasil desain Nayla.


"Tapi saya butuh bantuan kamu untuk lebih jelasnya" sambung Fian.


"Siap Bang" jawab Nayla.


Rapat beralih membahas laporan proyek yang di tinjau David kemarin. Ada sedikit masalah yang membuat tambahan pengeluaran, tapi masih bisa diatasi karena pengeluaran tambahan masih di bawah dana tak terduga yang disiapkan.


Untuk pembangunan rumah mewah belum ada denah yang sesuai kriteria masih harus mencari ide lagi.

__ADS_1


"Saya akan membantu" ucap Nayla.


"Kamu bisa menggambarnya Nay" ucap Sofi, karena dia sudah kehabisan ide


"Untuk perhitungan detail gambarnya saya tidak bisa, saya membantu gambaran awalnya saja, nanti teh Sofi atau kang David yang menghitung detailnya"


"Kalau begitu kamu sudah bisa membuatnya setelah rapat selesai, saya tunggu hasilnya besok" ucap Ine.


Nayla menganggukan kepalanya tanda setuju. Kini pembahasan beralih pada masalah perabot yang di komplain konsumen. Fian yang bertanggung jawab untuk itu, dan hari ini dia akan mengecek langsung apa yang menjadi masalahnya.


Rapat selesai, Nayla sudah mulai mencoret-coret kertas di meja kerjanya, tanpa terasa sudah waktunya istirahat siang.


Tidak ada pesan apapun dari Sandy, sepertinya dia benar-benar mengabulkan permintaan Nayla untuk tidak menunjukkan kedekatan mereka.


Nayla, Sofi dan Ine sedang menunggu makanan yang mereka pesan di kantin perusahaan. Tempatnya cukup luas dan suasananya nyaman sudah hampir seperti cafe menjadi daya tarik karyawan untuk makan disana dari pada makan diluar.


"Nay, kamu mau lihat bos kita" bisik Ine.


"Dia ada disini, lihat kesana" Ine menunjuk kesamping kiri Nayla.


Mengikuti arah yang di tunjuk Ine Nayla memalingkan wajahnya. Dilihatnya Sandy sedang duduk berdua Alex dengan wajah yang dingin tanpa kehangatan yang biasa di lihat bila bersama Sandy.


"Itu bos kita yang sama pak Alex, ganteng ya, sayang orangnya dingin" ucap Ine.


Nayla terus memandang Sandy seperti sudah satu hati Sandy pun melihat ke arah Nayla wajahnya datar tanpa expresi. Mata mereka bertemu, Nayla merasa bersalah karena sikapnya dingin terhadap Sandy sejak kemarin sore sampai tadi pagi.


"Jangan dilihatin terus, dia tidak suka kalau ada yang memperhatikannya" ucap sofi.


Pesanan mereka sudah datang dan sudah siap di santap, Nayla memilih menu pavoritnya gado-gado siang ini.


Ting. Suara notifikasi di hp Nayla berbunyi


Sandy [Hati-hati makannya jangan sampai tersedak]


Nayla tersenyum melihat pesan yang dikirim Sandy. Dia kembali melihat dimana Sandy berada hanya bicara lewat mata dan senyum membalas pesan yang dikirim Sandy.


Hanya mata Sandy yang membalas tatapan Nayla sedangkan wajahnya tetap dengan wajah dinginnya.


************************


Terimakasih sudah mampir, author mohon like, koment dan vote nya 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2