AKHIR CINTA NAYLA

AKHIR CINTA NAYLA
61. ULAR BERBISA


__ADS_3

Citra dan Alex menuju perusahaan Wijaya setelah menitipkan Dea pada Bik Ratna di kediaman Nayla. Hari ini Citra mulai bekerja di perusahaan Wijaya menggantikan Nayla, karena sahabatnya itu sudah tidak di ijinkan keluar rumah menjelang pernikahannya.


Tidak ada yang bersuara sepanjang jalan menuju perusahaan. Alex fokus dengan jalanan yang ada di depannya, sementara Citra hanya diam menghadap jendela kaca di sampingnya.


Semalam mereka terpaksa tidur diatas tempat tidur yang sama atas keinginan Dea yang ingin tidur di temani Alex dan Citra.


Saat Citra akan turun di kediaman Nayla bersama Dea, gadis itu merenggek kalau ingin tidur dengan papi dan bundanya. Citra yang dengan terpaksa akhirnya menggikuti permintaan Alex untuk ikut ke apartemennya, karena Dea tidak bisa di bujuk untuk memilih antara Citra dan Alex.


Citra dan Dea sudah membaringkan tubuh mereka di tempat tidur kamar tamu di apartemen milik Alex sambil berbincang, gadis kecil ini tidak ada lelahnya terus saja berbicara. Citra yang sudah lelah hanya sesekali menanggapi ucapan putri kekasihnya ini.


Alex yang sejak sampai di apartemen langsung masuk kekamarnya duduk berdiam diri setelah membersihkan diri.


"Bagaimana aku bisa tidur bersama Citra sesuai keinginan Dea" gumamnya, menginggat diantara mereka belum ada ikatan pernikahan.


Alex keluar dari kamarnya untuk melihat keadan putrinya dan Citra, dia berdiri di depan pintu kamar yang di tempati Citra dan Dea. Yang terdengar hanya suara Dea yang bercerita, Alex membuka sedikit pintu kamar hanya untuk memastikan Dea ada bersama Citra.


Dea yang mendengar pintu kamar terbuka dan melihat Alex langsung berteriak.


"Papi"


Dea memanggil Alex dan memintanya masuk. Alex meletakkan telunjuk di bibirnya agar Dea diam saat melihat Citra yang sudah terpejam.


Dea meminta papinya berbaring disisinya, dengan terpaksa Alex membaringkan tubuhnya di samping Dea dan memeluk putrinya. Citra yang sudah pergi kealam mimpi tanpa sadar memeluk Dea, dengan segera Alex merenggangkan tubuhnya dari Dea saat Citra akan menyentuhnya.


Alex tidak bisa memejamkan matanya, dia menatap wajah cantik Citra yang tepat berada di hadapannya. Tangannya pelan-pelan mengusap kepala Citra membuat wanita itu semakin nyenyak. Tida terasa Alex ikut tertidur bersama Citra dan Dea.


Citra terbanggun dari tidurnya, tumbuhnya merasakan ada sesuatu yang berat menimpanya. Citra terkejut saat membuka matanya, wajah Alex tepat berada di hadapannya dan tangannya memeluk dia dan Dea. Jantungnya seketika berdetak dengan kencang, dengan perlahan Citra mencoba mengangkat tangan Alex yang memeluknya. Gerakan Citra membuat Alex terbangun dan "Cup"


"Ra, kita sudah sampai" suara Alex mengagetkan Citra yang teringat ciuman panas mereka tadi pagi.

__ADS_1


Citra mengangguk dan keluar dari kendaraan milik Alex. Mereka berjalan beriringan, tidak sedikit yang memperhatikan mereka. Banyak karyawan yang saling bertanya, siapa yang berdiri di samping Alex yang sedang menunggu kedatangan Sandy.


Sandy menghampiri Citra dan Alex, mereka langsung menuju lift dan menghilang di balik pintu kapsul itu. Karyawan saling berpandangan, tidak ada yang bisa memberikan informasi mengapa orang nomor dua di perusahaan itu datang bersama seorang wanita.


Di ruang desain, Ine dan timnya sudah duduk di meja meeting mereka. Semua sudah menyiapkan laporan mereka masing-masing.


"Nyonya kita sudah tidak bekerja lagi mulai hari ini" ucap Ine setelah menerima kabar dari Nayla.


Semua hanya diam mendengar perkataan Ine, karena cepat atau lambat Nayla pasti keluar dari tim mereka.


Melihat Alex dan Citra masuk keruang tim desain, Ine dan yang lain langsung berdiri.


"Pagi Pak Alex" sapa mereka.


Akex hanya membalas dengan anggukan. Sofi terus memperhatikan Alex dengan tatapan penuh arti, dia terus tersenyum melihat Alex yang berbicara memperkenalkan Citra yang akan menggantikan Nayla. Citra memperhatikan satu persatu yang akan menjadi rekan kerjanya, dia melihat ada yang berbeda dari tatapan Sofi pada Alex.


"Baiklah, Ine seperti biasa tolong bantu Citra" ucap Alex mengakhiri kata-katanya dan keluar dari ruangan itu.


"Mungkin karena aku sudah kenal lama" jawab Citra yang melihat ketidak sukaan dari Sofi.


"Citra selamat bergabung di tim kami, Nayla sudah memberitahuku sedikit tentang kamu" Ine menyapa Citra saat melihat Sofi sepertinya tidak suka dengan Citra.


"Iya teh, terimakasih, semoga saya bisa membantu tim ini seperti yang Nayla lakukan" Ucap Citra yang merasa senang Ine bersikap baik padanya.


"Kamu pasti sudah lama bersahabat dengan Nayla, karena Nayla sangat merekomondasikan kamu" ucap Ine lagi yang ingin tahu seberapa dekat Citra dengan calon istri bosnya.


"Kami bukan hanya sahabat, tapi sudah seperti saudara. Saya berteman dengan Nayla sejak kami duduk di bangku sekolah dasar" jawab Citra, jawaban Citra membuat kagum Ine, pantas saja Nayla sangat mengenal Citra seperti yang Nayla jelaskan pada Ine.


"Baiklah kita mulai meetingnya"

__ADS_1


Ine meminta timnya untuk memulai memberi laporan hasil kerja mereka. Citra memberikan laporan yang dititipkan Nayla untuk diserahkan pada Ine.


Sementara itu di ruang pertemuan lantai atas, Sandy dan Alex serta beberapa orang penting di perusahaanya sedang menuggu tamu yang akan melakukan kerjasama dengan perusahaannya.


Wanita dengan rok minim memasuki ruang pertemuan di dampingi asisten laki-laki dan sekertarisnya yang juga wanita. Kehadiran wanita itu seketika membuat Alex dan Sandy menarik nafas mereka, lalu memasang wajah datar. Bukan sekali atau duakali mereka bertemu klien yang seperti ini.


Wanita itu duduk tepat dihadapan Sandy dan Alex, ini kali pertama pertemuan mereka. Wanita itu memakai kemeja kerja yang kancingnya terbuka sampai dada, sengaja memperlihatkan belahan dadanya yang besar.


Melihat penampilan wanita itu, tanpa banyak bicara Sandy memutuskan untuk tidak melakukan kerja sama antara dua perusahaan. Sandy di ikuti Alex meninggalkan ruangan pertemuan.


"Wanita seperti apa dia dengan berani berpakaian seperti itu menemui ku" umpat Sandy yang kesal.


"Lex, lain kali cari tahu dulu siapa yang ingin mengajukan kerjasama dengan kita" pinta Sandy mengingkatkan Alex untuk lebih teliti.


Perasaannya yang kesal membuat Sandy merindukan pujaan hatinya. Dia pasti akan langsung nemeluk dan mencium Nayla di hadapan wanita itu kalau saja Nayla ikut menemaninya.


Sandy meraih telepon genggam miliknya yang ada di atas meja kerja dan langsung menghubungi Nayla.


"Hans" suara dan wajah Nayla yang ada di hadapannya seketika membuatnya kembali ceria. Nayla yang melihat perubahan wajah Sandy memahami kalau sudah terjadi sesuatu.


"Ada masalah apa?" tanya Nayla ingin tahu, wajah Sandy tadi tampak sangat kesal


"Tidak ada sayang, hanya saja Aku dan Alex habis bertemu ular berbisa" jawab Sandy.


"Aku percaya padamu Hans, muaahh" Nayla memberikan kecupan jauhnya, setelah mengerti maksud perkataan Sandy.


"Lala jangan buat aku gila" teriak Sandy membuat Nayla tertawa karena sudah berhasil menggoda Sandy.


"Tunggu pembalasan dariku" ucap Sandy dengan senyum penuh arti pada calon istrinya itu.

__ADS_1


*******************************


Terima kasih sudah mampir di karya author. Terima kasih juga untuk pembaca yang sudah memberikan vote, hadiah, koment dan like, apapun itu sudah jadi semangat buat saya tetap menulis.🙏🙏🙏 😊😊


__ADS_2