
Kelima pasang suami istri sudah empat hari ini menikmati perjalan bulan madu, mereka memilih Belanda jadi tempat destinasi wisata mereka. Sesuai rekomendasi dari Ayah Dimas yang memberikan mereka hadiah perjalanan ini.
Ayah Dimas juga meminta Nayla dan Zein mengunjungi keluarga besar kakek buyut mereka Harley yang sebagian besar masih menetap di Amsterdam Belanda, kini mereka berada di kediaman utama keluarga Harley dimana Zein pernah tinggal satu tahun disini setelah lulus sekolah.
Para wanita berkumpul sambil melihat hasil jepretan mereka beberapa hari ini, mereka mengunjungi Keukenhof Garden salah satu tempat romantis yang wajib dikunjungi karena dapat menikmati indahnya bunga tulip yang bermekaran di musim semi seperti saat ini.
Sebelumnya mereka mengunjungi Kinderdijk yang termasuk dalam daftar tempat romantis yang wajib dikunjungi bersama pasangan, dimana didesa ini memiliki ciri khas Belanda, yaitu adanya kincir angina raksasa yang berasal dari abad pertengahan akhir.
Berbeda dengan para wanita, para pria terlihat lebih santai. Mereka hanya menghabiskan waktu untuk beristirahat sambil menikmati kudapan yang disiapkan pelayan ditaman belakang yang cukup luas.
Sandy memperhatikan wajah Reyhan yang tampak tidak biasa seperti hari biasanya setelah tiba di kediaman utama keluarga Harley. "Ada apa?" tanyanya langsung pada Ryhan.
Reyhan memalingkan wajahnya pada Sandy, lalu melihat yang lain. "Aku melihat Cindy saat kita masuk ke komplek ini" jawab Reyhan sambil berbisik.
"Cindy?" ulang Sandy karena tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Rehan menganggukan kepala. "Ada apa? kalian sepertinya membicarakan yang penting" tegur Alex yang baru bergabung setelah membantu Zein.
"Reyhan menghayal bertemu mantanya yang hilang" ucap Sandy sambil tersenyum meledek.
"Cindy? dimana?" kini Alex ikut bertanya, dia tahu siapa yang dimaksud Sandy.
"Tidak jauh dari sini sekitar beberapa rumah, aku melihatnya berdiri di halaman sedang berbincang disana" jelas Reyhan
"Lalu...? Kamu ingin datang mengunjunginya? bertanya mengapa dia tiba-tiba menghilang?" Sandy menanggapinya dengan memberikan pertanyaan.
"Apa kamu yakin dia?" tanya Alex "Karena bisa saja yang kamu lihat orang yang mirip dengannya" lanjut Alex apa yang dipikirkannya.
Ketiganya diam, mereka berpikir dengan pikiran mereka masing-masing dan saling pandang.
"Aku"
"Kamu"
Ucap Reyhan dan Sandy bersamaan. Reyhan memberi kesempatan untuk Sandy bicara terlebih dahulu.
"Kamu memang harus menyelesaikannya Rey, tapi jangan saat ini" ucap Sandy setelah dia memikirkan apa yang harus dilakukan Reyhan.
__ADS_1
"Itu juga yang aku pikirkan" jawab Reyhan.
"Bisakah Nayla membantuku untuk menjaga Shinta jangan sampai dia tahu" pinta Reyhan pada Sandy.
"Jangan khawatir, Citra juga akan kuminta menjaga Shinta" ucap Alex yang juga ingin membantu Reyhan.
Sore ini mereka jalan-jalan dipinggir kanal setelah mereka selesai menyusuri kanal dengan menggunakan canal cruise. kanal-kanal yang ada di Amsterdam akan terlihat cantik saat sunset. Cahaya matahari sore yang berwarna keemasan membuat warna air dan pepohonan disekitar kanal makin indah.
Bella dan Roy mereka menggunakan sepeda mengelilingi kanal. Nayla ingin melakukannya, namun mengingat dia sedang hamil dia menggurunkan niatnya dan memilih berjalan kaki ditemani Sandy yang terus menggenggam tangannya.
Sandy dan Nayla duduk untuk istirahat sambil menikmati sunset, Sandy menatap istrinya yang terlihat lebih cantik terkena pantulan cahaya matahari dari kanal. "Nayla" sapa seseorang membuat Nayla melihat orang yang menyapanya yang berdiri di belakang Sandy.
"Mbak Cindy" sapa Nayla dan langsung berdiri mendekati Cindy, mereka saling berpelukan. Sudah lama tidak bertemu, terakhir dua setengah tahun yang lalu saat Nayla liburan bersama Adam dan keluarganya.
Sandy cukup terkejut saat Nayla menyebut nama Cindy, dia teringat dengan apa yang diceritakan Reyhan. Sandy membalikkan badannya setelah Nayla berdiri dan mendekati Cindy. Seperti yang dia pikirkan Cindy yang sedang bersama Nayla adalah mantan kekasih Reyhan yang menghilang. Sandy mendekati Nayla dan berdiri di belakang istrinya.
"Sandy..." ucap Cindy tidak percaya saat melihat Sandy yang berdiri di belakang Nayla.
"Mbak Cindy mengenal suamiku?" tanya Nayla.
"Kami dulu satu sekolah" Sandy yang menjawab dan mendapat anggukan dari Cindy.
Wajah Cindy berbah pucat saat Nayla menyebut nama Reyhan. Sandy dapat melihat perubahan wajah Cindy, dia mengerti namun tidak bisa berbuat apa-apa.
"Mbak Cindy... Kak Alex dan Bang Rey juga ikut bersama kami" ucap Nayla memberi tahu Cindy berharap wanita yang ada di hadapannya senang bisa bertemu teman-teman sekolahnya.
"Cindy kami masih ingin jalan-jalan" ucap Sandy agar Nayla berhenti membicarakan Reyhan.
"Senang bisa bertemu deganmu" lanjut Sandy ucapannya.
"Mbak besok datanglah kerumah... kita sarapan bersama" ajak Nayla agar Cindy mengunjunginya.
"Jangan lupa ajak Jojo" Nayla menginggatkan Cindy untuk mengajak putranya.
Sandy membawa Nayla meninggalkan Cindy. Tanpa mereka sadari Reyhan dan Alex dari jauh melihat mereka.
"Hans... kenapa kamu bersikap seperti itu dengan Mbak Cindy?" tanya Nayla saat mereka sudah kembali duduk.
__ADS_1
"Perjalanan hidupnya cukup berat untuk dia jalani. Tidak seperti yang terlihat dengan senyum yang dia tunjukkan pada orang"
"Dia tersenyum di dalam luka karena dia harus bersembunyi dari seseorang dan menjadi orang tua tunggal untuk putranya"
"Dulu dia memiliki kekasih yang sangat dia cintai. Dia harus meninggalkan kekasihnya dan bersembunyi karena dia mengandung anak dari laki-laki lain yang dia tidak tahu siapa orangnya"
"Dia memberi nama Jojo pada putranya, seperti nama panggilan sayang untuk kekasihnya"
Sandy menarik nafas panjang setelah mendengar cerita Nayla tentang Cindy, kini dia tahu penyebab Cindy pergi meninggalkan Reyhan.
"Apa dia masih sangat mencintai kekasihnya?" Sandy bertanya pada Nayla.
"Sepertinya begitu. Kamu kenal dia Hans? Mbak Cindy memberitahuku kalau kekasihnya teman sekolah" ingat Nayla apa yang di cetitakan Cindy.
"Aku sangat mengenal laki-laki itu. Kamu juga sangat mengenalnya" jawab Sandy sambil membayangkan bagaiman kalau Reyhan yang bertemu sedangkan ada Shinta bersamanya.
"Siapa dia?" Nayla bertanya sambil memukul tangan Sandy yang terlihat melamun.
"Reyhan"
"Bang Rey... ohhh no" teriak Nayla.
"Hans kita harus melakukan sesuatu, bagaimana kalau mereka bertemu dan Bang Rey, bagaimana kalau Bang Rey masih mencintai Cindy? lalu Teh Shinta..." Nayla terdiam saat Sandy membungkamnya dengan ciuman.
"Mengapa kamu jadi panik seperti ini? bukan seperti Lala yang kukenal" ucap Sandy setelah Nayla diam.
"Reyhan tahu apa yang harus dia lakukan, biarkan dia menyelesaikan masalahnya. Tugasmu adalah membuat Shinta untuk mengerti" ucap Sandy sambil memeluk Nayla dari samping.
Nayla mengangguk mengerti. Tidak menyangka ini bulan madu Shinta dan Reyhan tapi mereka malah menghadapi masalah harus bertemu dengan mantan kekasih Reyhan.
"Aku akan membuat Teh Shinta untuk mengerti agar membiarkan Bang Rey menyelesaikan masa lalunya" jawab Nayla sambil bersandar pada bahu Sandy.
"Bang Rey ada apa?" tanya Shinta saat melihat suaminya seperti melamun dan memikirkan sesuatu.
...***************...
Saya mengucapkan terima kasih untuk pembaca yang sudah memberikan vote, hadiah, koment dan like. Apapun itu sudah jadi semangat buat saya tetap menulis.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir di karya author jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like dan komen. 🙏🙏🙏🙏🙏