Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
hubungan yang renggang


__ADS_3

Begitu di kamar, Eden menjadi kesal sendiri. "Selama dia amnesia aku sudah berusaha melakukan yang terbaik, agar aku punya kenangan yang indah bersamanya. Tapi dia malah lebih mengingat keburukan ku dibandingkan dengan kebaikan ku padanya. Entah aku harus bagaimana lagi menghadapinya? Tadi di ruang makan dia sama sekali tidak mau melihat ku dan menunduk saja! Sepertinya dia sangat membenci ku, sepertinya anti banget kalau lihat aku. Sebaiknya sementara ini aku menjaga jarak dengannya dulu. Kalau aku terlalu memaksanya malah nanti dia berpikir untuk kabur lagi!", pikir Eden yang sudah salah mengira. Ternyata tadi saat makan malam walaupun terlihat tidak perduli dan dingin, Eden diam-diam memperhatikan Tiara. Tiara yang menunduk menahan tangisannya dikira membencinya, sehingga sama sekali tidak mau melihat ke arahnya.


Akhirnya pasangan Tiara dan Eden yang sama-sama suka menyimpan semuanya dalam hati itu, sama-sama salah paham, akibatnya hubungan keduanya semakin renggang dan menjauh, karena keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing yang sudah salah.


...********...


"Aku tahu keluarga kami sudah bersalah pada mu Tiara! Jadi sudah tidak pada tempatnya kalau aku meminta bantuan mu. Tapi tolong pandanglah hubungan kita, kuharap kau mau memaafkan ayah, ayah sekarang juga sudah struk, usahanya juga sudah bangkrut, sebenarnya ayah sudah mendapat balasannya. Kuharap kau bisa mengurus semua admin ayah di rumah sakit. Nanti setelah aku pulang aku akan mengurusnya sendiri. Kau tahu sendiri ibu tidak pernah bisa mengurus apa-apa, sedangkan Bella sama sekali tidak mau tahu keadaan ayah lagi. Sedangkan ibu mau minta tolong bi Mery, bibi Mery sedang berada di Eropa", ujar Rico memohon lewat sambungan telpon.


Tiara akhirnya mengiyakan permintaan Rico. Tiara sungguh tidak menyangka keadaan ayah angkatnya bisa seperti itu. Tiara memang sempat membenci Wijayanto, tapi dia tidak pernah berharap Wijayanto akan berakhir seperti itu. Bahkan saat dia dulu memutuskan menerima Rico, tujuannya hanya ingin ayah angkatnya itu merasakan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang diharapkan. Tapi takdir berkata lain, akhirnya karena amnesia, dia tidak melakukan rencananya. Kalau dipikir ulang lagi, Tiara sekarang malah bersyukur dia tidak jadi melakukan rencananya, bukankah kalau dia lakukan, dia hanya memanfaatkan Rico saja? Terus apa bedanya dia dengan ayah angkatnya, kalau dia melakukan hal itu. Padahal selama ini dia selalu hanya menganggap Rico adalah kakak terbaik yang dimilikinya.


Tiara yang perasaannya sedang sensitif, akhirnya teringat masa kecilnya, setidaknya Wijayanto termasuk baik dan juga menyayanginya, saat usahanya belum mengalami kemunduran. Apa yang dibeli Wijayanto untuk Bella, selalu dia beli untuk Tiara. Bahkan saat dia kecil, Wijayanto lebih sering membanggakan dia dibandingkan Bella, hal yang membuat Mita dan Bella akhirnya tidak menyukai Tiara. Wijayanto juga yang selalu membelanya, jika Mita dan Bella memarahinya.


"Mungkin ayah memanfaatkan ku karena sebetulnya terpaksa karena keadaan. Orang yang sudah kepepet biasanya bisa melakukan apapun", pikir Tiara yang akhirnya memaafkan kesalahan Wijayanto,


...********...


Bahkan Tiara merasa setelah mengalami amnesia, akhirnya hubungannya dengan Eden membaik dan bahkan sebetulnya mereka menjalani hidup yang indah. "Betul kata orang bijak, kadang yang tidak perlu kita tahu, seharusnya kita tidak perlu mencari tahu. Andai saja aku masih amnesia, mungkin saat ini. kehidupan ku tetap indah dan bahagia, aku selalu menganggap Eden sangat mencintai ku. Bahkan mungkin aku sudah pergi honeymoon dengan Eden! Dan ayah akan selalu menjadi pahlawan dalam hati ku", sesal Tiara.


"Tapi setelah sadar aku malah harus menerima kenyataan, Eden mungkin hanya merasa bersalah saja, sehingga bersikap baik pada ku kala itu, bukan karena mencintai ku. Selama ini tidak pernah sekalipun dia menyatakan cinta pada ku. Malah aku yang sepertinya sering mengobral kata-kata cinta. Sungguh memalukan! Gara-gara kebanyakan membaca buku John M. Gottman", pikir Tiara sambil menatap kesal ke buku yang dibawanya pindah kamar juga.

__ADS_1


"Percuma! buat pria lain mungkin kau berfungsi, tapi tidak buat tuan Eden!", ujar Tiara pada buku itu, sambil membawa buku itu dan melemparnya ke laci kosong, melampiaskan kekesalannya. Akhirnya Tiara malam itu sulit untuk tidur, dan keesokan harinya Tiara bangun kesiangan.


...********...


Tiara masuk ke ruang makan dengan malu, baru kali ini dia bangun kesiangan. "Untung saja pak Nugroho belum kembali", pikir Tiara dalam hati.


Hanya ada Bi Ana di ruang makan, Eden sama sekali tidak kelihatan. Walaupun Tiara bangun kesiangan, tapi biasanya jam setengah delapan, Eden masih duduk santai di ruang makan sambil ngopi. Tapi hari ini sudah tidak kelihatan. Hal yang membuat Tiara semakin kecewa dan sedih, karena merasa Eden menghindarinya terus.


"Eden hari ini berangkat cepat, soalnya banyak kerjaan Tiara. Maklum akhir tahun, biasanya memang sibuk", ujar bi Ana yang seperti tahu isi hati Tiara saja.


" Oh.. ", sahut Tiara singkat dan berlagak tidak terpengaruh dengan pemberitahuan bi Ana.


"Tidak apa-apa Tiara, kau sedang hamil, kadang lebih mudah merasa lelah", sahut bi Ana maklum.


"Selesai makan nanti aku akan pergi mengunjungi ayah bi. Kemaren kak Rico meminta aku untuk membantu mengurus admin di rumah sakit dulu, sambil menunggu kak Rico kembali ke Indonesia", ujar Tiara meminta ijin bi Ana. "Ayah mengalami struk bi", sambung Tiara lagi.


"Bella?", tanya bi Ana bingung, mengapa Rico malah meminta tolong Tiara, bukan pada Bella. Apalagi setelah mendengar cerita Eden yang mengatakan kalau Rico dulu pernah mau membawa Tiara pergi. Dan Mery juga pernah bercerita padanya, kalau Rico juga menyukai Tiara, dan Wijayanto pernah berjanji mau meenikahkan Rico dan Tiara.


"Bella sama sekali tidak mau tahu keadaan ayah, kata kak Rico",ujar Tiara.

__ADS_1


"Perlu bibi temani?", tanya bi Ana menawarkan.


"Aku bisa pergi sendiri bi, bi Ana tidak perlu repot-repot", sahut Tiara menolak halus. Bagaimanapun Tiara khawatir Mita akan berbicara sembarangan.


"Baiklah! Tapi kau minta diantar pak Yanto! bibi tidak mau disalahkan Eden nanti!", putus bi Ana.


Tiara hanya mengangguk mengiyakan, tapi dalam hati Tiara pikirannya berbeda. "Bi Ana tidak tahu kalau Eden sudah tidak perduli pada ku, kalaupun dia perduli, dia hanya perduli pada anak yang ku kandung", pikir Tiara dalam hati sedih.


Tentu Tiara tidak tahu kalau Eden berangkat cepat justru karena mengira Tiara menghindarinya, sehingga akhirnya Eden memutuskan berangkat cepat agar Tiara bisa lebih bebas di mansion!


...********...


Untung begitu sampai di ruang rawat Wijayanto Tiara tidak disambut kata-kata pedas Mita seperti biasa.


Rico sudah memberitahu pada ibunya, kalau Tiara yang akan membantu mengurus administrasi Wijayanto keluar dari rumah sakit. Akhirnya Mita pun berusaha menahan rasa tidak puasnya atas perbuatan Eden pada perusahaan suaminya. Wijayanto yang sudah menjalani terapi, akhirnya sudah bisa bangun dan duduk di kursi roda. Wijayanto menatap kedatangan Tiara dengan bahagia.


"Tiara! Maafkan ayah", ujar Wijayanto pelan.


Tiara yang menatap keadaan Wijayanto, hatinya langsung luruh seketika, begitu melihat ayah angkatnya yang menjadi kurus, dan duduk tak berdaya di atas kursi roda. Ayah angkatnya bahkan terlihat menjadi begitu tua.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2