
Tiara berpikir hari ini dia sudah bisa tidur dengan nyenyak, karena tubuhnya yang capek dan dia tidak usah tidur lagi di sisi Eden yang kadang dengan tidak terduga membuat dia sport jantung.
Tapi ternyata dugaannya tidak sesuai dengan harapannya. Dari tadi dia bolak balik tidak tenang memikirkan diary nya yang hilang itu.
"Ah lupakan saja, aku harus menghadapi hidup baru ku. Aku yakin Eden kalaupun menemukan buku itu, dia tidak akan membacanya. Aku harus cepat tidur! Besok aku harus mulai menata hidup baru ku!", ujar Tiara menghibur diri nya sendiri dan berusaha melupakan masalah diary nya.
Rico sudah berjanji pada nya akan membantunya mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang disukainya. Setidaknya dengan menyibukkan diri, dia bisa melupakan kenangan saat hidup di mansion Nugroho. Baik itu kenangan indah maupun buruk, tidak mungkin dalam sekejap dilupakan, walaupun dia sudah bebas.
Untung saja ketika jam menunjukkan pukul dua pagi, Tiara akhirnya tertidur juga.
...********...
Eden yang pagi-pagi sudah bangun, segera mempersiapkan diri untuk ke kantor. Dengan semangat dia melakukan semuanya sendiri, sama sekali tidak meminta bantuan Bella.
Saat dia bangun, Bella masih tidur dengan nyenyak di sampingnya. Sebetulnya Eden sempat merasa aneh, karena selama ini Bella pagi-pagi sudah bangun. Setiap dia bangun pagi, dia selalu mencium wangi sabun di kamar nya, karena biasanya pagi-pagi Bella sudah mandi. Bahkan sebelum Eden melarang Bella untuk keluar dari kamar tanpa ijinnya, Bella bisa lebih pagi lagi bangunnya, hanya untuk sekedar memasak di dapur.
"Mungkin karena Bella kemaren sakit, jadi Bella bangun kesiangan", pikir Eden menyimpulkan.
Eden yang mulai menyukai Bella, akhirnya merasa kasihan pada Bella, dan membiarkan Bella untuk beristirahat lebih, sedangkan kegiatan yang biasa Bella lakukan untuk membantunya, semua Eden kerjakan sendiri. Tentu Eden tidak tahu kalau Bella yang asli, tidak pernah bangun pagi. Bella biasanya bangun, kalau ibunya memanggilnya untuk sarapan pagi.
...********...
Sinar matahari yang masuk lewat jendela kaca, akhirnya membuat Bella bangun.
"Duh siapa sih yang buka gorden jendela, sungguh mengganggu!", gumam Bella, lupa kalau dia sudah berada di tempat Eden. Begitu Bella bangun dan duduk di atas tempat tidur, dia baru sadar dan menutup mulutnya yang kelepasan bicara.
"Kau bilang apa tadi?", ujar Eden mendekatinya.
"Ah, tidak. Aku bilang mengapa aku bisa sampai kesiangan hari ini", ujar Bella refleks, yang teringat dengan kebiasaan Tiara yang suka bangun pagi.
"Untung Eden tadi tidak mendengar ucapan ku, bisa curiga dia. Heran aku! si Tiara ini punya kebiasaan yang bikin aku susah saja, sepertinya besok aku harus bangun pagi kalau tidak mau sampai si Eden curiga", pikir Bella dalam hati, Bella yang licik memang otaknya selalu jalan untuk hal-hal seperti ini.
Dan ketika menatap ke arah Eden, sekali lagi Bella bersyukur akan keberuntungannya," Untung Eden sudah bersiap sendiri, aku tidak perlu membantunya lagi! Kemaren aku lupa melihat isi lemarinya dan belum tahu letak-letak barangnya Eden", pikir Bella yang merasa keberuntungan sedang berpihak padanya.
__ADS_1
"Bahkan ketika aku bersama Eden, aku sudah tidak perlu terlalu berjuang untuk mendapatkan hati Eden lagi. Memang harus kuakui si Tiara itu memang paling pintar mengambil hati orang", pikir Bella yang menatap kagum pada Eden, yang terlihat tampan dengan baju kerjanya dan terlihat berwibawa.
"Akhirnya aku bisa mendapatkan seorang suami yang sesuai idaman ku, yang bisa ku banggakan saat berjalan di sampingnya. Kami pasti akan menjadi pasangan ideal!", pikir Bella dalam hati sambil membayangkan orang-orang akan menatap iri kepadanya.
"Kalau kau masih kurang sehat, jangan ikut aku ke perusahaan, istirahat saja di rumah!", ujar Eden yang menyadarkan Bella dari lamunannya.
"Tidak, karena istirahat ku sudah cukup, kurasa aku sudah bisa menemani mu ke perusahaan, aku bersiap-siap sekarang juga", sahut Bella dengan cepat.
"Aku turun dulu! Kutunggu kau di bawah saja!", ujar Eden.
Eden cukup merasa aneh dengan perasaannya sendiri, entah mengapa hari ini keinginannya yang selalu menggunakan kesempatan agar bisa berdekatan dengan Bella menghilang sama sekali.
"Apakah mungkin karena aku sebentar lagi sudah bisa melihat? Dan aku sudah tidak membutuhkan bantuannya lagi? Berarti sebenarnya perasaan ku ini perasaan suka atau hanya membutuhkan bantuannya saja selama ini?", pikir Eden dalam hati yang membuat dia kembali meragukan perasaannya pada Bella.
...********...
Walau Tiara tidurnya menjelang pagi, kebiasaan Tiara untuk bangun pagi tidak pernah berubah. Pagi-pagi saja ruangan dapur sudah tercium harum masakan.
Usaha Wijayanto yang masih disokong oleh keluarga Nugroho dan baru belum terlalu lama beroperasi memang belum terlalu banyak penghasilannya.
Hal tersebut membuat Mita beralasan berhenti memakai asisten rumah tangga.
"Ini untuk mengirit pengeluaran kita mas!", ujar Mita ketika Wijayanto menanyakan padanya mengapa dia memecat asisten rumah tangga mereka.
"Ini pasti kau sengaja begitu melihat Tiara mau kembali tinggal di sini!", tegur Wijayanto yang merasa tidak enak, karena Mita memecat asisten rumah tangga mereka saat Tiara juga di ruangan itu.
"Apa salahnya? Di dunia ini tidak ada yang gratis!", sahut Mita tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Kau benar-benar Mita! Keterlaluan!", omel Wijayanto kesal.
"Tidak apa-apa ayah, membersihkan rumah dan memasak bukanlah pekerjaan yang berat. Aku tidak masalah dengan itu", ujar Tiara melerai pertengkaran antar Mita dan Wijayanto.
"Tuh kan! yang bersangkutan saja gak keberatan, ngapain kamu ribut. Tapi kalau sama anak mu sendiri kamu begitu pelit! Belanja saja dibatasin. Untung sekarang dia sudah punya suami kaya, tidak perlu mengharapkan uang mu lagi", ujar Mita yang tidak puas.
__ADS_1
"Kau terlalu memanjakan anak mu itu! Jangan sampai suatu hari dia membuat masalah saja karena didikan mu yang tidak benar!", ujar Wijayanto yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap istrinya itu.
"Tidak akan ada masalah lagi, selama Tiara tidak muncul di sana lagi. Kamu jangan pernah ke mansion Nugroho lagi ya! Awas!", ancam Mita sambil menatap tajam ke Tiara.
"Baik Bu", sahut Tiara pasrah, sudah pasti dia tidak ada kesempatan untuk mencari diary nya yang tertinggal di sana.
Bersambung ........
...Hi pembaca ku tersayang, semoga semua selalu dalam keadaan sehat ya🤗🤗🤗...
...Kali ini author mau menjawab pertanyaan dari beberapa pembaca yang sangat cermat....
...Thor apakah suara Bella dan Tiara sama? Koq Eden gak kenal ya?...
...Karena author sudah buat alur ceritanya sementara waktu Eden tidak tahu, kita anggap saja Bella meniru suaranya mirip dengan Tiara. Tapi itu juga berdasarkan pertimbangan, biasa orang yang dibesarkan bersama, suara dan logatnya hampir sama. Misalnya seperti author dengan kakak author, sering sekali orang tidak bisa membedakan suara kami, apalagi saat di telpon....
...Maaf ya kalau misal jawaban author kurang sesuai ekspektasi 🙏🙏...
...Author sadar karya author masih jauh dari kata sempurna, btw terimakasih buat masukannya ya, agar ke depannya author bisa lebih baik lagi dalam menulis....
...Walaupun begitu jangan bosan mengikuti terus ceritanya, author harap bisa tetap menghibur....
...Terimakasih buat dukungannya....
...Untuk komentar juga tidak bisa author jawab semua ya, soalnya dibatasi dari NT, jadi jawab 2 komentar saja sudah harus jeda dulu....
...Love you all...
...😘😘😘...
Sekalian author mau mempromosikan salah satu karya teman author. Buat yang suka dengan cerita drama komedi, bisa mampir.
__ADS_1