Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Tiara yang berbeda


__ADS_3

"Kau yakin tidak ingin ikut aku ke kantor ku?", tanya Eden sambil berjalan ke tempat tidur, untuk memakai baju kerjanya yang sudah disiapkan Tiara di atas tempat tidur.


"Tidak mas", ujar Tiara menggeleng sambil menuju ke laci mengambil dasi untuk Eden. Tiara yang sudah hafal kebiasaan Eden yang suka membuka handuk yang membungkusnya setiap habis mandi itu dengan seenaknya saja itu, berusaha menghindari pemandangan yang membuat Tiara salah tingkah.


Tapi kali ini Eden tidak membiarkan Tiara yang menghindarinya, Tiara yang sedang mengambil dasi dari laci dan membelakangi Eden tidak menyangka tiba-tiba dipeluk Eden dari belakang. "Kau sepertinya menghindari ku terus, kenapa?", tanya Eden.


"Ah.. perasaan mas saja. Aku kan sedang membantu mas untuk bersiap-siap ke kantor", ujar Tiara berusaha bersikap normal sambil mengangkat dasi yang dipilih nya untuk dilihat Eden, padahal jangan dibilang lagi, hatinya berdebar kencang karena posisi Eden yang begitu dekat dengannya.


Eden tentu merasakan tubuh Tiara yang tiba-tiba menjadi tegang, tapi Eden malah semakin senang menggoda Tiara kalau sudah begitu. Eden mulai mengecup kuping Tiara, ketika merasakan tidak ada perlawanan dari Tiara, Eden semakin jadi, kecupannya mulai turun ke leher Tiara, bahkan bahu Tiara. Tiara sendiri yang karena tegang tidak sadar kalau Eden sudah melepas kancing bajunya, sehingga bahunya terekspos.(Nah lho, ahli juga si Eden, padahal kancingnya di depan🀣🀣).


"Mas nanti kau terlambat ke kantor!", ujar Tiara yang tiba-tiba sadar karena nafas hangat Eden pada bahunya, Tiara meremas baju depannya yang kancingnya sudah terbuka itu dan sama sekali tidak berani bergerak karena tegang.


"Aku tidak perduli, aku kan bos nya, enggak masuk juga gak pa pa", sahut Eden yang tidak mau tahu, bahkan tangannya menarik tangan Tiara yang sedang meremas bajunya. Tiara paling tidak suka orang yang tidak bertanggung jawab pada pekerjaannya, Tiara lupa pada rasa gugupnya, seketika memutar badannya menghadap Eden.


"Walaupun kau bosnya di sana, kau tetap harus bertanggung jawab, bukan seenaknya begitu!", omel Tiara.


"Baiklah", ujar Eden."Tapi untuk hari ini biarkan aku melanggarnya sekali", sambung Eden yang langsung tidak memberi kesempatan pada Tiara untuk berpikir lagi, langsung mengangkat tubuh Tiara dan membawa Tiara ke tempat tidur mereka.


"Kau mau apa mas?", tanya Tiara dengan nafas memburu, karena jantungnya yang semakin berdebar kencang.


"Aku hanya ingin mempercepat bulan madu kita", ujar Eden yang langsung melu*mat bibir Tiara, dan dengan perlahan meletakkan Tiara di atas tempat tidur mereka. Eden juga mulai merubah ciu*mannya menjadi lebih lembut, sehingga membuat Tiara terlena dan tanpa sadar mengalungkan kedua lengannya ke leher Eden. Lagipula Tiara sebenarnya juga sudah menyiapkan dirinya menerima Eden sebagai suaminya.


Sebentar saja baju yang melekat di tubuh Tiara sudah terlepas, sedangkan Eden sejak keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja. Kejadian selanjutnya biarlah pembaca ngehalu sendiri yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™.


...********...


"Koq tumben, siang banget turunnya? Kami semua sudah sarapan, tinggal kau dan Tiara yang belum! Apakah kamu hari ini ke perusahaan? ", ujar Nugroho begitu melihat Eden yang turun dengan wajah cerah dan menggandeng Tiara.

__ADS_1


"Tentu berangkat yah", sahut Eden sambil menarik bangku untuk Tiara duduki, kemudian Eden baru ikut duduk di samping Tiara.


"Setahu ku biasanya kau tidak pernah telat", ujar Nugroho yang tidak puas dengan jawaban Eden, karena Nugroho juga orang yang disiplin. Menurutnya seorang pemimpin harus memberikan contoh yang baik buat bawahannya.


"Ayah ini koq gak ngerti banget sih, aku kan baru nikah, lagipula bukankah ayah ingin segera mempunyai cucu", sahut Eden dengan santai, yang akhirnya membuat Ana dan Merry tersenyum-senyum mendengar perbincangan ayah dan anak itu. Sedangkan Tiara wajahnya sudah seperti kepiting rebus, hanya bisa mencubit lengan Eden dan berbisik pada Eden, "Ih...gak tahu malu banget". Sedangkan Eden malah tersenyum senang.


"Untung banyak orang, kalau tidak ku habisi kamu lagi, siapa suruh kamu menggemaskan", balas Eden berbisik juga. Bisikan yang membuat wajah Tiara seketika semakin memerah.


"Mas, ayo kita ke taman saja mencari udara segar sambil berolahraga", ajak Mery pada Nugroho, yang ingin memberikan kesempatan pada pasangan muda itu.


"Aku juga mau ke dapur saja mempersiapkan bahan-bahan untuk masakan siang nanti", ujar Ana yang tersenyum penuh arti ke Tiara dan ikut berjalan keluar dari ruangan.


"Ih..mas malu-malu in saja", omel Tiara sambil memukul lengan Eden, Eden membiarkannya dan tersenyum senang.


...********...


"Maaf, tuan siapa ya? Mau cari siapa?", tanya penjaga pintu mansion itu mendekati Rico.


"Aku mencari nona Tiara, aku adalah kakaknya Rico", ujar Rico.


"Maksud tuan Nyonya Eden?", tanya penjaga itu meyakinkan.


"Iya, nyonya Eden", ujar Rico mengepalkan tangannya.


"Tunggu sebentar ya Tuan", ujar penjaga itu terlihat memasuki posnya dan menelpon.


...********...

__ADS_1


Setelah menunggu kurang lebih lima belas menit, Rico melihat Tiara yang berlari mendekatinya.


Rico memandang penuh kerinduan pada perempuan pujaannya itu.


Tampak Tiara yang semakin cantik dan segar dengan baju kotak-kotak terusan dengan kancing depan yang berwarna putih.


Rico sampai mematung, memandang kagum pada Tiara.


"Kau baik-baik saja kan Ara?", tanya Rico yang langsung memeluk Tiara.


Tiara yang kaget dengan perlakuan Rico, langsung mendorong dada Rico dengan kedua tangannya. Memang hubungan dia dan Rico cukup akrab, tapi mereka tidak pernah berpelukan seingat Tiara, bagaimanapun Rico hanya kakak angkatnya, bukan kakak kandung.


"Aku baik-baik saja kak. Kapan kau pulang ke Indonesia? Aku koq gak dikabari? Atau jangan-jangan ayah lupa memberitahu ku ya?", tanya Tiara sambil menatap Rico.


Mendengar perkataan Tiara, kali ini Rico memandang bingung ke Tiara.


"Apa yang terjadi pada mu Tiara? Sehingga kau melupakan janji mu pada ku?", tanya Rico sambil menangkap pergelangan tangan Tiara.


"Janji apa kak Rico? Aku tidak mengerti maksud mu?", ujar Tiara menatap bingung ke Rico.


"Bukankah kau berkata pada ku akan memulai hidup baru dengan ku? Meninggalkan keluarga kita, meninggalkan semuanya, asal aku mau menerima keadaan mu. Kau hanya menunggu sampai aku menyelesaikan pekerjaan ku di sini, sesudah itu kita akan mencari tempat baru untuk memulai hidup baru", ujar Rico.


"Tidak mungkin kak, aku kan sudah punya suami kak, masak aku bisa mau pergi dengan mu? Ayah juga sudah membenarkan kalau Eden adalah suami ku!", ujar Tiara bingung.


"Kau bukan istri sebenarnya. Kau justru takut padanya, walaupun kau sedang hamil anaknya, kau memutuskan untuk pergi dengan ku", ujar Rico.


"Kau sedang berpura-pura atau ada suatu yang terjadi pada mu?", tanya Rico yang akhirnya curiga dengan keadaan Tiara

__ADS_1


Bersambung ........


__ADS_2