
Begitu mendengar bibi Mery berjanji akan membantu menukar posisi Bella dan Tiara, Rico dengan semangat langsung pulang untuk diskusi dengan ayahnya.
Begitu sampai di ruang kerja ayahnya, sungguh kebetulan ibunya dan Bella juga sedang berada di ruang kerja ayahnya.
Seperti biasa, kalau Bella menginginkan sesuatu, pasti tidak sabar menunggu sampai ayahnya pulang ke rumah. Sang ibu yang memanjakannya selalu membantu Bella, apabila Bella menginginkan sesuatu.
Begitu sampai di ruang ayahnya, Rico malah mendengar ayahnya dan adiknya Bella yang sedang adu mulut.
"Tapi saya kan harus punya kendaraan sendiri yah! Saya sudah dua Minggu di Indonesia, masak belum punya mobil pribadi!", Rajuk Bella.
"Kau kan belum bekerja bel, kalau hanya untuk pergi-pergi saja kan hari Minggu juga bisa pakai mobil ayah. Kau coba mengerti keuangan ayah, ayah baru merintis usaha di Indonesia! Masih dibantu keluarga Nugroho, sebisa mungkin harus punya cadangan dana di perusahaan!", ujar Wijayanto meminta pengertian anaknya itu.
"Ah, masak aku mau pergi-pergi harus nunggu hari Minggu saja? Kalau aku mau pergi hari biasa bagaimana?", tanya Bella yang tidak puas.
"Kau kan bisa pesan kendaraan online! sekarang kan sangat mudah!", ujar Wijayanto.
"Ah gak mau, supirnya suka genit, suka melirik Bella, Bella gak suka naik kendaraan online. Pokoknya gak mau!", ujar Bella dengan sombong.
"Makanya kalau tahu gitu pakai baju dan dandan jangan yang berlebihan. Dandanan mu kau buat menarik perhatian orang, pasti mereka lihat lah? Orang punya mata, ya fungsinya untuk melihat!", sindir Rico yang langsung ikut bergabung dan duduk juga di samping ibunya.
Rico yang sejak tadi sudah kesal dengan Bella, karena Bella sudah menggunakan Tiara untuk mengganti dirinya menikah dengan Eden, mendengar perkataan Bella yang sombong, membuat Rico bertambah marah, sehingga akhirnya menyindir Bella.
"Jadi maksud mu aku yang genit dan memancing mereka", ujar Bella yang langsung tersinggung mendengar ucapan Rico.
"Itu hanya kau sendiri yang tahu!", sahut Rico mengejek.
"Sudahlah! kalian kakak beradik mengapa selalu bertengkar saja setiap bertemu!", ujar Mita melerai.
...********...
__ADS_1
"Kak Rico yang mulai Bu!", ujar Bella langsung bergelayut manja pada ibunya, mencari dukungan.
"Aku kan mengatakan yang sebenarnya. Harusnya kau mengerti keadaan ayah, bukannya malah minta yang macam-macam saat keadaan usaha ayah masih baru dan masih merintis!", balas Rico.
"Tapi mobil juga penting buat ku saat ini. Harusnya ayah juga bisa mengerti kebutuhan ku", ujar Bella tidak mau kalah.
"Kalau kau mau seperti itu, harusnya kau yang menikah dengan Tuan Eden sendiri! Bukan Tiara yang menggantikan kau. Kalau kau menikah dengan tuan Eden, jangankan satu mobil, kau ingin sepuluh pun bisa dia berikan!", sindir Rico langsung.
"Apa maksud mu kak? Kan sudah kubilang aku hanya mengalah pada Tiara", ujar Bella masih tidak mengaku.
"Mana ada dalam sejarah hidup mu kamu mengalah untuk Tiara? Kau yang mau menikah dengan tuan Eden, tapi kau yang menghilang di hari pernikahan karena kau tidak mau mempunyai suami buta!", ujar Rico geram dengan kelakuan Bella.
"Ya sudah kalau kakak sudah tahu masalahnya, tapi kan Tiara juga senang dan bersyukur dapat suami yang kaya seperti Eden. Kalau bukan aku yang mengalah, mana mungkin Tiara bisa dapat suami seperti Eden!", ujar Bella tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Kalau memang begitu menurut mu, sekarang kau tukar posisi mu dengan Tiara kembali, kau kan sudah tidak hilang, kau segera ke mansion Nugroho untuk menggantikan Tiara kembali!", ujar Rico.
"Tidak bisa, mana mungkin? Sudah terlanjur, sudah gak bisa!", sahut Bella.
"Masak bibi Mery berkata seperti itu?', ujar Mita tidak percaya.
"Aku tidak berbohong Bu, bibi Mery sendiri yang berjanji pada ku kalau dia bersedia membantu, asal Bella setuju berganti posisi kembali!", ujar Rico dengan yakin.
"Huh, kau jangan mimpi kak! Sampai kapan pun aku tidak mau menikahi pria buta itu, walaupun sekaya apapun juga! Aku bukanlah perempuan bodoh! menikah dengan pria buta itu, paling hanya untuk melayani nya saja! Kalau tidak buat apa pernikahannya dipercepat?", ujar Bella.
"Tapi kan harusnya kau tidak melibatkan Tiara, mengapa kau menyuruh Tiara menggantikan mu?", tanya Rico kesal.
"Kalau itu bukan tanggung jawab ku. Aku sudah bilang kalau aku batal menikah dengan Eden! Sampai Tiara yang bersedia menggantikan ku, itu kan kemauan Tiara sendiri, aku tidak memaksa nya!", ujar Bella dengan enteng dan sama sekali tidak merasa bersalah.
"Tidak mungkin Tiara mengajukan diri, paling kalian yang sudah memaksanya!", ujar Rico lagi.
__ADS_1
"Sudah! Memang Bella tidak tahu apa-apa! Ibu yang meminta Tiara menggantikan Bella! Kalau tidak begitu, takutnya pihak Nugroho akan mencabut dukunganya.pada perusahaan ayah mu!", ujar Mita yang langsung membela Bella.
"Pasti ibu yang menyembunyikan Bella kan? Mana mungkin Bella bisa menghilang?", tanya Rico.
"Betul, bukan hanya ibu saja, bahkan ayah mu juga setuju koq. untuk apa kau meributkan hal yang sudah lewat itu" sahut Mita tidak merasa bersalah.
...********...
"Ayah mengapa kau ingkari janji mu? Ternyata ayah tidak beda dengan ibu, hanya mementingkan Bella saja! Bahkan ayah tidak perduli dengan aku dan Tiara", ujar Rico yang kecewa, dan menghampiri Wijayanto yang dari tadi duduk di bangku kebesarannya dan sama sekali tidak bersuara.
"Maafkan ayah yang tidak bisa memenuhi janji ayah pada mu Rico! Lupakanlah Tiara Rico. Dengan keadaan mu yang sekarang kau akan dengan mudah mendapatkan pengganti Tiara ", ujar Wijayanto.
"Tidak ayah! Sampai kapan pun aku tidak rela!", ujar Rico yang akhirnya mengeluarkan ancamannya.
...********...
Tiara yang baru keluar dari. kamar mandi, langsung terkejut melihat Eden yang jatuh, Tiara segera berlari menghampiri Eden yang berusaha bangun.
Saat Tiara sudah dekat, Eden sudah berhasil bangun, akhirnya Tiara memungut tongkat Eden dan segera memberikannya pada Eden.
"Ini tongkatnya tuan!", ujar Tiara menarik tangan Eden untuk menyentuh tongkatnya.
"Kau pasti senang kan?", ujar Eden sinis, bukannya berterima kasih.
"Tuan mau ke mana, ayo aku bantu!", ujar Tiara sama sekali tidak perduli dengan sikap Eden yang sinis.
*Kau sengaja ingin mencelakakan ku bukan?", tanya Eden yang langsung menunjuk kursi yang kemaren dipindahkan Tiara.
"Maaf tuan, aku lupa memindahkannya kembali!", ujar Tiara yang sudah sadar akan kecerobohannya.
__ADS_1
Tiara segera menarik kursi itu untuk mengembalikan kursi itu ke asal posisinya. Tapi Tiara tiba-tiba kaget dengan penemuannya.
bersambung.........