Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Salah paham


__ADS_3

Tiara segera menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya, ketika dia melihat pintu kamar dibuka.


Sebetulnya tadi Tiara sedang memasukkan sebagian barangnya yang penting ke tas, dia bersiap-siap untuk pergi dari mansion Nugroho jika Bella datang menggantikannya. Untung saja reflek nya cepat, ketika dia melihat pintu dibuka, dia segera menuju tempat tidur.


"Siapa yang biasa langsung masuk tanpa mengetuk pintu? pasti Eden, tapi mengapa dia belum pergi ke kantor?", tebak Tiara dalam hati, segera merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya berlagak tidur.


"Ah..dugaan ku benar! Duh kenapa dia belum ke kantor? Dasar Sultan suka-suka, terlambat berapa jam pun tidak masalah", pikir Tiara dalam hati merasa cemas, ketika melihat bayangan Eden mendekati tempat tidur.


Tiara tentu tidak mengira kalau Eden tidak jadi berangkat ke kantor.


...********...


Eden mulai meraba wajah Tiara, kemudian berhenti di dahi Tiara, membuat Tiara menahan nafas karena tegang.


"Tidak panas! kamu sakit apa?", tanya Eden.


"Perut ku sakit. Maaf aku tidak bisa ikut kamu ke perusahaan. Kalau nanti sudah sembuh aku baru ikut. Mungkin ini cuman masuk angin, kau tidak usah khawatir. Kau bisa berangkat sekarang, gak enak nanti pak Bimo menunggu mu terlalu lama", ujar Tiara, mengusir secara halus.


Tapi Eden malah tertawa mendengar perkataan Tiara.


"Ha..ha..ha..aku kan bos nya. Bimo kalau mau ku suruh tunggu 10 jam juga tidak masalah. Kamu sudah sakit mengapa masih mengkhawatirkan orang lain?", tanya Eden, kemudian menurunkan telapak tangannya dari dahi Tiara.


Baru saja Tiara menarik nafas lega, jantungnya langsung berdebar kembali ketika tangan Eden mencari tangannya dan menggenggam tangannya.


"Kau sakit apa? Koq telapak tangan mu dingin? Sebaiknya aku panggilkan dokter", ujar Eden.


"Tidak usah, aku tahu tubuh ku, dengan istirahat sebentar, nanti aku sudah sembuh", ujar Tiara yang tidak setuju dipanggilkan dokter, lagipula tangan Tiara dingin karena takut menghadapi Eden.

__ADS_1


"Huh, sok perhatian. Paling takut aku sakit dan tidak ada yang bisa melayani dia!", pikir Tiara dalam hati. Memang Tiara selalu berpikiran negatif sejak Eden suka mengerjai dia dan mengeluarkan kata-kata yang tidak enak terhadapnya.


...*********...


"Kau tidak usah khawatir, kalau ada keperluan apapun aku bisa minta tolong pada bibi Mery atau bibi Ana. Kalau kau mau berangkat ke perusahaan, berangkat saja", ujar Tiara setelah melihat Eden masih duduk di samping tempat tidur, dan sama sekali tidak ada tanda-tanda akan pergi.


"Koq kamu mengusir ku pergi terus? Harusnya kamu senang dong ada suami mu yang menemani mu saat sakit. Aku sudah tidak jadi berangkat ke perusahaan!", ujar Eden yang membuat Tiara kaget.


"Aku sungguh merasa tidak enak, sudah mengganggu aktifitas mu Eden", ujar Tiara memberi alasan.


"Bagus kalau kau merasa tidak enak, makanya nanti kalau sudah sembuh kau lebih perhatian saat melayani ku, untuk membayar rasa tidak enak mu itu", ujar Eden tanpa merasa bersalah.


"Tuh kan ujung-ujungnya cuman mau aku menjadi pelayan yang baik, kau jangan kegeeran Tiara!", tegur Tiara pada dirinya sendiri.


Padahal Eden mengucapkan itu, karena menganggap hal yang wajar kalau tugas seorang istri adalah melayani suami nya, tapi tentu berbeda artinya buat Tiara yang selalu mengingat kata-kata yang pernah diucapkan Eden dulu.


...********...


"Ada urusan penting, mumpung kau juga berada di rumah. Jarang-jarang ratu shopping berada di rumah. Masak baru awal bulan saja jatah belanja mu sudah habis", sindir Rico.


Tapi namanya bukan Bella kalau merasa tersinggung.


"Iya, makin hari makin payah ayah kita, makin pelit. Makanya kamu bantu usaha ayah biar maju, jadi jatah ku jadi banyak", ujar Bella


"Harusnya kau jangan berpikir seperti itu, mengapa tidak kau saja yang bantu usaha ayah? Paling tidak kau cari pekerjaan sendiri biar tidak usah mengharapkan uang ayah lagi. Buat apa kau kuliah, kalau tidak untuk digunakan?", serang Rico.


"Buat apa kak? Pada akhirnya aku cuman akan menikah dan menjadi istri orang, saat itu aku juga tidak perlu bekerja. Aku kuliah kan hanya untuk mendapat gelar saja, agar suami ku kelak tidak malu punya istri seperti aku, punya gelar dan cantik", sahut Bella dengan percaya diri.

__ADS_1


"Terserah apa kata mu Bella, aku ke sini tidak ingin ribut dengan mu!", ujar Rico akhirnya yang merasa percuma saja dia berbicara dengan Bella.


"Iya Rico, kau jangan pulang ke rumah hanya untuk ribut dengan adik mu saja! Bagaimanapun dia adik kandung mu! Kau jangan hanya menyayangi Tiara saja!", tegur Mita akhirnya, setelah dari tadi Mita hanya mendengar adu mulut antara kakak beradik itu, dan tidak memihak siapa pun.


...********...


"Kalau bisa sekarang kau menggantikan Tiara! Kalau kau tidak cepat, akan sulit nantinya menggantikan Tiara", ujar Rico akhirnya, langsung pada tujuannya.


"Mengapa harus buru-buru kak? Kalau bisa pas hari Eden dioperasi saja", tawar Bella dengan seenaknya.


"Jadi saat Eden sudah bisa melihat, dia kan juga bisa langsung melihat Bella yang asli. Tiara gak usah takut, aku akan muncul tepat waktu saat itu", sambung Bella lagi, seakan-akan Tiara lah yang membutuhkan bantuannya.


"Saat itu mungkin kau sudah tidak punya kesempatan untuk mengambil posisi mu lagi!", ujar Rico kesal dengan Bella yang mau enaknya saja.


"Tiara kan selama ini juga sudah bertahan, apa salahnya bertahan beberapa lama lagi", ujar Bella yang tidak pernah mau hidup susah.


"Gak sabar banget sih ketemu gadis pujaan mu? Asal jangan nanti dia sudah keluar dari mansion Nugroho, dia lebih memilih Bram dari pada kamu", ejek Bella sekalian memanasi Rico.


Kali ini Mita memukul paha Bella "Jangan suka bicara sembarangan. Bella!", omel Mita yang tidak senang kalau Rico menyukai Tiara.


"Ih ibu, sakit! Aku kan bicara apa adanya. Aku kan cuman kasihan sama kak Rico, kalau dia sudah berusaha tapi ternyata perasaannya ditolak. Kan cuman sia-sia usahanya", ujar Bella tersenyum mengejek. Bella bukannya diam, malah makin menjadi.


Untung Rico sudah hafal sifat Bella yang suka menjadi provokator, Rico sama sekali tidak memperdulikan ucapan Bella.


"Itu urusan ku, kau tidak perlu ikutan!", ujar Rico santai.


"Kalau kau memang masih mengincar posisi mu sebagai istri Eden, sebaiknya sekarang juga! Jangan mengulur-ulur waktu lagi. Kalau kau masih tidak mau, dan nanti sudah tidak bisa, kau jangan menyalahkan aku yang tidak memberitahu mu! Kata Tiara Eden mau membawanya ke perusahaan, hari ini dia sudah berhasil menghindar, entah kalau besok! Kalau sudah sampai orang-orang di perusahaan mengenal Tiara sebagai istri Eden, maka saat itu kau mau pun sudah tidak bisa mengambil posisi mu kembali. Saat itu kau jangan bilang Tiara tidak mau mengembalikan posisinya itu pada mu!", ujar Rico mengancam.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2