Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Merry menyesal


__ADS_3

Operasi Eden berjalan dengan lancar. Saat pembukaan perban, Bella, Bimo, dan Mery menunggu hasil operasi Eden.


"Bagaimana Eden, kau sudah bisa melihat dengan jelas?", tanya Mery khawatir dan tidak sabar.


Eden mengerjap-ngerjapkan mata nya sambil memandang sekelilingnya dan berhenti pada Bella, "Benar! Dia Bella yang kutemui pertama kali! Tapi mengapa akhir-akhir ini aku sepertinya merasa asing padanya? Sampai aku berpikir Bella diganti orang lain", pikir Eden dalam hati.


Bella segera menghampiri Eden dan melambaikan tangannya di depan mata Eden


"Bagaimana Eden? Kau sudah bisa melihat belum?", tanya Bella yang khawatir kalau operasi Eden gagal, bagi Bella pantang baginya mempunyai seorang suami cacat.


"Iya, aku sudah bisa melihat lagi", sahut Eden.


"Syukurlah Eden, akhirnya kamu bisa melihat lagi!", ujar bibi Mery menarik nafas lega.


"Selamat tuan Eden, tuan sudah bisa melihat kembali!", ujar Bimo memberikan selamat.


"Aku senang kau bisa melihat lagi, dan menjadi orang normal kembali Eden!", ujar Bella yang langsung mengecup pipi Eden.


Perbuatan yang membuat Eden kaget, sehingga Eden menjauhkan kepalanya, sejak kapan Bella pernah agresif? Hal tersebut akhirnya membuat Eden semakin merasa aneh dan asing dengan sifat Bella, dan Eden merasakan perubahan itu sejak Bella sembuh dari sakit.


Eden sudah tidak pernah mencoba mendekati Bella ataupun menggoda Bella seperti dulu lagi, entah ke mana rasa gemas dan rasa sukanya pada Bella.


Bahkan waktu itu Eden juga sempat selalu mencari kesempatan untuk mendekati Bella, melakukan kontak fisik dengan Bella agar hubungannya semakin dekat dengan Bella. Tetapi entah ke mana keinginannya untuk melakukan hal itu akhir-akhir ini, keinginannya itu seperti menguap tiba-tiba.


"Mungkin saat itu aku bosan karena tidak melakukan kegiatan apapun, akhirnya aku menjadi iseng. Sedangkan sekarang aku sudah mulai sibuk lagi, jadi aku tidak punya keinginan lagi untuk melakukan hal tersebut!", pikir Eden yang merasa hatinya menjadi tawar kembali terhadap perempuan. Bahkan niatnya untuk mengerjai Bella sama sekali sudah tidak ada, bahkan dia selalu berusaha menjauhi Bella.


...********...


"Aku mau langsung ke perusahaan saja bersama Bimo, kau pulang dulu bersama bibi Mery!", usir Eden, saat Bella seperti lintah yang menempel terus padanya.

__ADS_1


"Huh sial! Koq sepertinya dia menghindari ku terus. Kapan aku bisa merayu dia untuk meminta kartu belanja. Koq gak ada kesadarannya sendiri sih? Masak gak kasih istrinya kartu buat belanja! Pelit banget, biasanya kalau di film-film, cowok kaya yang suka dengan perempuan, pasti akan memberikan kartu unlimited pada istrinya", gerutu Bella dalam hati.


Rasa sabarnya sudah mulai hilang. Apalagi dia sudah beberapa hari bersabar hanya menemani Eden, dan belum pernah sekali pun dia ke departemen store untuk berbelanja.


Tentu Bella tidak tahu sampai kapan pun Eden tidak mungkin akan memberi dia kartu unlimited, Eden yang pernah melihat pamannya memberi kebebasan keuangan pada istrinya, malah akhirnya istri pamannya itu berkhianat dengan menggunakan uang pamannya itu.


Jadi Eden sudah berjanji dalam hati akan membatasi keuangan untuk istrinya kelak, Eden tidak mau kejadian seperti pamannya terulang kembali.


Jadi Bella tidak tahu kalau harapannya adalah sia-sia, bahkan Bella juga tidak tahu kalau di hari Tiara menandatangani surat nikah dengan meniru tanda tangannya, Tiara juga menandatangani surat perjanjian pranikah, yang sudah pasti berisi tentang masalah harta.


Eden memang cermat kalau sudah menyangkut masalah harta! Apalagi kalau berhubungan dengan wanita.


...********...


"Bi Mery, aku ingin bertanya", ujar Bella pada Mery saat mereka sudah sampai di mansion.


"Koq aku gak ada di kasih kartu dari Eden bi?", tanya Bella langsung.


"Kartu apa itu? apakah penting?", tanya Mery yang masih tidak mengerti maksud Bella.


"Tentu penting bi, kalau aku tidak dikasih kartu dari Eden, saat aku ingin membeli sesuatu aku harus menggunakan apa?', tanya Bella.


"Kalau itu kamu bicarakan sendiri dengan Eden. Bibi tidak mau terlibat masalah rumah tangganya kalian. Lagipula menurut bibi, tanpa kartu pun kau sudah bisa hidup. Semua sudah tersedia di mansion. Bahkan adik mu saja tidak pernah meminta apa-apa pada Eden", ujar Mery membandingkan.


"Tiara itu memang bodoh! Coba kalau dari pertama dia sudah minta, aku kan gak usah menderita seperti ini. Buat apa aku hidup kalau tidak bisa membeli apa yang ku inginkan? Buat apa aku menikah dengan Eden yang paling kaya di kota kita, kalau mau pergi belanja saja tidak ada uang", gerutu Bella kesal.


"Jadi tujuan mu menikah dengan Eden hanya untuk bersenang-senang? Bisa melakukan apa saja karena suami mu kaya. Sadarlah Bella kau harus melayani suami mu dengan baik dulu, bukan menginginkan yang tidak-tidak! Saat dia melihat ketulusan mu, apapun yang kau inginkan pasti akan dia berikan!", ujar Mery menasehati.


"Tapi aku tidak bisa sabar seperti bibi. Ini jaman instan bi, semuanya serba instan", keluh Bella yang sudah lupa kalau yang bicara dengannya itu bibinya, bukan ibunya.

__ADS_1


"Apa maksud mu Bella?", tanya Mery yang mulai hilang rasa sabarnya.


"Kan tidak mungkin bibi menikahi paman Nugroho karena cinta, pasti karena apa yang dimiliki paman. Masa bibi yang waktu itu masih gadis menikah dengan paman yang duda dua anak karena cinta? Pasti karena hartanya kan bi! Cuman beda bibi dan aku adalah bibi sabar, kalau aku sukanya yang instan", ujar Bella yang tidak sadar kalau ucapannya sudah membuat bibinya tersinggung.


"Pantas saja bibi susah menaklukan hati Eden! Ternyata kau yang keponakan bibi saja berpikiran seperti itu. Kau sudah salah besar Bella, kalau kau menyamakan bibi dengan diri mu! Bibi menikah dengan paman karena bibi mencintai paman. Jadi jangan pernah menyamakan bibi


dengan diri mu! Hari ini bibi baru tahu sifat asli mu! Bibi benar-benar sudah menyesal menjodohkan mu dengan Eden. Tapi nasi sudah jadi bubur! Tapi kalau sifat mu seperti itu dan tidak berubah, bibi yakin tidak lama lagi Eden akan membuang mu. Eden bukanlah pria yang bisa dengan mudah kau tipu uangnya!", ujar Mery marah dan langsung meninggalkan Bella.


"Ah...Aku masih gak percaya kalau bibi menikah dengan paman karena cinta. Yang benar saja? Emang cinta bisa bikin kenyang?", pikir Bella yang yakin kalau semua perempuan sama dengan dirinya.


...********...


"Waktu kau bawa Istri ku ke bagian design program, menurut mu apakah dia benar-benar tertarik dengan dunia itu?", tanya Eden pada Bimo tiba-tiba, sambil menghentikan kegiatannya melihat laporan-laporan yang diberikan Bimo. Eden menyenderkan kepalanya ke kursi dan memejamkan matanya, karena merasa matanya lelah.


"Maaf tuan, sepertinya istri tuan sama sekali tidak tertarik dengan design program, malah istri tuan lebih tertarik dengan design ruangannya", ujar Bimo.


"Apa maksud mu Bimo?", tanya Eden langsung membuka matanya kembali dan menatap ke arah Bimo.


Bersambung........


...Author kemaren tidak up, karena waktu ngehalu ketiduran (mungkin kopinya kurang)🤣🤣🤣....


...Hari ini akan author usahakan up 2x, nanti sore/ malam author akan up sekali lagi. Ditunggu ya......


...Terimakasih atas dukungan nya semua......


...Love you all...


...😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2