Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
pertemuan yang tidak diduga


__ADS_3

Begitu masuk ke dalam rumah, Rico langsung mencium harum masakan yang membuat Rico merasa lapar.


"Wah bi Atik masak apa, wangi nya sampai tercium ke depan?", tanya Rico begitu memasuki dapur, tapi dugaannya salah ternyata Tiara yang sedang berada di dapur dan sedang memindahkan masakan yang sudah jadi ke mangkok.


"Oh..ternyata kamu yang masak Ara, kupikir Bi Atik yang masak", ujar Rico.


"Iya kak, nanti cobain masakan ku kak", ujar Tiara tersenyum, sama sekali tidak menceritakan Mita yang sudah memecat bi Atik.


Tiara membawa masakannya ke ruang makan, sedangkan Rico mengekor dari belakang dan memperhatikan Tiara yang mulai menyiapkan hidangan di meja makan dengan cekatan, yang membuat Rico semakin kagum pada gadis pujaannya itu.


Wijayanto yang baru selesai mandi dan masuk ke ruang makan melihat kedatangan Rico, tersenyum senang.


"Rico! Ayo sarapan di sini saja sama-sama!", ujar Wijayanto.


"Pasti yah, aku juga pengen cobain masakan Ara, sepertinya enak", ujar Rico yang langsung menerima tawaran itu dan mengikuti sang ayah ikut duduk.


Tidak lama kemudian Mita juga masuk ke ruang makan dan langsung duduk di bangku dan bersiap untuk makan.


"Sudah tahu pulang rumah kamu!", tegur Mita sambil mengarahkan tatapannya ke Tiara dengan rasa tidak senang. Tiara yang baru ikut duduk, setelah melepaskan celemek nya, merasakan pandangan tajam Mita ke arahnya hanya menunduk dan berlagak tidak tahu.


"Makan dulu, kalau makan jangan bicara!", tegur Wijayanto yang langsung memulai makannya, karena Wijayanto tahu kalau dibiarkan, pasti Mita akan berbicara hal tidak menyenangkan yang akhirnya bisa membuat nafsu makan hilang.


...********...


"Ayo Rico, masih pagi! Kita ngobrol dulu di ruang tamu!", ujar Wijayanto


sesudah semua selesai makan.


"Kamu juga ikut Tiara, sudah lama kita tidak ngobrol bersama", sambung Wijayanto yang tahu kalau dengan mengajak Tiara, pasti Rico tidak akan menolak.


"Baik yah", ujar Rico.


"Tapi aku masih mau membereskan meja makan dulu yah, ayah dan kakak duluan saja! Nanti setelah selesai aku nyusul", ujar Tiara.

__ADS_1


"Lho suruh bi Atik saja, bi Atik ke mana? Koq kayaknya dari tadi tidak kelihatan?", tanya Rico.


"Bi Atik sudah ku pecat, biar pengeluaran lebih sedikit. Kau tahu sendiri usaha ayah mu baru mulai belum lama", sahut Mita yang langsung bangun dari kursinya dan menghampiri Tiara.


"Baru kerja sedikit saja sudah tidak senang! Langsung ngadu sama kakak mu! cari perhatian saja. Kalau tidak senang gak usah kerja, ibu juga bisa sendiri!", omel Mita kesal.


Mendengar itu Rico langsung menghampiri Mita,


"Ibu sengaja kan? Kenapa memecat bi Atik enggak dari kemaren-kemaren saat Tiara belum kembali? Kau tidak usah tinggal di sini! Ikut kakak saja ke apartemen kakak", ujar Rico langsung menggandeng tangan Tiara.


"Aku..aku...", Tiara jadi bingung dan menjadi serba salah.


Wijayanto yang ingin Rico kembali padanya tentu menjadi tidak tenang mendengar perkataan Rico. Sekarang bukan saja Rico tidak kembali, bahkan Rico mau membawa Tiara juga, kalau sudah begitu tentu tidak ada harapan lagi untuk rencananya.


...********...


"Kau terlalu Bu! Kenapa kau harus memecat bi Atik!", ujar Wijayanto kali ini benar-benar marah. Bagaimana tidak? Rencananya untuk memancing Rico kembali dengan adanya Tiara, bisa jadi gagal gara-gara tindakan Mita.


"Kau tidak usah khawatir, ayah akan mencari pembantu lagi besok, Rico!", ujar Wijayanto.


"Kau jangan macam-macam lagi kali ini Bu!", ujar Wijayanto yang benar-benar marah kali ini.


"Tiara kau sudah tahu sifat ibu mu memang seperti ini, rumah ini sepi tanpa kehadiran kalian. Tetap tinggal di sini saja ya Tiara, menemani ayah dan ibu", rayu Wijayanto.


"Kak, bagaimanapun aku tetap lebih bagus tinggal bersama ayah dan ibu, kak Rico jangan marah hanya karena masalah ini. Aku sendiri tidak keberatan untuk membantu pekerjaan di rumah", ujar Tiara yang menarik tangannya lepas dari gandengan tangan Rico.


Selesai mengatakan keputusannya, Tiara lebih memilih untuk membereskan meja makan, sungguh tidak enak menjadi pihak yang mengakibatkan keributan.


"Kalau kau memang mengkhawatirkan Tiara, mengapa bukan kamu saja yang balik ke sini lagi dan tinggal di sini lagi?", tanya Wijayanto langsung pada tujuannya.


Rico terdiam dan memperhatikan gerak-gerik Tiara yang sedang merapikan meja makan.


"Baiklah aku akan kembali tinggal di rumah", putus Rico akhirnya.

__ADS_1


"Kali ini aku harus menggunakan kesempatan yang ada untuk mendekati Tiara, aku tidak boleh kehilangannya lagi. Lagipula aku harus melindunginya, aku ingin dia bahagia", pikir Rico dalam hati.


"Keputusan yang tepat Rico, kita bisa berkumpul kembali, dan kau bisa menjaga Tiara ", ujar Wijayanto senang, sedangkan Mita kali ini sudah tidak ikutan lagi, Mita juga cukup senang akhirnya Rico mau kembali lagi tinggal bersama mereka.


...********...


Betapa kagetnya Bram, ketika Eden muncul di ruang meeting PT. Cipta Total Solusindo, perusahaan milik Nugroho Grup


Bram tidak menyangka Eden akan muncul, karena Eden pernah berkata padanya kalau selama dia buta, dia tidak akan ke perusahaan.


Eden memang tidak pernah malu menjilat ludahnya kembali.


Bram mewakili ayahnya yang juga memiliki saham di PT Cipta Total Solusindo ini, karena sang ayah sedang sakit, akhirnya ayahnya mengutus Bram untuk mewakili dia.


Bram bertambah kaget lagi, ketika Bella juga ikut berjalan di belakang Eden yang diikuti Bimo, tentu yang membuat Bram kaget adalah kali ini yang dilihatnya Bella asli, bukan Tiara yang menyaru menjadi Bella.


"Ah akhirnya mereka sudah bertukar posisi lagi", pikir Bram dalam hati merasa lega. Memang sejak terakhir kali dia tertangkap basah bersama Tiara di dapur, Bram sudah tidak bertemu lagi dengan Eden, jadi Bram sama sekali tidak tahu keadaaan Eden.


Bram ingin sekali menghubungi Tiara untuk menanyakan keadaannya, bagaimanapun dia mengkhawatirkan Tiara, tapi Bram sama sekali tidak miliki kontak Tiara.


Sedangkan untuk ke mansion Nugroho lagi guna menjumpai Tiara, Bram tidak berani, karena dia sudah tahu sifat sepupunya itu.


Sebetulnya Bram bukan takut dengan Eden, tapi Bram takut Tiara yang akan kena masalah, kalau Bram masih nekad menemuinya dan ketahuan Eden.


Akhirnya Bram berusaha menahan dirinya agar tidak menemui Tiara, padahal dia sangat ingin tahu keadaan Tiara.


Bella yang pandangan berputar ke ruangan meeting itu, tiba-tiba terhenti pada sosok Bram yang masih memandangnya kaget.


Bella langsung tersenyum penuh kemenangan dan menantang ke arah Bram.


"Pasti kaget dia sekarang! Pasti dia bingung di mana Tiara nya! Gak bakal ku beritahu pada mu Bram. Biar kau mati penasaran", pikir Bella dalam hati kesenangan.


"Makanya jangan pernah berani menghina ku! pasti ku balas kamu!Kau pikir sesudah Tiara lepas dari Eden kau bisa mendapatkannya kembali. Jangan harap Bram, kau masih harus bersaing dengan Rico. Aku tidak suka kamu bersama Tiara, aku tidak ingin Tiara bertemu kembali dengan Eden.Bagaimanapun kau sepupunya Eden, kalau Tiara dengan mu pasti suatu hari bisa bertemu lagi"

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2